CINTA UNTUK DOKTER TAMPAN

CINTA UNTUK DOKTER TAMPAN
Kembali Keapartemen


__ADS_3

Saat itu juga Syarif mencium bibir itu dengan rasa rindu yang ditahan selama tiga hari ini, begitu juga dengan Nana seat ini membiarkan Syarif menciumnya, Nana tidak banyak bicara lagi kerena Syarif lebih dulu meyetuh bibirnya itu, dengan rasa rindu Nana pada Syarif hari ini dia dengan santai membalas ciuman suamianya itu, kedua manusia yang sendang dimabuk cinta itu menikmati ciuman kereka berdua saslaat ini dikamar yang berukuran kecil itu.


Dengan lembut Syarif memainkan bibir manis istrinya itu, yang selalu membuatnya candu semenjak pertama dia mencium istrinya itu.


Lama mereka larut dalam permainan itu, akhirnya Syarif tersadar jika dia lupa menutup pintu, jika nantik mertuanya lewat didepan kamar itu.


"Mmm aku mandi dulu. " Kata Syarif setelah melepaskan Nana yang masih di hadapannya saat ini.


"Sebentar aku ambil handuk untuk kamu Mas." Nana beranjak dari hadapan Syarif untuk mengambil handuk untuk suaminya itu.


Nana mrmberikan handuk pada Syarif agar suaminya itu bisa mandi, setelah Syarif masuk kekamar mandi yang ada diluar kamarnya itu, Nana melajutkan kerjaan menyiapkan makan siang untuk suaminya itu.


Tidak Lama Syarif sudah siap dengan mandinya dia keluar dengan Pakaian santai saja, pakaian kaos oblong dengan Celana pendek selutut saja.


Dengan santai Syarif duduk di meja makan saat ini kerna istrinya itu lagi mengabil piring makan untuknya.


"Ibu mana Na, apa ibu belum selesai menutup warung?" kata Syarif bertanya pada Nana.


"Sudah Mas, ibu pergi kepasar karena nantik Ibuk akan menyiapkan Gorengan untuk pengajian diruamah tetangga yang dipesan semalam." Jelasnya pada Suaminya itu.


"Ayah Mana? aku gak lihat dari tadi Na?" Syarif bertanya lagi pada istrinya itu kerena dia sedikit haran tidak melihat mertuanya dari dia datang.


"Ayah lagi kerja di tidak jauh dari siani Mas,Palingan bentar lagi pulang untuk makan siang dan sholat." jelas Nana


"Kerja!! bingung Syarif saat mendegar kata kerja dari istrinya itu."Kerja apa Na, baru ini aku dengan Ayah kerja." kata Syarif bingung.


"Ayah jadi kuli bangunan dari dia berdiam dirumah saja."kata Nana menjelaskan pada Syarif yang masih bingung itu.


"Apa Ayah masih sanggup kerja berat kayak gitu Na, jika Ayah tidak sanggup kerja kita masih bisa membiayai hidup mereka berdua." kata Syarif sangat sedih mendengar Ayah mertua yang sudah sedikit berumur itu masih kerja berat.


"Tapi itu kemauan Ayah Mas, kita juga tidak bisa melaranganaya." kata Nana santai saja.

__ADS_1


"Aku masih bisa membiayai hidup mereka Na, kerena aku juga anaknya sekarang." kata Syarif.


Disaat mereka lagi membicarakan Ayah mertuanya itu, pas orangnya datang masuak kedalam dengan tiba-tiba.


"Tidak usah mencemas kan Ayah nak, selagi Ayah masih kuat melakukan kerjaan ini.kamu pokuslah pada rumah tangga kamu saat ini, jangan banyak memikirkan Kami lagi, Ayah sudah membuat kalian terbeban." kata Ayah mertua Syarif juga ikut duduk disamping Menarinya itu.


"Tapi yah itu akan membuat Ayah lelah, kerjaan itu tidak cocok dengan tubuh Ayah saat ini." kata Syarif masih perhatian pada metuanya itu.


"Ayok makan, jangan dipikirkan lagi Nak. " kata Metuanya itu tidak mau melanjutkan ucapannya lagi.


