CINTA UNTUK DOKTER TAMPAN

CINTA UNTUK DOKTER TAMPAN
Akhirnya bisa mendapatkannya


__ADS_3

Tidak terasa pernikahan Nana dan Syarif sudah sebulan lebih berlalu, semenjak mertuanya datang beberapa minggu lalu di apertemennya untuk berseratuahmi dengan keluaga Nana.


Hubungan Nana dan Syarif sudah banyak kemajuan dari pertama kali mereka menikah, Nana sudah tidak banyak cangung lagi pada suaminya itu walau belum sampai saat ini dirinya belum bisa menjadi istrinya yang baik untuk suaminya itu, dengan melayani suaminya seperti sepasang suami-istri semestinya.


Hanay itu saja saat ini Nama belum bisa memberikan pada Syarif walau Syarif sudah sangat mencintainya,Syarif juga bersabar menunggu istrinya itu sampai siap melayaninya,Syarif juga tidak mau terlalu memaksakan kehendaknya, kerena mereka awalnya menikah bukan kerena cinta tapi dalam keadaan yang tidak teduga.


Sampai saat ini Syarif juga belum bisa menyetuh istrinya itu, dia juga disibukan dengan pekerjaan sabagai dokter dan sebagai kepala rumah sakit seluaruh cabang yang ada di seluruh daerah, Syarif lah sebagai penangung jawab semua dari rumah sakit Milik sahabatnya itu.


Syarif pun juga tidak banyak waktu bersama istrinya ,dia juga lebih banyak menghabiskan waktu di rumah sakit dari pada di rumah.


Nana juga kadang merasa dirinya juga bingung jika sendirian berada di apartemen milik suamiya itu,hari ini Sudah tengah malam tapi sampai saat ini Syarif belum juga kembalai, Nana masih tetap menunggu Syarif pulang, kerena waktu Syarif lebih banyak di rumah sakit terkadang ada kerjaan yang tidak diduganya, sebagai dokter bedah Syarif juga akan siap dengan semua keadaan itu, apa lagi dengan urusan pamukaan cabang rumah sakit itu saat ini masih diperluas setiap daerah di Indonesia.


Nana masih setiap menunggu suaminya pulang dengan duduk menonton tv diruangan santai saat ini, dengan mata mengantuk Nana masih tetap menunggu suaminya kembali.


Satu jam berlalu akhirnya Nana tertidur, Syarif baru saja kembali dan masuk kedalam apartment nya itu dengan memperhatikan ruang santai masih terdegar suara tv meyala. Syarif mendekati sofa yang ada didepan tv dilihatnya istrinya sudah tertidur dengan tersandar dilepala sofa itu.


"Kamu selalu begini Sayang,sudah aku katakan jangan manunggu aku kembali, tapi kamu masih saja ngeyel menungguku." kata Syarif mengangkat tubuh istrinya itu masuk kekamarnya.


Syarif menaruh istrinya itu ditempat tidur, sedikit hati-hati agar Nana tidak terbangun, setelah itu dia langsung masuk kedalm kamar mandi untuk membersihkan dirinya, kerena dia tidak ingin Nana terkena bakteri yang terbawa olehnya dari rumah sakit.


Setelah siap Dengan itu semua Syarif kembali keluar dari ruang ganti ,dia hanya memakai kaos dalam dan celana pendek saja karena juga mau tidur.


Syarif naik ketempat tidur itu dan masuk kedalm selimut saat ini dimana istrinya lagi nyeyak tidur di dalam selimut tebal itu dengan nyaman.syarif juga tidak lupa memeluk istrinya itu dalam tidurnya, sebelum memejamkan matanya Syarif memperhatikan istrinya itu, dengan rasa kasihan dan sedikit tidak enak, kerena beberapa monggu ini dia jarang berada di rumah kadang tidak pulang Syarif lembur, dia udah merasa capek untuk kembali.

__ADS_1


"Maafkan aku sayang, membuat kamu menungguku, aku sangat sibuk sebulan ini sehingga aku megabaikan kamu, aku belum ada waktu banyak untuk kamu, bersabarlah sebentar lagi, setelah proyek ini sudah siap aku akan sering bersama kamu." kata Syarif mengusap pipi istrinya itu dengan lembut.


