CINTA UNTUK DOKTER TAMPAN

CINTA UNTUK DOKTER TAMPAN
menimpakan kesedihan pada sahabatnya


__ADS_3

Hanna sangat kecewa saat ini, hubungan yang tidak tahu arahnya kemana selama beberapa tahu berjalan dengan Reza tidak ada artinya lagi, dirinya sudah menyerah untuk itu semua, semalam ini dia berharap bisa menikah dengan orang yang dicintainya itu, tapi tidak seperti apa yang diinginkan olehnya.


Semua sudah hancur tidak ada lagi harapan Hanna untuk bersama Reza,apa yang diucapkan temannya itu ada benarnya beberapa bulan lalu Lira dan Nana sudah mengatakan itu padanya, akhirnya benar kata sahabatnya itu.


"Hari ini apa yang lu bilang hari itu Ra memang terjadi. " kata Hanna saat ini berada dirumah Zhidan,saat ini Lira belum kembali ke Inggris kerena baru siap melahirkan.


"Lo harus sabar dan kuat ya Han, mungkin ini jalan terbaik untuk Lo, sabar ya." kata Lira memeluk sahabatnya itu dengan sedih kerena apa yang dirasakan Hanna pernah dirasakan oleh Lira.


"Gue akan kuat Ra, mungkin aku tidak jodoh buat dia, aku hanya kekasih cadangan untuk nya." kata Hanna lemas saat ini.


"Jangan berkata begitu Han, aku akan tatap ada untuk kamu, jangan sedih kayak gini bukan dia saja lelaki didunia ini, masih banyak yang lebih baik darinya." kata Lira.


"Ya" kata Hanna mengusap air matanya yang jatuh tidak bisa lagi ditahannya.


Butiran bening itu tidak dapat ditahan Hanna dari tadi dirinya menahan ingin menangis sepuas nya agar dirinya bisa melepaskan rasa sesak yang ditahan nya dari tadi.


Lira membiarkan Hanna menuangkan rasa sesak itu dengan menumpakan tagis itu dihadapanya, agar sahabatnya itu tidak mersa sesak lagi dan hati bisa lepas dari rasa berkecamuk dan rasa tidak puasnya.


"Menangislah, lepaskan semua apa yang saat ini kamu tahan Han, jika dengan ini kamu bisa lepas dari rasa kecewa dan sedih kamu." kata Lira menguatkan Sahabatnya itu sedang rapuh saat ini.


Tampa sepengetahuan mereka berdua Zhidan baru saja datang dari luar,lama Zhidan mendegar pembicaraan istrinya dan Hanna.


Zhidan dengan diam menghubungi Reza,mereka saat ini yang masih bicara dan meyabungakan pada Reza yang masih berada di tokonya saat ini.


Teza juga mendengarkan semua apa yang dibicarakan Hanna penuh dengan rasa kecewanya paa Reza.

__ADS_1


Zhidan menjauh dari mereka berdua dan melakukan bicara pada Reza saat ini masih tersambung dengan Zhidan.


"Apa puas lo meyakitinya,lihat dia sekarang hancur kerena lo, cintanya tidak pernah lo hargai." kata Zhidan merasa sedih pada Hanna.


"Bukan begitu Idan, aku bukan setega itu, tapi itu semua diluar keinginan aku,aku tidak menyangka akan seperti ini, dengan tidak sadar aku berbuat begitu akhirnya dia tersakiti oleh perbuatanku sendiri.Maafkan aku Idan ini tidak seperti apa yang pikirkan, ini salah paham." kata Reza menjelaskan.


"Salah paham sama lo tidak dengan gadis yang bersama lo." kata Zhidan dan tidak habis pikir dengan Reza. jika lo tidak bisa menjelaskan pada Hanna jangan pernah lo nampakan diri lo dihadapanya lagi." kata Zhidan sedikit kecewa pada Reza orang yang sudah lama dikenalnya itu.


"Aku akan jelaskan sekarang, aku akan kesana sekarang juga." kata Reza memutuskan sambungan telepon mereka.


