
Setelah beberapa saat Nana baru ingat tadi pas diatas motor Suaminya akan mengatakan sesuatu padanya, setelah satu toples kerupuk habis disantap Nana.
"Apa yang ingin kamu bicarakan padaku Mas???" kata Nana pada Syarif saat ini.
kerena dia baru ingat apa yang ingin suami katakan padanya.
"Santai Aja kenapa Sih Na, gak usah buru-buru gitu." kata Syarif masih santai melihat istrinya itu.
"Aku baru saja ingat Mas, katamu saat dimotor tadi." kata Nana
"Sebenar ini juga tidak penting bangat, tapi jika kamu mau." kata Syarif santai.
"Apa?" kata Nana bingung dan ingin tahu.
"Begini Na, jika kamu berenti bekerja saja dari toko Reza gak kenapa kan??" Syarif kembali bertanya sedikit lembut pada istrinya itu, agar istrinya bisa mencerna perkataannya itu dengan baik.
"Hmmmm, bagai mana ya Mas!!! " bingung Nana saat ini masih berpikir.
"Jangan sekarang dijawab, pikirkan dulu saja apa kataku ini, kerena aku ingin kamu dirumah saja, tidak banyak beraktivitas diluar, aku juga ingin kamu bisa pokus untuk mengurusku dan rumah tangga kita Na. " kata Syarif dengan nada lembutnya.
Nana sedikit diam mendengar kata suaminya itu sesaat, setelah itu dengan sedikit pelan dia berkata dengan lembut juga agar suaminya juga paham.
"Mas, bukan aku tidak mau untuk mengikuti kata kamu tapi jika aku berenti, jujur aku gak bisa, kerena selama ini aku yang membantu biaya orang tuaku, apa lagi Ayahku sudah berumur, siapa yang akan membantu mereka hanya aku putri mereka yang mereka punya." kata Nana pelan pada Syarif.
"Na,jika itu yang kamu pikirkan, kita bisa bantu Mereka masih sangup aku untuk membiayai hidup orang tuamu Na,jadi jangan pikirkan lagi tentang biaya untuk orang tuamu, sekarang kita pokus pada rumah tangga dan pernikahan kita ini." kata Syarif lembut mengengam tangan istrinya itu yang berada diatas meja.
"Nanti Saja aku bikirkan kembali." kata Nana tersenyum manis pada suaminya itu.
Tidak lama pesanan soto untuk mereka itu datang, Syarif melihat semakok soto diatas meja itu dia memberikan pada Nana.
"Ini untuk kamu, cobalah..!! " kata Syarif lagi.
"Terimakasih Mas. "balas Nana dengan
lembut dengan meyugingkan senyuman.
__ADS_1
Nana sedikit mencoba soto yang baru diberikan oleh suaminya itu,Nana hanya terseyum saja setelah merasakan sedikit kuah.
"Bagai mana rasanya enak tidak?"kata Syarif
"Enak Mas, kalah bikinan ibu dirumah." kata Nana sambil meyendok Mi soto itu kemulutnya.
"Ini kerupuknya kamu bisa tambah pakai ini, pasti tambah sedap rasanya. " kata Syarif memberikan kerupuk lagi pada istrinya itu.
Setelah makan soto itu Syarif mengajak istrinya itu kembali jalan kelimbali keliling desa sebelum kembali kerumah.
Setelah satu jam mereka mutar akhirnya mereka berdua kembali kermah kerena suda malam.
Nana yang baru saja Turun dari atas motor suamiany itu dikejutkan oleh kedua orang tuanya Syarif yang sudah di pintu garasi berdiri sambil menatap Putranya itu.
"Ma-Pa belum tidur?" kata Nana meyapa Kedua mertuanya itu.
"Kami lagi nungguin kalian berdua, ini dibodoh satu ini kemana kamu membawa menatuku." kata Mama Mur selalu berkata begitu pada putranya dengan tangan belipat didada.
"Ma,gadis itu istrinya aku, jadi gak apa aku bawak menatu mama itu pulang agak malam." kata Syarif santai bicara pada Mamanya itu.
