
Malamnya Syarif sudah tidur disamping istrinya yang menunggunya bekerja diruangan kerjanya,Entah mengapa Nana selalu manja semenjak dia hamil ,istrinya itu tidak bisa jauh darinya.
Syarif mulai memiringkan tubuhnya dan memeluk istrinya itu sambil mengusap perut rata istrinya itu dengan lembut, seperti itu setiap malam Syarif suka kali meraba perut rata istrinya itu.
"Tidaurlah mas, jangan menganggu terus, aku sudah sangat megantuk." kata Nana sudah berat matanya kerena kantunya.
"Sayang, aku sangat mengiginkan malam ini, apa boleh aku memintanya, untuk malam ini saja, aku janji akan lembut melakukannya, kerena aku sudah tidak bisa menahannya lagi." pintak Syarif pada istrinya saat ini.
"Mas, ini sudah malam, kenapa kamu gak tidur-tidur, ada saja yang kamu pikirkan ditengah malam kayak gini." kata Nana matanya terbukak lagi.
"Ayoklah, sayang, aku gak bisa tahan lagi sudah satu minggu ini aku tidak mendapatkan jatahku." kata Syarif berisik pada istrinya itu.
Nana hanya tersenyum saja saat suaminya dengan manja berbisik di telinga nya,Nana mengangguk kerena tidak mungkin menolak keinginan suami yang sudah satu minggu ini dia tidak bisa merasakan tubuhnya yang biasanya tiap malam mereka melakukan permainan ranjang itu, tipi Syarif memilih menahannya satu minggu ini, dia tahu istrinya lagi hamil mudah, tidak boleh terlalu sering seperti pintanya pada istrinya, itu akan membuat anak yang ada di rahim istrinya akan terganggu.
"Untuk kali ini saja ya Mas, kamu janji besok tidak menagih lagi, kasihan anak kita, kamu juga harus dengan lembut melakukan, aku takut anakku kenapa-kanapa." peringatan istrinya itu padanya.
"Terimakasih ya, aku janji tidak akan menyakitinya." ucap Syarif mulai permainan ranjang itu dengan menciun leher jenjang istrinya itu, sehinga hanya leguhan dan suara serak mereka yang lagi menikmati permainan yang bergairah itu saja diruangan kamar itu.
Malam ini Syarif benar-benar dengan lembut melakukan pada istrinya itu agar anaknya juga tidak apa-apa di rahim istrinya yang lagi tumbuh dan berkembang.
Syarif tumbang di samping istrinya setelah puas dengan apa yang didapatnya malam ini, dia hanya tersenyum memeluk istrinya sambil mencium kepala istrinya itu dan membawa istrinya tidur dan beristirahat malam ini.
Paginya kebiasaan rutin Nana tidak bisa lepas semenjak dia hamil, setiap pagi dia selalu muntah, membuat dirinya sangat lemas,Syarif yang juga sudah bersiap untuk berangkat kerja, melihat istrinya itu dia harus duduk sebentar untuk membawa istrinya itu kedalam dekapannya, biasanya Nana selalu mencium keteknya agar Nana bisa agak merasa baikkan dengan menghirup ketek suaminya.
15 menit lamanya Nana memenamkan wajahnya di dada bindang suaminya, barulah Nana merasa merasa baikan, Syarif baru bisa meningalkan istrinya itu dengan tenang, kerena jika tidak menuruti apa mau Nana pastilah Nana akan muntah terus.
"Apa kamu sudah agak enakkan Sayang, sudah jam kerja aku ini Sayang, aku akan berangkat sekarang." kata Syarif memciun kening istrinya itu dengan rasa cinta yang sangat besar pada istrinya.
__ADS_1
"Baiklah, kamu hati-hati ya Mas, nantik kamu pulang tolong belikan aku ketoprak yang enak." pintak Nana pada suaminya yang masih tersenyum padanya.
"Nantik aku akan carikan apa yang kamu inginakan, asalkan kamu makan." kata Syarif tidak banyak bicara. " jangan lupa memakan serampan kamu yang sudah disiapkan dibawah sama Bi Num, jika tidak mersa mual lagi turunlah kebawah." kata Syarif ingin pergi namun Nana kembali menariknya.
