
Sepasang suami-istri itu saat ini lagi saling bertatap mata kerena larut dalam pikiran Masing-masing, tampa Syarif sadar saat ini baerlahan bibirnya itu mencium bibir istrinya yang sangat dekat dengan bibirnya.
Nana juga membalas ciuman dari suaminya itu, keduanya sama-sama menikmati ciuman itu.
Lama dalam situasi itu akhirnya Syarif kembali menyadari kesalahannya pada istrinya itu, dengan cepat Syarif melepaskan ciuman dan pagutan mereka.
"Maafkan aku Na, aku tidak sengaja melakukan ini pada kamu.
Dengan angukkan dan mukah yang memerah Nana hanya diam saja didepan suaminya saat ini, dengan rasa malu dan salah tingkah kerena apa yang sudah mereka lakukan barusan.
"Kamu marah Na? tanya Syarif pada istrinya itu.
"Tidak Mas!! " jawabnya singkat yang masih menahan malunya.
"Jangan diam saja seperti ini, Maaf aku." kata Syarif melihat Nana tertunduk malu.
"Abis aku harus apa?kata Nana pelan melihat Syarif yang menatapnya.
"Ya sudah lupakan saja yang terjadi hari ini, sekali lagi aku mintak maaf sama kamu, kerena aku tidak bisa menahan diri kerena kamu selalu sangat mengodah imanku." jujur Syarif tersenyum pada istrinya itu.
Nana tidak menjawab apa kata Suaminya itu dia lansung mengambil kotak yang jatuh bersama dirinya barusan.
Syarif memperhatikan istrinya mengambil kota yang berada dilantai, dengan hatinya yang ingin tahu apa isi kota itu.
Dengan rasa penasaran Syarif dengan kotak yang dipegang istrinya itu, akhirnya dia juga bertanya tentang isi kotak itu.
"Ada didalam kotak itu Na?" tanya Syarif pada istrinya.
"Mmm, ini adalah poto albung aku semasa sekolah kak,aku ingin melihatnya, ada juga ingin aku ambil dari salah satu poto aku bersama kedua sahabatku Mas, aku ingin memajang poto kami dibingkai poto nantik." jelas Nana pada Syarif yang memperhatikan istrinya itu.
"Bisa aku melihatnya?katanya lagi
"Ini jika kamu ingin melihat poto ini, aku tidak akan melatang kamu, asal mas jangan mengejekku saja." kata Nana memberikan salah satu album masa sekolahnya itu pada suaminya yang masih duduk diatas ranjang yang berukuran kecil itu.
__ADS_1
Syarif mengambil album yang diberikan oleh Nana padanya, dan membuka album poto itu, senyuman Syarif terlihat dibibirnya saat ini disaat melihat berapa lucunya Istrinya itu saat masa sma bersama teman-teman sekolahnya.
"Lihat ini kamu sendiri yang berambut panjang, sedangkan teman kamu semua pada rambut pendek." kata Syarif melihatkan salah satu poto Nana.
"Ohh itu,saat itu aku tidak mau lagi berambut pendek Mas,kerena aku suka rambut panjang sampai saat ini." jelas Nana santai.
"Cantik !! " celetuk Syarif melihat poto Nana yang sudah bekerja tidak jadul lagi.
"Apanya ?"sahut Nana bigung dengan kata suaminya itu.
"Lihat ini, kamu cantik seprti ini, aku suka dengan gaya yang biasa, diri kamu tanpa natural." kata Syarif yang masih melihat poto lain.
"Apa ini poto baru kamu Na ? disini tubuh kamu tampak berisi sama dengan saat ini." penilaian Syarif pada poto Nana dengan kedua sahabatnya itu.
"Itu poto setahun lalu kak, saat kami lagi kasih liburan oleh Kak Reza saat itu, jadi kami memanfaatkan ini dengan nonton, itu di sebuah kafe Moll yang dekat dengan bioskop." terang istrinya itu.
"Menyenangkan bisa menghabiskan waktu seperti ini Na, aku ingat saat waktu kuliah kami berempat tidak pernah terpisa." kata syarif mengingat masa dia kuliah dengan tiga sahabatnya saat itu, ada Gio dan ajeng dan Zhidan juga.
"Berakti Kakak sama suaminya Mbak ajeng itu, memang berteman lama dari kuliah?" kata Nana benar-benar tidak tahu tentang suaminya itu.
