
Sari yang berada di salah satu apartemen tepatnya tinggalnya, gadis itu meleparkan semua barang-barang yang ada didekatnya kerena masih sangat emosi dirinya dihina oleh Syarif.
"Dasar kau tidak punya hati,sombong sekali kau Syah,kenapa harus dia yang kau cinta? kenapa bukan aku? Bertahun-tahun aku mengejarmu kenapa tidak sekali saja kau menatap dan merasakan cinta dari aku Syah, mengapa Syah, mengapa?Hihikkkk." Isak tagis Sari hatinya benar-benar hancur dan dirinya sampai saat ini sangat menderita, cinta yang lama tumbuh di hatinya Tapi tidak pernah terbalas, hanya membuatnya bertambah sakit.
Hanya setiap ucapannya Syarif yang selalu tergiang-ngiang di telinganya, apa yang dikatakan oleh Syarif dirumah sakit beberapa jam yang lalu.
("Kamu ini sebenarnya punya rasa malu sebagai perempuan sih , aku berulang kali memperingati kamu, aku tidak pernah suka pada kamu, jadi pergilah dari sini, aku tidak ada waktu untuk melayani kamu yang bertingkah seperti perempuan tidak benar. "
"Jadi jika kamu tahu aku tidak bisa melihat itu semua, berhentilah Sari untuk mengejar pria yang sudah beristri, dan juga aku tidak akan bisa membalas apa yang kamu inginkan selama ini, aku sangat mencintai istriku, pergilah dari ruangan ku sekarang.")
Kata Syarif ucapan pria tampan itu selalu ingat oleh Sari,sungguh menusuk hatinya, tidak ada lagi harapan untuk bisa dia mendapat cinta seorang dokter Syarif, semua yang dilakukan sudah Sia-sia saja.
"Aku harus apa Syah agar kamu bisa merasakan cinta yang lama aku jaga di hatiku ini,tapi entah mengapa dirimu tidak pernah merasakan itu semua, aku mati-matian untuk memberikan itu semua pada kamu, namun sedikit saja dirimu tidak membalas rasa itu." ucapan Sari diselah tangis, Sari yang duduk di lantai sambil menunduk dengan linangan air mata.
"Apa aku akan melupakan rasa ini Syah,tapi mengapa aku tidak bisa untuk berdamai dengan hatiku sendiri, aku tidak bisa melupakan kamu begitu saja, berat, sungguh berat Syah, hihikkkk!!! " Tangis itu tambah lama semakin keras.
Kesedihan Sari tidak ada satupun orang yang tahu, hanya dirinya yang bisa merasakan itu semua.akhirnya diri yang lelah oleh menagis Sari tertidur di lantai tidak beralaskan satupun, dirinya sudah mesra capek untuk memikirkan semua itu.
***
Lain sore ini Syarif dan Nama akan kembali pulang ke rumahnya, saat ini Syarif barus saja sampai dirumah mertuanya itu untuk menjemput Istri yang cantik dan imut baginya.
Senyuman Syrais terpancar ketika melihat istri nya sudah menunggunya duduk di teras rumah itu sambil melihat kearahnya yang baru saja turun dari mobil mewahnya itu.
"Mas, tumben kamu cepat pulang hari ini?" kata Nana santai.
"Hari ini tidak terlalu banyak kerjaanku dirumah sakit Na, makanya aku bisa lebih cepat kesini menjemput kamu." kata Syarif santai duduk disamping Nana dan merangkul istrinya yang duduk dikursih santai yang ada diteras rumah mertuanya itu.
__ADS_1
"Ohhhh gitu ya" kata Nana sambil sedikit hidungnya tidak bisa lepas kearah ketek suaminya.
"Jangan itu yang dicium Na, ini saja." mintak Syarif menujuk bibir dan pipinya.
"Ogak,,jika itu yang kamu mau, itu sama saja kamu meyuruhku muntah seharian." kata Sari tidak mau mengikuti kata Suaminya itu.
"Aku sangat menginginkan itu Na, sedikit saja, ayok lah, sudah satu minggu ini aku tidak pernah merasakan itu." kata Syarif selalu menganggu istri nya.
