
Khanza sudah memakai pakaian santai di rumahnya, bersiap keluar kamar untuk makan malam bersama keluarganya.
Memegang gagang pintu untuk keluar kamar, tapi di urungkannya karena sebuah notif pesan dari poncelnya.
Kembali berbalik ke kasur dan mengambil hp yang tadi di letakkannya sebelum mandi.
Membuka kunci layar dan tersenyum setelah melihat ada pesan dari Arif.
π"ππ Baru bales Za? tadi langsung mandi pas sampai."
Khanza langsung mengetik pesan balasan.
π"No problem! kamu sudah makan belom Rif? aku mau makan dulu nihπ."
π" Ini juga mau makan Za! ya suudah kamu makan dulu sana, biar cacing di perut mu juga dapat nutrisiβπ."
π"Biar cacingnya makin tambah gendut ya Rifπ? bye aku makan dulu."
Khanza menaruh hpnya sembarangan karena sudah terdengar suara terikan Mamanya memanggilnya untuk makan.
Keluar kamar dan menuruni tangga menuju dapur, disana sudah menunggu kedua orang tua dan Kakak serta Kakak Iparnya Khanza.
"Ngapain, sih, Za! lama banget turunnya?" tanya mama Vina.
"Paling juga ... main game lagi Ma!" ucap Zay kaka Khanza.
"Eh enak aja! enggak lah!" sanggah Khanza.
"Terus ngapain? kamu, kan, kalau di rumah kerjaannya main game melulu! belajar aja jarang!" balas Zay.
"Ya adalah ... Kak Zay mau tau aja! lagian walaupun aku main game terus aku kan selalu rangking di sekolah!" ucap Khanza mencoba membela diri.
"Iya deh ... iya! tapi awas ya! kalau nilai kamu menurun!" ancam Kak Zay.
"Nggak bakalan!" balas Khanza.
"Sudah ayo makan!" ucap Papa Arman menengahi pembicaraan kaka beradik itu yang selalu saja berdebat.
Mereka makan dengan lahap sambil sesekali terdengar perdebatan antara Khanza dan Zay, entah berebut makanan atau hal-hal kecil lainnya, yang selalu di tengahi oleh Mama, Papa maupun Zihan.
Zihan, istri dari Zay yang selalu memanjakan Khanza, dan selalu membela Khanza dari sang suami yang memang suka sekali menggoda adiknya sehingga selalu saja terjadi perdebatan antara mereka. Kaka ipar memang kaka terbaik bagi Khanza.
Walaupun mereka sering berdebat dan terkadang Khanza ngambek dan mendiamkan kakanya, tetapi yang namanya saudara akan selalu saling menyayangi dan tidak akan pernah rela kalau ada orang lain menyakiti saudaranya.
Terkadang momen-momen perdebatan antara saudara, itu akan menjadi momen indah dan selalu membuat rasa kangen kita saat sudah terpisah jauh.
Seperti sekarang ini, Khanza memang selalu merindukan kaka perempuannya yang tinggal jauh di luar kota. Seorang kaka perempuan yang selalu menjadi cerminan bagi Khanza, Kaka yang dulunya selalu mengajarkan tentang banyak hal dengannya, termasuk yang sekarang ini selalu di lakukan Khanza dengan membantu orang lain yang bisa kita bantu meskipun hanya dengan doa.
Meskipun ada seorang kaka ipar yang sekarang juga sama baiknya dengan Khanza tetapi sifat orang itu berbeda-beda, dan memberikan kenyamanan yang berbeda-beda.
Hanya doa yang selalu Khanza berikan agar sang kaka yang jauh disana selau dalam lindungan-NYA.
Wardah, kaka perempuan Khanza mempunyai satu orang anak perempuan. Tinggal di luar kota untuk menemani suaminya yang mempunyai perusahaan di kota asalnya, sesekali pulang ke rumah jika memang ada kesempatan meluangkan waktunya.
Suami yang memang notabenenya sebagai seorang CEO di perusahaannya sendiri, tentu
sangat sibuk, dan jarang sekali mempunyai waktu senggang kalau untuk menjenguk mertuanya.
Walaupun sibuk tapi mereka selalu menjaga komunikasi mereka melalui mesin-mesin canggih saat ini.
__ADS_1
Memang ada banyak cara untuk orang berkomunikasi saat ini, sehingga jarak tidak begitu menjadi sebuah masalah besar bagi mereka.
Tetapi, secanggih apa pun alat komunikasi tetap tidak akan pernah mengganti sebuah pertemuan walau pun hanya sekedar betatap mata.
Walaupun pertemuan hanya sebentar saja, itu sudah mampu meruntuhkan sebuah tembok yang bedinding kerinduan.
Dan menurutku, walaupun berkomunikasi setiap detik, kalau itu dengan benda mati, maka akan semakin mempertinggi tembok kerinduan itu sendiri.
***
Khanza sudah memasuki kamarnya dan mengistirahatkan dirinya di atas tempat tidur. merebahkan diri menatap langit kamarnya, karena begitu banyak hal yang sedang di pikirkannya. Perlahan memejamkan matanya, tetapi ada notif dari hpwnya, dia langsung membuka dan membaca notif dari seseorang yang akhir-akhir ini memang sering berbalas pesan dengan dirinya.
π"Za besok aku jemput ya?"
Khanza melebarkan matanya melihat isi pesan dari Arif.
π"Nggak usah Rif! aku mau bawa mobil sendiri soalnyaπ"
π"Aku nggak mau tau, pokoknya aku jemput besok titik nggak pakai koma dan jangan di bantah!!!"
Khanza yang bingung dan tidak tau harus berbuat apa hanya bisa pasrah. Sebenarnya ada rasa takut kejadian tadi pagi akan terulang lagi, tapi mau bagaimana lagi Arif yang memang tidak mau di bantah kalau sudah ada maunya.
