CINTA UNTUK DOKTER TAMPAN

CINTA UNTUK DOKTER TAMPAN
Sarapan pagi bersama keluarga suami


__ADS_3

Nana langsung turun dari tempat tidur itu langsung kekamar mandi dan membersikan tubuhnya sebelum keluar dari kamar itu.


Sebelum Keluar Dari kamar itu, Nana melihat Syarif masih saja betah dengan tidur nya itu.


"Ahhh dasar tukang Molor kamu Mas, Mas ayok bangun!!, apa pagi ini kamu tidak akan Kerja Mas?" kata Nana membangunkan Syarif dengan mengoyang pundak suaminya.


"Hari ini aku tidak ada jadwal operasi Na, bentar lagi ya aku bangun." kata Syarif memegang tangan istrinya yang berada dipundak Suaminya itu.


Dengan sigap Syarif menarik tubuh kecil istrinta itu, sehinga Nana jatuh ditubuh Syarif pas didada bidang milik suaminya.


"Mas apa yang kamu lakukan." kata Nana yang ingin turun dari tubuh suaminya itu, denga cepat Syarif menahan tubuh istrinya jangan sampai turun dari tubuhnya.


"Jangan pernah berharap bisa turun dari tubuhku, jika kamu mau aman." ancam Syarif menatap wajah cantik istrinya itu pas dihadapan diwajahnya saat ini.


"Apa yang ingin kamu lakukan padaku Mas, jangan macam-macam ya." elak Nana sedikit gugup saat ini, kerena posisinya saat ini dengan Syarif benar-benar sangat deket dan dadanya mereka sama-sama menempel.


"Muaaaaahh, satu kecupan pagi hari mendarat di bibir cantik itu.


"Masssss!! Malu Nana saat ini.


Nana kalang kabut kerena manahan malunya dihadapan suaminya saat ini, kerena Syarif menciumnya dengan tiba-tiba.


Wajah Nana sudah seperti tomat masak saat ini yang masih berada di atas dada suaminya itu.


"Kenapa Kamu malu?kata Syarif memperhatikan Istrinya itu dengan santai dan tersenyum.


"Mas masak main nyosor saja sih, bikin aku jantungan mas." cubit Nana pada dada Syarif saat ini.


"Hahaha, kamu ini lucu seperti ini Na, aku senang lihat wajah kamu seperti ini." kata Syarif masih saja menjahili istrinya itu.


"Sudah Mas!!, sebaiknya kamu lepaskan aku." kata Nana ingin turun dari tubuh Suaminya itu dengan rasa malu.


"Tunggu sebentar lagi, lebih menyenangkan seprti ini pagi-pagi bisa memeluk istri." canda Syarif santai.


"Enak dikamu tidak enak dia aku!! " repet Nana dengan mencubit pipi Syarif dengan kuat kerena sudah geram melihat tingkah suaminya itu.


Syarif sangat kesakitan kerena cubitan di pipinya saat ini,kerena istrinya itu benar-benar mencubit dengan kuat.


"Aduhhhh, sakit sayang Jagan dicubit!! " kata Syarif madih saja menganggu istrinya itu.


"Itu apa lagi, pagi-pagi sudah sayang-sayang." kata Nana lagi yang sudah turun dari tubuh suaminya itu, dan merapikan pakaian yang yang kusut kerena ulah Syarif.


"Sekarang kamu mandi sana, aku keluar dulu,aku tunggu kamu diluar saja." kata Nana pergi meninggalkan suaminya itu masih tersenyum padanya.


"Jangan lupa bikin kopi untuk ku ya. " kata Syarif pada istrinya itu baru sampai pintu.

__ADS_1


Nana hanya menjawab kata suaminya itu dengan angukanndan tersenyum saja.


Sampai diluar pintu kamar itu Nana hanya membuang nafas panjang kerena baru saja terbebas dari ancaman suaminya itu.


Nana lansung menuju dapur saat ini Bibiknya Duaninya saat ini lagi masak.


"Pagi bik!! "sapa Nana pada Ibunya Shidan.


"Ehhh kamu sudah bangun Nak?"kata Bibiknya Syarif padanya.


"Bibik masak apa ?"


"Cuma ini saja nak, apa yang sudah ada dimeja makan itu, kerena Shidan akan berangkat hari ini, bibik masak apa adanya saja." kata Ibunya Zhidan.


"Biar aku bantu bik?" tawar Nana.


"Kamu kamu siapkan saja keperluan suami kamu Na, biasanya Syarif pagi seperti ini dia ngopi." kata Bibinya itu.