Saat ini mereka bertiga makan dengan keheningan dimeja makan itu sampai siap. Nana juga pemikirannya sama saat ini dengan suamiany agar ayahnya itu tidak bekerja sebagai kuli bangunan itu, kerena ayahnya sudah tua, tidak bisa mengangkat yang berat lagi.


Setelah siap dengan makan siang Syarif saat ini ingin istirahat sebentar kerena tubuh nya saat ini merasa lelah dari bali.


Syarif tertidur setealah siap sholat siang ini, Nana membiarkan suamianya itu untuk beristirahat hari ini, kerena dua juga megerti suamianya bekerja seperti apa.


Sudah 4 jam Syarif tidur sampai saat ini dia belum juga bangun, Nana yang baru diap dengan mandi telah membantu ibuknya bikin kue dan gorengan untuk pesanan tatanganya saat ini yang ada hajatan.


"Apa kamu ingin memancing akau Na?" kata Syarif masih betah diatas tempat tidur itu memperhatikan istrinya itu.


"Mas kamu sudah bangun!! " Kaget Nana saat melihat Syarif sudah tersenyum saja padanya.


"Sudah dari tadi Sayang, kamu saja tidak memperhatikan aku bangun." cuek Syarif saat ini.


"Aduhhh, mati aku kenapa bodoh sekali tidak memperhatian dia dengan benar, malunya aku saat ini dia sudah melihat tubuhku dua kali." kata Nana bicara dalam hati megerutuk dirinya sendiri.


"Hai Apa yang kamu lagi pikirkan?" kata Syarif lagi saat ini yang masih mekyihat tingkah lucu istrinya itu.


"Aku tidak memikir apa pun Mas, kamu saja yang pemikiran lain saat ini." kata Nanaa acuh tidak mau kalah dari suaminya itu.


Syarif tidak banyak bicara kagi kerena dia tidak mau suasana hati istrinya itu jadi kurang Mut.

__ADS_1


Syarif melihat jam tangannya saat ini,jam sudah menujukan pikul Lima sore, Syarif mengajak istrinya itu untuk kembali Keapartemen mereka.


"Ini sudah sore sebaiknya kita kembali, karena aku ada janji sama Gio bertemu malam di ini ruamh." kata Syarif pada Istrinya itu.


"Baiklah jika begitu aku siap-siap dulu untuk bekemas Mas." kata Nana juga senang akan kembali lagi Keapartemen milik suaminya itu.


Hati ini merekan kembali Keapartemen setelah pamit pada kedua orang tua Nana.


Syarif hanya bisa menghela nafas panjang saat ini melihat istrinya itu masih saja cangung jika mereka berdua didalam mobil seperti saat ini.


"Kamu kenapa Na kok diam saja aku perhatikan dari tadi?." kata Syarif pada istrinya itu


"Terus aku harus ngomong apa Mas. " kata Nana juga bingun saat ini pada Syarif


"Bicara apa kek masa hanya diam saja Na, kamu harus biasakanyan saat berada disampingku, jadi kita tidak merasakan kaku kayak gini." kata Syarif lagi pada gadis yang tersenyum manis itu saat ini m kearahnya.


"Aku tidak memiliki bahan lagi harus bicara apa sama kamu Mas. "jujurnya pada Syarif saat ini masih pokus mengemudi mobilnya.


"Selama aku tidak disini apa saja kamu kalakukan selama dirumah ibu Na?"'Tanya Syarif ingin tahu kegiatan istrinya itu.


"Tidak banyak Mas, aku hanya duduk saja warung ibu, baru hari ini aku bisa bantu ibu mengakat piring diwarung ibuk." kata Nana Dengan sedikit segan bercerita itu pada suaminya.


"Tapi disaat di rumah nantik jangan pernah kamu melakukan apapun kerena aku tidak akan biarkan kamu melakukan itu lagi." kata Syarif melarang Nana untuk bekerja di apartemennya.


"Terus aku arus diam saja gitu, mana bisa begitu mas, aku gak bisa jika hanya bersenang-senang saja." kata Nana tidak mau kalah.


Jangan membanta Na, megikutlah kata suami, dosa tahu jika membanta kata suami." ucap Syarif santai.


"Kamu ini selalu megacanku sepet itu Mas, aku tidak akan megerjakan pekerjaan berat hanya memasak saja kok"sungut Nana saat ini pada Syarif.


********"

__ADS_1


__ADS_2