
Suasana rooftop Resto milik Naru masih tetap berkabut hitam pekat penuh ketegangan.
Tatapan mata tajam Naru terarah pada Zayn. "Untuk apa kau menanyakan hal itu pada, Cinta?" tanya Naru masih merangkul erat pinggang Asisten cantiknya.
Zayn tersenyum simpul ke arah Naru yang sepertinya tengah marah padanya. "Aku hanya ingin memastikan hubungan kalian saja! jika memang benar kau dan Cinta saling mencintai dan kalian sudah bertunangan, aku sangat bahagia untuk kalian berdua," jelas Zayn dengan nada santai namun, arah tatapan pria itu tertuju pada tangan kekar Naru yang masih melingkar indah pada pinggang Cinta secara posesif.
"Naru sebelumnya tak pernah berani menyentuh perempuan yang tak ia sukai."
Cinta melihat ke arah Naru, menyorot kedua mata kebiruan Bosnya. "Untuk apa kau kemari?" tanya Cinta yang ingin tahu mengapa tiba-tiba Naru bisa tahu jika dirinya dan Zayn berada di rooftop Restonya.
Naru tersenyum penuh bahagia karena pertanyaan yang dilontarkan oleh gadis itu mengingatkan akan tujuan utamanya mencari keberadaan Cinta. "Kinan setuju pergi dengan ...."
Perkataan Naru terhenti saat ia sadar, jika bukan hanya dirinya dan Cinta yang berada di rooftop Restonya, melainkan ada Zayn yang mengawasinya.
Cinta tercengang karena ia tahu jika Naru akan memberitahu perihal liburannya ke pantai bersama Kinan.
Sepasang kekasih palsu itu melihat ke arah Zayn yang sudah mengeluarkan ponselnya dengan senyum penuh aura kemenangan.
Tangan Cinta tanpa sadar menggenggam lengan Naru kuat.
Zayn memperlihatkan layar ponselnya pada Naru dengan nama kontak "Kinan".
Wajah Naru seketika menegang namun, ia berusaha menyingkirkan hal-hal negatif yang mulai berterbangan di dalam kepalanya tentang Zayn.
"Mau aku bantu menghubungi Kinan tidak?" tanya Zayn dengan alis yang sudah terangkat ke atas.
"Untuk apa kau ingin menghubungi, Kinan?" tanya balik Naru berlagak tak tahu apa-apa.
"Aku yakin dia tak tahu tentang hubungan kalian berdua! jadi ...."
"Dia sudah tahu," sambung Naru yang tak ingin Zayn melakukan niatnya.
"Benarkah! tapi kenapa wajahmu begitu takut seperti orang tengah tertangkap basah berselingkuh," goda Zayn yang masih ingin membuat Naru yang mengaku jika hubungannya dan Cinta hanya settingan.
Hati Naru sudah mulai merasa takut dengan ancaman Zayn yang ingin memberitahu perihal pertunangan dirinya dan Cinta.
"Jika dia memberitahu Kinan semua ini, aku yakin, Kinan tak akan memberikan aku kesempatan lagi untuk mendekatinya dan membuatnya jatuh cinta padaku."
__ADS_1
"Hubungi saja jika kau mau," tantang Naru membuat senyum manis Zayn terbit namun, lebih tepatnya senyum simpul pria itu mulai on.
Zayn ternyata tak main-main dengan ucapannya karena ia mulai menekan tombol panggil pada ponselnya dengan nama kontak Kinan dan pria itu menekan tombol laudspeaker pada ponselnya.
Tutttt tutttt tutttt
Suara dering ponsel milik Kinan dapat Naru dan Cinta dengar secara jelas di telinga mereka berdua.
"Halo!"
Zayn tersenyum kecil karena akhirnya Kinan mengangkat telepon darinya.
Wajah Cinta dan Naru sudah terkejut bukan main karena Zayn tak bermain-main dengan ucapannya.
"Halo, Kinan!"
"Ada apa, Kak Zayn?"
Mata Zayn melirik ke arah Cinta dan Naru yang masih lengket bagai perangko.
"Ada yang ingin aku bicarakan padamu," sahut Zayn yang menanggapi pertanyaan Kinan di seberang teleponnya.
