CINTA UNTUK DOKTER TAMPAN

CINTA UNTUK DOKTER TAMPAN
Menghabiskan libur satu hari bersama keluarga suami


__ADS_3

"Mas tungguin aku..!! "kata Nana juga berlari masuk kekamar mengejar suaminya itu yang lebih dulu masuk kekamar.


Nana sangat kesal dirinya ditingal sendiri diruangan tengah oleh Syarif, dia masuak dengan mulut yang sedikit manyun saja dan mulai cuek pada Syarif.


Nana langsung masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan mungkanya, setelah siap Nana langsung naik keatas tempat tidur kerena kesal pada suaminya itu, dengan selimut tebal itu dia menutupi dirinya agar Syarif tidak bisa melihat dirinya.


Nana sengaja menutup dirinya ke seluruhnya sehinga hanya selimut saja yang terlihat, tampa bicara satupun lagi pada Syarif, 10 menit berlalu akhirnya Nana betul-betul tertidur didalam selimut tebal itu.


Syarif juga tidak sadar saat ini dia juga pokus mekihat Kearah laptopnya sehinga tidak tahu istrinya itu sudah tertidur.


Syarif yang baru merasa tidak terdegar suara Nana lagi barulah dia menoleh kerah Tempat tidur, dia hanya tersenyum saja melihat tingkah istrinya itu.


"Kamu ini Na, bikin aku selalu ingin memakan kamu,kamu selalu tampak mengemaskan sehinga aku sulit untuk menahan diri." kata Syarif yang masih duduk di meja kerjanya saat ini melihat kerah tumpukan selimut diatas tempat tidur itu.


Syarif kembali mengerjakan kerjaannya sedikit lagi,kerena ada laporan rumahan sakit yang masuk kedalam imellnya barusan yang baru dikirim oleh Dokter Ridwan .


Setelah beberapa jam akhirnya Syarif selesai juga dengan kerjaannya, dia juga sudah merasa lelah, syarif naik keatas tempat tidurnya dan menarik selimut istrinya itu, mereka sama-sama masuk kedalam selimut tebal itu.


Syarif langsung memeluk istrinya itu kerena sudah berbiasa tidur dengan berpelukan semenjak dia menikah dengan Nana. Pada akhirnya Syarif juga masuk kedalam mimpinya juga tidur dengan nyaman disamping istrinya itu.


Pagi meyising Kerena ketiduran keduanya kocar kacil saat melihat Mata hari sudah bersinar sempurna saat ini.


"Mas, bangun kamu pasti tidur malam lagikan, lihat itu hari sudah sangat terang, kamu sudah lupa sholat shubuhnya." cerewet Nana pada Syarif saat ini yang baru saja membuka matanya.


"Ini masih pagi Sayang, jangan ribut kenapa sih." kata Syarif dengan suara serak khas bangun tidurnya itu.


"Isss kamu ini,ayok madi Mas, nanti Mama dan papa kelamaan nunguin kita." kata Nana dengan salah bicara.


"Apa Madi bersama Ya ??" ulang Syarif sedikit tersenyum kerena ingin mengerjai istrinya itu.


"Ayok kita Mandi bersama pagi ini." kata Syarif mengedong tubuh kecil istrinya itu kedalam kamar mandi.


Nana yang kaget, saaat ini dia hanya bisa berteriak mintak diturunkan dari tubuh Syarif.


"Mas turunkan aku,aku salah biacara, bukan gitu maksudku." kata Nana sambil menjelaskan saat tubuhnya masih di gedongan suaminya itu.

__ADS_1


"Berteriak saja kamu pagi ini Na, kerena aku tidak akan membiarkan kamu lolos pagi ini." bisik Syarif menurunkan tubuh istrinya itu ditepi pintu kamar mandi itu dan menarik kembali tubuh kecil Nana dan memepetkan tubuh kecil itu kediding kamar mandi itu.


Syarif melayangkan satu ciuman dibibir manis istrinya itu dan sedikit bermain.


Nana yang kaget saat ini hanya diam terpaku oleh serangan tiba-tiba suaminya itu membuatnya saat ini tidak bisa berkutik sedikit saja kedua tangan nya masih dipegang oleh Syarif.


Nana mulai merasakan ciuman Syarif sehingga dia juga mulai membalas ciuman syaris dengan lembut Nana memainkan bibir suaminya itu,akhirnya saat ini keduanya melepaskan bibir itu dengan rasa sesak keduanya tampak saling bertatapan.


"Apa kamu suka kita bermain seprti ini sayang??" tanya Syarif lembut pada Nana sambil gegusap bibir istrinya itu ada sedikit bekas dibibir Nana.


"Mas,jangan seperti ini, pagi kamu sudah bikin jantungku berolah raga." kata Nana sedikit malu.


