
Sudah tidak terasa pernikahan mereka sudah satu minggu saja saat ini, Syarif Hari ini akan mengajak Nana kembali ke kampung halamannya untuk memberi tahu tentang pernikahannya dan Nana.
Hari ini pas hari libur Nana bekerja di tempat toko Reza, Syarif juga sudah memintak izin pada Bos Istrinya itu untuk beberapa hari ini Nana tidak bisa bekerja.
Syarif mencari Nana yang lagi masak di dapur pagi ini, kerena Hanya masak saja Nana diperbolehkan oleh Syarif melakukan kerjaan rumah selain itu tidak boleh.
"Na, apa kamu sudah siap dengan masak serapan paginya ?" kata Syarif baru saja keluar dari kamarnya.
"Ada Apa mas, sebentar lagi sudah siap, aku hanya bikin Mi goreng sama dadar telur pagi ini." Apa kamu sudah tidak bisa menahan lapar? tanya Nana kembali sambil memasak mi goreng itu.
"Bukan seperti itu Na, jika mau sudah siap masak, kamu berkemas lah kita akan ke kampungku beberapa hari kedepan." kata Syarif tiba-tiba pada Istrinya itu.
"Kenapa baru bilang sekarang Mas, salam kok kamu gak bilang?tanya Nana sambil bingung menatap suaminya itu.
"Aku lupa Sayang, jangan kayak gitu menatapku, peluk Syarif saat ini di dirinya memeluk tubuh kecil istrinya itu dari belakang kerena posisi Nana lagi masak.
"Lepas Mas !! aku lagi masak, jangan becanda ini masih pagi kamu sudah mengajakku berantam. " kata Nana mulai sifat aslinya keluar, judes orangnya.
"Dengar kata suami Na, jangan membantah terus,diamlah aku ingin memeluk kamu sebentar saja." kata Syarif lembut ditelinga Istrinya itu.
"Minggir dulu aku mau pindahin makanan ini kedalam piring, biar kita bisa sarapan dulu sebelum berangkat ketempat keluarga kamu Mas." balas Nana sudah mulai terbiasa dengan semua kelakuan suaminya itu.
"Baiklah, tapi ada satu Syaratnya, kamu harus kasih aku selamat pagi padaku." kata Syarif menghadapi pipinya pada istrinya itu.
"Isss kamu ini, selalu aneh saja kelakuan kamu seminggu ini Mas." kata Nana sedikit salah tingkah ulah Syarif.
"Ayoklah, sekali saja!! " rengek Syarif sudah mulai bucin dengan istrinya itu.
"Muaaahh...!! " sebuah ciuman pagi untuk Syarif mendarat cepat dipipi Syarif yang masih memejamkan matanya.
Syarif juga kaget istrinya itu tumben Mau melakukan itu padanya, senyuman Syarif saat ini terlihat dibibirnya saat istrinya mengambil piring untuk mi goreng mereka sarapan pagi ini.
"Apa lagi yang kamu pikirkan disana Mas, sana duduk aku akan menaruh mi ini dimeja makan. " santai Nana pada Syarif saat ini, walau dirinya saat ini masih malu.
"Baiklah aku akan tunggu kamu dimeja makan. " kata Syarif berjlan kemeja makan tidak jauh dari tempat masak.
Nana membawa dua piring mi goreng untuk dirinya dan Syarif.
Syarif melihat dan mencium bauk mi bikinan Istrinya pagi ini sangat mengoda seleranya.
__ADS_1
"Mmmm ini pasti enak, dari bauknya saja sudah wangi." kata Syarif mulai meyendok mi itu masuk kemulutnya.
Sudah jangan banyak bicara Mas, makan saja." Kata singkat Nana.
Mereka tidak banyak bicara lagi mereka berdua menghabiskan sarapan pagi mereka, setelah siap Nana juga langsung bersiap untuk berangkat kekampunng Syarif.
Setelah siap bekemas dan dirinya Nana juga sudah tampak cantik dengan dandanan yang biasa saja,masih telihat cantik istrinya Syarif saat ini.
Syarif tidak bisa melepaskan pandangan pada istrinya itu, kerena dia yang berdandan natural saja, membuat gadis yang seminggu menjadi istrinya itu sangat cantik pagi ini.
"Kamu sudah siap ayok kita berangkat Na. " kata Syarif mengambil koper untuk pakaian ganti mereka berdua selama didesa Syarif.
"Sudah Mas!! ayok kita berangkat. " kata Nana tidak menunggu lama, dia berdiri dan berjalan beranjak dari kamarnya saat ini.
Syarif juga mengikuti istrinya itu dari belakang dan membantu membawa koper milik mereka itu ditangan Syarif saat ini.
