CINTA UNTUK DOKTER TAMPAN

CINTA UNTUK DOKTER TAMPAN
Sesuatu yang tidak pernah dipikirkan oleh Nana,membuat Nana malu pada suaminya


__ADS_3

"Bagai mana dengan Pasien yang ada dikamar 021,apa gadis itu baik-baik saja?" kata Syarif baru ingat dengan istri nya itu.


Saat ini Syarif belum mau meberi tahu tentang Nana adalah istrinya dengan rekan kerjanya.


"Dia baik saja,untuk berapa hari ini dia belum bisa bekerja berat, kerena rasa sakit dan bengkak ditangan akan membuatnya susah untuk melakukan aktivitas.


"Apa dia bisa saya bawak pulang hari ini, dia tidak butuh meginap disini?" kata Syarif santai saja pada dokter Ridwan.


"Kenapa dokter Syarif ingin membawa dia pulang,dia butuh dirawat untuk dua hari disni." kata Ridwan pada Syarif.


"Dia adalah.....!! " kata Syarif terputus kerena tidak jadi mengatakan pada Ridwan Nana adalah istri nya.


Riwanpun hanya bingung melihat teman setelan kerjanya itu,dia tidak jadi meneruskan katanya kerena sesuatu hal.


"Ada apa ? anda tidak mau jujur padaku bahwa gadis itu adalah orang yang spesial dihidup anda." kata Ridwan melihat Syarif santai pada nya.


"Sudah jangan dipikirkan dok,nanti kamu akan tahu sendiri gadis itu siapa bagiku." santainya lagi bicara pada Ridwan.


"Tapi aku tidak mau mencari tahu, aku ingin mendegar dari anda sendiri, siapa gadis itu." kata Ridwan sedikit memaksa Syarif.


"Anda jika tidak mendapat jawabannya, akan selalu mendesakku." kata Syarif kesal pada Ridwan selalu bersikap begitu padanya.


"Makannya anda perlu kasih tahu padaku, jika tidak aku akan menikung anda, untuk mendapatkan gadis cantik itu."canda Ridwan dengan Santai saja, tidak merasa bersalah sedikit Saja pada Dokter Syarif saat ini sudah menatapnya dengan tatapan yang tidak bisa diartikan lagi.


"Awas saja jika kamu berani mendekati istriku, lihat saja apa yang akan terjadi dengan karir kamu dokter." kata Syarif akhirnya mengaku juga bahwa Nana istrinya.


"Jadi dokter tampan yang bayak disukai para perawat dirumah sakit ini sudah memili istri." kata Ridwan megejek Temannya itu.


"Diamlah,jika tidak pas bunga ini akan melayang kejidat kamu itu." kata Syarif mengambil pas bunga yang ada dimeja kerjanya itu.


"Hahahah, bisa marah juga kamu dokter." tawa Ridwan pecah setelah berhasil membuat Syarif kesal padanya.


"Rahasiamu aman padaku, tidak usah takut, pilihan kamu ok juga." kata Ridwan meningalkan rungan Syarif dengan santainya.

__ADS_1


Syarif hanya diam menatap kepergian Ridwan yang sudah membolak balikkan mutnya hari ini.


Setelah itu Syarif beranjak pergi kekamar inap Nana, kerena sudah waktu makan siang pasti istrinya itu sudah sangat lapar,Syarif sudah memesan makanan untuk istrinya itu juga untuknya.


Syarif masuk kedalam kamar inap itu melihat istrinya masih nyaman dengan tidurnya saat ini.


Syarif mendekati Nana yang masih tidur itu, dan dia duduk disamping istrinya itu melihat tangan istrinya itu yang masih terlihat bengkak.


Syarif mengusap pipi Nana dengan lebut, sedikit elusan jarinya pada pipi mulus itu sehingga Nana terbangun dari tidurnya.


"Mas kamu sudah kembali?" kata Nana dengan suara seraknya.


"Sudah, apa masih sakit ?" kata Syarif berkata lembut pada istrinya itu.


"Sudah tidak Mas, hanya saja sakit jika aku gerakan."'kata Nana membalas kata suaminya itu.


"Jangan Kamu gerakan dulu,kerena ini baru, jadi sakit untuk digerakan."kata Syarif terseyum pada istrinya itu dengan perhatiannya pada Nana.


