CINTA UNTUK DOKTER TAMPAN

CINTA UNTUK DOKTER TAMPAN
Ada rasa kecewa dan keraguan saat ini pada suaminya


__ADS_3

"Tentu saja, kamu harus menjawab karena aku ingin mendegar apa jawaban kamu." kata Syarif lembut dengan megusap pipi istrinya itu dengan lembut.


Lama Nana menjawab ucapan suaminya, kerena Nana juga tahu Syarif juga akan tahu apa dari jawabannya.


"Mas, selama kita menikah aku tidak pernah rasa keberatan atas pernikahan kita ini walau itu kita menikah tampa kita duga, semua serba dadakan, aku selalu bahagia menikah dengan kamu Mas, aku merasa nyaman bersamamu, jadi mas tidak usah merasa aku tidak bahagia bersama kamu." jawab Nana dengan lembut berkata pada suaminya itu.


"Terimakasih kamu sudah hadir didalam hidupku,aku sangat beruntung memiliki istri cantik dan baik seperti kamu,aku berjanji tidak akan pernah membuat kamu tidak merasa bahagia dalam pernikahan kita, aku akan selalu membuat kamu bahagia bersamaku." kata Syarif mencium kepala istri yang masi menyadarkan kepalanya dada bidangnya.


Nana kembali terhanyut dalam rasa bahagia mendengar perkataan suaminya itu,akhirnya dirinya juga bisa mencintai suaminya seperti apa saat ini Syarif mencintai dirinya.


"Terimakasih Mas." pelukan kedua nya semakin erat.


Keesokan harinya mereka menjalan aktivitas seperti biasanya Syarif sibuk dengan pekerjaanya dan sebagai dokter bedah dan sebagai orang terpenting dirumah sakit yang sedang dikelolanya, sehinga hari-hari mereka berdua sama sibuk, waktu tidak terasa pernikahan mereka sudah masuk 4 bulan saja, Nana sudah terbiasa ditingal pergi oleh suaminya itu untuk keluar kota,hanya dirinya saja yang sering tingal dirumah besar yang sudah dibeli suaminya beberapa bulan yang lalu.


Pagi ini Nana akan berangkat kerja,dia tidak lupa untuk sarapan dulu, kerena dia sudah biasa.Nana berjalan kearah meja makan pagi ini, bibik Num yang membuat sarapan pagi untuknya, kerena Nana jika suaminya tidak dirumah dia malas untuk melakukan kegiatan itu, apa lagi akhirnya hanya dirinya saja yang akan memakan sarapan pagi tampa Syarif.


Nana dengan lesu dan kurang bersemangat, bik Num yang melihat majikannya itu tidak semangat dia hanya bisa menghebuskan nafas, dia tahu istri dari dokter Syarif itu sangat meridukan suami yang sudah satu minggu tidak dirumah.


"Non Nana kenapa lagi, kok bibik perhatikan Non Nana gak semangat gitu, Non kurang enak badan ya?" Tanya Bik Num melihat majikannya itu agak kurang semangat. " Non pasti meridukan den dokter ya Non? " kata Bik Num kebali.


"Aku baik-baik saja Bik, jika rindu padanya pasti itu bik, tapi aku akhir-akhir ini aku agak kurang Enak badan bik, jadi aku gak semangat gitu." kata Nana bicara pada asisten rumah tangga nya itu.

__ADS_1


"Jika Non kurang enak badan gak usah berangkat kerja de, bibik takut akan terjadi kenapa pada non." kata bik Num sedikit cemas. "Nantik bibik bisa di marahin den dokter kerena bibik gak jaga Non dengan baik." kata Bik Num lagi.


"Gak apa bik,bibik juga jangan bilang sama Mas Syarif ya, jika aku lagi gak enak badan, nantik bibik juga yang dimarahin, mau??" kata Nana tersenyum pada bik Num, kerena hanya bik Num yang menemani Nana semenjak bik num bekerja di rumah baru ditempatinya itu.


"Tapi bibik gak bisa bohong Non sama den dokter." kata bik Num polos pada Istri Dokter tampan itu.


"Ya itu terserah bibik Saja." kata Nana tidak mau banyak bicara lagi kerena dia tahu bik Num memang seprti itu pada Syarif tidak bisa berbohong.


