CINTA UNTUK DOKTER TAMPAN

CINTA UNTUK DOKTER TAMPAN
Kejadian yang tidak diduga di pagi hari


__ADS_3

Malam ini sepasang suami-istri itu sudah berada ditempat tidur yang sempat itu, dia atas ranjang yang berukuran sangat kecil itu saat ini mereka berdua harus berbagi tempat tidur.


Syarif sangat merasa tidak nyaman saat ini kerena keadaan kamar lajang milik Istrinya situ, serban kecil tidak seperti tempat tidur di apartemen milik Syarif, semuanya super mewah tidak apartemen miliknya saja yang mewa isi yang ada dia dalam apartemen itu juga sangat mewah.


Nana memperhatikan suaminya itu tidur selalu gelisa, membuatnya jadi tidak bisa tidur malam ini kerena syarif miring ke kiri dan kekanan sehinga ranjang itu selalu bergoyang.


"Mas apa kamu tidak nyaman tidur dikamar kecil seperti ini?" tanya Nana juga memiringkan tubuhnya pada Syarif yang ada disebelahnya.


"Panas kali Na, aku sangat kepanasan." kata Syarif jujur pada istrinya itu.


"Maaf ya, disini tidak ada AC sehingga kamu gak bisa tidur,jika mad tidak bisa tidur sebaiknya kita kembali saja ke apartemen sekarang, kita gak usah tidur disini malam ini Mas." kata Nana tersenyum Syarif saat ini yang lagi menatapnya.


"Tidak apa !! kita tidur disini saja nantik apa pula kata bapak dan ibuk jika kita pulang malam ini, tidurlah aku akan tidur juga, jangan pikirkan, kita bisa putar kipas anginnya lebih kuat lagi." kata Syarif berdiri dari tempat tidur itu menuju kipas yang ada disamping tidak jauh darinya.


Setelah memecet tombol kipas untuk memutar lebih kencang lagi, Syarif kembali lagi tidur disamping Istrinya itu saat ini yang masih memperhatikan dia.


" Ayok tidur !! " kata Syarif mematikan lampu tidur disampingnya.


"Kamu juga tidur Mas, kita siang saja pulang kerena besok kita libur." kata Nana mulai memejamkan matanya saat ini.


Syarif masih bisa melihat wajah cantik istrinya itu kerena cahaya lampu luar, Syarif hanya bisa menahan diri saat ini sampai Nana bisa menerimanya dan mencintainya, kerena dia sudah berjanji tidak akan menyentuh istrinya sebelum mereka berdua saling cinta.


Begitu juga Nana akan berusaha untuk mencintai suaminya itu dan pernikahan seumur hidupnya saat,saat ini Nana sedikit sudah bisa merasa nyaman bersama suaminya itu,walau baru beberapa hari mereka jadi pansangan halal.


Syarif mulai merangkul istrinya itu masuk kedalam pelukannya saat ini, kerena semenjak menikah dengan Nana dia sudah merasa beda tidur tidak memeluk istrinya itu, akhirnya Syarif tertidur juga sambil memeluk istrinya dengan nyaman di mimpi masing-masing malam ini.


Paginya mereka berdua sudah bangun untuk sholat shubuh dimesjid yang ada didekat rumah Nana,Syarif dan kedua mertuanya saat ini pergi kemesjid untuk sholat shubuh berjamaah bersama dengan masyarakat sekitar.


Nana saat ini tingal dirumah karena juga harus memasak serapan pagi untuk mereka semua pagi ini.


setelah siap sholat Nana langsung bergegas kedapur untuk memasak serapan dan membikin kopi dan teh untuk orang tuanya dan suaminya.


Tidak terasa waktu akhirnya apa yang sudah dikerjakan oleh Nana juga siap, pas kedua orang tuanya itu dan suami sudah kembali dari mesjid.


"Na kamu sudah siap bikin serapan nak? secepat ini?" kata Ibunya bertanya.


"Cuma masih goreng Buk!! itu cuma sebentar bikinnya buk. " terang Nana pada ibuknya yang tersenyum padanya saat ini.

__ADS_1


"Apa kamu memasak tiap hari dirumah suaminya kamu Na?" tanya ibunya lagi kerena ibunya tahu putrinya itu bukan anak manja.


"Masalah buk, aku gak suka makan dibeli gak enak, lebih baik masak dendiri." santainya bicara pada ibunya.


"Syukurlah Nak, ibuk senang jika kamu memasak buat suaminya kamu." kata Ibu Nana lagi.


"Mas Syarif itu lebih suka masak buk, aku perhatikan dirumahnya itu lengkap alat masak, dan isi dilemari pendinginpun sangat lengkap diisi bahan masak." kata Nana lagi.


"Layani suaminya kamu dengan baik, ibuk yakin nak Syarif itu adalah suami yang baik untuk kamu nak, ibuk berharap pernikahan kamu ini untuk seumur hidup kamu, walau kalian menikah kerena terpaksa." kata Ibunya lagi.


"Iya buk,, Nana tidak akan mintak cerai sama mas Syarif, kami sudah sepakat untuk menjalani dan memulai dari awal buk walau kami baru kenal menikah tanpa kami segaja, tapi kami akan menerimanya buk." kata Nana meyenangkan hati ibunya.


