
Setelah siap makan malam Syarif duduk di depan rumah bersama Ayah mertuanya itu sambil berbincang.
"Nak Syarif, apa bapak boleh bertanya tentang keluarga kamu ?"kata Ayahnya Nana sedikit segan pada menatunya itu.
"Ada apa Pak?" bingung Syarif pada Ayah mertuanya itu.
"Apa kamu sudah bilang pada keluarga kamu sudah menikah dengan Nana?" kata Ayah mertuanya itu lagi.
Syarif lama menjawab kata mertuanya saat ini, kerena dia masih bingung, saat ini dia juga belum sempat memberitahu kedua orang tuanya yang ada di kampung,hanya Pakman dan Bibiknya saja yang tahu bahwa dia sudah menikah dengan Nana.
"Aku mintak maaf Pak, saat ini belum sempat aku untuk mengasih tahu orang tuaku,rencananya minggu depan akan membawa Nana kembali ke kampungku untuk mengenalkan Nana pada kedua orang tuaku Pak, itupun bapak mengizinkan Nana ikut dengan aku." kata Syarif pada mertuanya itu.
"Itu lebih baik nak, lebih cepat lebih nangus kerena bapak takut akan ada salah paham tentang pernikahan kamu ini terhadap Istri kamu, jika kamu terlalu lama memberitahu orang tua kamu, sebaiknya kamu ceritakan kejadian ini semua pada orang tua kamu, agar Istri kamu baik dimata orang tuanya kamu." kata Mertuanya Syarif menatap menantunya itu dengan kesunguhan dan keseriusan pada menantunya itu, kerena Ayah Nana tidak ingin kedua orang tua Syarif mengagap pernikahan mereka kerena hal yang buruk.
"Baik Pak, secepatnya aku akan hubungi orang tuaku, dan akan mengabarkan ini pada mereka secepatnya, agar nantik mereka tidak salah paham akan hubungan kami ini.' kata Syarif.
"Baguslah,bapak senang jika kamu mengerti akan ucapan bapak Nak!! " senang Ayah Nana pada menantunya itu.
Syarif hanya tersenyum pada mertuanya itu, dia juga mengerti akan apa yang diharapkan oleh mertuanya itu, semua ini adalah kerena kebaikan rumah tangga mereka berdua.
Tidak lama Nana datang dari dalam membawa kopi untuk kedua orang yang lagi berbincang itu.
"Pak, mas, ini kopi untuk kelian, dan ini ada sedikit cemilan,diminum tu kopi nya mas." kata Nana sedikit perhatian yang pada Syarif saat ini.
"Terimakasih banyak Dek, jika kamu capek pergilah istirahat, kita nginap disini saja malam ini." kata Syarif lembut pada Nana.
"Belum Ngatuk mas, bentar lagi aku masuk." jawab Nana pada Suaminya itu.
Nana ikut duduk disamping suaminya saat ini dengan santai,syarafpun tidak masalah istrinya itu sudah mulai dekat dengan dirinya.
__ADS_1
"Ibu kamu Mana Na?" tanya Bapaknya lagi .
"Ibu lagi didapur Pak, lagi kupas buah yang dibeli mas Syarif tadi." jelasnya pada Ayahnya itu.
"Ibuk kamu itu tidak bisa diam, ada saja kerjaan yang masih napak olehnya.
" Bapak pun juga tahu begitu sifat ibuk, masih juga gak paham." sahut Nana lagi pada Ayahnya itu.
Syarif melihat kehangat keluarga itu sama dengan keluaganya dikampung, hari ini Syarif merasa merindukan kedua orang tuanya melihat kedekatan Istrinya dengan kedua orang tuanya saat ini.
Tidak terasa waktu sudah sangat larut malam ini,kedua orang tua Nana susah masuk kedalam hanya Nana dengan suami saat ini duduk diluar berdua.
Sambil menikmati agin malam saat ini Nana bercerita banyak hal pada suaminya, begitu juga saat ini dengan Syarif saling bercerita dengan istrinya.
