CINTA UNTUK DOKTER TAMPAN

CINTA UNTUK DOKTER TAMPAN
Harus membuang perasaan itu, walau sedih tidak munkin dipaksakan


__ADS_3

Kebahagiaan Syarif dan Nana saat ini dirasakan oleh sepasang suami-istri itu saat ini lagi mengikuti retual tujuh bulan adat Jawa yang saat ini, kerena mereka berdua terlahir dari orang tuah berdarah Jawa.


Saat ini Syarif senang melihat istrinya lagi mengikuti retial yang Jawa 7bulanan kandungan istrinya saat ini.


Para sahabat mereka juga ikut bahagia dan mengikuti acara saat ini berjalan lancar sampai acara siap, tidak ada yang terlihat aneh saat ini.


Tapi tidak dengan Sari selalu mengepalkan tangannya dari kejauhan melihat kebahagian Syarif dan Nana saat ini, dirinya masih juga tidak bisa melupakan pria yang disukainya itu dengan iklas, dia masih merasa Syarif akan menjadi miliknya,Sari dengan perasaan ingin memiliki Syarif menjadi miliknya mekihat kebahagia pasangan yang sedang berbahagia itu.


"Kenapa harus Nana yang kamu cintai Syah, kenapa tidak aku, selama ini aku sudah bersusah payah meraih hati kamu agar bisa mencintaiku, tapi tidak semudah itu aku mendapatkan cinta itu dari kamu.Apa aku harus membuang perasaan ini? apa aku harus iklas dengan semua ini." kata Sari sambil bertaya sendiri tidak jauh dari mereka saat ini.


"Perasaan itu mulai sirnah seiring waktu Nona, aku tahu sulit untuk kamu untuk melupakan itu, tapi cobalah untuk berbaik dengan hati Nona, aku yakin Nona bisa." kata Dokter Ridwan bicar dari belakang Sari.


"Kamu?? kata Sari bingung kenapa pria ini berada saat ini dudesanya. " Apa yang kamu lakukan disni?" Tanya Sari kembali bertanya pada Dokter yang berawak tampan itu, tidak kalah dengan ketampanan Syarif.


"Aku disini ingin melihat kebahagian mereka juga, kerena dokter yang Anda cinta selama ini adalah atasan saya, jadi tidak salah aku untuk menghadiri acara mereka saat ini, apa y aneh dengan saya datang kesini Nona??" ucap dokter tampan itu pada Sari.


"Ahhh tidak, aku tidak tahu kamu juga teman dan rekan kerja Syarif dirumah sakit, maafkan aku." kata Sari sedikit lembut tidak seperti pertama mereka bertemu waktu itu, Sari sedikit kasar dan tidak sopan bicara pada orang lain.


Dokter Ridwan hanya tersenyum melihta Sari yang cantik itu,kenapa Sari harus mengemis cinta pada Syarif padahal dirinya cantik dibandingkan istrinya Syarif, saat ini dokter tampan itu lagi berpikir tentang gadis dihadapanya saat ini.


"Hai apa yang sedang anda pikir tentangku sekarang?" kata Sari santai pada dokter Ridwan.


"Ahhh tidak,aku lagi memikir sedikit tentang Nona, kenapa Nona malah mau mengejar cinta yang tidak akan bisa Nona dapatkan dengan sia-sia." kata Dokter tampan itu saat ini dirinya menatap gadis cantik itu. "Kenapa Dirimu tidak mencari pria yang bisa mengantikan diri seorang Syarif dari pikiran dan hati Nona??" kata Ridwan saat ini serius pada Gadis itu.


"Ahhh sulit bangiku untuk melupakan dia selama ini, semenjak aku mengenalnya dari awal sampai sekarang aku tidak pernah membuka persaanku pada Pria lain selain dia." kata Sari melihat kearah Syarif yang lagi duduk bersama sahabat dan istrinya itu.

__ADS_1


"Tapi menurut saya sebaiknya Nona, mencoba membukak hati untuk pria lain, mulailah Nona agar kamu tidak akan bertambah sakit saat melihat kebersamaan mereka bahagia itu." kata Ridwan juga menatap kerah dokter Syarif.


Sari tidak bisa banyak bicara, dia juga memikirkan kata Dokter Ridwan barusan, ada benar juga perkataan dari teman sepekerja Syarif.


