
Tidak terasa waktu yang dilewati selama di desa Nana dan Syarif akhirnya mereka berdua akan kembali hari ini kekota kerena Syarif ada pekerjaan yang harus ditangani olehnya sabagian penangung jawab rumah sakit milik Gio.
Syarif saat ini sangat disibukkan oleh proyek pambukaan cabang rumah sakit milik sahabat nya itu.
Hari ini kedua orang tua Syarif ikut Kejarkata bersama mereka hari ini, mereka berempat berangkat dengan satu mobil saja pagi ini dengan Syarif, dalam perjalan mereka semua tidak banyak bicara, Nana juga duduk Di samping Dyarif yang lagi megemudi mobilnya sudah dua jam perjalanan mereka,Syarif melihat istrinya itu sudah mulai lelah.
"Jika kamu lelah tidurlah, nantik aku akan bangunan jika sudah sampai." kata Syarif pada Nana yang sedikit memijat kepalanya.
"Tapi ini mata gak mau tidur mas, aku sedikit pusing,masuk again kali." kata Nana pada Suaminya itu.
"Kamu kasih minyak agin itu ada di dalam tepat di kota di depan kamu Na." kata Syarif kembali.
"Hammm, baiklah Mas." kata Nana tudak banyak bicara, dia langsung mengabil miyak angin yang dikatakan oleh Syarif dan mengusapkan kekeningnya dan juga kepundak belakanganya agar dia merasa sedikit enakkan.
"Tidurlah jika tidak nyaman rasanya kata Syarif megusap sedikit pundak istrinya itu sambil megemudi.
"Kanu gak usah perhatikan aku Mas, pukus saja pada jalan." ingat Nana pada suaminya itu.
Syarif hanya bisa diam saja dan pokus lagi kedepan, sedikit Syarif memperhatikan istrinya itu sudah mulai tertidur. begitu juga dengan Kedua orang tuanya saat ini sudah dari tadi mereka sudah memejamkan matanya.
Beberapa jam perjalanan mereka hari ini akhirnya Syarif sampai juga di apartemen miliknya itu.syarif membangunkan istrinya dan juga kedua orang tuanya.
"Sayang bangun kita sudah sampai. " ucap Syarif lembut meyentuh pipi istrinya itu.
"Hmammmm, apa kita sudah sampai mas?", tanya Nana masih belum sepenuhnya sadar dari tidurnya.
"Sudah ayok bukak matanya, jika tidak aku tingal didalam mobil sedirian ya." ancam Syarif pada Nana yang masih minutup matanya itu.
Nana mendegar itu dari Syarif dia dengan cepat mambukak matanya agar Syarif tidak menigalkan dia sendiri di dalam mobil.
"Isss kamu ini mas, suka kali mengangguku." kata Nana sedikit kesal pada suaminya itu.
"Kita sudah sampai, cepat bangunkan Mama dan papa lagi enak tidur." kata Syarif turun dari dalam mobilnya itu.
Nana melihat kebangku belakang benar saja kata Syarif kedua mertuanya itu masih saja tidur.
"Ma-pa kita sudah sampai." kata Nana pelan membangunkan mertuanya itu.
__ADS_1
"Ma..!! " kata Nana lagi sedikit menepuk pundak Mama Mur, agar mertuanya itu tidak kaget.
"Hmmmm,"sahutan Mama Mur. " apa kita sudah sampai sayang?"
"Sudah Ma,sekarang kita naik keatas biar Mama dan papa bisa istirahat lebih nyaman." kata Nana lembut bicara pada Mentuanya itu.
"Ya sudah, Mama bangunkan papa dulu, jika tidur pap kamu ini seperti Kebo, gak tahu diri." kata Mama Mur merepet pada suaminya itu."Pa ayok bangun kita sudah sampai, dari tadi menantumu bangunkan kamu gak degar-degar." kata Mama Mur pada Suaminya itu.
"Apa sig ma, ribut saja, orang lagi tidur." kata Papanya itu mulai membuka matanya.
"Jika mau tidur dimobil ini silakan, Mama mau cari tempat yang lebih nyaman." kata Mama Mur meningalkan suaminya itu di dalam mobil itu sendiri.
Nana dan Syarif hanya tersenyum saja melihat tingkah kedua orang tuanya itu, kerena mereka selalu seperti itu jika sesuatu hal yang tidak disuka oleh Mamanya.
Syarif menurunkan barang bawaanya itu dan Nana juga membantu membawa dua kopernya miliknya dan milik mertuanya itu, Syarif juga membawah turun beberapa dus buah yang sudah dipeking dalam dus itu.
Sampai di pintu apartemen Syarif membuka pintu dengan meyuruh Nana dan Mamanya itu masuk terlebih dahulu.
