
Sampai didalam mobil Syarif tidak banyak bicara dia hanya diam saja dan sifat dinginnya kembali dilihatkan pada istrinya yang kebingungan melihatnya.
"Kenapa lagi dia itu?? Tanya Nana dalam hati dan rasa pemasarannya melihat tingkah suaminya itu berubah.
Nana juga diam saja tidak terlalu memikirkan suaminya, dia juga santai saja melihat kearah jendela mobil itu.
Nana tidak berkata sedikit saja pada Syarif saat ini mut Syarif lagi hilang itu entah apa yang membuatnya seperti ini, Nana tidak dapat membaca pikiran Syarif, tidak lama Mobil mereka sampai juga dirumh kedua orang tua Nana.
"Ayok kita turun." Ajak Syarif sedikit beda dari biasanya nada bicara pada Nana.
Nana tidak menyahuti kata suaminya itu dia tahu Syarif lagi tidak baik hati dari keluar dari toko kue tadi, entah apa membuat mut Suaminya itu hilang, sehinga Syarif terlihat dingin dan cuek sama seperti pertama dia baru menikah.
Nana sampai dipintu rumah kecil dan sederhana itu tidak lupa mengucapkan salam sebelum masuk.
Kedua orang tua Nana tersenyum melihat putri dan menantunya baru saja datang kerumah mereka.
"Ayok masuk Nak, kita ngopi." kata Ayah Nana menyapa Menantunya itu.
"Iya Yah." kata Syarif sangat sopan pada ayah mertuanya.
"Kalian dari mana sih kok baru sampai kamu Na?" kata Ibuk Nana. " apa kamu baru saja pulang dari kerja ??" tanya Ibuknya lagi.
"Tidak buk, kami baru saja dari rumah baru yang dibeli Mas Syarif untuk kita tempatkan minggu depan Buk." jelas Nana pada orang tuanya itu.
"Apa Nak, kalian akan pinda dari apartemen, dan akan tingal dirumah baru.??" kata Ibuk Nana sangat senang,akhirnya putrinya bisa hidup senang menikah dengan Syarif, tidak salah suaminya menikahkan mereka.
"Iya buk, aku sudah membeli rumah untuk kita tingal, kerena Nana juga tidak nyaman tingal di apartemen." sahut Syarif pada ibunya istrinya itu.
"Terimakasih banyak nak Syarif kamu adalah lelaki yang bertanggung jawab, Ayah tidak salah menikahkan kalian saat itu, kamu laki-laki yang bertanggung jawab." kata Ayah mertuanya itu banga pada menantunya .
"Ibuk juga sangat senang mendegar ini nak,kamu bisa memberikan kebahagian untuk putri kami, yang tidak bisa kami berikan." kata Ibunya saat ini sedikit sendu.
"Jangan bicara seprti itu buk, aku akan selalu berusaha untuk membahagiakan istri ku dengan apa yang bisa aku berikan untuknya." kata Syarif tersenyum pada kedua mertuanya itu dengan lembut, Syarif memang sangat meyayangi istrinya itu dari lubuk hatinya yang dalam.
"Bapak senang mendengar ini semua, semoga kalian berdua selalu bahagia nak, kami akan selalu berdoa nak untuk kebahagian kalian berdua." ungkapan Ayah mertuanya itu.
__ADS_1
"Terimakasih Yah,Ayah sudah percaya padaku untuk menjaga Nana,dan aku akan mencoba membuat putri ayah selalu bahagia." kata Syarif tersenyum pada istrinya yang duduk disampingnya saat ini.
"Ayah dan ibuk tidak mudah lagi nak, kami ingin kalian meliki momongan, karena kami berdua ingin menimang cucu dari kalian." ungkap sang Ayah pada putri dan menantunya itu.
"Kami lagi berusaha yah, semoga Nana cepat hamil." kata Syarif santai saja bicara tidak memikirkan orang yang ada disebelahnya itu sudah melalakkan matanya dengan rasa malunya pada kedua orang tuanya saat ini.
"Mas, bisa diam gak mulutnya, Jagan adalah bicara dong, aku malu sama ibu dan ayah." kata Nana sedikit berbisik.
Kedua orang tuanya hanya ketawa melihat tingkah putri saat ini lagi memarahi suaminya di depan mereka.
"Kok malah marah siah Sayang, itu bukan benar, kita lagi berusaha bikin." kata Syarif bibirnya tidak bisa diam.
"Mas, jangan teruskan lagi, aku malu sama ayah dan ibuk."
Nana sangat merasa malu pada kedua orang tuanya dengan tingkah suaminya saat ini, karena mulut Syarif tidak bisa diam.
