
Setelah siap membantu Mama mertunya Nana membawakan Syarif sarapan yang sudah di bikin oleh mertuanya itu ke tambak ikan yang saat ini Papa mertuanya juga bersama suami saat ini lagi memancing.
Nana melihat kedua orang itu tampak akrab membuatnya tersenyum berdiri sedikit jauh dari mereka sebelum melanjutkan langkahnya kearah mereka berdua.
"Rupanya kamu sangat dekat dan hangat dengan anggota keluarga lamu Mas, bukan seperti apa yang aku pikir selama ini, kamu selalu terlihat dingin dan cuek padaku Mas, tapi beda." kata Nana dalam hati sedikit tersenyum saat ini.
Syarif meluhat istrinya itu berdiri tidak jauh darinya langsung menegurnya.
"Hai sayang Jangan bingung aja disitu, kemarilah!! " kata Syarif memangil istrinya itu.
"Ahh, iya mas." kata Nana cepat menghilangkan kegugupan nya itu.
Nana mendekat pada Syarif yang duduk tidak jauh dengan Papa mertuanya itu, dengan senyuman yang terkembang diwajah tampan syarif melihat istrinya saat ini membawakan sesuatu untuknya.
"Apa yang kamu bawak itu Na?" kata Syarif pada Istrinya itu.
"Ini sarapan untuk kamu, Mama yang bikin hanya nasih goreng saja kok." kata Nana santai dengan memberikan sepiring nasih goreng itu pada Suaminya itu. " makanlah entar Mas sakit lagi, jika dokter yang sakit siapa yang akan mengobati pasien." canda Nana lagi pada Syarif yang saat ini sudah menatap nya dengan tatapan penuh arti itu dan sedikit terseyum pada istrinya itu.
"Sepertinya istriku bertambah pintar sekarang ya, tidak seperti sebelumnya, hanya diam saja tapi akhir-akhir ini sudah mulai banyak tingkah padaku." goda Syarif tampa malu pada Papa nya, saat ini duduk tidak jauh darinya itu dan masih saja mengoda istrinya itu.
"Jika seseorang sudah mabuk cinta seperti inilah pa." ejek sang Mama pada sepasang suami-istri itu.
"Mama tidak tahu saja kayak mana kita." kata Syarif mengarut kepalanya sedikit kerena malu pada Mamanya itu.
Nana hanya meyugingkan senyuman saja pada suaminya itu yang agak kesal pada mamanya kerena ejek kan orang tuanya itu.
Kedua orang tua Syarif melihat putranya itu bertambah dekat dengan menatunya itu sangat senang.
Mereka berempat akhirnya memancing ikan bersama, saat ini Syarif baru saja dapat ikan gurame besar dan juga diikuti oleh sang Papa juga tidak mau kalah.
"Yeahhhhhh kita srekkk lagi Mas, lihat papa besar juga dapat, sepertinya kita jadi bakar ikannya." terlah Nana senang saat ini.
"Sekarang sudah cukup ikan lima ekor ini saja Ma,masak ini saja dulu, untuk kita bawak pulang nantik kita pancing lagi, mari syah kita bersihkan dulu ikan ini biar istrinya kamu dan Mama bikin bumbunya."kata Pak Wawan pada putranya.
__ADS_1
"Ya sudah Pa."kata Syarif beranjak membawa ikan yang sudah didapat kearah dapur rumah kecil itu.
Saat ini Syarif adik mengerjakan kerjaan bersama sang Papa dan Nana dan Mama Mur sibuk menyiapkan bumbu bakar.
Setelah siap Syarif membersihkan ikan itu dia memberikan pada istrinya. "ini sayang ikannya. " Syarif tersenyum pada Nana.
"Mas kamu bantu itu Mama bakar batok kelapanya,kasihan Mama tu. " kata Nana melihat pada Mama mertuanya itu.
Setelah itu Nana melajukan megasih bumbu ikan dan menaruh ketempat pemangang ikan dengan sigap dan telaten.
"Na apa sudah siap ikannya? jika sudah kamu bisa bawak ketempat suaminya kamu biarkan dia yang bakar, Mama igin bikin sambalnya dulu, biar kita makan enak siang ini." kata Mama mertuanya itu.
"Sudah ma, aku akan tarok ini sama Mas Syarif dulu setelah itu aku akan bantu Mama." ucap Nana lembut pada mertuanya itu.
"Kamu bantu Syarif saja Nak, biar Mama saja yang bikin sambalnya." kata Mama mertuanya itu terseyum pada menatunya.