"Ya kamu lihat dulu, sudah jam berapa ini syah, angin malam sudah sangat kuat, pasti istrinya kamu kedinginan, jika menatuku sakit awas kamu nantik ya, mama tidak akan kasih ampun kamu."Sungut mamanya itu.
"Tidak pa, nanti dia akan jadi kebiasaan jika terus begini, natik pas dijakarta dia juga membawa Nana malam-malam."kata mama Mur lagi.
"Jika Istriku sakit, aku bisa mengasih dia obat Ma, Mama tidak lupa putra Mama ini dokter.!! " kata Syarif membawa istrinya masuk sambil tersenyum pada Mamanya saat ini.
"Ihhh ini anak selalu begitu jika diberi tahu." kata Mama Mur belum juga bisa diam.
"Aku mintak maaf dehh Ma, tidak akan bawak menantu kesayangan Mama ini keluar malam lagi." kata Syarif mendudukan dirinya disofa Santai dirumah itu.
Setelah persitenagan antara Mama dan anak itu sudah tidak terdekat lagi, baru Nana bicara pada Mama Mar.
"Ma, aku suka dengan cara Mama dengan kelakuan dan cara seprti ini, tampak perhatian." kata Nana pada mertuanya itu.
"Jika dibodoh ini tidak diginikan, dia akan membawa kamu tiap malam keluar bersamanya, dia itu sudah biasa kayak gitu." kata Mama Mur.
__ADS_1
"Sekarang tidak lagi ma, aku sudah berubah, sudah punya istri." kata Syarif santai.
Nana hanya tersenyum saja melihat mereka berdua, Nana sangat senang melihat cara sayang yang lihatkan Mama Mur pada putranya beda, walau cerewet tapi rasa perhatian dan sayangnya itu tetap terlihat.
" Besok kalian berdua belum kembali kejakarta bukan?" kata Papa Wawan.
"Belum Pa, aku dan Nana beberapa hari disini, emang ada apa Pa? Tanya Syarif kembali.
"Bagai mana besok kita Mancing di tambak Yang ada dikebun,kita sudah jarang mancing bersama, Papa ingin Mama kamu bikin ikan bakar gurame." kata Papa Wawan pada putranya itu.
"Boleh juga tu pa,ide yang bagus." kata Syarif semagat memancing dengan papanya itu.
"Jika begitu kita Malam dikebun saja satu malam besok,paginya kita berangkat, Mama kamu bisa langsung belanja pas kita lewat pasar besok." kata Papanya itu malam ini tampak senang kerena mereka sudah lama tidak melakukan itu lagi semenjak Syarif pinda kerumah sakit milik sahabatnya itu.
Syarif juga melihat istrinya itu hanya bingung saja dan diam saja mendegar mereka bicara.
"Kamu kenapa Na, kok diam gitu?sudah lelah ya?" kata Syarif
"Belum, aku harus ngapain Mas, kamu ini aneh ya." kata Nana mencubit pinggang suaminya itu.
" Aduhhh jangan dicubit, sakit." ringis Syarif .
Kedua orang tua Syarif hanya tersenyum saja melihat sepasang sejoli itu, dapat terlihat keduanya itu saling mencintai.
"Ma sepertinya kita harus istirahat juga, di sini hawanya sudah panas." kata Papa Syarif berbisik pada istrinya itu.
"Ayok kita Masuk Pa, biarkan mereka." kata Mama Mur lebih dulu meningalkan sepasang suami-istri itu yang bigung melihat mereka pergi dengan tiba-tiba.
"Hai Ma-Pa mau kemana?" kata Nana dengan bingung.
"Biarkan saja mereka sayang, mereka mengerti kita." kata Syarif santai.
"Isss kamu ini, tidak tahu tempat jika mengangguku, lihat itu Mas, Mama dan papa jadi masuk kedalam kamarnya.
"Kita juga masuk yok kekamar, kerena aku juga sudah lelah." kata Syarif berjalan masuk ke kamarnya itu dan meningalkan istrinya itu sendiri saja.
__ADS_1
"Mass tunggu aku....!! "
**********