CINTA UNTUK DOKTER TAMPAN

CINTA UNTUK DOKTER TAMPAN
Aku ingin menikahinya


__ADS_3

"Siapa pemuda yang bersamamu Nak?? tanya sanga Ayah berbisik pada putrinya saat ini sambil memperhatikan pemuda yang bersama putrinya.


Hanna baru sadar ada orang lain saat ini juga ada bersamanya, Hanna langsung mengenalkan Reza pada kedua orang tuanya.


" Ohhh iya Yah-ibuk, aku sampai lupa memperkenalkan mas Reza pada kalian berdua,Itu Mas Reza dia adalaha bos aku tempat bekerja Ayah-buk." kata Hanna lembut dan tersenyum pada kedua orang tuanya.


"Mas ini adalah Ayah dan ibuku." kata Hanna pada Reza.


Reza langsung mengalami kedua orang tua Hanna dengan sopan dan ramahnya.


"Perkenalkan buk aku Reza." kata Reza lembut dan tersenyum dengan sopan pada kedua orang tua Hanna.


"Selamat datang dirumah kami ya nak, semoga saja kamu bisa betah disini." kata Ayah Hanna.


"Mari kita masuk tidak baik diluar, banyak tetangga yang akan lihat kita bicara diluar saja." kata Ibunya Hanna mempersilakan Reza masuk dan membawa putrinya masuk kedalam rumahnya.


"Ayok nak Reza kita bicara didalam saja." ramah Ayah Hanna pada Reza.


"Ohh ya pak, terimakasih banyak." kata Reza agak sungkan.


Reza masuk kedalam rumah Milik kedua orang tua Hanna dan duduk disofa ruang tamu itu.


Hanna mempersilakan Reza duduk terlebih dahulu, dan Hanna langsung masuk kedalam kamar yang sudah lama tidak dihuninya itu untuk menaruh kopernya.


Hanna kembali lagi keluar dengan membawa beberapa gelas teh untuk Reza dan ayang ibunya juga masih bebicang dengan Reza.


Hanna menaruh teh di hadapan Reza dengan sedikit hati-hati.


"Mas diminum tehnya." kata Hanna.

__ADS_1


"Terimakasih Han." kata Reza tersenyum pada Hanna.


Lama mereka semua diam, kedua orang tua Hanna memperhatikan putrinya itu mungkin sangat dekat dengan bosnya itu, mereka saat ini sedikit ada tanda tanya dihatinya, ada hubungan apa putrinya dengan bos tempat putrinya bekerja.


Akhirnya Ibu Hanna yang membuka pembicaraan dahulu, kerena rasa tidak senang Hanna membawa laki-laki pulang ke desanya, ibu Hanna tidak mau jadi gunjingan oleh orang desa putrinya membawa pria bersamanya.


"Nak, apa ibuk boleh bertanya pada kalian berdua?"kata ibu Hanna menatap sejoli itu.


"Ada apa buk, apa yang ibuk ingin tanyakan?" Sahut Hanna juga binggung.


"Apa kalian berdua menjaling hubungan ?" kata Ibunya Hanna langsuang.


"Iya buk, kami berdua memiliki hubungan selama ini sudah dua tahun sudah terjalin." kata Reza tidak mau meyemuyikan lagi hubungannya dengan Hanna.


"Maaf Pak, buk Mungkin bapak dan ibuk kaget mendengar ini, tapi aku tidak bisa menahannya lagi, aku mencintai dan menyayangi putri bapak dan Ibu selama ini, aku tidak bisa jauh darinya,aku ingin menikah dengan Hanna buk." ungkap Reza jujur dan melamar Hanna pada kedua orang tua kekasihnya itu.


"Apa ??? kaget Hanna menatap Reza tidak dapat diartikan. " jangan gila kamu mas, apa kamu benar-benar dengan ucapan kamu itu?" kata Hanna juga tidak gabisa pikir isi pikiran Reza hari ini.


"Bapak tergantung pada Hanna saja, jika dia mau menerima kamu untuk menjadi suaminya, bapak tidak bisa melarang kalian berdua kerena kalian berdua ada niat baik untuk hidup dangan ikatan pernikahan." kata Ayah Hanna mengerti apa yang diinginkan sepasang kekasih itu.


