
Dua hari setelah acara 7 bulan istri dari dokter tampan itu akhirnya Syarif sudah kembali ke Jakarta dan sudah melakukan aktivitas sehari-harinya sebagai dokter dan penangung jawab atas rumah sakit yang dipegang saat ini.
Aktivitas itu tidak pernah lepas dari diri seorang dokter tampan itu, hari ini Syarif sibuk dengan kerjaannya diruangannya, kerena banyak yang harus dilakukan untuk rumah Sakit cabang yang sudah ada setiap daerah.
Syarif harus memeriksa laporan dari seluruh rumah sakit yang dikelola olehnya sekarang, kadang Syarif sering pulang malam, lebih banyak menghabiskan waktu dirumah sakit, sehinga Nana lebih sering menunggu suaminya pulang sudah larut malam.
Nama juga mengerti pekerjaan Syarif bukan dokter saja tapi sebagai orang terpenting diri rumah sakit milik Sahabat suaminya.
Terkadang Nana sampai tertidur menggu suaminya kembali di ruangan tv, Kerena Nana semenjak hamil besar malam kadang matanya tidak bisa tidur ditengah malam, kadang dia tidur hanya sebentar saja, sering terbangun, rasa tidak nyaman saat hamil tua mulai dirasakan oleh Nana.
Malam ini membuatnya tidak nyaman, matanya ingin tidur tapi dipejamkakn tidak bisa, sehinga membuatnya kembali turun ke lantai bawah untuk menunggu Syarif pulang.
Malam ini Nana ditemani bik Num diruang santai sambil meyaksikan acara sinetron yang ada disalah satu TV swasta.
"Bik, jika bibik ngatuk tidur saja ini sudah malam, besok bibik juga akan bekerja lagi, aku gak apa sendiri bik, palingan bentar lagi Mas Syarif pulang." kata Nana tidak enak melihat bik Num sudah sangat mengantuk.
"Gak apa Non Nana bibik tingal sendiri?" tanya bi Num Kembali pada Istrinya majikan itu.
"Gak apa bik, aku jika ngatuk nantik akan naik keatas untuk tidur." kata Nana tersenyum pada bi Num.
"Jika begitu bibik masuk untuk tidur ya, jika ingin sesuatu nantik Non bisa bangunkan bibik ya." ucapnya itu pada Nana.
"Baik bik, sana bibik tidur." kata Nana
"Saya tingal ya non."
"Iya bibik..!!! " ucap Nana lembut pada asisten rumah tangganya itu.
Nana hanya tersenyum melihat bik Num, kadang Nana lucu melihat tingkah bik Num yang sedikit lata itu, jika suaminya dirumah sering menjahili Pembantunya itu.
Nana kembali melihat kearah tv dengan santai, Nana juga merasa bingung saat sudah sendiri.
__ADS_1
Nana kembali melihat Ponselnya itu yang terletak disamping saat ini, dilihatnya tidak ada chat dari suaminya, akhirnya Nana kembali mebukak Fbnya, dia melihat kedua sahabatnya saat ini lagi mengunggah status mereka.
Hanna masih belum tidur, terlihat stusnya dia lagi poto dengan memakai maskeran diwajahnya.
Sendangkan Lira poto mesranya dengan suami saat ini yang masih berada dikampung orang tuanya, kerena mereka agak lama ditanah kelahiran Suaminya itu.
"Enak bangat ya kalian ya, bisa berpose mesra seperti ini dengan orang yang kalian sayang,gue iri juga lihat lo Ra." kata Nana sambil tersenyum melihat status temanya itu.
Nana akhirnya komen status lira, dengan agak kepo sedikit diri Nana saat ini di fbnya saat ini.
"(Jagan buat gue iri dong, lihat lo mesra banget, 😔😔😔😔) " tulis Nana untuk status Lira.
"(Gak usah pakai masker lo Han, wajah itu akan tetap Sana gue kihat gak ada canti-cantiknya) " tulis Nana lagi untuk Hanna.
Kurang Dua menit Nana baru komen status mereka berdua akhirnya Chat grup mereka bertiga aktik kembali, mereka melanjutkan obrolan digrup mereka.
" ( Jangan ganggu gue Na,lo tidur saja sama laki lo, ngapain lagi lo jam segini masih bangun Oon.??) " Balas Hanna.
