
Dalam perjalanan ke terminal Hanna hanya bisa dian tidak banyak berkata dia hanya merasa sedih saat ini memikirkan Reza dan hubungannya saat ini yang sudah tidak ada artinya lagi.
Tidak lama Hanna sampai diterminal bis yang akan ditumpanginya untuk ke desanya, Hanna langsung menuju loket pengambilan tiket keberangkatannya, setelah itu Hanna menuju tempat tunggu bis yang biasa penumpang menunggu bis yang akan membawa mereka.
Lama Hanna termenung sambil duduk termenung, sehingga Hanna tersentak oleh suara seorang yang membuat Hanna menoleh kearah suara itu.
" Han..!! " Pangil Reza lembut.
"Kamu?? untuk apa kamu sampai mengikutiku Mas, pergilah. " usir Hanna masih marah pada Reza.
Reza tidak langsung berbicara pada Hanna, dia diam sejenak sambil memperhatikan raut wajah cantik kekasihnya itu dengan rasa sedih dan bersalah pada Hanna.
"Maafkan aku Han, apa kamu betul-betul akan meningalkan aku sendirian disini?" Tanya Reza bersuara.
"Aku akan pergi Mas, lupakan aku." kata Hanna tidak melihat pada Reza.
"Aku sangat mencintai kamu Han, jangan lakukan ini, aku tidak mau jauh dari kamu, aku mohon jangan seperti ini Han, aku tidak bisa kamu pergi dari aku." kata Reza memegang tangan kekasihnya itu dengan rasa bersalahnya dan duduk di hadapan Hanna dengan bersimpuh.
"Tolong maafkan aku Han,aku mohon." kata Reza kembali.
"Aku gak bisa lagi mas untuk melanjutkan hibungan ini, berhentilah memohon padaku, kamu bisa melajutkan hidup kamu tampak aku,pergilah aku gak mau kamu seperti ini, berdirilah jangan permalukan diri kamu, banyak mata yang melihat diri kamu seperti ini." kata Hanna sedih, entah apa yang sedang dirasakan saat ini, melihat Reza seperti itu Hanna tidak tega.
"Jika kamu tidak bisa memaafkan kesalahan aku, aku akan ikut ke desa kamu Han, dengan ini aku tidak akan kehilangan kamu, aku sangat mencintai kamu,tampa kamu disisiku selama ini, aku tidak bisa mengelolah usaha aku yang sudah kamu kelolah dan juga kamu yang membantu aku ditoko selama ini." Ujar Reza panjang lebar jujur dengan Hanna saat itu juga.
"Sekarang kamu tidak membutuhkan aku lagi Mas, sudah ada kekasih kamu yang lain untuk membantu kamu." kata Hanna masih saja mersa cemburu pada Reza.
"Lupakan itu Han, aku tidak ada hubungannya dengan gadis itu, aku hanya sekedar teman, dan dia juga anak rekan bisnis tuan Zaki, aku harap kamu bisa mengerti Han." kata Reza bicara tegas pada Hanna.
Hanna yang yang mendengar ungkapan Reza dia hanya bisa diam saja,Hanna tidak banyak bicara lagi, dia duduk diam disamping Reza sampai bis yang akan membawanya itu sampai dan Hanna akan menaiki bis itu di halangi oleh Reza.
Reza menarik Hanna keluar dari terminal itu dan membawanya dimana mobilnya dipikirkan.
"Lepaskan aku Mas, aku mau kembali kedesaku." teriak Hanna sangat marah pada Reza.
Reza masih diam saja dan masih menarik Hanna untuk masuk kedalam mobilnya yang terpakir.
"Masuklah, kita akan ke desa kamu dengan ku hari ini,jika itu yang kamu inginkan, aku yang akan mengantarkan kamu kesana." kata Reza tegas dan sedikit dingin bicara pada Hanna.
__ADS_1
"Jangan gila kamu Mas." ucap Hanna tidak habis pikir.
"Kamu yang membuat ajak gila Han." kata Reza menyahuti kata Hanna dan sambil duduk di bangku kemudi mobilnya itu setelah menarok koper Hanna di bangku belakang mobilnya.
Reza tidak banyak bicara lagi dia langsung menuju daerah lembang dimana asal kekasihnya itu, mereka melanjutkan perjalanan dengan keheningan saja, Hanna juga diam saja, sudah Dua jam lebih mereka berdua memakan waktu perjalanannya akhirnya Hanna dan Reza sampai juga di desa Hanna.
