CINTA UNTUK DOKTER TAMPAN

CINTA UNTUK DOKTER TAMPAN
Ketahuan untuk kedua kalinya


__ADS_3

Pagi ini sepasang suami-istri itu baru saja keluar dari kamarnya, Syarif berjalan kemeja makan lebih dulu dari Nana.


Pak Wawan yang melihat putranya itu pagi ini sangat berwajah ceriah keluar dari kamarnya.


"Pagi Pa,Ma..!! "Sapa Syarif pada kedua orang tuanya itu.


"Pagi Syah,seperti tidurmu sangat pulas sehinga baru keluar dari kamar jam segini, lihat sarapan pagi yang dibuat oleh istrinya kamu sudah dingin kelamaan menunggu kamu." canda Papanya Itu dengan tersenyum pada kedua orang yang ada di hadapannya itu.


"Sudah Pa jangan ganggu menatuku, ini masih pagi, ayok kita sarapan. " Ajak mama Mur pada ketiga orang itu.


"Mas kamu mau makan apa ?" kata Nana bertanya pada Syarif, kerena dia masak Mi goreng dan ada nasi makan berat dimeja makan itu dan lauknya.


"Terserah kamu saja, apa yang kamu masak aku suka." santai Syarif bicara didepan kedua orang tuanya itu.


Nana mengambil nasi dan lauk kedalam piring Syarif dan sedikit mi goreng, Nana menyuruh memakan sarapan yang di ambilkan itu.


"Ini makanlah sarapan kamu mas. " kata Nana menaruh piring Itu pada suaminya itu.


"Terimakasih banyak sayang." kata Syarif lembut pada istrinya itu."Kamu juga makan..!! suruhnya kembali.


Nana kembali mengambil sarapan untuknya, dan makan dengan keheningan dimeja makan itu.


Setelah siap sarapan pagi mereka mulai berkemas untuk kembali kerumah mertua kembali,Syarif sibuk saat ini memasukan buah yang sudah dipetik dari kebun kemaren sore, kerena dia tahu istrinya itu sangat menyukai buah jeruk dari desanya itu.


Dalam perjalanan kerumah orang tua Syarif Nana hanya duduk diam disamping Mama Mur duduk di bangku belakang mobil itu, tidak lama mereka sampai juga dirumah besar milik mertuanya itu.


Mama Mur dan papanya Syarif masuk kedalam, Nana membantu suaminya itu menurunkan barang bawaan dari kebun untuk dibawak masuk.


"Kamu masuk saja biar Aku saja yang bawak ini semua, istirahatlah sana. " kata Syarif sedikit perhatiannya pada Istrinya itu.


"Aku bantu kamu saja mas, malas jika bersenang-senang terus aku selama disini." kata Nana tampa salah sedikit saja.


"Mau kerja ??" kata Syarif kembali dengan senyuman jahilnya itu.


"Mau, tapi kerjaan apa?" santai Nana pada Syarif.

__ADS_1


"Entar pijitin aku ya." bisik Syarif santai pada istrinya itu.


"Enak di kamu mas,aku mana kuat untuk mijitin badan kamu yang berotot itu" gerutu Nana tidak mau mengikuti kata suaminya itu."aku tidak mau mas."sambungnya lagi.


"Lhoo katanya mau kerja, dikasih kerja malah nolak, itu sangat mudah sayang, nantik kita bisa gantian pijitinya." kata Syarif lagi.


"Tapi benaran ya gantian." kata Nana dengan polosnya.


"Iya..!! " kata Syarif dengan senyuman penuh makna.


"Ya sudah dini aku bantuin bawak ikan pancing itu kedalam, biar ditarok dalam lemari pendingin langsung." kata Nana mengambil kotak yang berisi Ikan itu ditangan suaminya itu.


Syarif hanya senang melihat wajah lucuu dan kesal istrinya itu, dan dia selalu ingin menganggu Istrinya itu.


Entah mengapa Nana selalu menunggu pikiran Syarif beberapa hari ini semenjak dia mengatakan cinta dan perasaannya pada istrinya itu.


Syarif masuk membawa ssekardus yang berisi jeruk ditangannya, dan menaruh di atas meja dapur itu, melihat Nana baru saja siap meyimpan ikan dari lemari es itu, Syarif langsung mendekati istrinya itu.


"Tungguin bentar Na, ambilkan aku minum dingin dulu, sepertinya udara dirumah ini sangat panas." kata Syarif mendekatkan tubunya pada istrinya itu.


