
Sorenya Syarif dan Nana sudah memakai pakaian kebaya kerena hari ini syukuran sedikit yang diadakan oleh orang tuanya itu, bahwa putra mereka sudah menikah dan memiliki istri, orang tua Syarif hanya memperkenalkan menantunya pada kerabat, sanak saudara, dan warga sekitar.
Syarif menatap wajah cantik istri saat ini dengan sedikit Polesan makaup dipipi mulusnya itu dan memakai kebayang yang sudah dibelikan oleh Mama Syarif.
"Kamu cantik Na, aku tidak pernah melihat kamu jika berdandan secantik ini, aku baru menyadari istri seorang dokter Syarif sangatlah cantik." Puji dan rayu Syarif pada istri yang saat ini tersenyum kerena suaminya saat ini sedang mengodanya lagi.
"Karena kamu sudah jatuh cinta pada Sorang Nana, yang selama ini kamu tidak pernah mengenalku lebih dekat." Balas Nana tidak mau kalah.
"Kamu sudah mulai berani pada ku sekarang ?" kata Syarif memeluk istrinya itu yang lagi berdiri didepan kaca lemari makaup yang ada dikamar milik Syarif.
"Aku tidak pernah melawan pada suamiku Mas, aku selalu mengikuti semua katanya selama aku menikah dengannya." santai Nana pada Syarif yang tersenyum melihat tingkah istrinya saat ini sudah mulai menggodanya.
"Jangan pancing aku oleh tingkah konyol kamu ini, jika ingin kamu aman malam ini!! ."Ancam Syarif pada istrinya itu.
Nana langsung melalakkan matanya mendegar ancaman dari suaminya itu, kerena selama dia minikah dengan Syarif selalu aneh saja tingkahnya padanya.
"Kenapa begitu menatap ku Nana sayang ?"
"Kamu selalu bertingkah aneh Mas, membuat aku jantungan, takut dan kesal." kata Nana jujur pada suaminya itu.
"Kerena kamu selalu mengoda imanku Nana, mengerti???" kata Syarif mencubit hidung mancung istrinya itu.
Diwaktu bergurau dengan sang istri Pas Mama Mur masuk kedalam kamar itu kerena kamar itu pas tidak ditutup pintunya.
Mama Mur hanya tersenyum saja melihat dan mendengar sepasang suami-istri sedang bicara dan bercanda.
"Jika ingin bermesraan bisa kamu tutup pintu dulu Syah!! " kata Mama Mur menyahuti kata mereka berdua yang masih berpelukan.
Syarif dan Nana kaget kerena Mama Mur sudah ada didalam dengan tiba-tiba, membuat Nana saat ini merasa malu pada Mertuanya itu.
Nana dengan cepat melepaskan tangan Syarif dari pinggang saat ini, kerena tidak enak dilihat oleh mertuanya itu.
"Ma, bisa gak ketuk dulu pintunya jika mau Masuk." kata Syarif sedikut kesal pada Mamanya.
"Ketuk kepalamu !! Makanya jika mau masuk kamar itu jangan sampai pitu dibuka,jadi tidak ada orang lihat tingkah bodoh kamu itu." Repet Mama Mur pada putranya itu.
"Mama kenapa Masuk sih?"Tanya Syarif lagi.
__ADS_1
"Ya,, untuk pangil kalian berdua tamu sudah banyak yang datang saatnya kelian berdua keluar. " Ungkapan Mama Mur pada kedua orang yang sedang bucin itu.
"Ya sudah ayok sayang kita keluar, Mama gak bisa lihat kita Senang sebentar saja." kata Syarif santai pada Mamanya itu.
"Jika Mau senang-senang, tunggu dulu acara siap dulu, tapi jangan sampai pitu terbuka lagi, bisa jadi malu menatuku itu ulah kerjaan kamu itu." ucap Mama Mur berlalu dari pasangan itu.
Akhirnya kedua pasangan itu keluar dari kamar mereka saat ini menyambut tamu yang sudah datang kerumah mereka sore ini.
Nana sampai kaget melihat tamu yang sudah ramai diluar sebentar lagi akan ada sedikit pengajian dan doa shukuran untuk Pasangan yang baru saja menikah itu.
Nana duduk disamping Mama Mur saat ini dan Syarif duduk didekat Papanya yang masih berdekatan dengan Mamanya.
Setelah beberapa menit pengajian dan doa selesai juga digelar, para tamu yang hadir saat ini sudah menyantap hidangan yang sudah disediakan oleh Keluarga Syarif.
