CINTA UNTUK DOKTER TAMPAN

CINTA UNTUK DOKTER TAMPAN
Bersama Sahabat


__ADS_3

Malam ini para sahabat dan istrinya Dari teman-teman Zhidan semua pada sudah datang, mereka menghabiskan waktu malam ini, kerena Zhidan akan meninggalkan Indonesia dan membawa istrinya Lira bersamanya ke Inggris dimana dia selama ini bekerja.


Orang tua Zhidan Juga Bergabung dengan mereka semua,setelah makan malam bersama diruangan Santai itu.


Para Pria saat ini disibukan dengan perbincangan bisnis, sedangkan para istrinya mereka sibuk dengan perbincangan ngawur rumah tangga dan tingkah suamainya masing-masing.


Saat Ini Hanna juga Ikut kerena Reza juga Datang, kali ini Hanna yang akan jadi bulan sasaran parah istrinya Sang pria tampan itu.


Lihat Hanna dia gak bisa bicara karena dia sendiri yang masih belum nikah."Kata Ajeng.


"Kok aku dibawak sih Mbak." jawab lemas Hanna.


"Ya tentu, gasak dong Reza untuk menikahi kamu Han." kata Tari menyahuti kata Hanna.


"Mana bisa gitu Mbak Tari, aku malu jika aku yang mintak ,sedangkan Mas Reza belum pernah bahas tentang itu jika sama Aku."Kata Hanna pada Mereka berdua.


"Ya jika lo mau Jadi kekasih bos terus ya, nikmati aja yang judul cerita kita bikin itu Han, Bosku kekasihku." Sambung Lira Lagi.


"Jangan ikut lo Ra, ngapain kalian semua sihh. " kesal Hanna.


"Maka lo gesak tu, biar Bos tampan lo nikahi lo Han." kata Nana santai.


"Kita perempuan ini, jika pacaran lama-lama entar bosan, putus." kata Ajeng lagi.


"Benar Tu apa Kata Mbak Ajeng, dengarkan tu Han." kata Lira.


"Kayak lo tahu saja Ra." kata Nana.


"Benar tu, kaya lo tahu saja, padahal tu jika si om tampan lo gak cinta dalam diam selama ini sama lo ,gak juga lo bakal nika tu sama si om tampan lo." ejek Nana santainya.


"Dasar lo Han, biar gitu kayak gini gue Sudah berhasil merebut cinta dia." kata Lira gak mau kalah dengan Dua sahabatnya itu.


"Benar kata Kamu Ra, Bang Zhidan itu susah untuk mencintai seseorang." timpal Tari yang tersenyum saja Melihat Tiga Orang yang lagi bersitegang itu.


"Pusing gue jika lihat kalian Ribut kayak Gini." kata Ajeng Menutup telinganya.


"Jangan gitu Mbak, istrinya pengusaha Sukses,entar Ditutup telinganya gak dengar tu pangilan sayangnya, Kak Gio susah pangil Mbak." kata Lira lagi.


"Ahhh lo Ra, berisik saja." kata Ajeng kesal.

__ADS_1


Malam ini mereka sangat senang bercerita tentang suami mereka masing-masing kekurang dan kelebihan dalam rumah tangga mereka.


Nana malam ini sangat merasakan lelah saat ini tidak bayak bicara lagi, dia merasa mengantuk.


"Na lo ngatuk ya?" kata Lira


"Sikit Ra, gue lelah Hari ini, kerena gue kerja sendiri hari ini, kerena dia tadi sakit." kata Nana menujuk Hanna.


"Maafkan gue Ya Na bikin lo lelah hari ini.


"Gak apa kok Han, nyatai aja." kata Nana tersenyum pada Dua sahabatnya itu.


Nana malam ini benar-benar gak bisa menahan matanya, akhirnya dia benar-benar tidur disofa.


"Tari kamu suruh tu Syarif angkat Istrinya kekamar, kasihan itu Nana tidur seperti itu." kata Ibunya Tari.


"Baik buk, Tari akan pangil dulu Bang Syarif deh." kata Tari beranjak keluar dari dalam rumah itu.


Tari keluar menuju teras rumah besar Zhidan untuk pangil Syarif agar bisa mengakat istrinya masuk kedalam kamarnya.


Sampai diluar Mereka semua pada Asik berbincang dengan seputar bisnis dan kerjaan mereka.


