CINTA UNTUK DOKTER TAMPAN

CINTA UNTUK DOKTER TAMPAN
Suasana ribut jika bertemu


__ADS_3

Setelah Syarif dan Zhidan bertaya pada kedua gadis cantik itu, mala kedua pria itu ditertawain oleh kedua wanita cantik yang sedang menatap mereka.


"Hahahaha,, Mereka kepo jiga Na, aku gak percaya suami kita malah ingin tahu apa yang sedang kita bicarakan." bisik Lira pada Nana dengan pelan tapi masih terdengar oleh kedua pria yang lagi menatapnya dengan tatapan yang tidak dapat diartikan.


"Mereka terlalu kepo ya,sepupu kayak mereka kayaknya seru juga tu Ra,Laki gue biasanya lebih usil dari laki lo, tapi kok beda hari ini lihat matanya menatap gue ingin menerkamku." Kata Nana kembali berbicara pelan pada Lira.


"Sayang membicarakan suami sendiri jika ada didekat kamu itu tidak baik,diamlah jika mau aman." kata Syarif santai.


"Up, gue gak berani lagi Ra, kenak lampu merah gue, jika gak gue gak bakal aman." sindir Nana lagi.


"Alah, kok gitu lo takut Na, tingal lebarkan paha, dia pasti gak bekutip." kata Lira asal ceplos.


"Apa!! "


Hanna kaget saat Lira mendengar ucapan sahabatnya itu, jika bicara asal ceplos tidak tahu temannya baru saja lahiran mana mungkin akan ngakangkan paha didepan lakinya, bisa-bisa Nana berakhir dirumah sakit kembali.


"Pukkkk, jangan gila lo, mau mengatar sahabatnya lo kerumah sakit kembali?? Kesal Hanna pada Lira.


"Apaan sih Lo Han main tabok aja, sakit tahu." kesal Lira lagi pada Hanna.


"Makanya mikir jika bicara, mana mungkin Nana akan bisa gituan, dia saja baru siap lahiran bisa-bisa dia nginap dirumah sakit kembali." kata Hanna santai.


"Ini orang, gak bisa mikir Han, jika bicara asal aja." sahut Nana.


"Maaf gue lupa Na, gak ingat lo abis lahiran." cigigir Lira pada kedua sahabatnya itu.


Kedua pria yang menatap mereka saat ini hanya bisa menggelengkan kepala saja melihat tingkah Tiga wanita itu, pasti ricuh jika sudah bertemu, gak bisa diam,mereka bertiga sudah seperti itu dari dulunya sebelum mereka menikah.


Hari ini rumah Syarif betul-betul rameh dengan para sahabat dan keluarganya ada di rumahnya saat ini, kerena ingin melihat Putranya yang baru lahiran beberapa hari lalu.


Tak terasa hari ini sudah sore saja,semua teman dari Syarif dan istrinya juga kembali kerumah masing-masing,hanya mentari dan zhidan yang tingal, kerena Mentari belum mau pulang,Lira sudah kembali bersama mertuanya,kerena anak Lira tidak nyaman berada dirumah Nana, anaknya agak sedikit rewel jadi Zhidan mengantar istri dan kedua orang tuanya pulang lebih dahulu, setelah itu dia kembali lagi kerena ada sedikit kerjaan yang harus dibahas bersama Syarif mengenai rumah sakit milik Sahabatnya Gio.

__ADS_1


Didalam ruangan kerja Syarif Zhidan bicara pada Sepupunya itu dengan serius, kerena Zhidan juga tidak bisa lebih lama lagi tingal di Indonesia kerena perusahaan cabang milik Gio tidak bisa ditinggalkan oleh terlalu lama yang ada di Inggris.


"Gue cuma satu minggu ini ada waktu untuk bantu lo, kerena kerjaan gue juga numpuk di sana Syah, lo harus bisa selesaikan ini dalam dua hari ini, lo suruh ridwan saja untuk berangkat keluar kota tinjau pembangunan rumah sakit disana dehh."Ucapa Zhidan juga tidak bisa lagi bantu sepupunya itu, kerena dia sudah mepet ingin berangkat ke Inggris.


"Gak masalah Idan,gue gerti lo juga sangat disibuk, nantik biar gue suruh saja dokter Ridwan yang keluar kota, kerena lo gak mungkin bisa lagi keluar kota,sebulan ini lo sudah bantu gue menyelesaikan pekerjaan gue."kata Syarif sangat bersyukur pada sepupunya itu mau membantu.


Selama menunggu hari kelahiran Nana, Zhidan yang membantu Syarif untuk keluar kita melihat proyek pembangunan rumah sakit yang masih berjalan sampai saat ini,namun tidak mungkin lagi Zhidan yang akan membantunya, Zhidan juga akan berangkat keluar nekri dimana dia dan istri menetap untuk sementara kerena Zhidan yang bertanggung jawab mengurus perusahaan Gio yang ada di Inggris.