Didalam mobil saat ini Nana baru saja ingat masih dalam kota, dia harus membeli sesuatu sebagai buah tangan untuk mertuanya kerena baru pertama dia datanya dan bertemu dengan orang tua Syarif, dirinya harus tampak berkesan pada mertuanya nantik.
"Mas bisakah kita cari toko kue, aku akan bawak buah tangan untuk orang tua kamu, tidak munkin aku haya membawa diri saja Mas." kata Nana lembut pada suamianya itu.
'"Baiklah , kita Cari di depan saja, ada satu toko kue kita bisa belanja disana saja." kata Syarif mengikuti keinginan istrinya itu.
Mereka masuk kedalam toko kue itu, Nana langsung memilih bermacam bentuk kue yang enak.
Nana sudah mendapatkan semua itu dia langsung membayar kekasir dengan mengunakan ATM yang sudah dikasih Syarif padanya.
"Mas, boleh aku gunakan punyamu ini untuk membayar ini semua?" Tanya Nana pada suamianya itu yang masih setia menemaninya membayar belanjaannya dikasir.
"Itu milik kamu Na, bukan punyaku lagi, terserah kamu mau gunakan untuk apa." kata Syarif lembut saat ini memperhatikan istrinya itu.
"Aku sudah menganti sandinya dengan tagal pernikahan kita." kata Syarif lagi memberitahu password ATM pada istrinya itu.
"Baiklah, terimakasih banyak ya Mas." senyum Nana pada Syarif.
Setelah itu mereka langsung berangkat ke desa Syarif butuh tiga jam untuk perjalanan kesana, saat ini Nana juga sudah tertidur di samping suaminya itu.
Syarif kembali pokus dengan megemudi dan membiarkan istrinya itu untuk tidur saat ini,Akhirnya mereka berdua sampai juga di kampung halaman Syarif, namun istrinya itu masih saja tidur enak disampingnya.
"Sayang Bagun, kita sudah sampai. " kata Syarif membangunkan istrinya itu dengan pelan dan lembut.
__ADS_1
"Mmmm, Mas apa kita sudah sampai?" bingung Nana melihat kearah rumah yang termasuk mewah didesa itu.
Keluaga Syarif juga termasuk orang kaya juga yang ada di kampung Syarif kerena pemilik lahan sawit yang luas dan perkebunan sawit di mana-mana.
"Ayok turun pasti saat ini mereka sudah menunggu kita Na. " ajak Syarif pada istrinya itu.
"Tapi Mas, kenapa ramai sekali disini Mas?" kata Nana masih bingung dengan sikap polosnya itu.
"Nantik saja aku jelaskan,sekarang kita masuk dulu temui orang tua ku dulu,, ayok !! " Ajak Syarif keluar dari dalam mobilnya saat ini dan membukanya pitu mobil untuk istrinya itu.
Syarif masuk dengan mengandeng tangan istrinya itu, kerena Nana sedikit rasa takut dan kurang Nyaman saat ini kerena Banyak orang dirumah Syarif saat ini.
"Kamu santai saja, bersikaplah biasa saja Na, jangan kaku kayak gini." ingat Syarif lagi melihat istrinya itu kurang nyaman saat ini semua orang melihatnya.
"Assalamu'alaikum...!!! ucap Mereka sebelum masuk kedalam rumah itu.
"Walaikumsalam Nak, kalian sudah datang!!"sambut ibu Mur melihat putra sudah sampai dengan megadeng istrinya masuk kedalam.
"Ma, apa Kabar!! " kata Syarif memeluk Mamanya itu dengan rasa rindu.
"Mama sehat Nak, ayok masuk bawa istri kamu." kata Buk Mur senang melihat menatunya saat ini.
" Ma ini Nana!! Istri saya." kata Syarif mengenalkan Nana pada Mamanya itu yang terseyum kearah Nana.
"Saya Nana ma!! " kata Nana sopan mencium tangan mertuanya itu.
"Kamu cantik Nak,mama tidak sangka sibodoh ini akan memiliki istri secantik kamu." puji Buk Mur saat ini pada menatunya yang sudah tersipu malu.
"Sudah Ma, bawak masuk dulu menantuku . " kata Pak wawan sambil memeluk putranya saat ini.
"Pa, kata Syarif meyalami dan memeluk papanya itu ,Nana juga ikut menyalami mertua laki-lakinya itu dengan sopan.
"Ayok Nak Nana kita masuk dulu, kerena Disini ramai saat ini kerena Mama dan Papa akan mengadakan acara shukuran sedikit untuk kalian, sudah menikah." kata Mama Syarif lembut.
Nana hanya diam saja mendengar kata metuanya itu, dia tidak menyangka kedua orang tua Syarif akan sebaik ini, menerimanya walau mereka menikah tanpa diduga.
"Hai apa yang sedang kamu pikirkan ?" Syarif melihat istrinya itu sedikit melamun.
**********
__ADS_1