"Apa lagi sayang, aku sudah terlambat ini. " kata Syarif sangat sabar menghadapinya istrinya itu.
"Aku belum salam kamu masak main pergi saja." kata Nana Meyalami dan menciun tangan suaminya itu.
"Ya sudah, aku pergi dulu ya, kamu hati-hati ya." kata Syarif meningalkan kamarnya.
"Ahhh dasar dokter Syarif yang dingin dan suka cuek." ucap Nana Sambil berdiri dan ingin merapikan kamarnya itu sebelum turun kebawah untuk memakan serapan paginya.
Nana berjalan turun dari lantai dua setelah siap membersihkan kamarnya, hari ini Nana ingin makan Tempe tapi Nana juga bingung mau dimasak apa tempe itu.
"Bik, aku ingin makan suatu yang terbuat dari tempe tapi aku gak tahu mau dibikin apa, selerahku ini sungguh aneh semenjak hamil." kata Nana sedikit murung saja duduk di meja makan.
"Aku gak mau jika di sambal. " tolak Nana.
"Jadi mau di bikin apa dong Non, bibik juga bingung, apa kita bikin Tempe mendoan saja?" kata Bi Num lagi.
"Boleh itu bik nantik aku bisa makan pakai saus sambal saja, pasti enak bik." kata Nana setuju apa yang dikatakan oleh bi Num.
"Jika begitu Non Nana tunggu dulu Bibik bikin sebentar." kata Bi Num berjalan kearah lemari es itu dan mengambil seluruh bahan dan mengolahnya dengan sangat cepat, kerena masakan yang mudah dan cepat.
"Tidak sampai 20 menit kurang Bi Num sudah siap dengan itu semua, Mereka berdua duduk di meja makan.
"Bibik juga ikut makan, kerena ini banyak bik mana bisa aku makan sendiri saja." kata Nana dengan lahap memakan tempe mendoan yang dimasak oleh Bi Num yang masih hangat itu.
__ADS_1
"Non Nana bisa habiskan bibik sudah sarapan Non, masih keyang. " kata bi Num tidak mau mengambil tempe itu karena Nana sangat menyukainya, sudah beberapa biji Nana sudah menghabiskan tempe, Bik Num juga ingin ketawa melihat Nana makan, tidak tersa tempe yang didalam piring itu ludes.
"Enak ya Non, sampai gak tersisa itu?" kata bi Num ketawa pada Istri majikannya.
"Keyang banget bik, ini enak bik, Terima kasih ya bik dudah bikin untuk aku." kata Nana Sambil mengusap perutnya.
"Jika begitu bibik akan melakukan kerjaan bibik lagi ya Non jika gak ada yang Non inginkan." kata Bik Num pada Nana.
"Iya bik, nantik siang kita bikin bolu yok Bik, dari pada bingung dan gak ada kerjaan, aku pengen bikin bolu tape yang bibik bikin kemaren itu." Ajak Nana.
"Nantik bibik belanja dulu, kepasar non, sekalian cari tapenya." kata Bik Num.
"Baiklah Bik aku ingin keatas lagi ya bik." Nana meningalkan Bi Num yang masih melihatnya dengan senyuman.
Nana Kembali ke kamarnya, sampai didalam kamar Nana juga binggung mau ngapain, akhirnya dia kembali melihat Ponselnya yang terletak di atas tempat tidurnya.
Nana melihat Syarif baru saja menelponnya, Nana juga mengerutkan keningnya,baru saja dia pergi kerja satu jam lalu, tapi sudah menelponnya kembali.
"Ada Apa?" kata Nana menelpon suaminya itu lagi.
"Aku lagi ingin memastikan kamun baik-baik saja Sayang dan sudah sarapan apa belum?" kata Syarif dengan senyuman yang terlihat dilayar ponsel itu.
"Sudah mas, ini baru saja aku ingin santai dikamar mas, aku baru saja makan tempe mendoan bikin bik Num, rasanya enak kali mas, sampai bik Num gak kebagian." santai Nana bicara pada suaminya itu.
"Masak kamu tega gak bagi Bik Num Sayang." kata Syarif juga bingung pada istrinya itu tidak mau makan nasi tapi cemilan yang lain dimakan semua, sungguh selerah orang hamil itu memang aneh 😄😄😄.
************
__ADS_1