Cinta Milik Naru

Cinta Milik Naru
Bab 77


__ADS_3

Naru sudah lebih dulu berada di dalam ruangannya, sedangkan Cinta, ia baru saja sampai.


Saat Cinta memasuki ruangan itu, atmosfer di dalamnya membuat bulu kuduk Cinta berdiri.


"Ada ...."


Cinta tak melanjutkan perkataannya karena posisi Naru yang tadinya berdiri membelakangi, kini pria itu berbalik menghadapnya dan berjalan ke arahnya.


"Kenapa wajahnya sangat dingin seperti itu," gumam Cinta dalam hati.


Baru kali ini ia melihat raut wajah Naru sangat menakutkan.


Bukannya berhenti di hadapan Cinta, Naru malah melewati dirinya berjalan terus ke arah pintu.


Pria itu menutup pintu tersebut dan menguncinya.


Cinta menoleh ke arah Naru. "Kenapa di kunci?" tanya Cinta yang merasa tak aman.


Naru masih tak mau menjawab pertanyaan Cinta, pria itu malah terus berjalan ke arah Cinta tanpa sepatah kata pun.


Cinta terus memundurkan tubuhnya karena langkah kaki Naru juga terus melangkah ke arahnya.


"Kau ini kenapa sih! aku takut melihatmu seperti ini," protes Cinta dengan nada mulai frustrasi.


Naru masih diam tak berkata sepatah kata pun hanya aura dingin yang dapat Cinta rasakan.


Cinta terus mundur sampai tubuhnya membentur sandaran kursi di meja kerja Naru, dimana kursi itu tempat karyawan duduk untuk bertemu dengan bosnya.


"Berhenti!"


Jarak Naru semakin dekat dengan Cinta dan satu langkah lagi jarak keduanya sudah sangat dekat.


Cinta mulai ketakutan karena ia takut, Naru melakukan hal yang tak pantas padanya. "Aku bilang berhenti! ini bukan kau! kau menakutiku!" Cinta berteriak karena ia takut pada Naru.


Tiba-tiba saja Naru menyentuh pipi Cinta lembut. "Apa kau suka padanya?" tanya Naru dengan suara rendahnya.


Cinta tersentak dengan sikap Naru yang tak dapat ia tebak. "Siapa yang kau maksud?" tanya Cinta balik.


"Zayn! Mr.Z yang selalu bisa dekat denganmu dan bisa mengungkapkan perasaannya padamu kapanpun," jelas Naru masih menatap wajah Cinta.


"Aku tidak menyukainya," sahut Cinta.


"Benarkah?"

__ADS_1


"Aku tidak menyukainya," jelas Cinta lagi.


"Lalu kenapa kau bisa berada di atas tubuhnya?" tanya Naru lagi padahal tadi Cinta sudah menjelaskan panjang lebar saat berada di ruangan bahan bumbu.


"Aku sudah bilang, jika itu tak sengaja."


"Tapi kau nampak menikmatinya," sergah Naru menatap kedua manik mata Cinta cukup dalam.


"Itu benar-benar tak sengaja, kenapa kau tak percaya padaku," ujar Cinta frustrasi.


"Kenapa aku harus menjelaskan hal ini padamu dan kenapa kau harus mengurus hal yang tak ada hubungannya denganmu, bukankah kau sudah memiliki cintamu sendiri," celoteh Cinta dalam hati.


"Aku tak percaya," ujar Naru membuat darah Cinta mulai naik ke ubun-ubun.


Gadis itu tersenyum sinis pada Naru. "Jika kau tak percaya, terus apa hubungannya denganku, bukankah itu terserah diriku ingin melakukan apapun dengan Zayn, lagi pula kau bukan-"


Suara Cinta tiba-tiba berhenti. Gadis itu melebarkan matanya kala Naru dengan cepat menarik tengkuknya dan kini bibir mereka sudah menyatu sempurna.


Cinta yang sadar, jika ini hal yang salah segera mendorong tubuh Naru.


"Apa yang kau lakukan? apa kau sudah gila? kau menciumku seenakmu! ini ciuman pertamaku dan seharusnya aku memberikan ciuman ini pada orang yang aku cintai dan juga mencintaiku, bukan seperti ini," teriak Cinta dengan nada kesal luar biasa.


"Aku tak ingin kau bersama Zayn, aku tak ingin kau dekat dengan pria lain," tutur Naru dengan suara cukup datar.