"(Kasihan banget hidup lo sering ditingal kayak gitu,suruh itu laki lo pulang ini udah jam berapa masih kerja, kayak gak ada hari esok saja dokter tampan lo itu) "kata Hanna asal bicara.
"(Biarin saja, gue juga gak apa-apa kok dia mau pulang malam gak pulang pun gak apa, gue gak masalah, gue usah biasa Han ditingal dari pertama nikah sama dia) " Balas Nana Pada sahabatnya itu.
"(Oiiii berisik kalian berdua, apa gak ada hari besok untuk gerumpi, sakit kuping gue dengan ni ponsel tak tut aja dari tadi) " Sahut Lira baru saja membalas perbincangan di grup Chat mereka.
"(Sapa suruh tidur jam segini Ra,lagi ngapain sih lo? ) " tanya Hanna kepo.
"(Ingin tahu aja lo apa kegiatan gue, lagi diatas Laki gue.) kata Lira datang gilanya.
"(Gila ni anak, apa masih sangup dengan perut buncit itu manjat laki sendirian??) " kata Hanna kesal.
"(Gue soal itu gak ikut ya.) " balas Nana
__ADS_1
"(Ala lo ngelak Na, saat pulang laki lo mala pengen.) kata Hanna yang paling banyak bicara digrup itu.
"(Lo belum tidur Na?) Tanya Lira.
"(Belum Ra mata gue gak mau tidur semenjak hamil besar kayak gini, apa seperti itu ya Ra, kerena lo yang dulu hamil dari gue??) " tanya Nana pada Lira.
" (Memang gitu Na, jika hamil kita udah besar kita akan sulit untuk tidur, sudah tidak nyaman lagi tidur.) jawab Lira saat ini juga sama-sama dia rasakan seperti Nana sekarang.
"( Gitu ya) "singkat Nana
"(Apa yang gue bahas lagi jika lo berdua sudah bahas hamil, gue terpaksa diam aja, dengar kalian pada bicara.)" kata Hanna kembali komen.
(Makanya lo itu ajak Kak reza nikahin lo, jangan lama-lama lo pacaran,nantik Kak reza bisa kepincut sama gadis yang lebih mudah lagi dari lo baru rasa lo.)" kata Lira asal bicara
"( Jangan bikin gue takut gitu dong Ra 😔😔😔😔.) " kata Hanna lemas.
(Gue bukan nakutin Han, tapi sudah banyak kenyataannya seperti itu, Lama-lama pacaran akhirnya pisa kerena salah satu dari mereka sudah merasa bosan, jadi menduakan pasanganya, akhirnya putus, coba lo pikir aja, apa yang kalian tunggu, jika kak reza gak serius untuk hubungan kalian sebaiknya lo berpikir dari sekarang, umur lo sudah berapa Han?) kata Lira mengingatkan temannya itu.
"(Itu betul Han apa kata Lira, lo kudu tanya kak reza jangan diam saja, lo harus mitak penjelasan dari sekarang mau dibawak kemana hubungan kalian.) "kata Nana kembali.
"(Gue hanya mengingatkan saja Han, bukan apa-apa, gue gak mau lihat lo sedih dan kecewa, kerena Reza itu bukan pria biasa, pasti bayak gadis yang kalangan atas megejarnya.) " Tulis Lira Lagi untuk mengingatkan sahabat nya itu.
"( Nantik gue coba deh untuk membahas ini Sama Mas Reza, gue gak berani Untuk bahas itu Ra, Na.) " kata Hanna Juga lagi binggung.
"(Lo harus bisa, Harus berani, gak bisa jika lo diam saja, sudah berapa lama lo nungguin itu.)" kata Nana
Lama Hanna tidak membalas berbicangan dari temanya itu, ada benar juga apa kata kedua sahabatnya itu, tidak mungkin diri Hanna menunggu hubungan yang tidak jelas, kerena Hanna juga ingin menikah dengan orang dicintainya seperti para sahabatnya sudah hidup bahagia bersama keluarga kecil mereka.
************
Hai bun, jangan lupa mampir di novel baru Thor ya( cinta sebelum perjodohan 2) Thor sudah lilis beberapa bad saat ini.
__ADS_1