"Ya sudah bik, Nana bikin kopi untuk mas Syarif saja.


Nana lansung membikinkan kopi untuk suaminya itu,syarif yang masih di kamar saat ini.Nana siap membikin kopi untuk suaminya itu, tidak lama Syarif sudah siap dengan rapi keluar dari kamarnya, dan berjalan kemeja makan.


"Pagi bik!! Sapanya kembalinya.


"Sudah bik,aku mau berangkat kerumah sakit pagi ini bik." kata Syarif santai.


Tidak lama Nana datang membawakan Suaminya digelas kopi, dan menaruh didepan Syarif yang tersenyum padanya.


"Ini kopi yang kamu mintak mas." kata Nana santai.


"Terimakasih sudah mau bikin untuk aku. " canda Syarif lagi.


"Apa sih kamu Mas."malu Nana lagi kerena ada bibiknya dengan mereka saat ini.


Kamu duduk Na, temanin suaminya kamu darapan." suruh Bibiknya itu.


"Apa kita saja yang sarapan pagi ini bik?"tanya Syarif pada Bibiknya itu.


"Kayak iya,Zhidan dan Lira belum keluar, mungkin saja mereka masih enak tidur, kalau paman kamu sudah kerumah adik kamu Tari." terang Ibunya Zhidan pada Mereka berdua.


Ohhh, ya sudah kita Makan saja jika begitu, aku juga mau kerumah sakit Bik." kata Syarif.


"Ya sudah ayok sarapan,Na ambilkan suaminya kamu sarapannya." suruh Bibiknya itu pada Nana.


" Baik bik!!, Mas kamu mau makan apa?tanya Nana pada Syarif.

__ADS_1


" Terserah kamu saja Na, apa yang kamu mau kasih sama aku." Santai sarif pada istrinya itu.


"Kamu ini ditanya istri jawabnya kok gitu sya!! jawab yang bagus kenapa." sambung Bibiknya itu.


Zhidan Lira baru saja keluar dari kamar mereka berdua, dengan samtai menyahuti kata Mereka saat ini.


"Sudah punya istri masih saja bertingka lo Sya,nikmati itu makanan yang diambilkan istri sendiri kenapa sih, apa susahnya?" kata Zhidan santai duduk disamping Syarif.


"Diam mulut lo Idan, gue gak butuh ceramah lo pagi-pagi." sahutnya lagi.


"Kak kamu makan kenapa jangan diganggu kak Syarif kenapa sih, biarkan saja Nana yang urus dia." kata Lira juga ikut bicara pada akhirnya.


"Rasa lo emang enak dimarahi istri." ketawa Syarif melihat Wajahnya sepupunya itu sudah sedikit lain.


Akhirnya Nana selesai mengambilkan makanan untuk suaminya, dia hanya duduk diam makan serapannya dengan santai di samping kanan Syarif.


Syarif melihat istrinya itu neguyah makanan ke mulutnya itu sangatlah pelan, dia jadi gemas sendiri.


Zhidan ikut memperhatikan dua manusia itu hanya tersenyum saja.


"Kamu kenapa kak kok tersenyum gitu." kata Lira bertanya pada Suaminya itu.


"Gak ada,itu lihat pasangan di samping kita." kata Zhidan santai pada istrinya itu.


"Kamu jangan mulai lagi ya kak."kata Lira mulai melalakkan matanya pada suaminya suka usil pada Sepupunya.


Zhidan hanya bisa diam saja setelah apa yang diucapkan oleh istrinya itu, kerena Zhidan juga tidak mau bersetegang kata dengan Lira yang gak mau kalah dengannya.


Syarif makan dengan santai disamping istrinya saat ini kerena Nana tidak mau lagi melihat padanya,Syarif selalu memperhatikan istrinya itu.


"Lo sudah jatuh cinta sama Nana bukan ?" tanya Zhidan lagi.


"Apa siah lo, bisa diam gak mulut lo itu." kata Syarif agak kesal pada sepupunya itu.


"Alah jangan mengelak lo!! " ujar Sepupunya itu lagi.


"Sok tahu lo. " kata Syarif santainya masih menyuap masih ke mulutnya itu.


"Gue bisa lihat dari mata lo!! " bisik Zhidan lagi.


"Diam lo jika gak gue sumpel ni pakai sendok mulut lo itu." kata Syarif sedikit Ada rasa malu kerena sepupunya itu lebih tahu hatinya saat ini pada istrinya.


Syarif hanya tersenyum saja pada Zhidan tanda dia menjawab suka pada istrinya itu.


************

__ADS_1


__ADS_2