Cinta Milik Naru

Cinta Milik Naru
Bab 79


__ADS_3

Cinta sudah berada di dapur sembari berbaur dengan yang lain untuk menyibukkan diri.


Monica yang masih menunggu Manggo cheese cake buatannya matang, akhirnya menghampiri Cinta yang tengah meletakkan beberapa garnish di main course yang sudah terdapat di piring saji.


"Kenapa kau lama sekali di ruangannya?" tanya Monica menyenggol bahu Cinta dengan suara setengah berbisik agar karyawan lain tak mendengar percakapan mereka.


"Dia hanya menceramahiku saja karena tadi aku tak sengaja berbuat onar di dalam rungan penyimpanan bumbu," kilah Cinta tak jujur pada Monica.


"Pasti kau dibuat kelabakan oleh sikap dinginnya karena dia memang orang yang tak suka hal-hal seperti itu," timpal Monica yang percaya dengan perkataan Cinta.


Cinta hanya tersenyum kikuk karena ia sudah mengarang cerita pada Monica.


"Aku memang dibuat kelabakan olehnya, sampai bibirku saja rasanya sudah tak berbentuk sebuah bibir," celoteh Cinta dalam hati.


Monica tak sengaja melihat ke arah wajah Cinta dan sasaran utama kedua manik mata Chef bagian dessert itu tertuju pada bibir Cinta yang terlihat nampak membengkak.


"Bibirmu kenapa?" tanya Monica menyentuh pipi Cinta dan mengarahkan wajah sahabatnya itu ke hadapannya agar ia bisa melihat dengan jelas ada apa dengan bibir tersebut.


"Tidak apa-apa," kilah Cinta.


"Tapi, kenapa terlihat sedikit bengkak begini? apa kau digigit sesuatu?" tanya Monica yang masih penasaran.


"Ya aku digigit oleh bosmu yang gila akan ciuman itu."


"Astaga! aku lupa, tadi aku tak sengaja minum, tapi di dalam minuman itu ada semut kecil, jadi bibirku digigit olehnya," bohong Cinta tersenyum kikuk.


"Oh, aku kira kau kenapa," ujar Monica yang hanya manggut-manggut sembari melihat ke arah cumi Krispy yang sepertinya menggugah selera.


"Jarang sekali ada orang yang memesan full hidangan utama serba seafood begini, pasti direktur baru itu pecinta seafood," pikir Monica yang melihat ke arah dessert buatannya.


"Aku ke working table ku dulu ya, Cinta!" Monica berjalan ke arah makanan buatannya.


Gadis yang baru berstatus menjadi kekasih Naru itu menghembuskan napas lega. "Akhirnya dia pergi juga, jika Monica tahu, bisa ditertawakan aku tujuh hari tujuh malam tanpa henti," gumamnya tanpa ia sadari ternyata ada Zayn tepat di belakangnya.


"Apanya yang tujuh hari tujuh malam," timpal Zayn sedikit penasaran.


Cinta otomatis tersentak kala suara bariton pria bersenyum manis itu menyela ucapannya yang sudah ia rasa itu seperti sebuah bisikan.


"Aku hanya mengingat-ingat, jika perempuan perawan itu harus sering mandi kembang tujuh hari tujuh malam, agar tetap cantik dan wangi," sahut Cinta sekenanya karena gadis itu sungguh panik takut Zayn semakin curiga padanya.


"Oh, aku kira kau ingin menikah dan mengadakan pesta tujuh hari tujuh malam tanpa henti," ledek Zayn membantu Cinta menghias makanan buatannya.

__ADS_1


"Tidaklah, untuk apa aku merayakan pesta sampai seminggu, kau kira biayanya sedikit," elak Cinta.


Zayn melihat ke arah jam tangannya dan waktu jam makan siang sudah kurang 5 menit lagi.


"Waktu jam makan siang 5 menit lagi, jadi semua hidangan letakkan pada kitchen trolly sesuai dengan meja yang sudah di pesan," pandu Zayn pada karyawan lainnya.


"Siap, Chef!"


Semua Chef yang sudah siap dengan hidangan mereka, meletakkan masing-masing makanan yang sudah terias sangat cantik dan menggugah selera ke atas kitchen trolly yang sudah terdiri dari lima kitchen trolly.


Disaat suasana restoran milik Naru sedang dalam suasana super sibuk, berbeda dengan suasana kantor Dio yang nampak satu persatu karyawan kantornya sudah keluar menuju arah cafe atau restoran terdekat untuk makan siang.


Dio juga sedang dalam perjalanan menuju ke arah gerbang kantornya dengan sebuah ponsel yang menempel pada telinganya.


"Aku sudah di depan, kau dimana?" tanya Dio pada seseorang diseberang ponselnya.


"...."


"Baiklah, aku akan menunggumu," timpal Dio sembari mematikan sambungan teleponnya.


Setelah menunggu cukup lama, akhirnya mobil berwarna putih datang dan Dio langsung masuk ke dalamnya.