Mama Mur segaja mendekatkan menatunya itu lebih dekat lagi pada putranya, agar mereka berdua tidak begitu canggung lagi.
Nana membawa bumbu yang sudah disiapkan dan ikan sudah disusun di tempat bakar, Nana berjalan kearah dimana suaminya saat ini.
"Mas ini lansung saja tarok ikannya,itu sudah bisa baranya untuk bakar." kata Nana lembut.
"Kamu kayak lebih mengerti dari aku Na, jika soal Bakar." senyum Syarif pada istrinya itu.
"Tidak juga gitu Mas, aku sering lihat Ayah bakar ikan, dan aku kadang bantuin." kata Nana santai sambil bicara dan megipas-ngipas bara itu.
"Apa ini sudah bisa ditambahkan bumbu bakarnya ?" kata Syarif sedikit tidak mengerti dengan bakar membakar.
"Sudah mas, kamu oleskan lagi bumbunya itu, biar enak." kata Nana membantu mendekatkan bumbu itu pada suaminya.
"Kayak gini ya Na, aku gak bisa." kata Syarif sudah banyak bumbuh yang tertumpah olehnya.
"Jagan seprti itu mas, sayang terbuang bumbunya,gini caranya." kata Nana mengambil kuas bumbu itu ditangan suaminya itu dan mengoleskan bersamaan dengan lembut Nana menurun tangan syarif pada ikan yang ada dipemanganagan itu.
__ADS_1
Dua pasanga mata saat ini hanya tersenyum manis melihat sepasang suami-istri itu.
"Pa itu kita bisa kasih nama ikan bakar cinta." kata Mama Mur pada suaminya itu sedikit ketawa kecil.
"Ahhh kamu ini, ada saja." kata Pak Wawan melihat tingkah istri nya saat ini.
"Semoga Nana bisa menjadi yang baik untuk anak kita pa, Mama juga ingin Syarif bisa mencintai istrinya itu dengan kasih sayang yang tulus dari hati Mereka."kata Mama Mur dengan senang mendapat menantu yang baik.
"Papa juga berharap begitu Ma, semoga kita juga cepat punya cucu dari mereka,kerena mereka berdua adalah anak satu-satunya dari dua keluarga yang tidak sengaja menjadi satu, dan nanti kita bisa untuk kejakarta untuk silaturahmi dengan besan kita." ucap pak Wawan bicara pada istri itu dengan senang saat ini.
"Itu ide yang bagus pa, kita Juga sekalian melihat Kakak kamu sudah setahun ini kita tidak bertemu dengan mereka."kata Mama Mur lembut duduk di samping duamianya itu.
" Jika mereka berdua tidak keberatan kita bisa sama pergi dengan mereka berdua nantik." kata Pak Wawan lagi.
"Boleh juga tu Pa, kita sudah lama gak berlibur." kata Mama Mur.
"Jika begitu nantik kita bicarakan pada mereka berdua." kata Pak Wawan agak semangat.
Mereka kembali memperhatikan putra mereka saat ini lagi senang, bercanda dan bergurau dengan istrinya itu, Syarif mencolekan bumbu bakar itu di hidung Nana.
Nana juga membalas apa yang sudah dilakukan oleh suaminya itu dengan ketawa lepas melihat suaminya bereaksi lucu dan sudah belepotan dengan bumbu.
"Sayang masak kayak gini kamu oleskan bumbu itu pada pipiku, kamu sangat curang." protes Syarif sangat senang saat ini mekihat istrinya itu ketawa dengan lepas.
"Hahahaha....!!! kamu sangat lucu Mas, lucu bangat lihatlah Wajah kamu. " Nanan dengan mengambil satu cepretan diponselnya, dengan satu cipret poto dan melihatkan pada Syarif.
"Isss jelek sekali Sayang, hapus itu." kata Syarif ingin mengambil ponsel istrinya itu, tapi dengan cepat Nana menjauhkan ponselnya.
" Upppp jangan disentuh ini akan aku unggah di fb aku mas biar Lira dan Hanna melihat ini." kata Nana tersenyum manis melihat mungka kusut suaminya.
"Terserah kamu, hari ini suami dan dokter tampan seperti ku ini akan abis di ketawakan oleh mereka semua kerena jahilnya istri dari dokter Syarif." kata Syarif tampak pasrah.
"Sudah selesai..!!"kata Nana siap mengungah status fb nya itu.
__ADS_1
Syarif hanya diam saja sambil mengangkat ikan bakar yang sudah masak itu menaruh diatas tepat yang sudah disiap oleh Nana.
********