
Dua pria itu adalah Zayn dan Rocky. Mereka berdua sungguh terkejut melihat pemandangan yang tak pernah keduanya duga.
Zayn segera menormalkan ekspresinya. Pria itu berjalan sesantai mungkin ke arah Cinta dan gadis itu juga langsung berdiri dari sofa ruangan Naru.
Tanpa banyak bicara, pria bermarga Orlando itu langsung memeluk Cinta erat-erat. "Bagaimana kabarmu, Nona? apa kau sehat selama pergi liburan dengan pria dingin ini? dan apa kau tau? aku sangaaaaaaaaat merindukanmu," cerocos Zayn yang sengaja membangkitkan mode macan ngamuk Naru dalam mode on.
Rocky yang berada di ambang pintu masuk hanya bisa tepuk jidat.
"Apa Zayn tak melihat wajah Naru sudah seperti ingin memakannya hidup-hidup, apa dia tak bisa sedikit saja menyadari jika bongkahan es itu sudah mulai mencair," ujar Rocky dalam hati.
Naru masih coba menahan emosinya, agar ia tak membabi buta karena melihat tangan Zayn yang memeluk tubuh Cinta cukup erat.
"Aku baik-baik saja Mr.Z! sahut Cinta masih dengan tubuh membeku karena pelukan tiba-tiba dari Zayn.
Naru yang awalnya berjongkok memutuskan untuk berdiri dengan melipat kedua tangannya di dada sembari menatap ke arah Zayn dengan tatapan siap baku hantam sampai tepar.
Posisi Cinta yang membelakangi Naru membuat Zayn dan sahabatnya itu bisa saling bertatap muka dengan gamblangnya.
Zayn melepaskan pelukannya. Pria itu memperhatikan setiap inci wajah Cinta. "Kau semakin cantik saja, Nona!" goda Zayn membuat puncak kepala Naru mulai berasap, padahal tak ada kebakaran di dalam sana.
Cinta menutup kedua mata dan telinganya bersamaan. "Tolong hentikan Tuan Z karena aku tak ingin pagiku ...."
Cinta melirik ke arah Naru dengan tawa simpulnya. "Aku akan menyiapkan bahan-bahan masakan," kilah Cinta langsung berlari ke arah pintu keluar karena raut wajah Naru nampak tak bersahabat.
Zayn dan Rocky melihat kepergian tiba-tiba seorang Cinta. Berbeda dengan Naru yang masih menatap Zayn dingin dan datar.
"Untuk apa kau pagi-pagi kemari?" tanya Naru pada Zayn.
"Untuk memulai breafing," sahut Zayn.
"Tumben, biasanya kau tak perlu diriku," tukas Naru sedikit tersenyum simpul.
Zayn tak mau kalah dengan Naru, ia juga tersenyum simpul. "Kau memang sahabat yang sangat mengerti diriku."
Rocky masih diam menyaksikan apa saja yang akan dibahas oleh kedua sahabatnya ini.
Rocky berpikir keberadaan Cinta di resto cukup membuat dua pria tampan tersebut bisa bersitegang.
"Sebenarnya aku kemari memang ingin mencari Cinta karena aku merasa sudah setahun tak bertemu dengannya, padahal hanya beberapa hari saja aku tak melihatnya," jujur Zayn membuat kepulan asap bukan hanya keluar dari kepala Naru, melainkan sudah mengepul di kedua telinga pemilik family resto tersebut.
__ADS_1
"Apa kau masih menginginkannya? bukankah sudah aku katakan, jika dia sudah memiliki kekasih," jelas Naru lagi mencoba mengingatkan Zayn.
Hati Naru sungguh tak rela jika Cinta jatuh dalam pesona seorang Zayn.
"Sebelum janur kuning melengkung, dia masih milik semua pria yang ingin mendapatkannya dan pria itu yang nantinya akan menjadi teman hidupnya ... apa kau tahu siapa pria tersebut?" tanya Zayn yang lagi-lagi ingin memancing emosi Naru.
"Mana aku tahu!" sahut Naru ketus bukan main.
"Tentu saja aku, Sobat! dia akan menjadi istri dari temanmu dan bersiaplah untuk memberikan kami kado pernikahan terbaik," lanjut Zayn lagi.
Tangan Naru sudah mengepal, sampai buku-buku tangannya terlihat sangat jelas, dengan urat-urat yang sudah keluar bagai sayur kacang panjang.
"Sudah selesai dengan khayalan tingkat tinggimu? jika sudah selesai, mari kita mulai breafing agar kau dapat segera bekerja," ujar Naru hendak keluar dari ruangannya karena ia tak ingin emosinya terpancing oleh bualan Zayn.
"Apa kau tak suka jika aku benar-benar menikah dengannya?" tanya Zayn.
Naru yang awalnya sudah berjalan membelakangi Zayn, akhirnya pria itu menghentikan langkah kakinya.
Tanpa berbalik badan, Naru menjawab pertanyaan Zayn, "Mau aku suka atau tidak, itu bukan urusanmu."
Naru akhirnya pergi meninggalkan Zayn dan Rocky yang masih mematung menjadi seorang penonton di ambang pintu.
