CINTA UNTUK DOKTER TAMPAN

CINTA UNTUK DOKTER TAMPAN
Kebersamaan mereka


__ADS_3

Tidak terasa sudah beberapa hari Nana dirumah sakit akhirnya hari ini dia pulang kerumah dengan bayi tampan seperti ayahnya digedongannya hari ini Nana kembali ke rumahnya dengan senyuman kebahagia setelah melahirkan putra pertama mereka berdua, tidak ada yang bisa mengartikan kebahagia itu dengan apapun.


Syarif juga begitu kerena mereka sama-sama dari anak tunggal dalam keluarga mereka masing-masing jadi tidak bisa dia meyemuyikan kebahagian itu, rasa bahagia itu terlihat diwajah tampannya.


Setelah sampai dirumah Nana sudah ditunggu oleh kedua mertuanya dan kedua orang tuanya dan para sahabat mereka hari ini benar-benar menunggu kedatangan Nana dan bayinya, kerena Syarif melarang mereka untuk datang kerumah sakit selama istrinya masih dirumah sakit.


Mereka semua terseyum kearah sepasang suami-istri itu setelah Nana dan Syarif baru saja keluar dari mobilnya, Nana sudah ditunggu oleh mentari terlebih dahulu yang mengambil bayinya di tangan Nana.


"Aduhhh unyu sekali kamu keponakanku yang tampan?? " kata Mentari sangat gemas mengambil bayi Nana.


"Jaga anakku dek, jangan kamu buat dia menagis." kata Syarif pada adik sepupunya itu.


"Lihat papa kamu itu gak percaya pada bibik,tapi bibik akan mengajak kamu main dengan kakak kamu yang juga tampan sayang." kata mentari membawa bayi Nana kedalam rumah.


Nana hanya tersenyum saja melihat tingkah saudara sepupu dari suaminya itu, kerena mereka selalu begitu, kerena selama ini Syarif juga sangat meyayangi Mentari dari kecil,Nana tahu bahwa suaminya itu tidak memiliki adik hanya dia sendiri yang terlahir dikeluaganya sama seperti dirinya Nana sendiri.


"Kenapa tersenyum begitu kamu sayang? " Tanya Syarif melihat istrinya itu dengan bingung.


"Tidak mas, aku selalu ingin terseyum jika kalian berdua bicara, kalian selalu begitu jika bertemu dengan mbak mentari? " kata Nana santai.


"Kamu gak tahu saja, memang sudah begitu sayang, ayok masuk gak usah dipikirkan." Ajak Syarif pada istrinya itu.


Sampai didalam rumah sudah ada semua teman,sahabatnya dan juga pasangan dari semua dari sahabatnya Syarif sudah berkumpul diruangan santai rumahnya.


"Hai papa!!" canda Gio pada Syarif dengan santai.


"Jangan mengejekku lo Gio, jika lo gak mau gue tabok." kata Syarif duduk di samping Gio dan Zhidan juga.


"Apa yang lo rasa setelah memiliki anak syah?" Tanya Gio lagi


" Ya, pasti senanglah oon!! sudah tahu masih juga nanya lo, bikin kesal gue saja lo. " Kata Syarif santai saja bicara pada Gio.

__ADS_1


"Selamat deh, buat lo syah sudah jadi seorang ayah, semoga saja lo cepat nambah lagi angota lo. " canda Zhidan pada Syarif.


"Jangan gila lo Idan, istrinya gue baru lahiran gak mungkin secepat itu putra gue untuk punya adik." Sahut Syarif


"Ya mana tahu lo ingin cepat nambah angota kali." kata Gio lagi.


"Lo aja tambah, kerena lo juga sendiri sama kayak gue, banyak anak saja jika saudara gak ada, benar gak?? " Ungkap Syarif pada mereka semua yang ada di ruangan itu.


"Lo aja kak ipar gue cukup dia saja." kata Zaki menyahuti kata sepupu istrinya itu.


"Gue baru nikah jadi gak ikut-ikutan kerena istrinya gue baru bobol gawang belum ada tanda hamil." santai Reza bicara pada mereka semua.


"Apa lagi saya para tuan-tuan,saya saja baru mau mengarah ke hubungan yang lebih serius." kata Dokter ridwan dengan santai meyambung kata mereka semua.


"Tak masalah dokter, sabar pasti akhirnya lo akan menikah dengannya." kata Gio.