"Sayang Ada apa?apa kamu sudah ngatuk?" kata Zaki.


"Belum Mas, bentar langi kita pulang." kata Tari.


"Baiklah, terus kamu ngapain keluar Dek ?" kata Zhidan Lagi.


"Untuk langil Pengantin baru itu bang, istrinya sudah tidur disofa tu, tolong diangkat dulu, kasihan dia." kata Tari pada Syarif.


Syarif hanya Santai saja mendegar Tari bilang itu, dia tidak konek jika yang dimaksud oleh Tari itu istrinya.


"Hai lo Sya, sana bantu istrinya sudah tidur." kata Gio menepuk pundak Syarif.


"Emang Siapa, Nana Ya Dek?" kata Syarif acuh saja.


"Ahhhh lo lama-lama bisa gue tabok ni pakai sendal ini." kata Gio yang duduk dekat denganya.


"Buruan sana bantu dulu tu istrinya lo dibawah kekamar lo." kata Zhidan.

__ADS_1


"Ok.


Syarif berdiri dan masuk kedalam rumah itu, melihat istrinya itu sudah tertidur seperti itu tersandar di sandaran Sofa itu Syarif hanya tersenyum saja melihat tingkah istrinya itu malam ini.


"Dasar ni anak, jika udah ngatuk gak tahu tempat Kak, kasihan kali kamu kak punya istri kayak gini." kata Lira mengejek Syarif.


"Gak apa dek, ini kakak sudah beryukur sudah dikasih Gadis cantik kayak gini, dari tidak sama sekali." sahut Syarif santai pada Empat Wanita di hadapan mereka itu.


"Ala sombong dia hari ini, kemarenan lihat Zhidan Bersanding pas dipesta lo hanya megerutu saja,meratapi nasib jomlo lo." kata Ajeng Megejaek.


"Makanya Dari itu gue senang, masih dikasih kepercayaan oleh yang diatas, untuk jaga bidadari secantik dia." kata Syarif becanda.


"Sana lo angkat Tu istrinya lo kedalam, kasihan dia.' kata Ajeng santai.


Syarif mengakat tubuh istrinya itu kedalam kamar yang biasa ditempati jika dia berada dirumah Zhidan,sampai dikamar itu Syarif membaring tubuh kecil istrinya itu dengan hati-hati agar Nana tidak terbangun dari tidurnya itu,setelah menyelimuti Nana, Syarif hanya tersenyum melihat wajah teduh istrinya itu jika dalam tidaurnya.


"Tetaplah berada disampingku Na, aku akan menjaga kamu, Muaaaah!! " satu ciuman mendarat di bibir manis istrinya itu, karena pertama kalinya Syarif merasakan bibir istrinya itu.


Syarif setelah itu kembali lagi keluar bergabung dengan para sahabatnya itu, dan melanjutkan kembali perbicangan mereka.


"Sudah siap lo?" kata Gio.


"Siap apa nya?" kata Syarif bingung.


"Gerjain istri lo lah, apa lagi. " kata Gio asal.


"Mana bisa secepat itu Oon, gue harus bisa ambil hatinya dulu, gak bisa ditebak atau buru-buru kayak lo berdua, kalian berdua sudah cinta sama istrinya lo, gue gak bisa disamakan sama kalian." kata Syarif santai saja menyahuti kata Sahabatnya itu.


"Jadi belum Buka segel ni ceritanya lo Sya?"kata Zhidan.


"Ya belumlah,tungguin dia sudah kasih lampu hijau dulu." kata Syarif santai.


"Kasihan banget lo, nahan tu belut ingin masuk sarang, tapi gak bisa." kata Zaki santai.


"Ya bagai mana lagi, sudah begitu suratan gue, ya diaminin saja."


Mereka semua hanya ketawa melihat nasib Syarif yang tidak seberuntung mereka semua saat ini, Syarif juga tidak bisa menyalakan sahabatnya itu, kerena pernikahannya dengan Nana betul-betul mendadak yang tidak dia duga Nana menjadi istrinya dua hari yang lalu, niatnya ingin mengantar Nana pulang, namun apa yang terjadi hari itu, Syarif mala menikahi Nana tampa dia sengaja dan tidak disangka, masa lajang akutnya akan berahir dihari itu.


**************

__ADS_1


__ADS_2