π"Iya deh iya terserah kamu aja, asal kamu bahagiaπ"
Dengan emot yang sengaja di buat buat bercanda.
π"Sudah sana tidur, nanti kesiangan, aku nggak mau nunggu ya?"
π"Nanti dulu tidurnya, masih mau main game dulu, teman-teman pada ngajak mabar ni!"
π"Astaga KHANZA .... Cewe main game online!, game apa yang kamu mainkan?"
π"Game Mobile legend, Free fire, sama PUBGβπ"
π"kamu cewe apa cowo sih Za? mainan game begituan, pasti sering begadang nih anak?"
π"Ya cewe lah Rif! emang cewe nggak boleh main game?"
π"Boleh aja sih!"
Terus berbalas pesan dengan Khanza yang sambil bemain game di laptopnya.
Sampai jam satu pagi Khanza baru tidur, Arif yang sudah tidak membalas lagi pesannya karena memang ketiduran.
*****
meninggalkan cerita Arif dan Khanza.
Nadia atau yang sering di panggil Dea, teman sekaligus sahabat Khanza di sekolah.
Mereka berteman karena Khanza yang sering membantu Dea terutama dari geng centil yang entah kenapa mereka, merasa Dea adalah ancaman bagi mereka.
Berawal dari Dea yang menerima di ajak berkenalan dengan kaka kelas cowok yang ternyata pacar dari salah satu anggota geng centil.
Dari situlah, terjadi kesalah pahaman karena cowok yang tadinya mengajak Dea berkenalan malah memutar balikkan fakta, kalau Dea lah yang mengajak mereka berkenalan.
Geng centil yang beranggotakan 5 orang gadis cantik dan menjadi idaman para pria di sekolahnya, mereka memang tak pernah melepaskan orang yang mencoba mencari masalah dengan mereka apalagi, mengganggu cowok yang mereka sukai.
__ADS_1
Dea yang beberapa kali di ganggu geng centil sampai pernah mau di tampar, tetapi Khanza selalu menolong Dea tanpa rasa takut akan bermasalah dengan mereka, memutuskan berteman walaupun dengan seorang gadis cupu, dia tidak pernah merasa risih atau malu walaupun berulang kali Khanza di hina di depannya, sebaliknya dia akan membela Khanza.
Dea sebenarnya sudah sejak lama menyukai seseorang yang dulu pernah menolongnya sewaktu dia di ganggu preman-preman jalanan. Dan tanpa sengaja akhirnya dia di pertemukan kembali bahkan satu sekolah denganborang itu.
Sepertinya, orang itu sudah lupa dengan Dea, mungkin karena penampilan Dea yang sudah berubah semakin cantik atau memang dia yang tidak menganggap penting pertemuannya dengan Dea.
Di pertemukan dalam satu sekolah, awalnya Dea ingin mendekati pria itu. Tetapi, bukannya semakin dekat, malah Dea dia buat kesal dengan sikap pria itu.
Dea yang awalnya berniat ingin mendekati malah berbalik menjadi cewe rese yang terus terusan berantem dengan pria itu.
Setiap kali bertemu selalu ada saja, yang mereka persoal kan, entah Dea yang memulai duluan atau dia yang selalu memanggil Dea dengan sebutan cewe bar-bar atau cewe cempreng.
Dea yang tidak terima selalu membalas dengan marah-marah. Akhirnya mereka selalu tak pernah akur, yang membuat Khanza selalu pusing di buatnya.
Randra pernah menolong seorang gadis yang hampir di lecehkan di pinggir jalan sepi, tak sengaja lewat di jalan itu, dia mendengar ada suara orang minta tolong, dia menemukan ada seorang gadis yang sedang ketakutan di ganggu beberapa orang preman.
Randra langsung turun dari motornya dan menghajar satu persatu preman itu sampai babak belur dan melarikan diri. Randra menghampiri gadis itu dan gadis itu langsung memeluk Randra, dia mencoba menenangkan gadis itu dan mengantarkan nya pulang.
Lupa bertanya nama dari gadis itu.
Randra bukan nya lupa akan kejadian itu, hanya saja dia yang memang suka mendekati cewe-cewe cantik, membuat nya tidak mengenali wajah Dea.
Awal pertemuan yang tidak baik di sekolah membuat Dea dan Randra seperti musuh bebuyutan.
Hanya karena berebut tempat parkir mereka jadi terus terusan berdebat jika bertemu.
Randra yang selalu menyebut Dea cewe bar-bar, atau cewe cempreng karena memang Dea yang selalu crewet dan tak pernah mau di salahkan, kalau bertemu sengaja atau pun tidak, Randra selalu mengatai Dea dengan julukan nya. Membuat dea tidak terima dan juga memberika julukan playboy cap kadal pada Randra, karena memang Randra yang terkenal playboy di sekolah. Sebab itu lah kalau mereka bertemu dan adu mulut akan sulit di lerai.
Membuat Khanza yang selalu bersama Dea, dan Arif yang selalu bersama Randra pusing dan meninggalkan mereka sampai berhenti sendiri.
Jatuh cinta baru tau rasa kalian, itu lah kata kata yang selalu di ucapkan Arif maupun Khanza kepada sahabatnya.
Bagi Dea jauh sebelum ini pun dia sudah jatuh cinta pada pandangan pertama, tetapi, karena tidak sesuai dengan apa yang di harap kan dia hanya menutupi rasa cinta nya kepada Randra dengan menjadi cewe rese bagi Randra.
*Dea*
*Randra*
.
.
.
.
.
.
.
.
Tinggalkan like,komen dan vote kalian ya gusy!!!
__ADS_1