Zhidan kembali berjalan dimana Hanna dan istrinya masih menenangkan Sahabatnya itu yang masih menagis tersedu-sedu.


Zhidan juga merasa sedih melihat gadis itu kerena dia juga pernah membuat istrinya menagis waktu itu pas dirinya berdangsa dengan seorang wanita dari rekan kerjanya.


"Sudah Han, jangan kerena seorang pria kamu menagis seperti ini, sayang air matamu terbuang untuknya, kerena keadaan itu tidak akan merubah apapun." kata Zhidan duduk di samping istrinya.


"Tapi kak Idan aku masih sangat mencintai dia dan menyayanginya, biarkan aku menagis untuk menumpakan kekesalan hatiku yang sudah salah mencintai pria yang tidak pernah mencintaiku dengan sepenuh hatinya." kata Hanna masih sesegukan dengan tagisnya.


Zhidan membiarkan gadis itu menagis setelah puas dia akan berenti sendiri dan akan membuat nya akan lebih baik dari pertama dia datang.


Zhidan Lira lama mereka diam bersama Istrinya itu melihat Hanna masih menagis itu dengan ongokan tisu yang sudah menumpuk di hadapan mereka, tidak lama Hanna sudah bisa diam, tidak terdegar suaranya menagis lagi.


Aku akan ke taman belakang Ra, aku akan duduk disana Aku akan menghubungi Nana, aku ingin membicarakan sesuatu padanya sebelum aku kembali kedesaku untuk beberapa bulan kedepan karena aku juga gak mau disini saat seperti ini.


"Terserah kamu saja Han, yang mana akan membuat kamu bisa melupakan masalah kamu, kami akan selalu mendukung apa yang baik bagimu." kata Lira lembut pada sahabatnya itu.

__ADS_1


"Ya sudah aku ketaman belakang dulu ya,kamu bisa mengurus si kecil maaf aku sudah merepotkan kamu." kata Hanna mengambil tumpukan tisu yang basah kerena air matanya itu, Lira berjalan kearah belakang taman rumah Lira.


Hanna mengambil ponselnya didalam saku celana jin yang dipakainya dan menghubungi sahabatnya saat ini juga, tidak lama orang yang di hubungan itu langsung mengakat dan meyahuti dari seberang sana.


"Hallo Han, ada apa lo hubungin gue ?" tanya Nana yang ada dirumahnya saat ini.


"Gue lagi dirumah Lira" kata Hanna sedikit beda dengan suaranya saat ini.


"Ada apa dengan diri lo? lo habis menagis Han?" kata Nana bingung saat sahabatnya itu terdegar serak suaranya saat bicara.


"Gue baik-baik saja setelah gue sudah menumpakan rasa sesak gue pada Lira, apa lo gak lihat media sosial dari kemarin ?" tanya Hanna kembali.


"Tidak Han, gue jarang membukak atau memainkan ponsel gue, emang ada apa? apa yang sedang diperbicangankan disana yang menjadi topik hangat saat ini?" tanya Nana kembali.


"Jika lo belum tahu nantik habis ini lo lihat sendiri,gue mau pamit akan kembali kedesa untuk waktu yang panjang, gue akan kembali kesini nantik pas bayi lo sudah lahir." kata Hanna tidak menceritakan hubungannya saat ini dengan Reza sudah kandas.


"Tapi apa yang membuat lo akan kembali ke kampung halaman lo Han, apa lo bertengkar dengan Kaka Reza?ada yang gak gue tahu dari lo??" kata Nana bingung saat ini.


"Gue baik-baik saja, lo gak usah pikirkan gue Na, lo jaga aja keponakan gue dengan baik." kata Hanna tidak mau bicara banyak dan menutup pembicaraan mereka berdua.


Lama Hanna terdiam di bangku taman itu dan dengan menundukkan kepalanya kearah bawah saat ini, dia juga tidak akan menyangkah hubungan dengan Reza berahir seperti ini, sunggu tidak terpikirkan oleh selama ini.


"Han..!!! " pangil seorang padanya.


**********

__ADS_1


__ADS_2