CINTA UNTUK DOKTER TAMPAN

CINTA UNTUK DOKTER TAMPAN
Pengakuan dari istri


__ADS_3

Pagi ini Syarif hanya diam dirumah saja tidak ada tanda untuk berangkat kerja,Nama dengan bingung melihat suaminya itu biasanya Syarif pagi sudah bersiap untuk berangkat kerumah sakit, namun tidak pagi ini.


"Mas, apa kamu gak ke rumah sakit hari ini?" Tanya Nana bingung.


"Tidak ,aku gak bisa meningalkan kamu sendiri dalam keadaan kamu seperti ini Sayang, jika keadaan kamu masih kayak gini, hari ini kamu tampak susah berjalan."


"Aku gak apa-apa Mas dirumah sendirian kok." sahut Nana agar suaminya itu tidak terlalu menghawatirkan dirinya.


"Untuk hari ini biarkan aku menemani kamu dirumah istri ku sayang." kata Syarif tampak mesra pada Nana yang duduk disebelahnya.


"Kamu ini ada saja mas." kata Nana sedikit malu.


"Kamu mulai saat ini tidak aku perbolehkan lagi kerja,kerena kita seminggu lagi akan pindah dari sini, kita akan kerumah baru kita."Jelas Syarif pada istri itu dengan sedikit melirik paa istri nya dengan senyuman dibibirnya.


Nana yang mendengar itu sedikit diam, dia tidak mengerti apa yang sedang bicarakan padanya.


Lama Nana merdiam kata Syarif saat ini, sesaat Nana masih menatap suaminya itu dengan tatapannya ingin tahu lebih banyak.


"Apa kamu bilang barusan Mas, kita akan pinda, kamu yang serus?" Kata Nana tidak percaya.


"Kenapa kamu bingung seperti itu dan menatapku kayak gitu Sayang." Kata Syarif megusap kepala istri nya itu dengan lembut.


"Kamu jangan becanda Mas, aku serius." kata Nana ingin tahu apa alasan mereka pinda dari apartemen Syarif saat ini.


"Kenapa?" kata Syarif santai melihat istrinya itu dengan senyuman dibibirnya.


"Jelaskan apa alasannya. " Jawab Nana singkat.


Syarif hanya tersenyum saja melihat istri itu kerena Nana tidak percaya bahwa dirinya saat ini benar-benar serius berkata begitu.


"Kamu gak percaya apa yang baru aku ucapkan Nana,begini apartemen ini akan aku jual karena kita tidak butuh tingal disini lagi, aku sudah membelikan rumah untuk kamu, jadi mulai saat ini kamu bikin surat pengunduran diri kamu, kamu hanya pokus mengurus aku dirumah saja." Jelas Syarif pada istrinya itu. "Apa kamu mengerti apa yang aku bilang barusan?" kata Syarif pada istrinya.

__ADS_1


"Mas Mana bisa begitu aku gak mau bingung sendirian, hanya untuk duduk dirumah seharian menunggu suamiku pulang kerja, pasti itu sungguh membosankan, aku gak mau mas,aku akan tetap kerja." kata Nana tidak mau.


"Ok, jika kamu gak mau, tapi ada syaratnya yang sharusnya kamu penuhi nantik." kata Syarif kembali bicara serius padanya.


"Apa?" kata Nana ingin tahu Syarat apa yang ingin diajukan padanya itu.


"Jika nanti kamu sudah hamil kamu gak boleh lagi kerja, bagai mana???" kata Syarif kembali bertanya pada istrinya itu.


"Tidak terlalu meyulitkan aku itu mas, baiklah." kata Nana tidak banyak bicara lagi asal dia mpasih di perbolehkan bekerja sampai dia hamil.


"Baiklah aku izinkan kamu bekerja sementara ini, saat kamu hamil kamu tidak boleh lagi bekerja." kata Syarif mengambil satu kotak yang ada di sampingnya saat ini dan memberikan pada istrinya itu.


Nana dengan bingung melihat kotak yang diberikan Syarif padanya, apa yang ada didalam kota yang sudah dipegangnya itu.


"Apa ini mas?"Nana kembali bingung memperhatikan kotak itu.


"Itu ada obat penyubur rahim, kamu boleh minum sekarang, kerena aku ingin kamu cepat hamil Sayang." kata Syarif Langsung bicara pada istrinya itu.


