CINTA UNTUK DOKTER TAMPAN

CINTA UNTUK DOKTER TAMPAN
Sangat Merindukan Dia


__ADS_3

Hari ini Syarif harus berangkat dari Sumatra ke Bali kerena pembukaan rumah sakit baru cabang yang baru saja siap dan akan dibukak hari ini.


Syarif melakukan perjalanan pagi ini ke Bali sendirian saja, tidak butuh beberapa jam dia menempuh perjalanan ke Bali akhirnya pesawat yang dinaikinya mendarat juga di bandara Bali.


Syarif keluar dari bandara itu dengan gaya cueknya itu berjalan dangan membawa satu koper ditangan yang saat ini sambil menelpon seseorang saat ini.


"Kamu menungguku dimana Dokter Ridwan, aku sudah sampai di bandara?" tanya Syarif pada Dokter Ridwan dengan gaya santainya itu.


"Aku berada diluar sekarang Anda langsung saja kepakiran, kerena aku sudah setengah jam menunggu Anda disini." ucap Ridwan juga tidak mau kalah.


"Baiklah aku akan kesana sekarang!! " kata Syarif berjalan ke arah parkiran bandara itu dengan santai


Setelah melihat Ridwan yang lagi berdiri di salah satu mobil yang hari ini menjemputnya untuk kepeginapan mereka selama dibali.


Dokter Ridwan hanya santai saja melihat atasanya itu baru saja sampai, dengan gaya cuek dan dinginnya itu.


"Ayok kita berangkat sekarang ." kata Syarif naik keatas mobil yang sudah disiapkan Ridwan .


" Ok.


Mereka berdua tidak banyak bicara kerena Syarif jiga tidak mau bertanya apapun saat ini dia hanya pokus untuk pembukaan cabang rumah sakit milik sahabatnya itu.


Setelah sampai dirumah sakit yang sebentar lagi peresmian pembukaan Rs.milik Gio itu akan dimulai, kerena para dokter yang bertugas dirumah sakit baru itu hanya menunggu Syarif dan Ridwan saja.


Sampai dirumah sakit cabang itu Syarif keluar dari mobil langsung berjalan masuk kedalam dimana saat ini penyambutan untuk mereka berdua sudah disiapkan oleh para dokter yang ada disana.


"Selamat pagi Dokter Syarif, selamat datang kembali di RS.xxxxx ini. " Kata salah satu dokter


"Selamat pagi juga untuk semuanya, dokter Sasa kita bisa langsung saja acaranya sekarang soalnya saya tidak bisa lama disini!!" kata Syarif cepat meyambung kata dokter sasa.


"Baik Dokter Syarif, saya akan memintak untuk acara pembukan rumah sakit ini dimulai, kerena Anda sudah hadir hari ini disini bersama kita." kata Dokter cantik itu.


Setelah itu acara dimulai, pembukaan rumah sakit itu dimulai, Syarif memberikan sapatah kata dihadapan tamu yang datang hari ini kerena dia sepenuhnya yang bertanggung jawab atas rumah sakit ini setelah Gio megudurkan diri dan memintanya untuk menggantikan Sahabatnya itu.

__ADS_1


Setelah siap dengan pembukaan itu Syarif hari ini akan langsung terbang kejakarta untuk menemui istrinya yang masih dititipkan pada metuanya saat ini.


"Dokter Ridwan Aku hari ini akan langsung kembali kejakarta kerena kerjaanku sudah selesai hari ini disini, aku mintak kamu yang megurus setelah aku kembali kejakarta.


"Baiklah Dokter, dengan senang hati saya akan melakukan apa yang anda suruh hari ini." kata Ridwan saat ini juga megerti saat ini atasanya itu sudah sangat merindukan istrinya.


"Jika begitu aku berangkat sekarang, kerjakan tugas kamu dengan baik." kata Syarif penuh dengan kecaman.


Dokter Ridwan juga tidak mau banyak bicara lagi kerena Syarif selalu seperti itu padanya keras tapi hatinya baik, dia hanya bicaranya saja seprti itu,dia tidak mengangap itu serius.


Syarif akhirnya kembali kejakarta hari ini, sudah tiga hari dia meninggalkan istrinya, rasa rindu yang meyelimuti diri pada Nana saat ini.


Rasa bahagia terlihat disaat Syarif sudah sampai dijakarta saat ini dia sudah didalam mobilnya menuju rumah mertuanya untuk menyusul istrinya berada disana.


Tidak butuh lama waktu dia untuk sampai diruamah kecil itu, saat ini Nana juga sedang diwarung ibuknya, lagi membantu ibunya jualan dari pagi.