Nana hajua tersenyum daja mendegarkan cerita waktu mereka sma dengan Zhidan juga dengan mendiang mantan kekasih Zhidan.
"Berakti selama ini Lira sungguh susah memenangkan hati seorang Kak Zhidan Ya Mas, tapi aku salut juga sama mereka berdua bisa menikah,aku masih ingat Saat itu Lira pertama melihat Kak Zhidan di toko saat itu, Lira benar-benar suka sama suaminya itu,sampai dia sampai gak pokus seharian kerja kerena ulah Zhidan.
"Lucu bangat Kak, pertama dia pangil kak Zhidan dengan sebutan om tampan." ingat Nana pada sahabatnya itu.
Mereka berdua menikmati cerita malam mereka menjelang kantuk mereka,Syarif juga ingin tahu banyak tentang istrinya itu, kerena dia juga tidak terlalu tahu tentang Nana selama ini.
Malam ini Syarif jugak ingin berkata jujur pada istrinya yang sedang tersenyum manis kepada-Nya.
" Dek !! " pangil Syarif lembut pada Nana.
"Ya!! "Nana kembali menoleh lagi pada suaminya itu.
"Apa aku boleh tahu tentang diri kamu?" kata Syarif sedikit segan pada istrinya itu.
__ADS_1
"Apa yang ingin kamu tahu tentangku Mas." sahut Nana lebut menatap suaminya itu.
"Apa selama ini kamu punya orang istimewa dalam hati kamu Na?Bisa dibilang orang spesial dalam hidup kamu selama ini!! " kata Syarif serius menatap istrinya itu.
"Jika itu yang Mas ingin tanya padaku, mmmmm mungkin aku jawab tidak ada, kerena selama ini aku tidak ingin ada orang istimewa dalam hidupku Mas,jika Mas ingin tahu alasnya.
"Ada apa dengan alasan itu, aku juga ingin mendegar itu Na. " kata Syarif ingin tahu.
"Waktu itu aku kecil baru berumur 8 tahu aku memiliki teman disekolah, saat itu dia pindah ke kota lain, sampai sekarang aku tidak pernah bertemu lagi, disanalah aku jadi kurang berteman dengan laki-laki,aku tidak mau lagi memikirkan orang lain di hatiku, semua akan menjadi beban bagiku." jelas Nana pada Syarif.
"Tapi sekarang sudah kamu Mas,yang aku jaga hatinya, kerena aku adalah istrinya kamu." kata Nana jujur.
"Apa kamu suka padaku?" canda Syarif.
"Suka mungkin saja besok bukan sekarang!! " santai Nana sedikit malu pada suaminya itu
Syarif hanya tersenyum saja saat ini mendengar ucapan istrinya itu bisa jujur padanya,Syarif sangat senang Nana tidak ada yang memiliki hatinya, dia orang yang pertama akan menaklukan hati istrinya sendiri.
"Sekarang aku ingin tahu tentang kamu Mas,apa sebelum menika denganku kamu sudah memiliki kekasih?" Nana balik bertanya.
"Jujur ya dek, sebelum kamu hadir dihidupku,sebelumnya ada seorang wanita yang aku suka dirumah sakit, tapi tidak kesampaian kerena dia sudah jadi milik orang lain, rekan kerjaku juga."Jelas Syarif sedikit senyum masam jika mengingat itu semua.
"Pasti sakit selaki Ya Mas!! kata Nana dantai saja meyikapi perkataan suaminya itu.
"Dulu memang sakit rasanya Dek, tapi tidak sekarang sudah ada kamu."jujur nya lagi sambil sedikit bercada pada istrinya itu.
"Gombal kamu Mas!! " sewot Nana pada Syarif.
"Benaran Dek, kamu istrinya aku, jadi gak salah aku gombal sama istri sendiri." kata Syarif kembali.
__ADS_1
Syarif tidak banyak cerita lagi dia memperhatikan istrinya itu sangat senang melihat Nana tersenyum manis padanya hari ini entah kenapa hatinya selalu senang berada di dekat Nana.
**************