CINTA UNTUK DOKTER TAMPAN

CINTA UNTUK DOKTER TAMPAN
Ungkapan hati sahabat


__ADS_3

Setelah mereka siap sarapan pagi Nana mengambil bekal untuk dibawah oleh suaminya itu kerumah sakit, kerena Nana tidak ingin suaminya makan diluar.


"Mas jangan lupa ini bekal kamu dibawak, aku sudah siapkan untuk kamu, ini aku tarok disini, aku berangkat dulu, ojekku sudah nungguin aku dibawah, aku berangkat ya." kata Nana sudah tergesa-gesa untuk pergi.


"Ya,terimakasih ya, maaf aku gak bisa antar pagi ini aku ada operasi, jadi sore saja aku jemput kamu ya." kata Syarif bicara pada istrinya itu.


" Baiklah, aku pergi dulu. " kata Nana tidak lupa mencium tangan suaminya sebelum pergi.


"Muaahh!! " Syarif tidak pernah lupa mengecup kening istrinya itu." pergilah Hati-hati ya." Syarif melihat istrinya itu sudah pergi lebih dahulu darinya dengan senyuman dibibirnya.


Syarif kembali mengabil bekal yang sudah disiapkan oleh istrinya itu setelah memasang sepatunya, dan diapun juga keluar dari apartemen itu,berjalan keluar untuk ke life.


Syarif juga tidak sadar saat ini ada seseorang sedang memperhatikan dia mulai dari keluar dari apartemen nya itu, sampai masuk ke life.


Seseorang itu tidak bukan adalah Sari yang juga tingal sama di apartemen sama dengan Syarif, kerena dia juga baru saja pinda kerja dari kota dia bekerja selama ini, jadi Sari baru berada di apartemen itu kerena kantornya dekat dari tempat tinggalnya.


"Jadi kamu tingal disini Syah." senyuman liciknya terkembang dibibir gadis itu. " Aku akan mendapatkan kamu dengan caraku Syah, walau kamu tidak pernah suka padaku, tapi aku tidak ingin kamu bahagia dengan perempuan manapun,aku akan selalu cari cara yang bisa mendapatkan kamu." kata Sari sangat senang saat ini baru tahu tempat tinggal pria yang dicintainya itu.


Saat ini lain dengan Nana baru saja sampai ditempat kerjanya, dengan santai Nana masuk kedalam toko milik Reza itu, saat ini Hanna yang lebih dulu sampai di toko itu.


"Selamat pagi nyonya boss. " sapa Nana pada Hanna yang lagi sibuk mengotak atik leptopnya itu.


"Lihat kerjaan lo, kemaren lo gak masuk gue jadi ribet, apa lagi bos tampan gue pagi ini ingin lihat hasil penjualan setiap toko Na, aku belum meyiapkanya, bantu dong." kata Hanna sangat lesu.


"Apaan sih lo Han, itu kerjaan lo, masa gue yang disalakan." kata Nana tidak mau kalah.


"Terus gue harus salakan siapa oon, inikan tangung jawab elo, masak aku yang kerjakan." kata Hanna lagi.


"Sini gue lihat,itu saja kamu sudah bingung makanya belajar, ingat kata Lira lo kudu belajar, jika gue gak disini siapa lagi yang akan bantu lo, lo juga harus bisa Han, aku sudah nikah tidak mungkin gue akan kerja terus,aku sudah hampir saja kenak php oleh laki gue, disuruh berenti." jelas Nana panjang lebar pada sahabatnya itu.

__ADS_1


"Masak sih Na, jika begitu aku yang habis dibikin asap oleh bos tampan gue dong." kata Hanna tambah tidak semagat pagi ini.


"Ya tentulah ,lo yang bisa dia percaya disini, apalagi lo adalah kekasihnya, jadi siapa lagi yang dia percaya." Kata Nana masih mengerjakan laporan bulanan dari seluruh cabang toko yang dimiliki kekasih Hanna.


"Sudah siap ya Na?" kata Hanna melihat laporan itu sudah siap dikerjakan Nana.


"Sudah, lo tunjukan aja sama Pak Boss." kata Nana langsung beranjak pergi dari ruangan itu dan untuk ke lokernya.


Hanna juga mengikuti sahabatnya itu sampai di loker tempat meyimpan barang meraka.


"Na,apa benar lo sudah disuruh untuk berenti sama Dokter tampan itu?" Tanya Hanna kembali pada Nana saat ini Hanna masih penasaran dengan Sahabatnya.