"Ibu yakin pasti nantik kamu bisa mencintai suaminya kamu begitu juga dengan Syarif nak, makannya kalian sering-sering untuk berkomunikasi agar saling mengenal satu sama lainnya, agar kalian tidak salah paham akan suatu hal nantinya."ingat ibu Nana tersenyum pada putri semata wayangnya itu.


"Iya buk, aku akan ingat apa kata ibu." kata Nana tidak meneruskan lagi pembicaraan nya.


Nana berjalan keluar untuk memangil ayah dan suaminya yang saat ini lagi duduk di depan tv.


Syarif memperhatikan istrinya saat ini dengan rasa senang, melihat sajah cantik itu baru keluar dari ruangan makan dirumah sederhana milik orang tua Istrinya.


"Baiklah, aku pangil bapak dulu." kata Syarif mendekat ketepat mertua laki-laki nya itu.


"Pak kita Sarapan dulu, Nana dan ibuk sudah siapakan sarapan dimeja makan." ajak Syarif pada mertuanya itu yang lagi pokus menonton acara berita pagi.


"Ohhh ya Nak, ayok!! " kata Mertuanya itu kadung berdiri dari tempat duduknya saat ini dan berjalan mendahulukan menantu nya.


Samapai dimeja makan Nana sudah menaruh nasih goreng yang dimasak pagi ini untuk mereka semua.


Nana menaruh sepiring masih goreng di depan suaminya itu dengan telurr dadar dan ada kerupuknya udang yang menemani didalam piring itu.


"Mas makanlah, aku cuma bisa bikin ini saja hari ini." kata Nana lembut terdengar ditelinga Syarif saat ini.


"Gak apa Na,aku lebih suka masih goreng dari sarapan yang lain.", Kata Syarif juga lembut menjawab kata istrinya itu.


"Ya sudah ayok kita makan Mas, jangan dilihat saja itu nadihnya." kata Nana tersenyum pada Suaminya.


"Terimakasih banyak Na sudah mau bikin ini tiap hari untukku!!!" ungkap Syarif pelan di telinga istrinya itu.

__ADS_1


Kedua orang tua Nana hanya tersenyum saja melihat sepasang itu, mereka senang saat ini Syarif memperlakukan putrinya sangat baik,tidak berbuat macam-macam pada putrinya itu.


Mereka makan dengan keheningan sampai mereka siap sarapan pagi ini, setelah siap Nana merapikan meja makan dan piring kotor Nana kembali lagi kedalam kamarnya saat ini, kerena ingin mencari barang yang akan dibawak nya nantik keapertemen Syarif.


"Mas kamu kok didalam kamar?" kaget istrinya itu saat ini melihat Syarif duduk di meja rias Nana.


"Aku ingin cari ponselku Na, kamu lihat gak dimana aku tarok semalam?" kata Syarif mencari.


"Itu Aku tarok di laci dekat sebelah kanan mas, disana juga ada ponsel ku juga." kata Nana santai saja berjalan ke lemari yang ada di samping tempat tidurnya.


Syarif melihat istrinya itu mengambil kotak kecil yang ada di atas lemari itu agak tinggi jadi sulit untuk menjakau kotak itu Nana kerena dia dedikit pendek.


Syarif tiba-tiba mengangkat tubuh kecil istrinya itu,agar bisa mengambil kota yang ingin diambil oleh istrinya.


"Mas apa yang kamu lakukan, turunkan aku entar jatuh." kata Nana kaget saat ini tubuhnya sudah didepan kotak yang ingin diambilnya itu.


"Sekarang cepat ambil Apa yang ingin kamu ambil, tubuh kamu ini tidak ringan Na." kata Syarif santai.


"Sudah aku ambil cepat turunkan aku Mas." kata Nana sedikit salah tingkah akibat ulah suaminya itu.


Syarif menurunkan kembali tubuh Nana namun pas hendak memundurkan dirinya kaki Syarif tidak sengaja menyengol kaki tempat tidur Yang ada disebelahnya itu.


"Pukkk!!!


Bunyi jatuh sepasang suami-istri itu pas di tempat tidur empuk milik Nana saat ini, tubuh Nana pas diatas tubuh suaminya lagi,


lama mereka berdua saling menatap,kerena ada ketaran lain dari diri masing-masing.


Syarif menatap istrinya itu dengan tatapan yang tidak bisa diartikan saat ini, begitu juga dengan Nana jantung marasa ingin copot yang sudah kedua kalinya mereka sepeti ini.


Tanpa mereka sadari kedua orang tua Nana dengan diam-diam megitip sepasang suami-istri itu, kerena mereka kaget mendengar punyi yang keras kamar purinya saat putri dan menantu mereka jatuh.


"Pak, mari kita pergi saja, biarkan putri dan menantu kita melakukan kegiatannya !! " bisik ibunya Nana pada suaminya itu.


"Benar juga kata ibuk, biar kita bisa punya cucuk cepat,hihihi!!" sedikit ketawa kedua orang tuanya Nana dengan senang lari dari dari kamar purinya mereka.


***************

__ADS_1


__ADS_2