"Sebentar saja Sayang, biarkan aku mencicipi bibir mana is ini sedikit Saja." Kata Syarif sabil mencium bibir istrinya itu sebentar.


"Mas, nantik mama lihat lagi, aku bisa malu." kata Nana keluar dari kunkungan suaminya itu.


Syarif hanya bisa melihat istrinya itu pergi masuk je kamarnya dengan mungka sudah memerah ulahnya.


"Istrinya ku yang cantik kamu selalu bikin aku gemas."kata Syarif hendak pergi dari dapur itu Namun Mama Mur langsung menarik telinga putranya itu.


"Kamu ini selalu bikin menantuku salah tingkah seprti itu, jika mau bermesraan jangan sembarangwn tempat Syah,ini dapur masa cium istrinya kamu disini, dasar anak tidak ada aqlak kamu ya, dasar jahil kamu ya." Repet Mama Mur pada putranya itu, kerena Mama Mur melihat kerjaan putra itu sendiri bikin Menantunya itu jadi salah tingkah.


"Untung saja Nana tidak lihat Mama, jika dia lihat Mama, bisa- bisa dia tambah malu sama Mama." Kata Mama Mur masih saja Merepet pada putranya itu.


"Ma, merepet boleh tapi lepas di ku jarinya dari kupingku ini,sakit ma." kata Syarif meringis kerena ditarik oleh Mamanya itu.


"Awas ya kamu ulang lagi, aku tidak akan mengqmpuni kamu,ingat itu." kata Mama Mur pergi dari dapur itu.

__ADS_1


Syarif hanya tersenyum saja melihat Mama itu kesal setengah mati ulahnya, membuat menantunya sudah salah tingkah.


Syarif sabil memegang telinganya masuk ke dalam kamarnya dan duduk di meja kerjanya dia mulai membuka leptopnya saat ini,Syarif akan memerikasa laporan yang sudah dikirim oleh Dokter Ridwan.


Syarif pokus dengan kerjaanya saat ini tidak memperhatikan Nana yang baru saja keluar dari kamar mandi,Syarif tidak menyadari istrinya itu sudah berada disofa yang ada didalam kamar itu dengan menonton tv.


Nana juga tidak mau menganggu jika Syarif sedang didalam bekerja saat ini,setelah bosan Nana didalam ruangan itu dia kembali ke luar dari kamar untuk mengambil cimilan untuk Syarif.


tidak lama Nana masuk dengan membawa cemilan dan segelas kopi untuk suaminya itu.


"Mas aku bikin kopi untuk kamu, aku tarok disini saja ya." kata Nana lembut menaruh kopi disamping suaminya itu.


"Ya"kata Syarif singkat dan acuh.


"Ahhh dasar kamu dokter dingin, jika dalam kerja kamu mengabaikan aku mas." sungut Nana yang berjalan duduk ke sofa itu lagi sambil megerutuk dalam hatinya.


Ada rasa kesal juga dihatinya Nana saat Syarif bekerja seprti ini, dia cuek saja jika sudah bekerja.


Syarif sudah siap dengan kerjaannya itu dia baru kembali melihat istrinya lagi sibuk melihat ponselnya, sambil berselujur disofa dia duduk tampa melihat Syarif lagi, dia juga meyibukan dirinya dengan dunianya dengan melihat fb nya itu.


Syarif menutup leptopnya dan berjalan kearah istrinya itu dan langsung mendekatkan tubunya pada Nana yang lagi main ponselnya itu.


"Mas, apaan sih kamu, bisa gak lihat aku senang sedikit napa sihh." kata Nana sedikit merungut pada Syarif.


"Pijat dulu aku Na, tadi apa yang sudah kamu katakan padaku, cepat lakukan." kata Syarif berkata pada istrinya itu.


"Iss kamu ini curang mas, masa aku baru saja enakkan gini, kamu sudah suruh aku untuk pijat kamu." kata Nana sedikit merungut itu.


Nana akhir dengan kesal mengerjakan apa yang dimintak suaminya itu, dengan tangan dan tenaga agak kuat Nana memijat punggung Syarif dengan kasar, sehinga Syarif merasakan tidak nyaman.


"Kerjakan dengan hati iklas Sayang, dosa jika kayak gini." kata Syarif pada Nana.


"Sudah ya mas, capek banget lhooo." kata Nana.


"Sebentar lagi habis itu aku yang akan pijat kamu." kata Syarif lagi bicara dengan santai.

__ADS_1


***********


__ADS_2