CINTA UNTUK DOKTER TAMPAN

CINTA UNTUK DOKTER TAMPAN
Sikap hangat Syarif pada keluarga Istrinya


__ADS_3

Nana sudah 10 menit menunggu Syarif datang untuk menjemputnya akan kerumah orang tuanya sore ini.


Nana menunggu suaminya itu sedikit lama Nana merasa lelah, tidak lama mobil milik Syarif berenti pas di hadapan Nana yang berdiri menunggunya.


Syarif membuka kaca mobil itu dan tersenyum pada istrinya itu sambil berkata lembut pada gadis cantik disamping kiri jendela mobil nya itu.


"Ayok masuk, kita langsung saja ketempat bapak dan ibuk." kata Syarif Dengan santai dan agak senang saat ini bisa pergi kerumah mertuanya itu.


"Iya Mas!! " kata Nana tidak banyak cerita dan dia langsung masuk kedalam mobil milik suaminya itu.


"Apa kamu sudah lama menungguku Dek?" tanya Syarif pada istrinya itu sambil melanjutkan perjalanan mereka lembali kerumah Mertuanya.


Syarif entah mengapa bawaan hatinya saat ini sangat senang dari kemarin sore semenjak Mereka meginap dirumah Zhidan dan sampai mereka kembali pagi tadi.


Nana memperhatikan suaminya itu sungguh aneh tingkah Syarif dari mulai diri sore kemarin suaminya itu melihat tubuh Nana dengan tidak berpakaian saat selesai mandi.


Sampai saat ini rasa malunya pada Syarif,ditambah lagi kejadian pagi tadi saat dirumah Zhidan, Syarif dengan terang-terangan memeluk tubuhnya dalam dekapan nya, hari ini sungguh membuat Nana super dek-dekkan.


"Kamu kenapa Dek, kok diam saja ?"


"Mmmm, apa mas?kata Nana lagi baru tersadar dari lamunannya membayangkan kejadian pagi tadi oleh tingkah suaminya itu.


"Lohh kok malah bengong sih dek!! "bingung Syarif memperhatikan istrinya itu.


"Masa aku bengong sih Mas,aku biasa saja." elak Nana tidak mau kalah pada duaminya itu.


"Kita Nginap dirumah Ayah saja malam ini ya." ajak Syarif pada Nana lagi.


"Emangnya Mas gak kerja besok?"


"Besok libur Sayang, masak kerja dihari minggu, itu jadwal aku libur Na." jelas Syarif pada Istrinya itu.


"Gitu ya Mas, aku baru tahu, maafkan Aku ya." kata Nana Santai.


Syarif hanya tersenyum saja mendengar kata istrinya itu,dia tidak mau berdebat dengan Nana yang sangat menurut padanya, walau baru beberapa hari jadi istrinya saat ini.


Dyarif sangat bersukur dapat istrinya yang penurut seperti Nana, cantik dan juga baik.


Tidak lama mobil yang membawa mereka menuju kerumah orang tua Nana, akhirnya sampai juga,Syarif menghentikan mobilnya pada didepan Rumah sederhana milik orang tua Nana.

__ADS_1


"Kamu turunlah dulu,aku akan mengambil makanan untuk Ayah dan ibuk,tadi Mas sempat belih ditoko kue mau jemput kamu." kata Syarif santai sambil mengambil kotak berisi kue dan ada juga beberapa macam buah untuk mertuanya.


"Mas masih sempat beli ini semua ?"tanya Nana pada Syarif.


"Sempat Dek, nyatanya ini ada." senyuman Syarif lagi pada istrinya itu.


Disaat mereka berdua lagi asik berbincang kedua orang tua Nana sudah berdiri di pintu luar rumah itu dengan senyum melihat putri dan menantu mereka datang hari ini.


"Kalian datang hari ini Nak!! ", Sambut ibu Nana senang melihat putri dan menantunya itu.


"Iya buk, Nana sangat merindukan ibu, baru dua hari berpisah dengan ibu." kata Syarif sedikit bercanda.


"Apa sih Mas, mana ada begitu." balas Nana sedikit tersenyum pada suaninya itu.


"Ayok masuk Nak Syarif, bapak senang kalian bisa datang berkunjung kesini, sepi jika gak ada Nana bersama kita." kata Ayahnya Nana merasa sunyi jika putrinya tidak mersama mereka semenjak Nana menikah dengan Syarif dua hari lalu.


"Jika Bapak merasa depi disini, bapak bisa datang keapertemen kita Bersama ibuk!! " kata Syarif ramah.


"Sama saja Nak Syarif, kalian juga kerja untuk apa kami disana, orangnya juga tidak ada dirumah." canda mertuanya itu.


Setelah sampai didalam rumah itu Syarif duduk dengan dantai di sebelah Istrinya saat ini yang lagi menaruh kue yang dibeli oleh suaminya itu sebelum menjemputnya ditoko tempat dia bekerja.