Nana marah pada Syarif dia masuk kedalam kamarnya dengan menghentakan kakinya sambil merungut didepan Syarif yang ketawa dan geli melihat tingkah istrinya kecilnya itu yang seprti anak kecil masuk ke kamarnya.
"Biarkan saja dia nak, dia memang seperti itu, kamu gak usah ambil hati dengan tingkah istrinya kamu itu." kata ayah mertuanya itu.
"Ayah berharap dari kamu, agar kamu bisa mencintai putri ayah dengan kasih sayang yang sangat besar padanya nak."Ungkapan sang ayah mertua biacara pada menantunya itu.
"Ayah dan ibu Jagan pernah meragukan aku, aku akan memberikan semua cinta itu untuknya ." senyum Syarif tersirat bibirnya saat ini.
Syarif sangat bersukur mendapat mertua yang baik dan pengertian padanya, jika dia salah mertuanya selalu mengingatkan kesalahan itu.
Syarif benar bahagia mendapat keluarga yang hangat sama seperti kedua orang tuanya sangat meyayangi istrinya melebihi dirinya mereka meyayangi Nana sebagai menantu dikelurganya..
Tapi saat dirumah kedua orang tua istrinya Syarif mala kebalikan dirinya lebih diperhatikan oleh kedua mertuanya itu, itu membuat Syarif suka ditempat mertuanya itu.
Hari ini Syarif benar-benar bahagia dan senang bisa menghabiskan waktu dengan keluarga dan bersama seharian dengan istrinya yang biasanya jarang Syarif lakukan itu untuk Nana, kerena dia sangat sibuk dan jadwal dia dirumah sakitpun sangat padat, jadi tidak ada waktu bisa menemani istrinya.
Syarif permisi pada kedua mertunya untuk meyusul Nana kekamarnya, sampai dikamar milik istrinya itu Syarif melihat Nana masih menelungkup memainkan pensilnya dan sambil tersenyum-senyum sendiri, saat ini Nana lagi nonton drakor yang dia suka.
Syarif langsung merebahkan dirinya disamping istrinya itu, membuat istrinya kaget.
__ADS_1
"Ayok lagi apa?kata Syarif mengagetkan istrinya itu.
"Mass, kamu selalu ingin cari ribut denganku." kesal Nana.
"Biarin saja aku suka lihat kamu seperti ini." kata Syarif santai.
"isss kamu memang suka bikin aku kesal ya mas!!" Cubit Nana kencang di perut suaminya itu.
Syarif benar-benar kesakitan kerena cubitan istrinya itu,Syarif memegang tangan istrinya iti yang masih lengket di perutnya saat ini.
"Ampun Na, jangan cubit lagi, sakit... sakit..!! " kata Syarif benar-benar kesakitan akibat cubitan istrinya.
"Sapa suruh bikin aku kesakitan dan dari tadi tidak berenti kamu mengangguku mas, lihat aku jadi malu sama ibuk dan ayah, kamu bilang lagi proses untuk buat anak saja kamu bilang sama mereka mas." sungguh Istrinya itu.
"Mana ada begitu sayang, aku gak bisacara seperti itu, hanya lagi berusaha." Sambung Syarif pada Nana.
"Sama saja itu mas." singkat Nana bicara pada suaminya itu yang masih menahan sakit cubitannya.
"Maaf deh aku salah,jangan marah lagi, aku mintak maaf nantik aku gak dikasih jata enak-enak lagi sama kamu." candanya kembali pada Nana.
Nana hanya tersenyum saja melihat kearah suamiya saat ini yang masih berbaring disamping dirinya.
"Kamu janji tidak akan menganggu aku lagi,aku sangat malu mas. " kata Nana jujur pada Syarif saat ini yang lagi mendekap tubuhnya itu.
Akhirnya jam sadah menujukan pukul 9 malam Syarif dan Nana megutuskan untuk kembali pulang, mereka berdua sudah berada diapertemen saat ini, Syarif baru saja siap dengan mandi sebelum melanjutkan kerjaannya kembali.
Nana mengambil baju ganti untuk suaminya kerena sudah biasa Nana melakukan itu tiap hari dengan kebutuhan suaminya itu.
Setelah itu Nana duduk sambil menunggu Syarif keluar dari kamar mandi dengan melihat chat dari Hanna.
"Na, kenapa lo hari ini gak masuk bos tampan gue nanya lo." isi Chat Hanna padanya.
Nana hanya diam sebentar bagai mana dia harus menjelaskan pada sahabatnya itu, kerena alasannya juga tidak tepat dirinya harus jujur baru bukak perawan pada si tukang gerocos itu.
***********
__ADS_1