
Syarif pergi mengatarkan buah itu pada tetangga dekat dari rumahnya itu dengan sedikit rasa kesal, kerena kedua orang tuanya melarang membawa istrinya.
"Ahhhh, kalian terlalu memanjakan istrinya aku,masa aku harus sendiri saja mengantar ini, apa lagi akan kerumah Sari, aku malas sekali bertemu dengan gadis itu walau dia teman sekolahku, tapi aku tidak pernah nyama didekatnya."kata Syarif sambil melajukan motor megarah kerumah Pak Rt yang tidak jauh dari rumah orang tuanya itu.
Tidak lama Syarif sampai di rumah Pak Rt, dia masuk kedalam halaman luas itu, dia melihat Pak Rt lagi duduk santai betsama putranya diteras rumahnya saat ini.
"Asalammualaikum pak. " Kata Syarif turun dari motornya dan membawa sekantong buah dan memberikan pada Pak Rt.
"Ehhh kamu Nak Syarif, apa kabar kamu?" sapa Pak Rt itu.
"Alhamdulillah Pak aku sehat, ini aku ingin mengantar buah yang di betik Mama dan Papa untuk Bapak,selamam kamu semua meginap dikebun jadi Papa juga panen buah sedikit untuk dimakan saja pak." kata Syarif memberikan buah dikantong itu pada Pak Rt.
"Terimakasih banya Nak,sampaikan kembali terimakasih kami pada orang tua kamu ya." kata Pak Rt Sopan.
"Baik Pak, jika begitu aku pamit dulu untuk mengantar kesebelah pak." kata Syarif pamit pada pak Rt itu.
Syarif Langsung menuju rumah Sari saat ini rumah itu tutup saja tidak ada orang berada di dalam rumah itu, Syarif megetuk pintu dan mengucapkan salam.
Lama Syarif menunggu diluar akhirnya pintu rumah itu terbuka, Syarif meligat Sari yang keluar dari dalam.
"Hai Syah, ada Apa kamu kesini?" kata Sari sedikit senang melihat pria yang selama ini dia suksi berada didepanya.
"Aku hanya mengatar ini Sari, kerena Mama yang mintak antar buah ini untuk kamu, pas kamu berada di rumah saat ini." kata Syarif santai saja dan tidak banyak cerita, kerena Syarif juga mengidari Sari dari zaman sekolah, kerena dia tahu Sari dari dulu megejarnya, tapi Syarif memang tidak meyukai gadis itu.
"Silakan duduk dulu Syah, aku akan bikin minum dulu sebentar." kata Sari ingin kedalam mengabil minum,namun Syarif mencegahnya langsung.
"Ehhh gak usah report Sari, aku hanya sebentar saja, saat ini istrinya aku lagi sendiri di rumah." kata Syarif berkata begitu agar Sari bisa berubah rrasa suka itu padanya.
"Hmmm , baiklah tidak apa, terimakasih ya Syah bilang sama Tante Mur aku senang memdapat buah ini darinya." kata Sari saat ini sedikit rasa tidak senang Syarif bicara istrinya dihadapanya.
"Jika begitu aku pamit dulu, da Sari aku pulang." kata Syarif sedikit sopan pada Sari.
__ADS_1
Namun saat Syarif ingin berjalan meningalkan teras rumah itu, Sari kembali memangil namanya.
"Syah,apa kamu tidak pernah merasa suka selama ini pada ku?bertahun-tahun aku menunggu itu darimu.Aku mencintai kamu selama ini Syah, tapi kenapa kamu menikah dengan gadis lain, aku sungguh sakit Syah." ungkapan Sari saat ini, tidak merasa malu lagi mengatakan isi hatinya di depan Syarif yang sudah milik orang lain.
Syarif kembali memutar tubuhnya pada gadis itu lagi, dan nentatap Sari dengan sikap dingin dan cueknya itu.
"Sari maaf jika aku kembuat kamu merasa sakit, tapi jangan kamu salah artikan selama ini kita berteman,aku hanya mengagap kamu teman tidak lebih,aku tidak pernah merasakan suka pada kamu selama ini, aku harap buang jauh-jauh perasaan kamu itu pada ku, kerena aku tidak pernah bisa mencintai kamu.Aku sudah memiliki Istri yang aku contai selama ini." kata Syarif pergi begitu saja dihadapan Sari.
"Tapi kamu harus ingat Syah aku akan mendapatkan kamu lagi dengan cara apapun." kata Sari sedikit keras.
Syarif hanya diam saja saat Sari mengatakan itu padanya sebelum dia menjalankan motornya dan meningalkan ruamh Sari.