"Apanya Mas?"Kata Nana pura-pura tidak mengerti.
"Bibir kamu." balas singkat Syarif dengan berbisik di telinga istri nya.
"Jika kamu Mau, dirumah saja, entar disni dilihat ibuk dan ayah." balas Nana dengan senyuman nya.
"Ok, nantik aku pasti akan tagih apa yang kamu janjikan padaku, mari kita pulang." ajak Syarif cepat.
Syarif mendengar istrinya bisa makan yang namanya pakai lauk, membuatnya bingung saja, selerah orang hamil itu tidak bisa ditebak ya 😃😃😃, dokter tampan extra sabar aja ya, kerena seperti itu maunya orang hamil 🤗🤗🤗 thorr jadi pengen juga.
Sampai didalam Nana mengambil tempat bekal yang sudah disiapkan oleh ibunya tadi,memang sengaja ibunya menyiapkan opor ayam yang di mintak oleh putrinya tadi lebih dahulu, kerena Ibuknya Nana melihat putrinya mau makan dengan opor ayam yang dibikin tadi pagi.
Nana berjalan dimana Ibunya lagi duduk dengan Ayahnya di belakang rumah sambil ngopi.
Ayah Nana saat ini masih menanam ubih kayu disamping rumah,Nana melihat Ayahnya masih saja mau berkebun,walau hanya sedikit Sayur yang ditanam mereka, masih bisa mereka mafaat hasil dari kebun itu.
"Buk, ayah aku ingin pulang, mas Syarif sudah datang jemput." Kata Nana pamit pulang pada kedua orang tuanya.
"Kok suaminya kanu gak disuruh masuk Na, ngopi dulu. " kata Ayahnya.
__ADS_1
"Aku gak ngopi yah, soalnya tadi dirumah sakit aku baru saja ngopi." sahut syarf dari dalam rumah.
"Oh ya lah, jika kamu gak mau ngopi, tidak apa nak, apa kalian akan langsung pulang?? ini masih sore." Kata Mertua laki-laki nya itu.
"Iyah yah, nantik takutnya kemalaman dijalan yah, ada yang ingin kita beli juga pas arah pulang." kata Syarif lembut dan sopan.
"Jika begitu kelian berdua hati-hati ya." kata Ibunya Nana.
"Iya Buk!! " sahut Syarif
Nana dan suaminya langsung pulang, Syarif membantu membawa Tempat makanan yang ada ditangan istri nya masuk kedalam mobil.
Syarif sungguh sangat perhatian pada Nana,apa lagi semenjak Nana hamil Syarif tidak membiarkan lagi istrinya itu untuk capek-capek melayaninya, seperti pertama mereka baru menikah, Nana yang menyediakan kebutuhan dimulai dari pakaian dan makannya.
Tapi tidak lagi semenjak Istrinya itu hamil, Syarif yang lebih sering meyediakan kebutuhan untuk istrinya dan Syarif juga tidak malu untuk memasak untuk istrinya itu, agar istrinya bisa makan.
Syarif melirik pada istrinya sebentar setelah itu dia kembali melihat kedepan melajukan mobil dengan santai dan hati-hati.
"Sayang apa tidak ada yang kamu inginkan saat ini?" kata Syarif sambil mengemudikan mobilnya itu.
"Tidak Mas, aku ingin pulang saja." kata Nana menggelengkan kepalanya kerena memang dia tidak ada yang diinginkan apapun saat ini.
"Baiklah jika begitu kita langsung pulang saja." kata Syarif juga tidak mau melihat istrinya itu kelelahan, dia sudah sangat kasihan pada Istrinya semenjak hamil dirinya tidak bisa bergerak banyak akibat tubuh istrinya sangat lemas.
Syarif sebenarnya saat ini menginginkan sesuatu tapi dia tahan kerena mintak istrinya ingin cepat pulang, Syarif menunda dulu yang dia inginkan, dia bisa saja besok membelinya pas pulang kerja.
**********
__ADS_1