"Tapi Mas kamu harus bantu aku dulu, aku ingin kekamar mandi untuk...!! kata Nana terputus kerena dia malu harus mengatakan bahwa dia akan menanti pembalut nya saat ini.


"Apa?? lanjutkan kata kamu Na, jangan nagung jika bicara." kata Syarif pada istrinya itu.


"Mas, aku ingin ganti pembalut tapi pembalut nya ada ditasku." kata Nana sedikit malu dan segan pada suaminya itu.


"Itu saja kamu tidak bisa mengatakan padaku,katanya akan malu lagi dengan apa yang berhubungan dengan diri kita berdua, kenapa kamu masih saja malu?" tanya Syarif lagi pada istrinya itu.


"Aku segan Mas sama kamu,aku takut kamu akan marah jika aku mintak tolong dengan hal yang membuat kamu berat." kata Nana seadanya.


"Dimana tas kamu Na, biar akun bantu kamu untuk mengantinya." kata Syarif dengan santai bicara begitu pada Istrinya itu.


"Tapi Mas tidak mungkin,aku pasti sangat malu jika mkamu melihat punyaku." kata Nana lagi.


Syarif hanya tetsenyum saja sambil mencari benda yang dimintak istrinya itu, setelah dapat dia langsung mengedong Nana kekamar mandi untuk menganti pembalut.

__ADS_1


Mas bisa tunggu aku diluar Saja tidak usah melihat aku, aku akan coba melakukan dengan pelan saja." kata Nana menyuruh suaminya untuk keluar dari kamar mandi itu.


"Cepat lakukan aku akan menunggu kamu disini,jangan banyak bicara Na." kata Syarif tidak mau keluar dari kamar mandi itu.


Dengan susah payah Nana melakukan itu, tanganya yang terasa sakit jika digerakan membuat Nana sangat lambat.


Syarif yang melihat istrinya itu sangat kesusahan dia langsung mengambil pembalut itu dan membantu memasangkan pada Nana.


"Sekarang kamu tidak akan bisa selesai jika seprti ini Na, sini aku bantu biar cepat." kata Syarif membatu Nana untuk memakai benda itu ke ****** ***** milik istrinya itu.


Nana yang melihat apa yang sudah dilakukan suaminya itu,dia sungguh malu pada Syarif saat ini kerena sudah dua kali suaminya itu mekihat miliknya saat pertama kali Syarif melihatnya saat handuknya jatuh pas saat itu Syarif beranda dalam kamar.


Nana hanya memejamkan matanya saja sampai Syarif siap memakaikan ****** ******** itu terpakai dan menutupi daerah V nya itu.


"Ada apa ? bukak mata kamu itu sudah siap, ayok kita keluar." kata Syarif mengangkat kembali tubuh istrinya.


Nana benar-benar malu hari ini kerena kelakuan suaminya itu, dia tidak punya mungka lagi di hadapan suaminya itu, hari ini sangat sengaja Syarif melihat itu semua, tapi apa boleh buat lagi tidak ada pilihan lain lagi.


"Sudah lupakan apa yang kamu sedang pikirkan sekarang Na,aku tidak akan mengagu kamu, aku hanya membatu istriku yang lagi butuh aku." kata Syarif tenang saat ini, tapi tidak dengan pikiranya saat ini setelah apa yang sudah dilihatnya hari ini,benar-benar menguji iman.


"Mas maafkan aku!! " kata Nana tidak melihat Syarif kerena masih malu pada suaminya itu.


"Jangan malu,besok pasti kamu akan meyerahkan itu padaku." kata Syarif mulai berkata jahil pada istrinya itu, untuk memecahkan suasana yang membuat mereka berdua saat ini jadi salah tingkah.


"Mas jangan begitu?? Kata-kata kamu itu akan membuat aku menjadi bertambah merasa tidak enak sama kamu."kata Nana sudah tidak bisa bicara lagi sudah sangat malunya saat ini pada suaminya.


Saat ini mereka berdua makan dengan keheningan, Syarif sambil meyuapi Nana makan dia juga meyabilkan memakan makanannya juga.


Stelah siap makan siang Syarif kembali keruang prakteknya kerena sudah ada beberapa pasien yang akan berobat.


Seharian ini Syarif tidak banyak waktu menemani istrinya itu dikamar rawat tempat istrinya saat ini, tapi Syarif memintak salah satu suster untuk menjaga Nana didalam ruangan itu.


***********

__ADS_1


__ADS_2