CINTA UNTUK DOKTER TAMPAN

CINTA UNTUK DOKTER TAMPAN
Memberikan waktu untuk istrinya agar bisa bicara


__ADS_3

Dua hari berlalu semenjak Nana bertemu dengan Sari dirinya tidak bisa tenang, dia menunggu Syarif kembali dari luar kota, dia ingin mendengar penjelasan dari suaminya tentang poto yang diberikan Sari padanya dua hari lalu.


Sore ini Nana baru saja sampai dirumah, dia dengan rasa tubuh letih dan hatinya juga letih apa yang menganggu pikirannya beberapa hari ini,Nana dengan gontai berjalan masuk kedalam rumahnya dan naik ke lantai dua utuk menuju kamarnya, dengan tidak semangat Nana membuka pintu kamar nya itu,saat sampai didalam kamar matanya dikagetkan dengan apa yang baru saja dilihatnya itu.


Senyuman yang beberapa hari ini hilang kerena pikirannya yang terganggu oleh apa yang dikatakan oleh Sari,hari ini terlihat kembali senyuman itu saat melihat wajah dokter tampan itu sudah berdiri menunggunya pulang.


"Mari mendekatlah sayang, apa kamu tidak merindukan aku?"kata Syarif tersenyum sambil merentangkan kedua tangannya pada istrinya itu.


Nana berjalan kerah Syarif dan masuk kedalam pelukan suaminya itu dengan rasa rindu mereka saat ini, kerena sudah satu minggu lebih mereka tidak bertemu.


"Kamu tidak memberi tahu ku Mas akan pulang hari ini." Kata Nana didalam dekapan suaminya itu.


"Aku sengaja tidak memberitahu agar kamu bisa kaget melihatku." kata Syarif santai pada istrinya.


"Issss tega kamu ya, lihat aku lama menunggu kamu dan meridukan dirimu." kata Nana selalau jujur pada suaminya itu.


"Tapi saat ini orang yang kamu rindukan sudah berada di sini, apa kamu tidak mau melepas rindu itu padanya?"kata Syarif memeluk istri istrinya dan mencium bibir istrinya saat ini.


Nana tidak banyak menolak saat ini apa yang dilakukan oleh suaminya, kerena sudah seminggu lebih dirinya tidak bermanja dengan suaminya, begitu juga Syarif sudah tidak sabar juga ingin bermanja juga dengan istrinya.


Keduanya saat ini tengah menghabisian waktu mereka untuk beberapa jam saja, mereka bisa melepaskan rindu dengan cara Sama-sama saling memuaskan asrat asamara yang mereka saling tahan selama seminggu ini.


Syarif melihat istrinya saat ini masih tidak mau melepaskan pelukannya setelah percintaan mereka barusan,hari ini mbuatnya keduanya saling memuaskan satu sama lain. Syarif senang jika istrinya selalu tidak pernah menolak apa keinginan dirinya selama mereka menikah, kebahagian saat ini selalu bersama dengan mereka.


Untuk sesaat Nana bisa melupakan tentang poto yang dikasi Sari padanya dua hari yang lalu, Nana belum mau menanyakan soal poto itu pada Syarif, dia tahu suaminya saat ini baru saja kambali dari luar kota.

__ADS_1


Nana mencari waktu yang pas terlebih dahulu untuk membicarakan soal keberadaan poto yang ada pada nya saat ini.


Nana bangkit dari ranjang yang sudah tidak rapi itu lagi akibat ulahnya bersamanya Syarif yang baru siap dengan percintaan mereka berdua,Nana masuk kekamar mandi untuk membersikan tubuhnya yang sudah berkeringat .


Setelah siap dengan mandi Nana kembali kerluar dengan memakai handuk saja yang terlilit ditubuh rampingnya, Syarif melihat istrinya dengan makai seperti itu membuatnya selalu ingin mengodanya, Syarif tidak bisa membiarkan istrinya itu bisa senang untuk sebentar saja.


"Sayang apa kamu ingin memancing belutku berdiri lagi?Canda Syarif pada istrinya yang tersenyum kearahnya.


Nama tidak meyahuti perkataan suaminya, dia masih santai berjalan kearah ruang ganti dan membuka lemari untuk mengambil pakaian yang dan makainya.