Nana terbangun kerena tidurnya terganggu oleh Syarif. "Mas kamu sudah kembali?" kata Nana dengan suara serak bangun tidurnya itu.


"Sudah setemgah jam lalu sayang, tidurlah ini sudah sangat malam." kata Syarif memeluk istrinya itu.


"Kenapa Kamu malam lagi pulang Mas?" kata Nana lembut melihat wajah dokter tampak itu.


"Ada sedikit kerjaan yang aku harus diapkan, tapi sast mau pulang ada Pasien yang harus dioperasi akibat kecelakaan." kata Syarif menerangkan pada istrinya agar istrinya tidak salah sangkah padangnya.


"Ohhhh...! kata Nana tidak banyak bicara lagi.


"Kamu Kanapa tidur di depan tv, sudah aku bilang jangan menungguku pulang, masih saja menungguku." kata Syarif memcibit hidung istrinya itu.


"Aku suntuk tadi Mas,kerena binging mau ngapin jadi aku Norton saja tapi mala tertidur."jujur Nana pada Suami itu.


"Mas, apa kamu sudah Makan ?" kata Nana kembali.


"Mana ada lagi orang makan jam segini Na, ini sudah sangat malam, tidak baik untuk kesehatanya." kata Syarif santai bicara pada istrinya itu.


"Iya aku lupa suaminya aku itu dokter." kata Nana sedikit megejek suaminya itu.


Syarif hanya tersenyum saja saat istrinya itu bicara suka asal, kadang itu yang membuat Syarif suka tingakh istrinya itu.

__ADS_1


"Kenapa tanya begitu apa kamu ingin megasih makan aku?" kata Syarif menatap istrinya itu dengan tatapan tidak dapat diartikan.


"Kamu lapar ya mas" tebak Nana asal.


"Sangat lapar kali Na,jika kamu ingin megasihnya makan malam ini." kata Syarif mulai menjahili istrinya lagi.


Nana awalnya kurang memcernah perkataan suaminya itu, akhirnya dia baru sadar kemana arah dari kata suaminya itu.


"Mas, jangan mulai lagi deh candanya, jika kamu ingin aku gak pernah menolak, aku tahu kamu selalu sibuk, jadi bukan aku tidak mau atau masih tidak siap, hanya kamu saja tidak ada waktu untuk hal seperti itu." kata Nana santai bicara pada Syarif.


"Benar kamu sudah siap? tidak takut lagi, apa malam ini aku ingin memintak hakku, apa kamu mau memberikan?????" kata Syarif dengan lembut bicara ditelinga istrinya itu.


"Hmmm.....!! hanya itu jawaban Nana dengan angukan saja yang dilihatkan pada suaminya itu.


"Apa kamu gak nyesal memberikan harta yang paliang berharga itu padaku?" tanya Syarif pada Nana.


"Mas, aku iklas memberikan pada kamu mas,jadi jangan buat aku berpikir untuk menundanya lagi."bisik Nana dengan sangat pelan tapi penuh arti terdegar ditelinga Syarif.


Syarif mendengar suara manja istrinya itu dia juga sudah bisa menahan lagi, malam ini Nana sudah mau dan siap untu melayani dia sebagai suaminya selama sudah satu bulan lebih ini mereka menikah, akhirnya malam ini dia bisa mendengar istrinya itu berkata siap.


Syarif mecium bibir manis istrinya itu dengan lembut dan dibalas dengan Nana saat ini, Syarif memdapat perlawanan dari istrinya itu dia bertambah tidak bisa menahan rasa selama ini yang ditahanya.


Malam ini mereka berdua menghabiskan malam yang sudah lama ditunggu Syarif dengan sangat megebuh Syarif memcubuh istrinya itu, banyak tanda kepemilikannya itu di leher Nana, malam ini kedua manusia itu lupa semua, dunia milik berdua.

__ADS_1


Dengan leguhan dan ******* yang terdegar di kamar apartment itu, kecuanya bergulat menghabaiskan malam panjang itu dengan permainan panas, hanya kamar itu jadi saksi bisu cinta mereka saat ini, perlabuhan cinta dan kasih sayang mereka malam sama-sama mereka tumpahkan, mereka meghabiskan malam dengan sangat bahagia.


***********


__ADS_2