Nana hanya diam saja selama meyantap sarapannya itu, tidak bicara lagi dengan bik Num kerena bik Num juga melanjutkan kerjaannya .


Setelah siap dengan sarapan ya Nana langsung pamit pada bi Num untuk kerja, Nana selalu mengunakan ojek online untuk berangkat kerja kerena Syarif tidak memperbolehkan lagi istri untuk membawa kendaraan sendiri jika dia tidak dirumah, biasanya diantar oleh dokter tampan itu sendiri saat istrinya untuk pergi bekerja.


Setelah sampai didepan Koto tempat dia bekerja Nana di tidak sengaja melihat sari ada di depan tokonya itu, berdiri sendiri didepan toko yang belum bukak.


"Mbak Sari, kenapa ada disini, toko kami belum bukak?" sapa dan tanya Nana pada Sari.


"Hai Na, apa kabar ?" sapa Sari dengan santai dan dengan gaya sombongnya pada Nana.


"Aku baik Mbak, apa ada yang bisa saya bantu?" kata Nana kembali.


Nana tidak merasa ada sesuatu tentang wanita yang berlagak orang kaya itu, Nana hanya menyapa Sari dengan sopan dan Rama.

__ADS_1


"Hmmmm, begini Na, aku kesini hanya bilang sesuatu pada kamu, aku ingin memberikan ini, bahwa aku adalah kekasih gelap suaminya kamu, jadi kamu jangan kaget melihat kebersamaan kami, aku harap mulai sekarang kamu mulailah untuk menjauh dari suaminya kamu,tidak lama lagi posisi kamu sebagai istrinya dokter Syarif akan begeser, aku yang akan mengantikan posisi kamu." kata Sari dengan sombong bicara pada Nana saaat ini, kerena dia ingin rumah tangga Syarif dan Nana berantakan dan Mereka bercerai.


"Apaan ini Mbak, aku tidak mengerti apa maksud kamu ini,selama ini aku tidak pernah suamiku suka terhadap Mbak, kenapa dengan mudah kamu bilang kamu kekasih suamiku." kata Nana tidak cepat percaya dengan apa yang diucapkan Sari barusan padanya.


Nana lebih mempercayai suaminya dari orang lain, belum tentu semua itu benar, Nana lebih memilih menunggu suaminya kembali dari luar kota, dan dia akan bertanya langsung tentang poto yang baru diberikan Sari padanya.


"Jika kamu tidak percaya, silakan kamu tanya pada suami kamu sediri."kata Sari santai bicara pada Nana.


"Jika tidak ada yang ingin Mbak bicarakan lagi silakan pergi dari siani, kerena aku lebih percaya pada suamiku." kata Nana meningalkan Sari yang masih berdiri diluar toko tempat dia bekerja.


Sari melihat Nana hanya santai masuk kedalam toko itu, dia sangat merasa sakit hati marah, dan emosi, kerena Nana tidak semudah itu dia bisa dibohongi.


"Lihat saja Suami kamu akan aku dapatkan apapun cara akan aku lakukan untuk merebut Syarif dari sisi kamu." kata Sari dengan mengepalkan tangannya.


Sari meningalkan toko tempat Nana bekerja dengan kekesalannya saat ini kerena tidak mudah untuk memancing Nana untuk cemburu padanya.


Lain saat ini dengan Nana di loker tempat dia meyimpan barangnya, dia kembali megabil beberapa poto yang terlihat poto suaminya sedang tersenyum manis pada Sari, dan poto kedua Syarif sedang memegang tangan Sari dengan mesra, dan poto ketiga Syarif tampak memeluk diri Sari dengan mesra.


Hati Nana saat ini sangat tidak baik-baik saja, didepan Sari dia tidak melihatkan dirinya lemah, tapi saat sendiri dia mulai ragu dengan poto yang didapat dari Sari, apa itu benar atau tidak, Saat suaminya nantik kembali barulah dia bisa mendengar penjelasan dari mulut Syarif sendiri, saat ini tidak mau mempercayai orang lain.


Ada sedikit rasa kecewa pada dirinya saat ini melihat poto suaminya dengan perempuan lain dengan mesra.

__ADS_1


"Apakah ini benar Mas?


**********


__ADS_2