CINTA UNTUK DOKTER TAMPAN

CINTA UNTUK DOKTER TAMPAN
Rumah Baru


__ADS_3

"Sudah,, jika ladenin lo bicara gak makan makan kita nantik, gue sudah sangat lapar." kata Gio megabil buku menu dan langsuang memesan makanan untuk mereka semua.


Sambil menunggu pesanan mereka datang, Syarif dan Gio saat ini hanya membahas tentang proyek rumah sakit yang dijalankan Syarif saat ini, kerena hanya Syarif yang bisa dipercaya oleh Gio, kerena dia juga sangat lama berteman dengan Syarif.


"Bagai mana Dengan proyek lo saat ini Syah , apa berjalan lancar??" kata Gio bertanya sedikit tentang rumah sakit miliknya itu.


"Saat ini lancar-lancar saja, gue belum dalam ada kendala selama mengerjakan proyek ini." kata Syarif satai.


"Baguslah Syah, jika lo bisa menghedel kerjaan lo saat ini, dan juga bisa membagi waktu elo sebagai dokter dan CEO dirumah sakit ini, saat ini orang tahu hanya lo pemilik rumah sakit GG Hospitals saat ini." kata Gio sedikit senang saat ini sahabatnya itu sudah bayak berubah.


"Apa lo tidak akan berangkat bulan madu, sampai saat ini tiket yang gue berikan untuk lo tidak digunakan.??" kata Gio baru ingat


"Gue belum ada waktu Gio, lo tahu saat ini waktu gue tidak banyak, semua kerjaan gue belum selesai, dan pasien gue juga banyak." kata Gio tidak terlalu ambil pusing dengan bulan madu kata Sahabatnya itu.


"Ahhh sekali seumur hidup lo bisa jalan sama istrinya lo, masa gak lo sempat ini untuk bulan madu untuk satu minggu saja, paya lo. " geram Gio pada sahabatnya itu.


"Tunggu dulu gue cari waktu yang tepat, soalnya bulan ini jadwal gue padat,minggu depan gue akan keluar kota, ada peresmian rumah sakit yang disumatra sudah siap saat ini." jelas Syarif pada Sahabatnya.


"Bisa-bisa istrinya lo bisa bekarat lo bikin nantik Syah." Sambung Ajeng pada Sahabatnya itu.


"Berkarat dari mana jeng,kita udah bulan madu dirumah saja, gak usah jauh-jauh kali." nyorocos Syarif tidak sadar akan perkataannya.


"Mas, kamu ini jika bicara gak lihat tempat ya." kata Nana sangat malu pada kedua sahabat suaminya itu.


"Gak usah malu kali Na, biasa saja kita ditakdirkan seperti ini." kata Ajeng santai.

__ADS_1


Nana tidak bayak bicara lagi saat bersamaan pesanan mereka juga baru datang, dan mereka saat ini makan dengan sedikit tidak bersuara.


Setelah siap dengan Makan siang di restoran itu Gio dan Ajeng langsung kembali ke perusahaannya kerena Gio juga ada miting siang ini.


Syarif juga langsung mengajak istrinya itu kerumah baru mereka yang sebentar lagi akan mereka tempati.


Sampai dirumah itu, Nana hahya diam memperhatikan rumah yang sangat besar ada dua lantai dan luas itu,dia tidak percaya saat ini suaminya akan membeli rumah sebesar dan semegah ini.


"Mas ini rumah apa degung sih!! " kata Nana berkata polos pada suaminya saat ini.


"Gedung sanyang." canda Syarif pada istrinya saat ini.


"Mas apa aku mimpi bisa tingal dirumah mewah dan sebesar seperti ini!!! " kata Nana kemabali tidak percaya saja melihat apa yang sudah ada didepan matanya saat ini.


Syarif hanya diam saja memperhatikan tingkah bodoh istrinya itu, dia juga hanya megelengkan kepalah melihat tingkah dan sikap polos istrinya itu.


"Dari mana kamu dapat uang mas, rumah ini harganya tidaklah murah." kata Nana mulai bertanya pada suaminya saat ini.