Syarif sedikit heran dengn tingkah istrinya hari, "Dia agak berbeda hari ini,Aku tidak tahu alasanya, biasanya dia selalu bawell dan juga dia tidak mau diam jika bersamaku, tapi tidak dengan hari ini dia lebih banyak diam???"Tanda tanya saat ini diri Syarif masih menunggu istrinya itu keluar dari ruang ganti.


Syarif selalu berpikir dan dia juga bangkit masuk kekamar mandi untuk membersihkan dirinya saat ini, kerena dia dari baru sampai belum keluar dari kamar itu, begitu juga dengan istrinya


Selama 20 menit akhirnya Syarif siap dengan mandinya dia melihat pakaianya sudah terletak di tempat biasa Nana salalu menarok, Syarif berjalan mengambil pakaianya itu dan memakainya, dia melihat keseluruh rungan itu tidak ada istrinya.


Tidak lama orang dicarinya baru masuk dengan membawa segelas kopi dan makanan ringan untuk suaminya saat ini.


"Mas kamu suadah siap dengan mandinya, ini aku bikin kopi bust kamu." ucap Nana santai saja dengan menarok kopi yang dibawanya kesofa yang ada dikamar besar itu.


"Terimakasih cantik, kamu selalu tahu apa yang aku inginkan." kata Syarif mendekat pada istrinya itu sambil mengambil remot tv.


"Tidak usah selalu berkata begitu mas, itu sudah menjadi tugasku sebagai istrinya kamu." Balas Nana seadanya.


"Syarif duduk disofa itu memperhatikan wajah cantik istrinya itu tidak begitu ceria ada sedikit lelehan.

__ADS_1


"Kamu sakit sayang?Tanya Syarif singkat.


"Tidak mas, aku baik-baik saja." kata Nana juga tidak mau suaminya itu tahu benerapa hari ini tubuhnya sedang kurang sehat.


"Lihat wajah kamu itu tidak seperti biasanya kamu sedikit pucat, dan kurang semangat." kata Syarif tahu istrinya itu lagi berbohong.


"Jangan marah Mas, aku hanya merasa tidak enak badan beberapa hari ini Mas, sekarang aku sudah gak apa-apa kok, kamu jangan cemaskan aku." kata Nana membalas kata suaminya itu dengan seadanya saja.


Syarif tidak banyak bicara lagi dia lebih memilih diam saja dari harus memarahi istrinya.


Nana juga tahu saat ini suaminya lagi marah padanya, kerena dia merasa sakit tapi tidak memberitahu suaminya.


"Mas,, maafkan aku jangan marah ini salahku tidak memberitahu kamu, aku lagi tidak enak bandan,aku tidak mau menganggu kerjaan kamu selama kamu diluar kota." katanya tidak mau suaminya dalam bekerja mencemaskan dia dan tidak pokus dengan pekerjaannya.


"Kemarilah, duduk disampingku...!!! " pinta Syarif pada istrinya itu.


Nana duduk di samping suaminya itu seperti apa yang diinginkan suaminya itu barusan.


"Aku tahu kamu bukan merasa tidak enak bandan saja tapi kamu meyemuyikan sesuatu diriku, bicaralah." kata Syarif menatap istrinya itu.


"Apa yang kamu katakan Mas, aku tidak meyemuyikan apapun darimu." elak Nana pada Syarif.


"Aku tidak bisa percaya begitu saja dengan ucapan kamu Sayang, aku tahu rawut wajah kamu ini mengatakan lain saat ini, Jika kamu belum bisa untuk bicara sekarang tidak apa, aku akan menunggu kamu bicara." kata Syarif tidak memperpanjang masalah.


Syarif beranjak dari tempat duduknya dan megarah keruang kerjanya yang masih bersatu dikamar itu, dia masuk kedalam ruangan kerjanya itu, kerena dia tidak mau memaksa istrinya untuk bicara hari ini padanya.

__ADS_1


Nana yang melihat suaminya itu masuk kedalam rungan kerjanya dia hanya Menghela nafas saja, dia tahu suaminya lagi memberinya waktu padanya untuk bicara.


*********


__ADS_2