"Semua berkas sudah gue siapkan Syah, lo tingal cek kembali mana tau ada yang salah atau kurang, lo cek lagi dehh." kata Zhidan memberikan sebuah berkas penting pada Sepupunya itu.


"Nantik gue priksa dehh, terimakasih lo sudah bantu gue,jika gak ada lo gue pasti keteteran juga Idan." kata Syarif merasa bersyukur pada sepupunya itu sudah membantunya selama menunggu hari kelahiran anaknya.


"Sudah kita saudara jadi saling bantu, lo gak usah sungkan begitu kenapa?? " Sahut Zhidan santai.


Mereka berdua akhirnya menutup perbincangan mereka kerena tidak ada lagi yang perlu dibahas lagi, jadi mereka berdua kengutuskan untuk keluar dari ruang kerja Syarif dan bergabung kembali dengan kedua orang tua Syarif yang ada diruangan santai bersama kedua orang tua Nana.


"Kalian berdua sudah selesai?? " tanya papa Syarif bertanya pada mereka berdua.


"Jadi kamu juga harus kembali minggu depan ke Inggris Idan? " Tanya Papa Syarif lagi pada keponakannya itu.


"Iya Paman, aku gak bisa lama disini, kerjaan aku sudah numpuk, orang kepercayaan aku sudah tidak bisa sendiri menghedel kerjaan, jadi aku harus berangkat dengan Istri dan anakku." Jawab Zhidan pada Pamannya.


"Lagian anaknya kamu sudah berumur tiga bulan sudah bisa naik pesawat kok." kata Mama Syarif.


"Benar bik,semoga perjalan kami lancar saja kali ini,kerena kami bukan berdua lagi tapi sudah ada anak." sambung Zhidan.


Syarif mencari istrinya tidak terlihat ada bersama mereka bergabung,seharian ini dirinya tidak menyentuh putranya sama sekali kerena masih rameh temannya dirumah itu.


Syarif ingin beranjak dari tempat duduk hendak menyusul istrinya kekamar putranya yang ada di lantai bawah.


"Mau kemana kamu Syah?? " tanya Ibuk Nana pada menantunya itu.

__ADS_1


"Aku gak lihat Nana buk, apa dia lagi bersama Anakku?? " Tanya Syarif lagi pada ibu mertuanya itu.


"Dia ada dikamar bayimu, bersama dengan mentari, kerena putranya gak mau keluar dari kamar itu." kata Ibu mertuanya.


"Ohhh, jika begitu aku kedalam sebentar Buk, ingin lihat mereka lagi apa." lanjut Syarif berjalan kearah kamar anaknya yang sudah disiapkan sebelumnya.


Sampai dipintu Syarif melihat putra Zaki dan adik sepupunya itu, masih duduk melihat adek bayi yang tertidur ditempat tidurnya, dengan rasa sayang.


"Cepat mintak bunda kamu dan Ayah kamu bikin adek kembali sana, jangan adek om Syarif yang dilihat terus." kata Syarif menganggu keponakannya itu.


"Mas jangan ganggu dia, nantik dia ngamuk lagi." kata Nanna mengingatkan.


"Ahhh kamu ini Kak, suka kali jika lihat putraku menagis ya." kata mentari agak sedikit kesal pada kakak sepupunya itu.


"Biarin saja, sudah beberapa hari ini aku gak ganggu dia Dek, kangen dengar tangisnya." kata Syarif mendekat pada putra Mentari.


"Om Syarif jahat. " kata bocah baru berumur hampir tiga tahun itu.


"Ehh jangan marah gitu dong, nantik sampai rumah bilang sama ayah kamu, suruh bikin adek." kata Syarif mengajarinya keponakannya itu dengan hal bodoh.


"Kak, jangan kotorin pikiran anakku dengan pikiran kamu yang jelek itu." tegur mentari pada kakak sepupunya itu.


"Gitu ya om, nanti biar abang mintak sama Ayah adek dehh." kata Cocah lugu itu.


"Iya, nantik jangan sampai lupa ya." kata Syarif lagi selalu ingin mengaggu keponakannya itu.


Dengan cepat Mentari mencubit pinggang kakaknya itu, kerena geram oleh tingkah kakak sepupunya itu selalu mengajarkan putranya dengan hal yang tidak-tidak.


Nana yang melihat tingkah kakak beradek itu dia hanya ketawa ikut merasakan kebahagian dan candaan suaminya itu dengan saudara sepupu perempuannya itu.


**********

__ADS_1


__ADS_2