
"Mari kita menikah!"
Tiga kata itu masih terbayang dalam otak Cinta kala ia menaiki motor Naru.
Gadis itu masih bingung harus menerimanya atau tidak, pasalnya, ini baru hari pertama mereka berdua resmi menjadi pasangan kekasih dan belum juga genap 24 jam mereka berpacaran, Naru sudah melamarnya.
Cinta merasa itu semua terlalu cepat dan tiba-tiba karena gadis itu merasa belum siap dan ingin memastikan sesuatu, jika Naru memang sudah memantapkan hatinya untuk menjadikan Cinta sebagai teman hidupnya.
Tanpa Cinta sadari, ternyata motor pria itu sudah berada di halaman depan kontrakan milik Cinta.
Gadis itu masih belum turun dari kursi penumpang karena pikiran Cinta saat ini masih berkelana.
"Apa kau tak ingin turun?" tanya Naru mengejutkan Cinta.
"Ah, iya," sahut Cinta yang bergerak turun dari motor milik Naru.
Pria itu juga ikut turun dari motornya dan membuka helm yang dikenakan oleh Cinta.
"Kau harus langsung istirahat," ujar Naru mengusap pipi Cinta dengan lembut.
Gadis itu mengangguk sembari tersenyum manis pada Bos Pacarnya. "Kau juga harus langsung istirahat, jangan begadang," ingatkan Cinta balik.
"Iya, Sayang!"
Cup
Naru mengecup kening Cinta cukup lama.
"Mimpi indah dan segera beri aku jawaban, jika kau sudah memikirkannya," ucap Naru yang bergerak ke arah motornya.
Pria itu sudah bersiap akan meninggalkan pekarangan kontrakan Cinta.
"Hati-hati," ingat Cinta lagi.
"Iya, Calon Istriku," tanggap Naru sembari menggoda Cinta dan seketika kedua pipi gadis itu memerah.
Motor Naru perlahan mulai bergerak meninggalkan pekarangan kontrakan rumah Cinta dan gadis itu masih memandang punggung kekasihnya yang semakin lama, semakin jauh, sampai pada akhirnya menghilang.
Cinta berjalan masuk ke dalam kamarnya dan berjalan ke arah kamar mandi untuk mencuci muka.
Setelah selesai, gadis itu merebahkan tubuhnya dengan posisi terlentang menatap langit-langit kamarnya.
Lagi-lagi bayangan akan ucapan Naru kembali terngiang dalam benaknya.
Flashback on
"Mari kita menikah!"
Cinta tersentak akan ajakan Naru karena menurutnya itu terlalu cepat.
"Tapi ... kita baru saja saling mengungkapkan perasaan," respon Cinta menatap kedua mata Naru.
"Tapi perasaanku padamu itu tulus, entah sejak kapan perasaan ini tumbuh namun, yang jelas, aku ingin kita membuat janji suci dihadapan sang pencipta karena aku sudah yakin padamu," jelas Naru menyentuh kedua pipi Cinta meyakinkan.
__ADS_1
Gadis itu masih diam dengan mata tertunduk ke bawah, memikirkan jawaban apa yang akan ia berikan pada Naru.
"Jadi dia melamarku? ini tak terlalu cepat, 'kan?"
Cinta kembali menatap ke arah Naru hendak memberikan jawaban namun, telunjuk pria itu sudah lebih dulu mendarat di bibir kekasihnya. "Kau tak perlu menjawabnya sekarang, aku bisa menunggu sampai kau benar-benar mau menerimaku dengan tulus dan selama proses penilaianmu padaku, aku akan membuktikan padamu, jika pilihanku sudah mantap menjadikanmu ibu dari anak-anakku," jelas Naru yang paham akan kekalutan hati Cinta karena Naru tahu, jika lamarannya memang terbilang sangat dadakan tanpa persiapan.
Semua itu Naru lakukan karena ia tak ingin kehilangan Cinta karena baru pertama kali ini ia sangat takut kehilangan seorang gadis, saat suka pada Kinan saja, dia tak seperti ini.
Cinta menatap mata Naru bergantian, gadis itu tersenyum sembari menyentuh pipi Naru.
"Terima kasih karena sudah mengerti aku," tutur Cinta langsung memeluk Naru dan pria itu membalas hangat pelukan gadisnya.
"Itu sudah menjadi tugasku agar aku paham perasaanmu karena perempuan memang harus dimengerti dengan perasaan bukan dengan otot atau akal," balas Naru mengecup manja puncak kepala Cinta.
Gadis itu semakin mengeratkan pelukannya pada Naru.