"Terus apa lagi yang kita tunggu sayang, kamu di suruh kuliah tidak mau, jadi lebih baik kamu cepat hamil dan kita bisa memiliki anak, itu sunggu memenangkan sayanag, aku gak mau menundah hal itu, kerena aku tidak punya saudara kandung, kamu juga begitu kita sama-sama anak tunggal, jadi tidak masalah dengan semua itu." jelas Syarif panjang lebar. "Apa kamu mau menjadi ibu dari anak-anak ku Na??"


Nana tersenyum mendengar ucapan suaminya barusan kerena dia tidak menyangkah suaminya akan memikirkan soal anak secepat ini, selama dia sudah menikah dengan Syarif jarang bicara seperti itu padanya.


"Ya, aku mau mas." kata Nana sedikit meneteskan air matanya kerena rasa bahagia suaminya yang tidak disangka akan bicara seperti barusan padanya,Nana sangat terharu dengan kata-kata suaminya, selama ini Nana juga tidak pernah terlalu berharap pada Syarif kerena mereka menikah tidak dengan cinta, melainkan menikah tidak disangka keduanya.


"Hai kenapa kamu menangis, apa ucapan aku kenyigung kamu,atau apa ada yang salah dengan kata-kata ku barusan sayang."bingung Syarif pada istrinya itu.


"Mas, aku menangis kerena terharu pada kamu,terimakasih kamu sudah mencintaiku secepat ini,aku senang kamu memintakku menjadi ibu dari anak-anakmu Mas." Nana kembali memeluk tubuh suaminya itu yang dekat dengan dirinya.


Syarif juga mencium kening istrinya itu dengan rasa bahagia dan cintanya pada istrinya itu, kerena Nana sudah bersedia menjadi ibu untuk anak-anak nya kelak.


"Terimakasih Sayang kamu mau menjadi ibu dari anak-anakku." kata Syarif merangkul tubuh istri itu lebih masuk kedalam pelukannya.

__ADS_1


Sepasang suami-istri itu tampak bahagia hari ini mereka sangat senang, kerena sudah jujur dengan apa yang sudah diinginkan pada orang dicintai dan disayangi.


Lama mereka saling berpelukan Nana tidak mau keluar dari rangkulan suaminya itu kerena merasa sangat nyaman dan hangat dari kasih sayang suaminya itu,selama mereka menikah Syarif tampak cuek tapi tidak pernah mengacuhkan dirinya,Syarif selalu melihatkan perhatian dan rasa cintanya pada Nana selama mereka sudah menikah,perasaan itu datang dengan sendirinya pada istri kecilnya dokter tampan itu.


"Hai apa kamu akan selalu ingin seperti ini, tidak akan melepaskan tubuhku?" kata Syarif senang istrinya sudah mau seperti ini padanya, sebelumya mana ada Nana bertingkah manja padanya.


"Aku mencintaimu Mas!! " kata Nana masih dalam pelukan Suaminya itu.


"Apa aku salah dengan, Nana istriku selama ini jarang berkata jujur sepet ini padaku." Kata Syarif tersenyum bahagia akhirnya hari ini dia bisa mendengar kata cinta itu kembali dari mulut istrinya.


"Sungguh Mas, aku sangat mencintai kamu, selama ini aku diam menahan rasa itu kerena aku masih ragu dengan hatiku,saat nantik kamu akan meninggalkan aku, itu yang aku takut selama ini.Tapai hari ini aku tidak akan pernah merasa ragu lagi pada kamu mas, kerena aku tahu kamu sungguh mencintai aku" kata Nana panjang menatap manik mata suaminya yang terseyum padanya.


"Siapa yang bicara seperti itu pada mu ?? aku tidak akan pernah meninggalkan istriku,saat kita menikah tampa cinta, tapi tidak semudah itu aku meningalkan kamu, makannya jangan banyak baca Novel sayang." kata Syarif menarik hidung mancung istri itu.


"Aku sangat mencintaimu." kata Nana lembut.


************


Hai bun kita kasih Visual tokoh cerita kita ya.



Ini adalah dokter tampan adalah Dokter Syarif.


Yang dibawah adalah Nana Istri dari dokter tampan.



Semoga Bunda pada semangat baca cerita ini.


Selamat membaca.

__ADS_1


__ADS_2