Sari managis diam tertunduk saja di depan pintu rumah saat ini melihat Syarif pergi dan mendegar kata Syarif tadi membuat Sari sangat sakit hati.
"Sampai kapanpun aku tidak akan pernah bisa membiarkan kamu dengan gadis lain, walau kamu sudah punya istrinya Syah,aku akan membuat dia menyikir dari hidupmu." Kata Sari biacara dalam hatinya saat ini.
Syarif kembali kerumah orang tuanya saat ini, Nana yang masih duduk santai betsama kedua orang tuanya,Syarif turun dari motor itu dan kembali duduk Di samping istrinya itu.
"Kamu kenapa Mas, kok wajah kamu memerah kayak gitu?" Kata Nana melihat Suaminya itu agak lain.
"Baiklah, tunggu bentar ya Mas, aku akan mambil dulu kedalam." kata Nana beranjak dari tempat duduknya saat ini untuk mengabil minum yang dimintak oleh suaminya itu.
"Kamu kenapa Syah kok bete amat Papa lihat wajah tampan putra papa." kata Pak Wira saat ini dia tahu putranya sedang meyemuyikan sesuatu.
"Tidak ada Pa, aku baik saja kok, jangan asal bicara, enter menantu kamu itu dengar mala bikin aku salah lagi padanya. " kata Syarif pada Papanya itu santai.
"Benaran tidak ada sesuatu yang sudah membuat kamu bete? " Tanya Papanya kembali.
"Benaran Pa, kenapa maksa kali." kata Syarif tidak banyak bicara.
"Ma, bikin cemilan kenapa sih siang-siang gini enak lo bikin gorengan entah apa kek.' kata Syarif kembali pada mamanya itu.
__ADS_1
"Malas, jika kamu ingin makan sesuatu mintak istrinya kamu yang bikin." kata Mama Mur santai saat ini.
"Istrinya aku jika bisa Ma bikin makanan, tapi aku legi ingin bikinan Mama, sudah lama aku gak rasakan bakwan bikinan Mama." bujuk Syarif pada Mamanya itu.
"Ini anak sudah nikah masih saja manja, bentar lagi kamu juga akan jadi ayah orang Syah, jangan manja kamu." kata Mama Mur pada putranya itu.
"Ayoklah Ma, sedikit saja bikin untuk aku. " kata Syarif sedikit meregek pada Mamanya itu.
"Isss kamu ini kecil dan sudah dewasa bertingkah kayak gini masih saja seperti anak bayi peragai kamu Nak." Repet Mama Mur pada putranya itu.
"Bikin sedikit kenapa sih ma, Papa juga ingin kok." kata Pak Wawan membantu putranya itu.
"Tukan papa juga pengen, ayoklah Ma...!!! " regek Syarif sambil tersenyum manja pada Mamanya saat ini.
"Iiis geli aku lihat kamu seperti itu, bertingakah seperti anak kecil pada Mama Mas." ejek Nana pada Syarif yang saat ini baru saja keluar dari rumah itu dengan membawa segelas air putih untuk suaminya itu.
"Bermanja sama kamu lain rasanya Na." kata Syarif santai saja bicara di depan kedua orang tuanya itu.
"Kok akau sih Mas." kata Nana melalakakn matanya pada suaminya itu.
Syarif hanya tersenyum jahil kembali pada istrinya itu,kerena dia tidak mau diejek oleh istrinya itu,jadi itu saja untuk bisa mengalakan ucapan istrinya itu.
"Iiiis kamu ini selalu ingin cari gara-gara terus sama aku mas." kesal Nana pada suaminya itu.
Kedua orang tuanya Syarif hahya ketawa kecil melihat menantunya saat ini lagi merugut ulah putranya.
"Janagan marah gitu sayang, sini duduk kembali disampingku. " ajak Syarif dengan megambil gelas yang masih ditangan istrinya itu, dan Syarif menarik istrinya itu untuk duduk disampingnya.
"Maaf deh jika aku bikin kamu kesal,sekarang kamu bisa bantu Mama bikin bakwan untuk kita didapur.' kata Syarif lembut megusap rambut panjang istrinya itu.
"Ayok Na, bantu Mama jika tidak sibayi besar itu akan mengagguku terus. "kata Mama Mur bangkit dari duduknya dan berjalan masuk kedalam rumah itu bersama menantunya itu.
__ADS_1
Syarif dan Papanya hanya melihat kedua wanita cantik itu dengan tersenyum saja, kerena hari ini mereka berdua berhasil bikin Mama Mur itu kesal padanya.
*********