Tidak mungkin dia berharap cinta pada orang sudah memiliki cinta dan istri keluarga yang bahagia.


Sari juga akan disebut sebagai wanita yang akan menganggu rumah tangga orang,itu juga tidak akan baik buatnya, saat ini Sari juga berpikir kearah sana, dia mecernah dari ucapan dari dokter Ridwan barusan.


Lama dia terdiam saat ini duduk jauh dari keramaian yang saat ini dirumah orang tua Syarif bayak tamu yang mengikuti acara 7 bulan itu.


"Hai jangan bingung seperti ini, apa kamu tidak ingin mengucapkan selamat pada pasangan yang berharga itu?" kata Ridwan lagi.


"Ahh tidak dokter, aku disni saja, malu buat aku bertemu dengannya saat ini, aku bersikap seperti wanita tidak benar selama ini, untuk mendapatkan cintanya, tapi apa yang aku dapatkan selama ini hanya rasa sakit dan kecewa saja." ungkap Sari sangat sedih di hadapan Ridwan.


"Seperti itulah kenyataannya Nona,Nona juga harus bisa menerima dan menelan rasa kepahitan itu dengan sediri dihati Nona saat ini." kata dokter Ridwan juga merasa kasihan pada gadis duduk disampingnya.


Ridwan juga membiarkan gadis itu menagis dan menyesali dirinya sudah salah mencitai pria selama ini.


Lama mereka terdiam tidak ada pembicaraan lagi diantara Sari dan Ridwan saat ini.Ridwan juga memberi ruang untuk gadis itu saat ini yang sedih.


"Apa Nona sudah merasa legah dengan menumpakan tagis anda saat ini, semoga saja anda bisa melupakan semuanya, agar anda bisa bangkit dari keterpurukan anda kerena sudah salah mencintai pria yang tidak bisa membalas cinta anda." kata Dokter itu kembali.


"Mungkin sudah saatnya aku untuk bisa melupakan rasa dan perasaan ini dokter!! " kata Sari tidak banyak sahutan lagi dia bicara hanya seadanya.


"Baguslah itu, semoga saja saya juga bisa anda jadikan tempat bercerita anda, jika anda masih memerlukan bantuan dari saya." kata Ridwan mengulurkan tanganya pada Sari.

__ADS_1


"Apa ini dok?", kata Sari bingung melihat Ridwan megulurka tangan padanya.


"Kita bisa berteman Nona, aku akan siap mendegar keluhan dari anda." kata Dokter tampan itu.


"Terimakasih dokter, anda juga pria yang baik, selama ini aku juga salah menilai anda." kata Sari membalas uluran tangan dokter itu dengan sebuah senyumanmu dibibir mereh merona milik Sari.


Ridwa juga senang saat ini Sari mau menerimanya sebagai teman gadis itu, hati yang Ridwan merasa lain saat tangan keduanya bersentuhan, ada sedikit debaran saat ini dirasakan keduanya, kedua dari mereka saling bertatapan, dan sedikit tersenyum.


Semoga Saja Sari bisa melupakan Syarif dan rasa cintanya pada dokter Syarif selama ini, bisa digantikan dengan pria baik seperti dokter Syarif juga.


"Mmmm, aku juga akan berangkat kejakarta hari ini juga, apa anda ingin ikut bersamaku?" kata Ridwan pada Sari.


"Apa aku boleh nebeng dengan Anda dokter?" Sari balik bertanya kembali.


"Siapa yang akan melarang anda Nona, kenapa tidak, aku juga sendirian saja, tidak masalah buatku." kata Ridwan santai.


"Baiklah jika begitu aku akan bersiap sebentar aku ikut dengan anda saja soalnya besok aku juga harus masuk kerja." kata Sari.


"Ok"'kata Ridwan menyahuti kata dagis itu.


"Dokter bisa mampir rumahku diujung sana atap merah itu." kata Sari menujuk rumahnya tidak jauh dari rumah Syarif.


"Baiklah, jika begitu aku akan kesana sebentar lagi, aku pamit dulu pada mereka sebelum aku kembali." kata Dokter Ridwan berdiri dari tempat duduk mereka saat ini, mereka berdua sama-sama meningalkan tempat itu.


Ridwan juga pamit pada Syarif untuk kembali kejakarta hari ini juga.

__ADS_1


************


__ADS_2