"Aku ingin kita selalu seperti ini Na,kita baru merasakan pacaran setelah menikah, seperti inilah." kata Syarif santai dan tersenyum pada istrinya itu.


"Sekarang kamu mandi, aku akan keluar menyiapkan pakaian kamu." kata Nana keluar dari kamar mandi itu.


Syarif hanya melihat istrinya itu dengan rasa gemas dan senang pagi ini kembali mendapatkan energi baru dari istrinya.


Setelah satu jam akhirnya mereka berdua baru saja keluar dari kamarnya, setelah Mama dan papa Syarif sudah dari tadi menunggu mereka berdua.


"Kalian ini benar-benar ya, pasangangan baru nikah, lihatlah sampai sekarang kamu tidak bisa melepaskan tubuh istrinya kamu Syah" kata Papanya itu.


"Ahhh papa gak pernah mudah saja." kata Syarif santai duduk di dekat Papanya itu.


"Saatnya kita berangkat,kita bisa sarapan di sana saja, Mama sudah bawak keperluan untuk kita sehari ini disana, kerena besok kita baru kembali." kata Papanya itu kembali.


"Ya sudah mari kita bersiap Pa, aku akan bantu masukkan barang kedalam mobil dahulu. " kata Syarif mengambil barang yang ingin dibawak kekebun,kerena juga ada rumah kecil disana untuk mereka nginap malam nantik disana.


Setelah semuanya siap mereka berempat berangkat,hari ini Syarif benar-benar menghabiskan waktu libur bersama Istrinya dan kedua orang tuanya bersama.


Tidak memakan waktu lama, akhirnya perjalan kekebun itu hanya satu jam mereka sampai juga.


Syarif mengajak masuk istrinya itu kedalam rumah kecil yang ada dua kamar yang terbuat dari kayu itu yang berbetuk rumah pangung itu.


Nana senang sekali melihat rumah model pangung itu,masih sangat terawat rumah itu, sehinga pernis masih berkilat pada kayu yang tampak berdiri kokoh itu.

__ADS_1


"Kenapa sayang,,kamu suka dengan suasana disini Na?" kata Syarif sudah memperhatikan Istrinya itu tampak senang baru saja turun dari mobil.


"Cantik Mas, aku suka rumah seprti ini, masih terawat, udaranya dingin disini." kata Nana tersenyum pada Syarif.


"Ayok masuk kamu tarok dulu barang-barang ditangan kamu itu." kata Syarif melihat Nana masih memegang dua kantong stok untuk masak selama mereka dikebun.


Nana masuk kedalam masih terlihat ada beberapa poto masih tergantung di dinding rumah itu, Nana juga merasa bingung didalam rumah itu tampak lengkap, ada ruang tamu kecil dan sofa, dan ruang tv juga kecil disana, dan dapur sedikit besar.


"Mas apa sebelumnya ada orang lain tingal disini?" kata Nana bingung.


"Sebelumya kakekku yang tingal disini Na, tapi dua tahun lalu beliau sudah pergi dari kami." kata Syarif.


"Jadi ini rumah peningalan kakek Mas?" kata Nana.


"Iya, kakek lebih pilih tingal disini dari dirumah papa, dia senang tingal disini." kata Syarif menjelaskan pada istrinya itu.


"Ohhhh...!! "


Nana lalu menyusun barang-barang yang dibawak nya tadi kedalam lemari,mertuanya melihat dia sedang sibuk didapur Mama Mur meyapa Menantunya itu.


"Na, kamu lagi apa nak.. ??


"Aku lagi menyimpan bumbu masak ini kedalam lemari Ma,mereka pada kemana ma?" kata Nana sudah tidak melihat papa mertuanya dan suaminya lagi.


"Mereka lagi mancing ikan gurame di tampak ada dibelakang rumah ini Nak, jika kamu ingin memancing pergilah, biar Mama yang urus ini." kata mertuanya itu lembut.


"Ahhh tidak Ma, biar Nana selesaikan saja ini, bentar lagi juga mau siap." jawab lembut Nana pada mertuanya itu.


"Ya sudah, sebelum kesana kamu makan sarapan ini dulu, tadi Mama sudah siapkan untuk kalian, Mama dan papa sudah sarapan,atau kamu bisa bawakan untuk suaminya kamu sekalian natik." Kata Mertuanya itu sangat lembut dan baik.


"Baiklah Ma, nantik sehabis ini biar Nana bawakkan untuk Mas Syarif."


Mama Mur sangat senang menantunya sangat lembut dan baik penurut, dan tidak banyak tingkah, Mama Mur sangat senang memiliki menatu seperti Nana,kerena baru saja mereka bertemu Mama Mur sudah bisa menilai istrinya putranya itu sangat baik dan sangat sopan pada mereka.


***********

__ADS_1


__ADS_2