
Lain Saat ini dirumah besar milik kedua orang tuanya Syarif, terlihat wajah kebahagian dari kedua orang tua Syarif saat ini sebentar lagi mereka akan memiliki cucu dari putra dan anak mereka satu-satunya.
Begitu juga dengan orang tua Nana bisa terlihat raut kebahagian mereka menyimpan rasa kebahagian mereka saat ini, sambil duduk Ibunya Nana saat ini sambil mengusap perut buncit Putrinya itu, sedikit berbincang dengan putrinya itu.
"Semonga saja kamu lahiran nantik tidak ada halangan, lancar saja ya dalam persalinan, ibuk sungguh bahagia, akhirnya putri ibuk hamil saat ini sudah 7 bulan saja, kami sungguh tidak sabar menantikan kelahiran bayi kamu Na." kata Ibunya senang saat ini.
"Semoga saja buk, Aku dilancarkan nantik dalam persalinan." Balas Nana pada Ibunya itu.
Nana saat ini sedikit berbaring kerena sudah merasa sedikit lelah dari pagi sampai siang tamu yang datang diacara 7 bulan kandungannya sangat rameh, dan juga para sahabatnya juga pada datang menemani Nana sampai acara siap.
Saat ini para sahabat Syarif dan Nana berada dirumah Orang tua Zhidan kerena mereka malam ini akan nginap dirimah Zhidan yang berada dikampung sebelah.
"Ibu, sebaiknya istirahatlah, dari tadi ibuk gak lepas membantu Mama Mur bekerja, pasti capek ya buk??" Nana tidak tengah melihat ibunya itu merasa lelah seperti saat ini.
"Tidak apa, ibuk malah senang Nak."kata Ibu Nana tidak banyak bicara.
"Ya sudah Buk, aku ingin mandi dulu, badanku udah rasa gerah saat ini panasnya mintak ampun hari ini." kata Nana kembali
"Mandilah ibuk juga akan kekamar, soalnya ibuk juga belum sholat Ashar." kata Ibunya itu.
Setelah ibunya Nana keluar dari dalam kamar menantunya itu, Nana juga langsung beranjak masuk kekamar mandi, tubuhnya saat ini benar-benar tidak nyaman berkeringat , apalagi bawaan tubuh ibu hamil pasti begitu.
Syarif baru saja masuk kedalam kamarnya itu, dia tidak melihat istrinya berada didalam kamar itu, Syarif mendengar bunyi percikan air dikamar mandi, ada sedikit senyum licik dibibirnya saat ini.
"Rupanya dia lagi mandi, aku akan mengerjai kamu hari ini Sayang. " kata Syarif menguci pintu kamar itu dan berjaan arah dimana istrinya itu saat ini berada.
Nana yang kaget melihat suaminya saat ini sudah berada di dalam kamar mandi dengan santai, Nana matanya melotot kerah Syarif.
"Apa yang kamu lakukan disini Mas, aku lagi mandi." dengan Nana menutup aset baharganya itu dihadapan suaminya itu.
"Tidak usah ditutup begitu, tidak ditutupun aku sudah lihat sayang, " kata Syarif dengan tersenyum melihat tubuh bugil istrinya itu hanya ditutup pakaian dalam saja, dua buah dadanya terlihat dengan jelas kerena Nana hanya menutup dengan dua tanggan didada yang bersilang.
"Hahahaha, kamu tampak tambah lucu seperti ini sayang, lihat perutnya kamu itu kamu bertambah sexy saja dengan perut membulat seperti bola ini." kata Syarif mengusap perut istrinya itu.
__ADS_1
"Mas, sanalah jangan mengangguku, aku hampir saja siap ini, kamu boleh keluar sekarang. " kata Nana tidak habis pikir dengan suaminya itu, selama hamil Syarif bertambah tingkahnya lebih suka menganggunya.
"Kita main dulu ya, sebentar saja sudah beberapa hari ini aku tidak mengunjungi anakku. " kata Syarif pikiran kotornya itu.
"Apaan sih kamu Mas, nantik Mama masuk, kamu ini aneh-anaeh saja ini dikamar mandi Mas." kata Nana sangat kesal pada suaminya itu.
"Sebentar saja, main celup bentar selesai, gak bakal lama." kata Syarif membukam bibir istrinya itu dengan cepat.
Nana juga tidak bisa menolak lagi diapun juga terpancing dengan ciuman suaminya sendiri, Mereka akhirnya bermain cinta dikamar mandi itu sebentar melepaskan rasa yang tidak bisa ditahan oleh Syarif.