"Apa kamu lupa suaminya kamu ini siapa, dia adalah dokter, dan CEO dirumah sakit GG Hospitals Na." kata Syarif berbisik pada Nana yang bingung itu.


"Kamu sudah mulai sombong ya Mas, baru saja mendapakak gelar itu sudah sombong saja." sungut nya pada Syarif.


"Sombong sama istri saja tidak apalah,dari sombong sama orang." kata Syarif tidak mau kalah akan tingkah istrinya itu. "Ya suda sekarang mari kita masuk, kita lihat isi dalam rumah kita." ajak Syarif dengan mengandeng istrinya itu untuk masuk kedalam rumah yang akan ditempatinya itu.


Nana bejalan disamping suaminya saat ini, dia tidak menyangkah barang sudah tertata rapi ditempatnya saat ini, Sofa tamu yang baru dibelinya tadi sudah berada diruang tamu itu sangat cantik.

__ADS_1


"Bagai mana apa kamu suka dengan desain rumah ini? kamu tahu tidak ini adalah aku yang menrisain bentuk rumah ini seperti ini, kerena dari jauh hari aku sudah berencanakannya, sebelum kita menikah." jelas Syarif pada istrinya saat ini Nana sangat tabjud melihat isi dalam rumah itu.


"Aku suka Mas,suka banget." kata Nana singkat.


Setelah itu mereka berdua naik ke lantai dua dimana kamar mereka ada lantai itu, dan ada juga kamar untuk anak-anak mereka nantik jika Nana memiliki anak.


"Masuklah, aku sudah suruh orang untuk langsung merapikan barang-barang yang kita beli tadi, apa kamu suka dengan pilihanku??" tanya Syarif pada Nana.


"Ini lebih bagus dari pilihanku Mas, selera kamu lebih berkelas dariku, lihatlah tempat tidur itu sangatlah mewah seperti tempat tidur sultan." kata Nana memuji pilihan suaminya itu.


"Tentu dong untuk kenyamanan kita." kata Syarif tersenyum pada istrinya kecilnya itu.


"Aku ingin lihat dapur kita dimana Mas, apa aku bisa nyaman memasak disana nantik?" kata Nana ingin tahu dimana letak dapur dirumah besar itu.


"Mari kita turun. " ajak Syarif kembali istrinya. mereka berdua kembali turun ke lantai bawah Syarif megajak Nana untuk melihat dapur mereka saat ini, samapai didapur itu Nana tidak bisa bicara lagi kerena sunguh memukau dapurnya sangat luas, dan meja makan mereka sangat lebar, Syarif sudah memikirkan keluarga banyak.


"Pasti aku akan lebih rajin masak untuk kamu Mas, jika secantik ini rekoradi dapur ini, aku nyaman Mas. " kata Nana sungguh senang saat ini, dia tidak menyangka Syarif akan membeli rumah untuknya tingal , yang tidak pernah terpikir oleh Nana selama ini, akan menjadi orang kaya, dan istrinya dari seorang dokter tampan.


"Kenapa Malah tersenyum saja, apa yang sedang kamu pikirkan saat ini??" tanya Syarif pada Nana.


"Mas,, rasanya aku baru saja terbangun dari mimpi, aku tidak akan melangkah akan tingal dirumah sebesar ini, terimakasih mas, kamu memberikan keyamanan untuk aku." kata Nana dengan mata sedikit bekaca itu kerena tidak bisa menahan rasa bahagianya saat ini suaminya sudah memberikan rumah untuk keluarga kecil yang baru saja mereka bangun.


"Jagan menagis, aku melakukan ini kerena kamu adalah istri teristimewa bagiku, aku sangat meyayangimu.'"kata Syarif megusap air mata yang jatuh dipipi istrinya itu dengan jemari lembutnya.


Terimakasih mas, aku sangat mencintaimu." kata Nana senang dan bahagia.

__ADS_1


Syarif tersenyum dengan memeluk tubuh istrinya itu dengan nyam saat ini didadanya, Nana benar-benar bahagia hari ini, apa yang sudah didapat setelah dia sudah menjadi istri sebenarnya untuk Syarif dan hari bersamaan juga Syarif memberikan kejutan yang sangat mebuat hati sagat bahagia.


*************


__ADS_2