Lama Reza menatap Hanna saat, sambil mendengar keputusan Hanna, apa dia mau menerima dirinya untuk menikah.


"Apa kamu mau menikah dengan Nak Reza Han, jangan kamu diam saja." kata ibunya lagi bertanya pada putrinya itu.


Hanna menatap ibunya dan ayahnya sejenak lalu dia menatap Reza kembali dan mulai bicara lagi pada Reza.


"Apa kamu yakin dengan keputusan kamu itu Mas, apa itu tidak akan membuat kamu berat atas keputusan kamu itu? " kata Hanna kembali pada Reza yang masih menatapnya.


"Han, aku sudah bilang pada kamu, aku mencintaimu dan menyayangimu, aku benar-benar ingin menikah dengan kamu hari ini atau besok selagi kita disini,aku tidak mau menundanya lagi." kata Reza yakin pada diri nya.

__ADS_1


"Apa kamu tidak akan menyesal menikah denganku nantinya? "Tanya Hanna kembali.


"Aku tidak akan menyesal kerena aku sangat mencintaimu Han, jangan ragu kamu padaku Sayang." kata Reza diujung katanya dan menatap kekasihnya itu.


"Baiklah aku mau menikah dengan kamu Mas, jika kamu benar-benar dengan ucapan kamu itu." kata Hanna juga kerasa senang dirinya akan dilamar tiba-tiba oleh Reza.


Kedua orang tua Hanna juga tidak bisa banyak bicara kerena itu adalah keputusan dan pilihan putrinya sendiri, tapi kedua orang tua Hanna masih ragu dengan reza mana mungkin pemuda yang akan menikahi putrinya nanti tidak ada orang tuanya.


"Nak reza jika kamu ingin menikahi putri kami, kamu harus mintak izin pada kedua orang tua kamu, kerena kami berdua tidak ingin nantik keluarga kamu salah paham pada Hanna gadis seperti apa, kerena bapak tidak ingin terjadi salah paham pada Putri kami." ungkap Ayah Hanna.


"Hari ini aku kan memintak restu kedua orang tuaku Pak, agar aku bisa menikahi putri bapak." kata Reza tidak merasa takut pada Ayah Hanna sedikit saja.


"Jika begitu mintak izinlah pada orang tua kamu nak, besok kita langsungkan pernikahan ini setelah izin dari keluarga kamu." kata Ayah Hanna lembut dan sopan bicara pada calon menantunya itu.


Hari ini Kedua orang tua Hanna tidak akan mengangkat Hanna akan dilamar oleh bos putrinya itu sendiri,namun sebagai orang tua hanya bisa menerima jodoh putrinya itu kerena mereka saling mencintai.


Setelah pembicaraan,saat itu juga Reza langsung menghubungi kedua orang tuanya di jakarta untuk memberitahu dirinya akan menikahi Hanna, sebelumnya Kedua orang tuanya Reza juga suda pernah diperkenalkan olehnya siapa kekasihnya.


Kedua orang tua Reza sudah setuju jika Reza menikah dengan Hanna, ibunya Reza sangat senang jika Hanna yang menjadi menantunya, Hanna gadis baik dan cantik.


"Ada apa Reza kau menelpon Papa? kata Papa Reza saat ini kenapa putranya itu tiba-tiba Menghubunginya.


"Pa, aku ingin menikah dengan Hanna, kerena aku sudah berada desa Hanna, aku tidak mau kehilangannya, aku ingin Papa dan Mama merestui ku menikah dengan dia." kata Reza tutup poin saja pada papanya.


"Jika itu pilihan kamu silakan Papa tidak bisa melarang kamu dengan siapa kamu menikah, Papa izinkan kamu menikahi Hanna, dia gadis yang baik untuk kamu nak." kata papanya setuju saja Reza menikahi Hanna.


"Terimakasih pa, apa Papa akan datang saat aku menikah besok didesa Hanna??"


"Pasti kami datang kamu tidak usah khawatir Nak. " kata papanya.

__ADS_1


"Ya sudah pa, aku tutup ya telponnya, aku akan bicara lagi pada kedua orang tua Hanna, jangan sampai Papa dan Mama tidak datang." ucapan Reza pada papanya dengan senang.


***********


__ADS_2