CINTA UNTUK DOKTER TAMPAN

CINTA UNTUK DOKTER TAMPAN
Rasa perhatian dan cinta membuat hati kedua wanita cantik itu bahagia


__ADS_3

Kak kamu kenapa??"


Hanna sangat bingung dengan tingkah bosnya pagi ini, tidak biasa nya Reza sepeti ini padanya.


"Aku sangat mencintaimu Han!! " kata Reza masih terdengar lembut di telinganya.


Hanna hanya tersenyim manis saja mendengar kata itu, kerena selalu bilang itu padanya,selama ini Reza sangat dingin dan cuek dengan keadaan sekelilingnya, tapi tidak dengannya selama Hanna sudah menjadi kekasih nya.


Saat ini Hanna benar-benar bingung pada Reza, tingkahnya bisa berubah seprti ini, entah apa membuatnya seperti ini.


"Kak, aku sudah kenyang mendengar kata itu selalu kamu ucapkan setiap saat jika bicara dengan ku." kata Hanna santai saja.


"Jadi kamu gak suka aku bicara gitu tiap saat ??" kata Reza masih saja memeluk kekasihnya itu.


"Bukan begitu kak,aku ingin kamu lebih romantis lagi, kerena aku ingin kamu selalu bersikap romatis padaku setiap kita bertemu." kata Hanna tersenyum pada Reza.


"Baiklah,tunjukan aku cara seperti itu, kerena aku tidak bisa romatis seperti di drama Korea yang sering kamu tonton. " kata Reza memutar tubuh Hanna menghadap pada dirinya.


Keduanya saling menatap manik mata mereka bertemu, mereka saling padang dan Reza tidak bisa menahan rasa rindu akan bibir Hanna yang manis itu, akhirnya dia mencium bibir kekasihnya itu dengan lembut, begitu juga dengan Hanna membalas ciuman orang yang dicintainya itu.


Saat mereka saling berciuman itu tiba-tiba pitu ringan itu dibukak dengan tiba-tiba, membuat Mata Nana melutot dan kaget menyaksikan pandangan itu.


"Maaf bos aku menganggu kelian berdua, silakan lanjutkan kembali." kata Nana dengan cepat menutup pitu ruangan bosnya itu.


"Ahhh sialan lo Han,mau enak-enakan gak mau kunci pintu."gerutuk Nana sampai diluar." mata gue ternoda Han." kata Nana kesal sambil berjalan kearah kasir untuk mengambil hasih penjualan semalam.


Dewi karyawan baru ditoko itu hanya bingung melihat kakak seniornya itu berwajah kesal berdiri didekatnya.


"Kak kamu kenapa, kok kesal kali aku perhatikan?" kata Dewi ingin tahu.


"Diam lo Wi, mana laporan penjualan semalam, kakak ingin lihat?" katanya tidak menjawab pertanyakan juniornya itu.

__ADS_1


"Ini kak." kata Dewi bingung.


"Dasar Hanna, mau mesra-mesraan gak pakai tutup pintu." kata Nana masih megerutuk sabil melihat kertas ditangannya itu.


"Jangan kesal mulu wajah lo itu Han, gue baru ciuman lo lihat, kesal lo sudah setengah mati sama gue, jika gue main enak-enakan sama Bos kaya mana reaksi lo ya. "'kata Hanna mendekat pada nya.


"Sialan lo ya, gila lo, teman gak ada aklak lo ya." kata Nana sagat kesal pada sahabatnya itu.


Nana sungguh kesal pada sahabatnya dia sampai melempar pena ditangannya pada Hanna sehinga tampa sengaja kenak kening Reza.


Semua karyawan Reza yang ketawa melihat kelucuan stiap hari mereka lihat, saat melihat Reza mereka diam tidak bersuara lagi.melihat Reza menatap pada kedua wanita yang selalu bikin gaduh di tokoh itu.


"Sudah siap kegaduhan yang kalian berdua lakukan, mulailah bekerja,silakan bukak toko, ini sudah jam bukak." kata Reza santai dan cuek dengan sifat dinginnya itu.


"Baiklah bos, kata keduanya tidak banyak bicara lagi, Nana langsung meyuruh karyawan yang lain membukak toko, sedangakan Hanna ingin pergi keruangan Reza untuk melajukan kembali kerjaanya,melewati Reza dengan santai, namun tangannya ditangkap oleh Reza.