"Apa kamu akan kembali hari ini juga mas?" kata Hanna saat sudah sampai dihalama rumahnya orang tuanya saat ini.
Reza tidak langsung menjawab kata Hanna dia hanya memperhatikan rumah milik kedua orang tua Hanna yang sederhana saja.
"Mas??
"Ya, ada apa???" Kata Reza kaget saat Hanna memanggilnya lagi.
"Apa kamu akan langsuang kembali juga hari ini?" Tanya Hanna kembali.
"Tidak, aku ingin bicara pada kedua orang tua kamu Hari ini juga." kata Reza santai.
"Apa yang kamu inginkan bicarakan pada Orang tuaku ??" kata Hanna binggung.
Hanna juga mengikuti Reza turun dari dalam mobil, Hanna mengambil Koper yang ditangan Reza dan setelah itu Hanna berjalan kearah pintu rumah itu yang masih tertutup, kerena Kedua orang tua Hanna tidak ada dirumah biasanya jika sore begini, mereka pasti berada dikebun mereka.
"Asalamualaikum Buk..!! " pangil Hanna lembut.
Lama Hanna berdiri di tepi pintu itu namun tidak ada pergerakan ada orang didalam rumah itu.
Hanna mengambil ponselnya dan melecet no telpon Ayahnya, tidak lama ada sahutan diponsenyanya itu.
"Hallo Nak,ada apa kamu menelpon sore seperti ini Ayah lagi dikebun." kata sang ayah pada putrinya itu.
"Aku ada di rumah Yah, apa ayah masih sibuk dikebun?" kata Hanna.
"Kamu durumah sekarang, apa kamu tidak bohong nak?" kata sang ayah lagi kaget saat mendengar putrinya kembali. " tunggu saja dirumah ayah dan ibu akan kembali." kata Ayah Hanna menutup sambungan telponnya .
Hanna masih memperhatikan Reza yang madih duduk tenang di bangku mobilnya itu sambil menunggu kedua orang tua Hanna sampai.
"Mas..!! pangil Hanna pada Reza.
__ADS_1
"Ammm, sahut Reza cuek saja.
"Duduklah disini, sebentar lagi Ibu dan ayahku akan sampai." kata Hanna lembut tidak terlihat marah lagi pada Reza.
"Baiklah." kata Reza berjalan kerah Hanna dan duduk di bangku teras rumah itu.
Reza dengan santai duduk disamping Hanna menyadarkan tubuhnya di bangku rotan itu.
"Kamu capek ya ??" Tanya Hanna
"Untuk kamu tidak ada yang bikin aku capek Han." sahut Reza singkat dengan ungkapan penuh arti.
"Apa maksud kamu mas??" Tanya Hanna bingung.
"Aku sangat meyayangi kamu Han, aku tidak ingin kehilanganmu, aku ingin kamu selalu disisi aku setiap saat, bukan seperti tadi yang aku mau." kata Reza penuh dengan arti.
"'Terserah kamu mas, apa mau kamu, aku juga tidak akan bisa untuk memaksakan semua kehendakku pada kamu, aku terserah pada kamu, aku juga tidak akan berharap banyak lagi pada kamu atas keinginanku selalu ini kita menjadi kekasih kamu Mas."kata Hanna sendu.
"Jangan bicara seperti ini lagi Han, aku menyayangimu dan mencintai kamu, aku ingin kamu menjadi istriku." kata Reza tidak banyak bicara.
Hanna hanya terdiam mendengar kata Reza barusan kerena baru ini Reza mengucapkan kata istri dihadapanya selama mereka menjalin hubungan.
Tidak Lama orang tua Hanna baru saja sampai, mereka berdua melihat Putri bungsunya yang sudah satu tahun ini tidak bertemu.
"Nak.. " pangil ibunya Hanna dan memeluk putri bungsunya itu.
"Ibuk, aku sangat merindukan ibuk. " Hanna membalas pelukan ibunya itu.
"Ayah, aku pulang." kata Hanna pinda memeluk ayahnya itu dengan hati bahagia dan senang setelah satu tahun ini mereka tidak bertemu, namun hari ini mereka bertiga bisa melepaskan rindu.
"Kamu sehat Nak?" tanya Ayah Hanya.
"Aku sehat Ayah, kalian tidak usah pikirkan yang tidak-tidak terhadapku." kata Hanna tersenyum manis masih memeluk ayahnya itu.
"Siapa pemuda yang bersamamu Nak?? tanya sanga Ayah berbisik pada putrinya saat ini sambil memperhatikan pemuda yang bersama putrinya.
**************
__ADS_1