Selesai dengan itu semua akhirnya mereka berdua baru saja keluar dari kamar mandi itu dengan rambut sama-sama sudah basah, Syarif hanya terseyum saja melihat istrinya lagi kesal padanya.
"Hai Jangan marah lagi, cuma sebentar saja kok, hari ini tidak membuat kamu lelah kok." kata Syarif santai.
"Bukan bikin aku lelah, tapi capek iya, kamu bikin badanku sakit semua." repet istrinya itu.
"Hahaha, kamu lucu dehh sayang." cubit Syarif dihidung istrinya itu dengan lembut.
"Menyikirlah dariku mas,aku ingin pakai baju." kata Nana mengambil bajunya dan paju untuk suaminya didalam lemari.
"Mas aku ingin makan jeruk, apa masih ada ya?" kata Nana pada suaminya itu.
"Tunggu bentar ya, aku sisir dulu, abis ini aku lihat didapur dulu apa masih ada dikeranjang Jeruk." Kata Syarif setelah siap merapikan rambutnya itu dia langsung berjalan keluar kamar ingin melihat buah yang dimintak istrinya itu.
Sampai didapaur itu, Syarif tidak melihat jeruk yang dikeranjang yang biasa diletakan didapur itu.
"Hai anak nakal, apa yang kamu cari di sini??" tanya Mama Mur pada putranya itu.
"Jeruk ma, apa sudah habis ya?" kata Syarif
"Sudah habis, kamu bisa makan buah jambu saja ada dikulkas itu." kata Mama Mur.
"Mana mau menantu Mama itu. " kata Syarif.
__ADS_1
"Coba kamu kasih dulu Syah, mana tahu Nana mau itu, nantik Mama suruh Orang yang jaga kebun petikan jeruknya dan diantar kesini, kasih ini saja pada istrinya kamu dulu. " kata Mama Mur.
"Baiklah" kata Syarif hendak melangkah ingin ke kamarnya lagi namun istrinya sudah dihadapanya saat ini.
"Ada Apa Ma?" tanya Nana pada Mertuanya itu.
"Jeruknya habis Nak"Mama akan suruh orang kebun untuk memetik dulu, kamu bisa makan jambu yang dipetik oleh papa." kata Mertuanya itu dengan lembut.
"Ya sudah, gak apa Ma, aku bisa makan jambu biji saja." kata Nana duduk di meja makana itu.
"Ini Sayang, biar aku potong jambunya untuk kamu ya, kamu duduk saja." kata Syarif sungguh sangat perhatian pada istrinya itu.
"Makasih banyak ya Mas sudah memanjakan aku." kata Nana setelah Mama Mur keluar dari ruangan Dapur itu.
"Apa yang tidak buat istri ku." kata Syarif juga duduk di samping istrinya.
Syarif memotongkan jambu buat istrinya itu, Syarif juga merasa senang melihat istrinya suka makan setelah kandungannya sudah masuk 7 bulan, dia tidak muntah lagi tapi sekarang Nana lebih suka makan.
Syarif selalu memberikan apa yang diinginkan oleh Nana asalkan strinya itu senang dan bahagia bersamanya.
Dengan senyuman saat ini Syarif memperhatikan istrinya itu,dengan mengasih beberapa potong buah jambu padanya,Nana yang melihat suaminya itu selalu bertingkah aneh membuatnya jadi usil juga.
"Appp makan dulu ini, jangan senyum-senyum terus kamu padaku." kata Nana memasukan buah jambu yang sudah dipotong suaminya kedalam mulutnya.
"Kenapa mala dikasih aku siha sayang, aku potong buat kamu." kata Syarif juga protes, kerena dia juga kurang suka buah jambu.
"Enak gak mas?" Tanya Nana sambil sedikit tersenyum.
"Kamu tahu aku gak suka buah ini, masa disuruh aku makan." kata Syarif dengan payah menelannya.
"Telan sampai habis, jangan sampai dibuang." kata Nana dengan melototkan matanya pada Syarif.
Mau tidak mau akhirnya Syarif terpaksa menelan buah jambu yang sudah masuk kedalam mulutnya itu,sambil megerutuk sarif terpaksa menelan buah itu, kerena dia tidak. mau melihat istrinya sedih jika tidak mengikuti katanya.
__ADS_1
Syarif Seperti nya takut juga sama istrinya 😄😄😄😄.
*************