"Pasti seru ya waktu kuliah itu ya Mas, aku membayangkan bayak teman itu sangat menyenangkan, tapi aku tidak bisa seperti kamu, aku tidak ada biaya untuk meneruskan pendidikan kerena bapak tidak ada biaya saat itu, saat aku sudah kerja tidak kepegen lagi melanjutkan untuk kuliah lagi kerena sudah enak mencari duit sendiri, dan membiayai kehidupan kedua orang tuaku." kata Nana sedikit sendu.
Syarif melihat istrinya itu, dia langsung memeluk Nana dengan rasa apa saat ini, Syarif melihat kesabaran Nana, dia bisa memikirkan kehidupan keluarganya yang tidak sanggup membahayakan Pendidikan jika Nana kuliah.
"Tidak apa, saat ini kamu sudah ada yang menangung kamu, apa kamu masih ingin kuliah, aku bisa membiayai kuliah kamu ?" kata Syarif yang masih memeluk istrinya itu.
"Saat ini tidak ada lagi keinginanku untuk kuliah Mas, aku ingin pokus saja pada rumah tangga dan hubungan kita ini." kata Nana lembut.
"Kenapa begitu ?? kamu bisa kuliah lagi aku sangup membayarkan kuliah kamu, jika kamu ingin kuliah Na!! " kata Syarif
"Tidak Mas, aku ingin pokus mengurus kamu, jika nantik kita akan punya anak, pasti sulit untuk aku dengan semua itu." kata Nana apa adanya, Syarif yang mendengar kata istrinya itu, langsung menatap Nana penuh arti.
Syarif hanya lama terdiam mendengar semua ungkapan istrinya itu dengan rasa senang, saat ini Nana sudah memikirkan keluarga yang baru mereka mulai.
__ADS_1
"kenapa Mas melihat aku seprti itu?
"Aku senang kamu memikirkan rumah tangga kita yang baru kita mulai, semoga saja apa yang kamu inginkan semua tercapai dan bertahan dengan baik Na, aku senang mendegar semua ini, terimakasih sudah mau menjadi istri ku." kata Syarif mencium kening istrinya itu lagi.
"Aku istrinya kamu saat ini Mas, aku harus bisa memikirkan masa depan untuk keluarga kita." kata Nana
Syarif tidak bisa berkata apa-apa saat ini kerena apa yang katakan istrinya itu ada benarnya juga, mengingat pernikahan mereka yang baru.
Nana juga terdiam setelah mengatakan itu semua pada Syarif, semoga pernikahannya dengan syaris bisa bertahan sampai seumur hidupnya.
"trukkk..... trukk bunyi getaran ponselnya yang ada di laci lemari hiyas istrinya itu.
"Mas ponselnya bunyi!!" kata Nana tersadar kerena masih dalam pelukan suaminya.
"Aku akan ambil ponselnya dulu, itu sepertinya nada dering ponsel Mas, mana tahu dari rumah sakit Na." kata Syarif berjalan ke lemari tempat ponsel ditaruh.
Syarif melihat ada Nama Gio dilayar itu,Lama Syarif melihat ponselnya darngan tanda tanya dihatinya saat ini.
"Ada apa lo nelpon gue? baru saja semalam bertemu lo sudah kagen." canda Syarif dengan santai.
"Antrit lo Sya,masa gitu lo sama teman sendiri,gue ingin ngajak makan lo rumah malam ini, lo bawak juga istrinya lo jangan lupa,jika lo gak datang habis lo kenak Ajeng!!" macam Gio.
"Elo sama istrinya sama saja sifatnya, suka ngacanm gue dari dulu." kata Syarif sedikit lemas.
"Jangan sampai lo gak datang, ingat bawak istrinya lo." kata Gio kembali.
"Iya bawel,gue ingat akan membawa istrinya gue, sekarang aoa lagi yang ingin lo sampaikan?jika tidak gue matikan ini ponsel?" kata Syarif dengan santai pada sahabat itu bicara seprti itu.
"Lo lagi apa sihh, kok buru -buru bangat lo, apa lagi ngejot ya?" kata Gio suka asal.
"Enak lo saja Gio,sudah gue matikan dulu, sampai nantik, daaaaa." Akhir dari kata Syarif pada sahabatnya itu.
"Ada Apa Mas? kok kamu senyum sendiri?"bingung Nana memperhatikan suaminya itu.
__ADS_1
*************