"Masuklah Na, ajak Mama." kata Syarif pada Istrinya itu.
"Iya Mas." kata Nana berjalan duluan dan tidak lupa Nana mengajak Mama masuk.
"Sayang kamu bersikan dulu kamar sebelah untuk Mama dan papa, biar Mama bisa istirahat." kata Syarif pada Istrinya itu.
"Baiklah, tunggu sebentar ya Ma." kata Nana tidak banyak bicara dia langsung menuju kamar debelah untuk membersihkan dan menganti seprey, setelah siap dengan itu Nana kembali keluar dari kamar itu.
"Ma-pa kalian bisa istirahat di kamar , pasti sangat lelah perjalan hari ini." kata Nana berkata sopan pada kedua mertuanya itu
"Terimakasih banyak ya Nak, kamu perhatian kali pada kami. " kata Mama Mur pada menantunya.
"Baiklah Kami istirahat dulu ya." kalian juga bisa istirahat juga." kata Pak Wawan.
Akhirnya mereka semua beristirahat sebelum waktu makan siang tiba.
Syarif sampai dikamarnya saat ini langsung menuju kamar mandi kerena sudah gerah berkeringat tubuhnya akibat panasnya hari.
Nana juga tidak banyak bicara dia juga sudah megerti apa yang diperlukan suaminya itu, dia langsung menaruh baju ganti untuk suaminya itu, kerena semenjak dia menikah sudah menjadi tugasnya untuk meyiapkan semua keperluan suaminya itu.
__ADS_1
Tidak lama Syarif sudah siap dengan mandinya ,dia melihat istrinya itu lagi megemas pakaian dalam koper kelas lemari lagi.
"Apa tidak bisa nantik saja kamu kerjakan itu Na, masih ada waktu lain, istirahatlah terlebih dahulu." kata Syarif mengigatkan istrinya.
"Sudah siap kok mas, gak usah komen terus, pakai saja itu pakaian kamu sudah aku siapkan di atas tempat tidur sana." kata Nana santai dan tidak melihat tubuh suaminya itu, kerena masih merasa malu melihat Syarif tidak memakai baju hanya handuk di pinggang saja.
"Kamu sekarang sudah banyak bicara ya, apa tidak takut lagi dengan ku?" kata Syarif meneluk istrinya itu dari belakang.
"Mas, apa yang kamu lakukan pakai dulu pakaian kamu." kata Nana sedikit kaget kerena tiba-tiba saja suaminya itu memeluknya.
"Senentar saja seperti ini, aku sangat meridukan dirimu." kata Syarif sedikit mencium pipi istrinya itu dari samping.
"Mas, lepas nantik Mama lihat lagi lhoo." kata Nana kurang nyaman.
"Tidak ada yang lihat sayang, pintu sudah aku kunci." kata Syarif santai dengan memeluk istrinya itu.
"Sudah lepas aku sekarang mas, pakai dulu pakaiannya sana, aku juga mau mandi." kata Nana ingin lepas dari suaminya itu.
"Kita Mandi sama yok." Ajak Syarif kembali mulai usil lagi pada istrinya itu.
"Apaan sih kamu Mas, jangan. macam-macam ya, aku belum siap." kata Nana sedikit terbata-bata bicara pada suaminya itu.
"Apa lagi yang belum siap sayang, kamu sudah selesai dengan datang bulan, tapi kamu masih membiarkan aku puasa lebih lama." kata Syarif santai saja bicara pada istrinya itu.
"Tapi Mas...!! " kata Nana tidak meneruskan katanya itu.
"Tapi apa sayang, katakan kenapa?" tanya Syarif kembali ingin mendegar jawaban dari istrinya itu.
"Tapi Mama- papa masih di sini, aku malu jika nantik aku gak keluar kamar." kata Nana pelan pada Syarif.
"Baiklah jika itu alasannya aku bisa tunggu Mama dan Papa kembali kedesa nantik, setelah itu kamu gak boleh lagi nolak." kata Syarif sedikit megeratkan pelukannya pada istrinya.
"Ya, aku janji." senyuman Nana pada Syarif.
"Terimakasih, kamu sudah mempertimbangkan ini, kerena aku tidak ingin menunggu lebih lama lagi, kamu adalah istrinya aku, jadi sudah kewajiban kamu untuk menenuhi itu semua padaku." kata Syarif lembut.
Nana hanya mendengar kata Suaminya itu dengan senyuman saja, kerena dia juga tidak hisa bicara lagi jika suaminya itu sudah memintak haknya, itu harus Nana penuhi nantik setelah mertuanya kembali kedesanya.
__ADS_1
**********