"Benar Han, tapi gue gak mau,gue masih nolak permintaanya itu, kerena gue gak mau diapertemen sendirian saja, suntuk gue." jelasnya pada Sahabatnya itu.


"Gitu ya." kata Hanna paham.


"Tapi sayang jika nantik gue hamil mas Syarif gak bolehin gue kerja lagi, katanya gue harus dirumah ngurus dia dan anak-anak kita." kata Nana dedikit tidak semangat.


"Sudah..!! " kata Nana sedikit malu.


"Isss pasti enak ya Na,aku jadi pengen juga." kata Hanna mulai dengan Pikiran kotornya itu.


Nana yang mendegar kata sahabatnya itu dia langsung melepas pakaian seragam kerjanya pada Hanna lagi membayangi yang tidak-tidak.


"Pukkkk" benda itu sampai dimunkah Hanna.


"Apaan sih Na, lo kok gak bisa lihat gue senang bentar sih.


"Enak saja, buang itu pikiran kotor lo , nikah dulu baru pengen, makan nya lo ajak itu boss tampan nikah, baru bisa enak-enakkan." sahut Nana kesal pada Hanna.

__ADS_1


Lama Hanna diam mendengar kata Sahabatnya itu, kerena semenjak Hanna menjalani hubungan dengan bosnya, selama itu Reza tidak pernah bicara tentang pernikahan, jika perhatian Reza sangat perhatian padanya, tapi tidak dengan kata pernikahan, Reza tidak pernah membahas itu sama sekali.


"Aku juga ragu dengannya Na, entah bagai mana hubungan kami ini, gue pengen nya seperti lo dan Lira, kalian sudah bahagia dengan pasangan mising-masing tapi tidak dengan gue, mungkin jauh dari kata itu, selama ini Kak Reza tidak pernah bicara tentang itu." kata Hanna mulai sedih.


"Yang sabar ya, mungkin kak Reza lagi mencari cara atau menunggu waktu yang tepat, bukan sekarang tapi bisa jadi besok, sebulan lagi atau satu tahun kedepannya lagi, lo butuh sabar menjalanka ini dan menunggu, Jagan bersedih gini, gue yakin kak Reza adalah orang yang bertanggung jawab dan dia juga sangat mencintai lo Han." kata Nana memeluk sahabatnya itu yang terlihat sedikit sedih.


"Sudah kita kenapa sedih kayak gini, ayok kita mulai kerja, nantik bos dingin itu samapai, Habis gue kenak semprot oleh nya." kata Hanna tidak mau larut dalam kesedihanya.


Namun tampa mereka tahu saat ini, sepasang mata lagi memerhatikan mereka dan mendengar semua pembicaraan mereka berdua.


"Aku keruangan Kak Reza dulu ya Na,untuk lihat lapaporan tadi biar gue tunggu kak Reza di ruangannya,sebelum toko bukak." kata Hanna berlalu dari ruangan loker itu meningalkan Nana yang tersenyum padanya.


"Semoga yang lo inginkan bisa lo dapat Han, aku senang lo menikah dengan orang yang lo sayangi dan lo cinta selama ini." kata Nana dalam hati melihat Sahabatnya itu pergi.


Sampai di rungan Hanna tidak tahu Reza sudah berada di dalam ruangannya itu, Nana kaget bukan main saat dirinya dipeluk Reza dari belakang,Reza memeluk dirinya seakan dirinya tidak mau melepaskan Hanna.


"Kak apa yang kamu lakukan ?" kata Hanna kaget.


"Biarkan aku memeluk dirimu sebentar saja." kata Reza memejamkan wajahnya di leher Kekasihnya itu.


"Maafkan aku, sampai saat ini aku belum bisa untuk melamar kamu menjadi istri ku Han, kerena tangung jawabku masih ada, setelah adikku selesai dari pendidikan yang diluar negeri, baru setelah ini aku akan melamar kamu, aku akan memenuhi keinginan kamu." kata Reza bicara dalam hati.


"Sudah Kak, nanti ada yang lihat kita seperti ini." kata Hanna tidak enak.


"Siapa yang lihat pintunya saja ditutup sayang." kata Reza santai." biarkan aku memeluk kamu lebih dahulu, hanya sebentar." ucap Reza sedikit lembut dan manja pada kekasihnya itu.


Hanna hanya diam saja tidak bisa berbuat banyak lagi, kerena tidak semuda itu bisa lepas dari pelukan Reza.


Selama ini Reza jarang seperti ini padanya, dia tidak pernah memeluknya seperti ini entah angin apa bos tampannya itu seperti ini.

__ADS_1


"Kak!! " kamu kenapa ??"


***********


__ADS_2