Zayn melihat ke arah Naru memberikan isyarat jika ia akan memberitahu Kinan semuanya dan Naru seketika menjauhkan dirinya dari Cinta dengan tubuh yang membelakangi Zayn dan tangan kanannya terangkat ke atas menandakan jika ia menyerah.
Cinta sedikit terkejut karena Naru tak memberikan aba-aba, jika pria itu akan mendorongnya tiba-tiba.
Zayn tersenyum menang karena rencananya membongkar kebohongan Naru berhasil.
"Aku hanya ingin mengatakan padamu, tadi Naru mencoba menghubungimu, tapi tak bisa katanya," kilah Zayn pada Kinan.
"Oh, tadi kami sudah berkomunikasi, Kak!"
"Baguslah kalau begitu! aku tutup dulu ya! karena masih banyak hal yang harus aku kerjakan."
"Baik, Kak!"
Zayn menutup panggilannya lebih dulu dan meletakkan ponselnya itu pada saku celananya. "Jadi ...." Ucapan Zayn terpotong kala ia melihat Naru berbalik dari posisi membelakanginya.
__ADS_1
Wajah Naru seperti tengah frustasi karena kebohongannya dan Cinta bisa terbongkar oleh Zayn.
"Ada yang ingin kau sampaikan atau kau jelaskan padaku?" tanya Zayn pada Naru.
Naru menarik napasnya dalam dan menghembuskannya secara perlahan, agar perasaannya juga ikut tenang.
Zayn masih menunggu penjelasan apa yang akan Naru katakan padanya, sementara Cinta berdiri di samping Naru melihat ke arah Bosnya.
"Aku ... aku dan ... aku dan Cinta sebenarnya tak ada hubungan apapun," ungkap Naru dengan hati yang cukup berat.
"Jadi?" tanya Zayn yang masih belum puas dengan penjelasan Naru padanya.
Naru menatap ke arah Zayn dengan tatapan tajam namun, ia hendak melawan, tapi tak cukup keberanian karena proses pengejaran cintanya terhadap Kinan akan menjadi taruhannya.
"Aku dan Cinta tak ada hubungan apapun dan kita hanya sebatas rekan kerja yang berpura-pura menjadi sepasang kekasih palsu," ungkap Naru lebih mendetail pada Zayn.
"Apa kau mencintainya?" tanya Zayn lagi membuat Naru menatapnya tajam.
Cinta terkejut dengan pertanyaan yang Zayn ajukan pada Naru karena sudah jelas jika pria itu tak mungkin suka padanya namun, ia masih penasaran ingin mendengarkan jawaban dari mulut Naru.
"Apa yang kau tanyakan, Zayn! jangan mencoba memancing kemarahanku," desis Naru memberikan peringatan pada sahabatnya itu.
Zayn tersenyum manis pada Naru. "Aku hanya bertanya padamu! jika kau tak merasa ada rasa padanya, jangan marah dong! jawab saja jika kau tak suka padanya," pancing Zayn yang ingin tahu sebenarnya sahabatnya ini ada rasa atau tidak pada Cinta.
Naru tersenyum simpul dengan kepala terangkat ke atas.
Berbeda dengan Cinta yang masih diam menyaksikan perdebatan keduanya.
"Dengarkan baik-baik! aku tak suka padanya! yang aku suka hanya, Kinan! ingat! hanya, Kinan!" Naru mengatakan hal itu dengan nada tegas tanpa keraguan di dalamnya.
Jantung Cinta berpacu lebih cepat. Perasaan gadis itu terasa ngilu mendengar ucapan dari mulut Naru.
"Sebenarnya apa yang kau harapkan, Cinta! dia sudah jelas tak mungkin suka padamu! kau itu hanya seorang gadis penjual kue tradisional dan kau harus sadar siapa dirimu yang sesungguhnya! jangan berharap kau dapat menggapai bintang yang bermil-mil jauhnya, karena keinginanmu itu hanya mimpi semata."
Cinta menundukkan kepalanya karena ia merasa matanya mulai mengembun dan ia tak tahu kenapa bisa begini.
"Apa aku kelelahan ya?" Cinta bergumam sembari menyentuh kedua sudut matanya yang mulai sedikit basah karena pikirannya sejak tadi traveling kemana-mana.
__ADS_1
Naru dan Zayn mendengar gumaman dari mulut Cinta dan membuat keduanya beralih menatap ke arah gadis penjual kue tradisional tersebut.