"Kurang jelas jika di telepon, kita lebih baik bertemu saja karena aku juga penasaran dengan ceritamu itu, apalagi kebetulan aku setelah ini tak ada jadwal praktek, jadi aku bisa langsung pulang ke rumah setelah kita makan siang," jelas Kinan sembari mengemudikan kendaraan roda empat miliknya.


Setelah cukup lama keempat roda mobil milik Kinan berputar di aspal, akhirnya mobil berwarna putih itu berhenti di sebuah restoran cukup besar dan jarak kantor Dio dari restoran tersebut juga masih terbilang dekat.


Kinan dan Dio turun bersamaan setelah mereka membuka seat belt masing-masing.


Mereka berdua duduk di meja pojokan dimana meja dengan tempat strategis seperti itu menjadi tempat kencan para kawula muda.


"Kau ingin pesan apa?" tanya Kinan melihat-lihat menu makanan di buku menu.


Dio membuka buku menu yang berada di hadapannya namun, wajahnya nampak tak antusias karena bayangan makanan yang ada di otaknya saat ini adalah pecel dengan kuah kacang yang melimpah, ditambah dengan tahu lodeh kuah santan yang gurih dan nikmat.


Dio masih masuk dalam bayangannya yang terngiang akan kuah pecel kesukaannya.


"Kau mau pesan apa?" tanya Kinan lagi.


Dio akhirnya sadar dan memilih sekenanya. "Sup ayam telur puyuh dan lemon tea," jelas Dio.


Kinan memanggil pelayan untuk memesan makanan. "Saya pesan sup ayam telur puyuh 2, lemon tea 2, dan tahu krispi saus tomat 2."

__ADS_1


"Baik, Nona!"


"Kenapa kau tak memesan makanan lain?" tanya Dio pada Kinan.


"Sepertinya makanan yang kau pesan terlihat enak," sahut Kinan jujur.


Dio tersenyum kala Kinan berkata seperti itu, padahal dirinya memilih makanan itu sembarang tanpa rasa minat.


"Makanan yang aku pilih hasil cap cip cup, tapi gadis ini malah tertarik, dasar aneh," gumam Dio dalam hati.


"Jadi berita apa yang kau dapatkan?" tanya Kinan to the point.


"Sebenarnya berita itu aku dapatkan secara tak sengaja dari ibuku, dia yang mengatakan padaku, jika Cinta sudah bertunangan dengan seorang pria yang mahir memasak dan parahnya lagi, acara pertunangan mereka berlangsung saat aku ada perjalanan bisnis keluar kota waktu itu," jelas Dio pada Kinan.


"Jadi ... Cinta dan Naru benar-benar bertunangan secara resmi? bukan hanya sekedar kebohongan?" tanya Kinan cukup terkejut pasalnya pertunangan Naru benar-benar tak terendus sama sekali oleh orang lain atau para media, apalagi keluar Gafin dan Pattinson bukan keluarga biasa, mereka keluarga kaya raya abad ini.


"Resmi, karena semua keluarga Naru ikut ke rumah kami," jelas Dio meyakinkan Kinan.


"Kenapa tak ada yang mengabari aku? bahkan Zayn saja tak ada memberikan info apapun padaku," gumam Kinan penuh selidik.


"Awalnya aku pikir pertunangan mereka hanya sebuah permainan saja, karena Cinta bekerja sebagai pakar Cinta bosnya untuk mendapatkan dirimu, tapi sepertinya mereka berdua terjebak dalam permainan mereka sendiri," analisis Dio dari semua informasi yang ia dapat.


"Kau serius?" tanya Kinan sangat terkejut dengan ucapan Dio.


"Tentu saja! aku sendiri yang mendengar dari mulut Cinta, jika dia dibayar untuk menjadi pakar Cinta bosnya."


"Astaga! dan pada akhirnya, Kak Naru yang terpesona dengan kecantikan Cinta," ujar Kinan hanya bisa tepuk jidat mendengar penuturan Dio.


"Pasti Zayn dan Rocky tahu masalah ini, aku harus bertanya pada mereka saat ada waktu luang."


Pesanan makanan Kinan dan Dio akhirnya datang, keduanya sama-sama menyantap hidangan tersebut.


"Bagiamana perasaanmu ketika kau mendengar Cinta dan Kak Naru sudah bertunangan secara resmi?" tanya Kinan di tengah-tengah acara santap siang mereka.


"Awalnya aku merasa terkejut, tapi karena aku sudah mengikhlaskan Cinta bahagia dengan pria yang dia cintai, jadi rasanya biasa-biasa saja, tak ada rasa sakit hati atau kebencian mendalam pada Naru, asalkan adikku hidup bahagia dan berkecukupan, itu sudah kebahagiaan terbesar dalam hidupku," jelas Dio kembali melahap sup ayamnya.


"Wah, kau sudah dewasa nampaknya ya, Tuan Dio!" ledek Kinan tersenyum simpul.


"Sudahlah jangan banyak bicara, nanti aku terlambat masuk kantor," protes Dio yang di balas senyuman oleh Kinan.


JANGAN LUPA VOTE, LIKE, GIFT, DAN KOMENTARNYA YA KAKAK READERS 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2