"Buk,,ini Mas Mas Syarif yang belanja makanan ini semua, dan buah ini juga." kata Nana memberikan bunkusan itu pada Ibunya.


"Tidak apa buk, tadi aku juga sekalian lewat ditoko kue,jadi sekalian saja belanja." jelas nya pada ibu mertuanya itu dengan ramah.


"Kamu ini Nak,sungguh baik hati." puji ayah istrinya itu.


"Tidak juga begitu pak,tadi sekalian saja lewat sana."jawabnya lagi.


"Terimakasih banyak Ya Nak, kamu sudah repot dengan ini semua, ibuk kebelakang dulu untuk membukakan makan ini, biar kita bisa cicipi bersama.


"Aku bantu ibuk ya, sekalian bikin kopi buat Mas Syarif."kata Nana juga ikut dengan ibunya saat ini dan meningalkan suami dengan Ayahnya dirung tamu.


Sampai didapur Nana langsung merebus air untuk bikin kopi, Nana dengan santai mengerjakan itu semua, ibunya yang memperhatikan putrinya itu saat ini sangat senang, kerena tidak ada rasa keberatan atas pernikahan mereka berdua.


"Na,, apa kamu baik-baik Saja tingal bersama suaminya kamu Nak?", tanya ibunya saat ini.


"Hubunganku dengan Mas Syarif baik buk, kami tidak merasa berat menjalankan ini semua buk, jadi jangan pernah ibu berpikir yang bukan-bukan pada kita berdua.

__ADS_1


"Baguslah Nak, ibuk takut kamu tidak Terima atas ini semua." kata Ibuknya itu lagi.


"Aku sudah menerima ini semua buk, mungkin Mas Syarif jodoh untuk Nana, ibu gak usah kawatir aku akan menjadi istri baik untuk suami ku buk." kata Nana Dengan lembut pada Ibunya saat ini.


"Ibu senang mendengar ini semua Nak, kamu dapat menerima semua ini, Nak Syarif sepertinya pemudah yang baik, ibu meliihat dari dia bicara sangat sopan dan ramah." kata Ibunya itu.


"Sudah buk mari kita keluar, bapak pasti sudah menunggu kopi dan kue itu." kata Nana pada ibunya.


Tidak terasa hari sudah berajak malam, saat ini Nana dan Syarif sudah berada dikamar Nana setelah siap sholat magrib bersama suaminya itu, setelah siap sholat Nana kembali merapikan alat sholat.


Syarif saat ini sudah duduk ditempat tidur Nana yang kecil itu dengan memperhatikan Istrinya itu merapikan alat sholat mereka.


"Dek, aku kekuar dulu, apa kamu juga mau kekuar?" kata Syarif sudah tidak nyaman berada dikamar kecil istrinya itu.


"Mas duluan saja, bentar lagi aku nyusul, aku merapikan ini kembali." jelas Nana santai.


"Baiklah aku tingal dulu ya." kata Syarif keluar dari kamar itu..


Sampai diluar Kedua orang tua Nana sudah menunggu Putri dan menatunya itu untuk makan malam bersama.


"Mana istrinya kamu Nak?" tanya Bapak mertuanya itu.


"Nana lagi dikamar pak, bentar lagi dia keluar." jelas Syarif ikut duduk disofa tamu itu..


"Kita tungguin Nana dulu keluar pak, abis itu baru kita makan malam bersama." kata ibu mertua Syarif.


"Terserah ibuk saja, bapak ya nurut saja buk." kata Ayah Nana itu sedikit bicara pelan pada istrinya itu.


Tidak lama Nana keluar dengan senyuman dibibir manis itu, Syarif senang sekali melihat senyuman dibir cantik istrinya itu.


Akhirnya mereka semua makan malam bersama dengan canda dan tawah mereka dalam makan malam kali ini tampak berbeda dari biasanya, kalian ini Syarif mendapatkan keluarga yang sangat perhatian.


Setelah siap makan malam Syarif duduk di depan rumah bersama Ayah mertuanya itu sambil berbincang.


"Nak Syarif, apa bapak boleh bertanya tentang keluarga kamu ?"kata Ayahnya Nana sedikit segan pada menatunya itu.


"Ada apa Pak?" bingung Syarif pada Ayah mertuanya itu.


"Apa kamu sudah bilang pada keluarga kamu sudah menikah dengan Nana?" kata Ayah mertuanya itu lagi.

__ADS_1


Syarif lama menjawab kata mertuanya sat ini, kerena dia masih bingung, saat ini dia juga belum sempat memberitahu kedua orang tuanya yang ada di kampung saat ini hanya Pakman dan Bibiknya saja yang tahu bahwa dia sudah menikah dengan Nana.


*************


__ADS_2