"Tunggu sayang,aku akan berangkat keluar nekri hari ini, mungkin satu minggu ini pekerjaan bekerja disana , jadi kamu jangan macam-macam selama aku tidak disini." peringatan dari Reza pada Hanna.


"Kamu akan pergi lagi." lemas Hanna pergi dari hadapan Reza yang hendak pergi.


"Kamu kenapa Han, kayak gak iklas jika aku akan bekerja keluar negeri, kenapa?" kata Reza kembali bertanya.


"Aku pasti sangat meridukan kamu Kak,apa lagi kamu satu minggu disana." sendu Hanna.


Reza tidak bisa banyak bicara lagi kerena dirinya adalah orang kepayaaan Zaki suami dari Mentari, tidak mungkin dia meningalkan kerjaan untuk urusan pribadinya.


"Sayang kamu harus mengerti aku,kerena kamu tahu aku adalah tangan kanan dari tuan Zaki tidak mungkin aku meningalkan kerjaan itu untuk urusan pribadi kita, aku harap kamu mengerti." ungkap Reza pada Hanna yang menatap dirinya.


"Aku gerti kak, kamu pergilah, aku akan menunggu kamu sampai kembali." kata Hanna mengerti.


Reza baru terseyum pada kekasihnya itu, dia bisa pergi dengan perasaan yang nanang dan memikirkan Hanna.

__ADS_1


"Jika begitu aku pergi, jaga dirimu baik-baik ya,mobil aku tingal kamu pakai untuk kembali pulang nantik." kata Reza meningalkan kuci mobil pada Hanna.


"Baiklah Bos tampanku." kata Hanna manja lagi pada Reza.


"Muahhh!! " Reza mencium bibir Hanna kembali lalu dia keluar dari ruangan itu dengan senyuman diwajah tampan itu.


Nana yang berdiri di pintu keluar melihat bosnya berhati senang saat ingin pergi.


"Jika sudah dapat jatah baru senang ." kata Nana sedikit pelan bicara melihat bosnya itu sudah berada diluar dan masuk kedalam taksi online yang dipesannya .


"Kamu pasti akan bahagia bersama kak Reza Han, aku bisa lihat dia sangat mencintai kamu dangan tulus." ucapa Nana bicara dalam hati saat ini.


Nana tidak lagi memperdulikan tentang percintaan sahabatnya itu dia kembali pokus, dengan pekerjaannya, Nana masuk ke gudang saat ini ingin melihat stok barang yang tingal,sudah sampai siang Nana masih betah juga didalam gudang itu,Nana mendegar nada ponselnya saat ini di kantong bajunya.


Nana tahu itu adalaha nada derinng kontak spesial untuk suaminya.


"Ini baru setengah hari Mas, kamu tidak melihatku sudah mengangguku. " kata Nana sambil menatap layar benda pipi itu.


Syarif hanya terseyum saja mendengar ocehan istri kecilnya itu.


"Apa kamu sudah makan siang Sayang?"tanya Syarat sambil meyedok bekal yang sudah disiapkan oleh istrinya pagi tadi.


"Ini baru mau ingin istirahat mas."kata Nana santai dan terseyum pada suaminya itu.


"Makanlah, jangan sampai kamu tidak makan, kerena nantik aku akan memintak jatahku." canda Syarif dengan senyuman.


"Apaan sih mas, kamu ini mesum." kata Nana dengan malu melihat wajah tampan dilayar ponselnya itu.


"Masakan kamu hari ini sangat enak lihat tidak ada yang tersisa sedikitpun makan siangnya." kata Syarif melihatkan tempat bekal itu pada istrinya itu.


"Syukur lah jika kamu suka, nantik biar akan aku bikin lagi itu untuk kamu." kata Nana senang melihat suaminya menyukai masakan yang sudah dibikin nya itu.

__ADS_1


Syarif tidak bayak bicara kerena masih ada jadwal operasi siang ini, jadi mereka menghakhiri pagilan itu, dengan rasa bahagia Nana selalu mendapat pangilan saat jam istirahatnya, rasa perhatian yang sangat berlebihan untuknya yang diberikan Syarif selama menikah membuat Nana senang dan suka rasa nyaman selalu bersama suaminya itu.


***************


__ADS_2