Naru menyatukan keningnya dengan kening Cinta. "Aku saat ini tengah mencari tahu, siapa sebenarnya yang aku cintai, kau atau Kinan!"


Cinta tersenyum kecut karena ia tahu pasti Kinan perempuan yang dicintai oleh bosnya itu. "Kau sudah sangat tahu jawabannya karena cintamu begitu tulus dan lama padanya," ujar Cinta melihat ke arah mata Naru yang terpejam dengan posisi kening mereka yang masih saling menempel.


Perlahan mata Naru terbuka. "Kau!"


Cinta masih diam tak mengerti ucapan Naru.


"Menjauhlah dariku!"


"Kau! kau perempuan yang aku cintai, kau perempuan yang membuatku dilema, kau perempuan yang bisa membuatku frustrasi seperti tadi," jelas Naru membuat Cinta terdiam.


Tangan Naru menyentuh pipi gadis itu. "Aku tak ingin kau dekat dengan pria lain, kau milikku, kau milikku, terserah, jika kau berpikir cintaku salah atau aku sudah mencintai kekasih orang lain, tapi aku tak ingin kehilanganmu," ungkap Naru tulus pada Cinta.


Dada Cinta serasa ingin meledak saat itu juga karena pengakuan cinta Naru pada dirinya.


Cinta menyentuh pipi Naru. "Aku kira perasaanku padamu bertepuk sebelah tangan dan aku ada niatan untuk menghapus semuanya, tapi sekarang ... aku malah ingin menyiraminya agar rasa ini tumbuh subur dan selamanya bersemi di dalam sini," tutur Cinta menyentuh dadanya.


Naru menatap kedua manik mata Cinta dengan bibir yang perlahan melengkung indah. "Jadi kau ...."

__ADS_1


Cinta tersenyum sembari mengecup pipi Naru lembut.


Cup


"Sudah cukup membuktikan, 'kan?" tanya Cinta.


"Masih belum," sahut Naru mulai mendekatkan ujung hidungnya pada hidung Cinta.


"Ciuman pertama, kedua, ketiga, dan seterusnya hanya milikku, tak akan aku biarkan pria lain mengambil hakku," bisik Naru dan Cinta tersenyum sembari ujung hidung mereka masih tetap menempel satu sama lain.


Naru menarik pinggang Cinta dan gelenyar aneh tiba-tiba bangkit dalam diri gadis itu kala tangan kekar Naru mulai merambati pinggangnya. "Aku mencintaimu," ungkap Naru.


Cinta mengalungkan kedua tangannya pada leher Naru. "Aku juga mencintaimu," balas Cinta membuat Naru tak sungkan lagi memporak-porandakan bibir Cinta.


Bibir mereka berdua saling bergulat dengan napas yang mengiringi pertempuran hebat itu.


Cinta melepaskan pangutan benda kenyal tersebut. "Aku tak cukup mahir melakukan itu," jelas Cinta malu-malu.


"Aku juga tak mahir, tapi aku ingin belajar dengamu sampai aku mahir melakukannya," ungkap Naru.


"Rasakan dan ikuti permainku," pinta Naru pada Cinta.


"Tapi ...."


Cup


Kecupan singkat mendarat di bibir Cinta. "Aku men-"


"I love you too," sambung Cinta yang tahu kata apa yang akan keluar dari mulut Naru.


Naru tersenyum sembari memutar kursi yang berada di belakang tubuh Cinta dan mendudukkan gadis itu di atas kursi tersebut. "Kau milikku!"


Tanpa banyak basa-basi, Naru kembali melahap benda kenyal milik Cinta.


Kini posisi tangan Naru menyangga di sandaran kursi dengan kepala Cinta yang menengadah ke atas memudahkan Naru mengobrak-abrik kenikmatan yang ada pada bibir Cinta.


Sentuhan dua benda kenyal itu membuat Naru dan Cinta melayang tak ingin menyudahinya.


Naru sangat candu dengan rasa lembut dan kenyal bibir seorang asisten, tunangan palsu, dan saat ini gelar Cinta sudah pada kekasih resmi seorang Naru Attala Pattinson Gafin.


"Welcome Mrs. Naru Attala Pattinson Gafin," bisik Naru di tengah-tengah ciuman manis mereka.


SUDAH CRAZY UPDATE YA KAKAK😊

__ADS_1


JANGAN LUPA VOTE, LIKE, GIFT, DAN KOMENTARNYA YA KAKAK READERS 😘😘😘


__ADS_2