"Semoga saja ya tuan Gio." kata Dokter Ridwan dengan sedikit mengaruk kepalanya dan tersenyum.


Lain dengan Para wanita pasangan semua para pria tampan itu dikamar bayi Nana sekarang lagi asik memperhatikan bayi Nana dengan melihat Bayi tampan itu dengan lucunya.


"Belum ada kearah sana Na,aku belum mikir kesana, kami menjalankan hubungan ini kearah yang lebih baik dulu, jika dokter itu memintanya pasti aku akan pikirkan." sahut Sari singkat.


"Semoga daja mbak jodoh dengan dokter Ridwan ya, dia pria baik kok, gak usah ragu." sambung Nana.


"Semoga saja Na, aku juga berharap begitu." kata Sari sedikit tersenyum manis pada Nana.


"Aku do'akan mbak."


"Terimakasih ya Na, kamu benar-benar baik sama aku, setelah apa yang aku buat pada kamu sebelumnya, tapi kamu masih mau bicara pada ku." sesal Sari atas perbuatannya pada Nana.


"Tidak usah mengingatkan itu lagi mbak, sekarang kita teman, santai saja." kata Nana memegang tangan Sari.

__ADS_1


Kedua wanita cantik itu sama-sama tersenyum kerena saat ini mereka berdua tidak mau mengingatkan kesalahan masa lalu lagi, mereka pokus saja untuk masa depan mereka kedepan masing-masing.


Mentari yang tahu kisa mereka berdua akhirnya dia juga juga ikut senang melihat mereka bisa sama-sama menerima apa dari keputusan pria yang selama ini disukai oleh sari.


"Semoga kita bisa selamanya seperti ini, kita sama saling memahami apa sebelumnya terjadi dimasa lalu kita." kata Mentari pelan tidak terdengar oleh mereka semua.


Saat mereka lagi asik bicara dengan semua yang ada di kamar bayi Nana, Mama mur membawa bayi Nana kedalam kerena dia sudah haus, waktunya untuk dikasih asi.


"Na, bayinya sudah ingin susu, kamu tetekkan dulu ya, kasihan dia." kata Mama mur memberikan Bayi Nana pada menantunya itu.


"Ohh ya Ma,sini sayang sam Bunda biar kamu ***** dulu, setelah itu kamu tidur yang anteng ya." kata Nana bicara pada bayi mungilnya itu. Nana beranjak dari mereka semua dan kerah tempat tidur yang ada dikamar itu,Nana memberi asi ekslusif pada bayinya, kerena Syarif tidak memperbolehkan anaknya pakai susu tabung.


Mereka semua keluar saat bayi Nana sudah tertidur dikamar itu, Nana juga ikut bergabung dengan sahabatnya, dan juga para sahabat suaminya itu.


"Bagai mana Han, apa lancar malam pertamanya? " Bisik Lira pada Sahabatnya itu.


"Jangan gila lo Ra,orang ramai kayak gini lo bahas itu, dasar lo ya!! "umpat Hanna sedikit kesal pada Sahabatnya itu.


"Benar apa Kata Lira Han,kita semua juga tahu kok, juga merasakan semua apa yang lo rasa sekarang, pasti sakit bukan? , lo pasti gak bisa jalan?? "Sahut Nana pula.


"Ini mama rempong juga ikut-ikutan pula, sono urus bayi lo." kata Hanna meyambung kata Nana.


"Anak gue lagi tidur Han, ada ibu didalam." kata Nana santai selalu ingin menganggu sahabatnya itu.


"Kalian berdua kok jadi biacara kearah sana sihhh, kesal gue sama lo berdua."Ucap Hanna dengan mulut yang sedikit mayun.


"Gak usah malu,cerita aja napa sihh, kita saja cerita sama lo, masa lo gak mau cerita Han, curang lo ya." kata Lira juga lemas.


"Ehhh diam gak lutut lo berdua,nantik orang dengar Ra, jangan tanya itu lagi, malu gue!! " kata Hanna sudah mungka merah ulah kedua sahabatnya itu.


Nana dan Lira ketawa kecicitan melihat reaksi wajah sahabatnya itu merah menahan malu kerena menanyakan tentang malam pertamanya.

__ADS_1


"Sayang apa yang kalian ketawakan?????? Tanya Syarif dan Zhidan bersamaan.


***********


__ADS_2