
Paginya Syarif juga menepati janjinya pada Nana akan mengantarkan dia kerumah Ibunya kerena syari juga tidak ingin istrinya itu sendirian saja berada di apartemennya.
Syarif juga tidak bisa menjaga istrinya itu kerena dia juga tidak bisa meningalkan kerjaannya terlalu lama, apa lagi saat ini Syarif juga lagi pokus dengan proyek rumah sakit cabang milik sahabatnya itu,bukan sebagai dokter saja yang harus digeluti olehnya.
Syarif melihat istrinya itu sudah siap untuk meningalkan rumah sakit pagi ini sebelum kembali Syarif bekerja. hari ini dia juga harus mengantarkan istrinya itu kerumah orang tua Nana.
"Apa kamu sudah siap?" kata Syarif melihat istrinya itu sudah duduk menunggunya.
"Sudah Mas,, aku sudah siap,ayok kita berangkat sekarang!! " kata Nana tersenyum manis pada Syarif.
"Ayok!! " Kata Syarif membantu istrinya itu untuk duduk di kursi rodah dan dia mendorong kursi rodah itu untuk turun kepakiran dimana mobilnya berada.
Sampai dipakiran Syarif membantu kemabali istrinya itu kembali untuk naik kedalam mobil miliknya itu.
Syarif juga tidak terlalu kencang membawa mobilnya, kerenan dia tahu istrinya masih sakit.
Tidak butuh lama Syarif sampai juga dirumah mertuanya itu,ibu mertuanya yang lagi membersikan halaman sedikit heran kerena menantu dan putrinya datang sepagi ini.
Ibunya Nana mendekat pada mobil milik menatunnya itu, dan melihat putrinya di bantu turun dari mobil oleh suaminya itu, membuat ibu Nana merasa heran dan kaget,ada apa dengan putrinya itu?.
"Nak Syarif kenapa dengan istri kamu?" tanya ibuknya Nana dengan bingung.
"Ibuk,,Nantik Nana akan jelaskan didalam saja ya." senyum manja putrinya itu saat ini.
Syarif mengedong istrinya itu untuk masuk kedalam kerena kaki Nana masih sedikit sakit dan bekas kerena lecet.
"Mas apa yang kamu lakukan? ada ibuk!! " malu Nana lagi kerena ulah suaminya itu.
"Diamlah jangan banyak komentar Na, kaki kamu masih sakit jadi mengikuti saja apa yang aku lakukan pada kamu." Kata Syarif penuh tekanan.
Nana juga tidak bisa bicara apa lagi kerena suaminya terlalu ketus jika bicara serius padanya.
Sampai didalam Nana di dudukan di sofa ruang tamu surah kecil itu, disana juga ada Ayah mertua Syarif lagi Nonton televisi.
__ADS_1
"Loh kenapa dengan kamu Na?" bingung sang Ayah melihat putrinya dengan tangan diperbal datang ke rumahnya pagi ini.
"Maafkan aku Yah kerena tidak bisa menjaga putri ayah dengan baik, kerena kemaren aku tidak bisa untuk mengantarnya kerja jadi dia tidak sengaja menarak mobil yang lagi berenti dilampu merah." jelas Syarif menjelaskan pada ayah mertuanya itu.
"Ohhh!! " Ayah mertuanya itu hanya magut-mangut saja mendegar penjelasan dari menantunya itu.
"Makanya kamu jika bawak motor Jagan banyak melamun Na,sekarang lihat suaminya kamu sangat kawatir dengan keadaan kamu." kata Ibuknya itu.
"Maafkan Nana buk." Nana hanya diam setelah diomeli oleh ibunya.
Syarif akhirnya mengatar istrinya untuk istirahat dikamar,setelah itu Syarif akan kembali keapaertemannya untuk mengambil keperluan istrinya dan untuk dia juga.
"Hari ini kamu disini dulu sama ibuk dan ayah kerena aku akan keluar kota dua hari ini,jadi kamu jangan banyak bergerak dulu,besok pagi dokter Ridwan akan datang melihat tangan kamu." kata Syarif menjelaskan pada istrinya itu.
"Kamu akan keluar kota mas, kenapa baru bilang sekarang sama aku?." kata Nana sedikit merasa tidak ingin suaminya itu meningalkan dia.
"Maaf semalam itu aku tidak ingat bicara sama kamu karena sangat lelah." kata Syarif lagi berkata pada istrinya itu.