Nana melihat mobil yang tidak asing itu masuk kedalam halaman rumah itu, dia sedikit tersenyum kerena siang ini suaminya sudah sampai dirumah Orang tuanya.


"Na susul suami kamu baru kembali, biarkan ibuk saja yang menutup warunya." kata Sang ibu megerti saat ini putrinya itu juga merindukan suaminya sudah pergi selama tiga hari.


Nana dengan senyuman berdiri melihat Syarif saat ini yang juga tersenyum padanya, kerena mereka sama-sama menahan rindu.


"Apa kabar kamu Na,apa tangan kamu sudah sehat?" kata Syarif memperhatikan istrinya itu sudah bisa seperti biasa saja.


"Aku baik Mas, tangan aku gak apa lagi kok, cuma belum boleh angkat yang berat." kata Nana lembut.


"Baguslah itu,aku senang melihat kamu tidak merasa sakit lagi." kata Syarif membalas senyuman istrinya itu.


"Ayok kita masuk Mas, aku sudah masak makan siang hari ini." kata Nana dengan lembut bicara pada suaminya.


"Ayok!!! " Ajak Syarif berjalan dibelakang istrinya itu dengan membawa oleh-oleh untuk mertua dan istrinya.


Sampai didalam Syarif memberikan apa yang sudah dipegangnya dari tadi pada Nana.

__ADS_1


"Na, kasih sama ibu, aku hanya beli ini saja dari sumatra,jika oleh-oleh bali aku tidak sempat beli kerena tidak banyak waktu.


"Tidak apa Mas, terimakasih sudah bawak oleh-oleh ini untuk ibuk." kata Nana megerti ."Mas apa ingin mandi dulu sebelum makan siang ??"kata Nana pada suaminya itu yang masih duduk disofa tamu.


"Aku ingin mandi dulu Na, tubuhku sudah berkeringat dari padi sudah tidak nyaman lagi." ungkapnya santai pada Nana saat ini sedang memperhatikan dirinya saat ini yang lagi lelah itu.


"Ayok kekamar biar aku siapkan pakaian Mas,aku akan mengambil handuk dulu." ungkap Nana sambil berjalan masuk kedalam kamarnya.


Syarif juga mengikuti istrinya saat ini masuk kedalam kamar kecil itu, sampai didalam Syarif tidak bisa menahan rasa rindu pada istrinya itu dengan memeluk Nana dengan tiba-tiba.


Nana sangat kaget kerena dirinya dipeluk oleh Syarif dari belakang,jantungnya saat ini tidak bisa kompromi lagi, getaran lain saat ini Nana rasakan.


"Mas apa yang kamu lakukan, Nana katut ibuk akan lihat!! " kata Nana sudah salah tingkah saat ini.


"Apa kamu tidak merindukan aku Ammm?" Tanya Syarif memeluk istrinya itu." aku sangat merindukanmu sayang, tiga hari saja aku pergi ini terasa setahun, dirimu saat ini selalu menganggu pikiranku selama disana." kata Syarif melepaskan rasa rindunya pada Nana.


"Siapa suruh tidak menghububgiku Mas, salah kamu sendiri." singkat Nana menjawab kata suaminya itu dengan salah tingkah saat ini.


"Jadi kamu tidak merindukan aku? seperti aku sangat merindukan kamu Na?"'Tanya Syarif lagi dengan mengeratkan pelukanya.


"Mas tutup pintunya dulu, nantik ibuk lewat, lihat itu pintunya masih terbukak." kata Nana agar suaminya itu bisa melepaskan dirinya.


"Jangan cari alasan untuk lepas dari aku Sayang, biarkan aku memeluk kamu sebentar saja, biarkan seprti ini dulu kita ya." kata Syarif masih tidak mau melepaskan dekapannya saat ini dari istrinya itu.


Nana hanya bisa diam sesaat untuk memberikan suaminya itu luang untuk bermanja dengannya saat ini.


Setelah 15 menit Nana kembali bersuara agar Syarif mandi,biar suaminya itu bisa makan siang.


"Mas sudah pelukannya kamu harus mandi, sekarang kamu bisa lepaskan tangan ini pada tubuhku, aku merasa sesak mas." ungkap Nana jujur pada suaminya itu.


"Baiklah tapi aku ingin kamu kasih aku hadia dulu, kerena tiga hari ini aku tidak mendapatkan bibir manis kamu ini." Kata Syarif memutar tubuh istrinya itu sambil mengusap bibir istrinya itu dengan satu jemari.


"Mas jangan macam-macam kamu!! ".Kata Nana saat ini sedikit rasa malu pada suaminya itu.

__ADS_1


"Emang kenapa Na, aku memintak bibir ini, aku tidak memintak hak yang sebenarnya dari kamu, hanya bibir manis ini saja."


**********


__ADS_2