Cinta menengadahkan wajahnya menatap wajah Naru.
"Sepertinya aku mulai tambah mencintaimu," ujar Cinta jujur.
"Itu yang aku mau," balas Naru mengecup bibir Cinta lembut.
Cup
"Aku akan menunggu jawabanmu, sebelum kau yakin padaku, kau bisa melihat kesungguhanku sampai kau merasa yakin, jika aku pendamping hidup yang baik dan pantas untukmu," jelas Naru lagi dan Cinta mengangguk patuh sembari kembali memeluk tubuh Naru erat.
Flashback off
Gadis itu mengambil ponselnya dan melihat siapa yang mengirimkan pesan padanya tengah malam begini.
Saat Cinta membuka kunci ponselnya, ternyata Naru yang mengirimkan pesan padanya.
"Kenapa nama kontaknya masih "Chef kaku", aku harus menggantinya," gumam Cinta langsung mengganti nama kontak Naru menjadi "Bos Pacar".
Cinta tersenyum sembari melihat isi pesan dari Naru.
Bos Pacar
Sudah tidur?
Cinta
Belum.
Bos Pacar
Kenapa belum? sana tidur!
Cinta
Masih belum mengantuk.
Bos Pacar
__ADS_1
Jangan terlalu memikirkan jawaban yang tadi, kau nikmati saja pembuktiannya dariku, sampai kau yakin, jika aku pantas kau sebut "Suami".
Wajah Cinta merona kala Naru mengirimkan pesan bertuliskan suami.
"Kenapa aku jadi malu begini," gumam Cinta menutup wajahnya dengan bantal.
Setelah perasaannya kembali normal, gadis itu kembali melanjutkan percakapannya dan Naru lewat pesan singkat.
Cinta
Baiklah, aku akan tidur sekarang.
Selamat malam.
Bos Pacar
Selamat malam, mimpi indah calon istriku! ❤️
Cinta menyembunyikan wajahnya yang tersipu malu dan lagi-lagi karena ulah Naru.
"Semoga perasaanku ini sudah menjadi sebuah petunjuk darimu, jika pria yang aku pilih adalah yang terbaik dalam hidupku, baik nanti dan seterusnya," mohon Cinta pada sang pencipta sebelum gadis itu benar-benar terlelap dalam tidurnya.
Keesokan harinya, Naru sudah bangun dan bersiap dengan pakaian rapi.
Pria itu berjalan ke arah meja makan. Saat sudah berada di meja makan, Putra dari Zinnia dan William itu tersentak melihat kehadiran kedua orangtuanya yang sudah menunggunya di meja makan dengan hidangan sarapan pagi ala Mommy Zinnia.
"Mommy, Daddy!"
"Sudah mau berangkat?" tanya William pada putranya.
"Iya, Dad! tumben Mommy dan Daddy pagi-pagi sudah di sini?" tanya Naru duduk di kursinya.
"Mommy dan Daddy ingin membicarakan hal penting padamu," jelas Zinnia sembari mengambil nasi goreng buatannya dan meletakkan nasi goreng tersebut di atas piring Naru dan William secara bergantian.
"Hal penting apa, Mom?" tanya Naru mengambil nugget dan acar timun sebagai makanan pelengkap.
"Apa kau serius dengan Cinta?" tanya Zinnia sembari mengambilkan acar timun dan ayam goreng untuk suaminya.
"Tentu saja aku serius, Mom! aku sangat mencintainya," jelas Naru pada Zinnia.
Desainer cantik itu melirik ke arah suaminya dan William hanya mengedipkan sebelah matanya pada sang istri.
Tanpa sengaja, Naru melihat kemesraan kedua orangtuanya.
"Aisshhh, Mommy dan Daddy membuatku rindu pada Cinta," gerutu Naru melahap nasi goreng buatan ibunya dengan porsi cukup banyak sampai mulut Naru terlihat sedikit susah mengunyah.
Zinnia dan William tersenyum karena sang putra nampak salah paham dengan kode yang mereka berdua sepakati.
Sebenarnya kedipan sebelah mata itu merupakan kode rahasia, jika mereka harus melancarkan rencananya.
"Lebih besar mana, rasa cintamu pada Kinan atau pada tunanganmu?" tanya Zinnia yang membuat Naru menghentikan gerakan mengunyah pada mulutnya karena ulah sang ibu yang tiba-tiba menanyakan hal sangat mengejutkan bagi Naru.
JANGAN LUPA VOTE, LIKE, GIFT, DAN KOMENTARNYA YA KAKAK READERS 😘😘😘
__ADS_1