"Kamu jangan sedih gitu, aku hanya sebentar pergi hanya dua hari saja kerena ada pembukaan baru cabang rumah sakit milik Gio di didaerah sumatra. " kata Syarif melihat wajah cantik itu sedikit sedih saat ini mendegar dia akan pergi.
"Maafkan aku ya!! tidak bisa menemani kamu saat seperti ini, tapi aku janji setelah aku kembali aku akan meluangkan waktu kita agar bisa berdua saja nantik." kata Syarif dengan rasa sayang saat ini pada Nana, walau belum bisa dia mengukapkan pada istrinya.
"Aku gak apa-apa Mas, tapi kamu cepat kembali." kata Nana juga berharap suaminya cepat kembali.
"Aku setelah siap dengan kerjaan pasti kembali cepat." kata Syarif agar senang hati istrinya itu.
Akhirnya Syarif meningalkan Nana sendiri saja dikamar.Dia kembali pulang Keapertemen untuk mengambil keperluan Nana dan dirinya, dan kembali lagi kerumah mertuanya setelah apa yang sudah ambilnya pagi ini.
Siang ini Syarif akan berangkat keluar kota melakukan kerjaan yang akan membuatnya sibuk dalam dua hari kedepan.
Syarif kembali berbicara pada Kedua mertuanya saat ini yang lagi duduk diluar, disaat dia baru saja kembali dari apartemennya untuk mengatar keperluan istrinya.
"Kamu kembali lagi Nak Syarif?" Tanya Ayah mertuanya saat ini.
__ADS_1
"Maaf Ayah.aku kembali lagi kerena ingin mengantarkan keperluan Nana, kerena saya akan menitipkan Nana disini dua hari ini Yah."Kata Syarif sedikit sangat segan pada kedua mertuanya itu.
"Kamu emang mau kemana Nak?" tanya Ayah mertuanya itu.
"Aku hari ini akan pergi keluar kota Ayah,, makanya aku menitipkan Nana bersama ibuk dan Ayah untuk dua hari kedepanya." kata Syarif lagi.
"Baiklah nak!! kami akan menjaga Istrinya kamu dengan baik." kata Ayah mertuanya itu mengerti menantunya.
"'Jika begitu aku kedalam dulu untuk menaruh pakaian dan keperluan Nana selama disini yah." kata Syarif meningalkan Kedua mertuanya itu yang masih duduk santai di teras rumah itu.
Syarif masuk kedalam untuk menaruh barang yang akan diperlukan Nana selama dia pergi.
Syari melihat Nana lagi membaca Buku di tempat tidurnya saat ini, lalu dia mendekati istrinya itu.
"Kamu sudah kembali lagi? Maafkan aku Mas bikin kamu repot hari ini!!! " sedikit rasa, salah Nana pada suaminya.
"Tidak apa, kamu tidak merepotkan aku, aku malah senang kamu mau aku urus, tapi sayang sekali hari ini aku tidak bisa merawat kamu dalam dua hari kedepan Na, kerena kerjaan ini terlalu mendesak." kata Syarif juga sara bersalah pada Nana yang lagi bingung padanya saat ini.
Syarif sedikit tersenyum getir saja pada istrinya itu ,sebenarnya dia tidak mau meningalkan Nana dalam keadaan seprti ini, tapi dia juga tidak bisa mengelak pekerjaan ini harus dia langsung yang turun tangan sendiri kelokasih rumah sakit yang akan dibangun.
"Ini simpanlah kartu ini, jika kamu ada yang dibutukan maka gunakan saja kartu ini." kata Syarif memberikan kartu ATM pribadinya pada istrinya.
"Aku tidak butuh apapun Mas,aku tidak butuh ini semua!! " tolak Nana tidak mau menerima kartu yang diberikan oleh Syarif padanya.
"Jangan membantah aku Na, menurut lah padaku, simpan ini!!" kata Syarif menaruh kartu itu ditangan istrinya itu.
Syarif tidak banyak bicara lagi di langsung berpamitan pada Nana untuk Langsung berangkat kebandara saat itu juga.
*********
Maaf ya bunda yang masih setia dinovel baru saya, maaf jika temponya masih kacau, tidak memuaskan para bunda 🙏🙏🙏🙏.
Bagi yang tidak suka jangan dibaca,kerena saya juga masih tahap belajar dan mencoba ya dan juga baru penulis permula, jadi tolong pahami ya Bun. 🙏🙏🙏🙏.
__ADS_1