"Apa kau tak merasa itu cukup menguras emosionalnya yang tak dapat ia salurkan?" tanya Rocky menyandarkan bahunya pada kusen pintu ruangan Naru.
"Memang cukup keterlaluan sih, tapi jika dia tak di tempa seperti tadi, perasaannya pada Cinta akan terus tertutupi oleh bayang-bayang perasaannya terhadap Kinan, padahal perasaannya pada Kinan hanya sebuah obsesi semata bukan cinta yang sesungguhnya," jelas Zayn menaikkan bahunya.
"Huh, kenapa kau bisa ada pemikiran seperti itu?" tanya Rocky lagi.
"Apa kau ingin aku jujur atau berbohong?" tanya Zayn balik.
"Isshhh, ayolah, Brother! jangan membuatku ingin membuatmu diolesi oleh pasta coklat," goda Rocky.
"Sebenarnya ...."
Zayn sengaja memotong pembicaraannya dan melangkah ke arah pintu keluar untuk menyusul Naru.
Rocky yang sudah dilanda penasaran tingkat akut, akhirnya ia mengejar Zayn. "Sebenarnya apa? kau suka melihat aku mati penasaran ya?"
"Sebenarnya, aku sudah tertarik pada gadis itu saat pertama kali kami bertemu dan jika saja Naru dan Cinta tak memiliki perasaan itu, mungkin aku akan mengejarnya sampai dia menjadi nyonya di rumahku," jelas Zayn masih terus berjalan menuju arah dapur.
__ADS_1
"Kau serius?" tanya Rocky masih ingin memastikan ucapan yang keluar dari mulut Zayn.
"Tentu saja! jika saja aku lebih dulu bertemu dengan Cinta, pasti dia akan jatuh hati padaku, bukan pada Naru," ujar Zayn penuh percaya diri.
Rocky hanya tersenyum sembari memukul lengan sahabatnya. "Mimpimu terlalu tinggi, Bro! apa kau tahu Naru itu menang banyak darimu dari segi mana?"
"Mana aku tahu!"
"Baiklah, aku akan memberitahu padamu, pesona Naru terletak pada lensa mata dan sikap dinginnya," jelas Rocky yakin.
"Mana ada seperti itu," ujar Zayn tak percaya.
"Kau ini tak percaya padaku ternyata, menurut Monica, pria dingin itu lebih menarik karena dia lebih membuat para kaum hawa penasaran, itu informasi yang aku dapat darinya karena dia suka melihat drama macam itu," kupas tuntas seorang Rocky.
"Terserah kau saja!" Zayn melanjutkan perjalanannya menuju ke arah dapur bersama Rocky.
Sedangkan di dapur, Naru sudah berdiri di sana dengan aura mencekam.
Sebagian karyawan sudah berkumpul dan sebagian lagi masih meletakkan beberapa kebutuhan lainnya.
Cinta sudah berkumpul dengan karyawan lainnya dan gadis itu berada di barisan kedua, sedangkan Zayn dan Rocky berada di belakang Cinta karena mereka datang cukup terlambat dari ruangan Naru.
Naru masih belum juga memulai breafing pagi ini karena emosinya masih belum benar-benar stabil, apalagi ia melihat Zayn berada tepat di belakang Cinta.
"Apa dia tak tahu jika Zayn menyukainya? apa dia tak bisa merasakan perlakuan Zayn padanya itu sudah tak wajar? ah, aku ini kenapa? apa aku benar-benar sudah ada rasa pada gadis itu? tapi bukankah aku menyukai Kinan?"
Semua pertanyaan itu mulai berlarian dalam benak Naru.
Kini pria tersebut mulai merasa dilema dengan perasaannya sendiri.
"Aku akan memastikan sesuatu, jika ini perasaan cinta, maka kau harus jatuh dalam pelukanku," tekat Naru dalam hatinya.
JANGAN LUPA VOTE, LIKE, GIFT, DAN KOMENTARNYA YA KAKAK READERS 😘😘😘
SEDIKIT BOCORAN YA, BAB 76 AKAN ADA ADEGAN FIRST KISSSS NARU DAN CINTA, INSYAALLAH AKAN AUTHOR UPDATE MALAM SAJA YA, KARENA SEKARANG MASUK BULAN PUASAðŸ¤
Note: Cerita ini bukan bertele-tele, tapi author lebih suka menulis cerita yang rinci dan lengkap, jadi tidak terkesan lompat-lompat dan alurnya tak ada yang tertinggal 😊😊😊😊 untuk masalah update memang author jarang update untuk hari-hari kemarin karena author juga ada tanggung jawab untuk mengurus keluarga, jadi tolong maklumi😉 insyaallah untuk hari-hari berikutnya, author usahakan akan sering update 😊😉
SEMANGAT DARI PARA READERS VITAMIN PALING MUJARAB BAGI AUTHOR, JADI MEMBERIKAN DUKUNGAN DAN SEMANGAT ADALAH HADIAH TERINDAH BAGI SEORANG PENULIS 😘😘😘
__ADS_1