Banyak tetangga tempat tingal Mama Mur berbisik melihat Pada Nana dan Syarif saat ini yang lagi berdiri menyabut tamu yang masih datang dan juga ada yang sudah pulang.
"Aduhhhh buk Mur, saya tidak mengira menari ibuk rupanya sangat cantik, cocok dengan putra ibuk lho." kata Salah satu tetangga yang dekat dengan keluarga Syarif.
"Terimakasih ya buk sudah datang hari ini kesini." kata Mama Mur, tidak banyak bicara,hanya bersikap ramah pada tamu yang datang.
Nana dan Syarif saat ini hanya terseyum senang saat ini banyak para tamu undangan yang datang di cara shukuran untuknya itu, mengatakan bahwa Istrinya itu cantik.
Rasa senang saat ini Syarif menatap pada Nana yang berdiri disebelahnya, dengan hati rasa cinta yang sangat besar pada istrinya itu dia kembali mengengam tangan Nana dengan rasa sayang yang sudah sepenuhnya untuk istrinya itu.
Akhirnya Tamu yang datang kerumah Orang tuanya Syarif saat ini sudah mulai meningalkan tempat acara shukuran Syarif yang diadakan oleh kedua orang tuanyaitu, Mama Mur dan Pak Wawan sangat senang hari ini banyak tamu kerabat dan Tetantanga sekelilingnya rumahnya datang saat acara shukuran putranya Saat ini.
"Shukuran Alhamdulillah pa, banyak tetangga kita Yang datang hari ini walau kita bukan pesta besar-besaran yang kita adakan." kata Mama Mur pada Suaminya saat ini yang berdiri di sampingnya.
"Ya banyak yang datang Ma, kerena Kita baru kali ini mengadakan acara kayak gini apalagi acara shukuran untuk pernikahan putra kita, cuma dia yang kita miliki Ma." balas Pak Wawan pada Istrinya itu.
"Semoga Saja Mereka Bahagia Ya pa, Mama senang jika putra kita sudah menemukan gadis cantik yang bisa membuat dia bahagia, dan menjaga putra kita lebih baik lagi."Ungkapnya dengan rasa senangnya melihat putranya saat ini yang sudah menemukan jodoh yang tepat.
Namun sepasang mata melihat kebahagian Syarif dengan Nana saat ini, ada seorang gadis yang tidak suka melihat kebahagian mereka berdua.
Gadis itu mengepalkan tangannya melihat Syarif terseyum senang pada istrinya,
hatinya merasa sakit, dan cemburu pada pria yang sudah lama dia suka.
__ADS_1
"Aku tidak pernah iklas kamu menikah dengan perempuan mana saja Dyah, aku sudah lama menunggu kamu agar bisa membalas rasa sukaku yang sudah bertahun-tahun aku sabar menunggu." ungkap gadis itu tidak relah Syarif bersama gadis lain.
Saat sedang berpikir gadis itu dikejutkan dengan suara ibu dan Ayahnya saat ini memangil Namanya, sehiga dia baru tersadar dari tatapan yang pada Sepasang suami-istri itu.
"Sari mari kita pulang, kita pamit dulu pada Pak Wawan dan Buk Mur, juga kita ucap selamat pada Syarif dan istrinya. " ucap Ibunya Sari.
"Ohh ya Buk, ayok!! " Kata gadis itu mengikuti ibunya yang sudah berjalan di lebih dulu kearah Buk Mur dan Pak Wawan.
"Selamat Ya buk Mur sudah memiliki menantu cantik, semoga saja Syarif bahagia." kata Ibu itu dengan ramah pada Mamanya syarif.
"Terimakasih ya buk sudah datang." sambut buk Mur dengan ramah juga pada tetangganya itu.
"Ehhh sari kamu juga Datang Nak,kampan kamu kembali dari kota? " kata Buk Mur pada Gadis yang sama besar dengan putranya itu.
"Baru tadi siang sampai buk, kerena Ibu mau kesini jadi aku ikut ibuk aja." kata Sari seadanya.
"Ya sudah,ayok kita ucap selamat pada Syarif !! " Ajak ibunya gadis itu .
Mereka berjalan kearah dimana saat ini Syarif berdiri dengan istri nya saat ini.
Syarif melihat Sari hanya tersenyum seadanya saja, dia masih mengingat Sari adalah teman Waktu sma dia juga Zhidan.
"Halo Sari." sapa Syarif saat ini Rama pada gadis itu.
"Selamat Ya Syah kamu sudah minikah. " kata Sari sedikit memperhatikan wanita cantik di samping Syarif.
"Terimakasih ya kamu sudah hadir hari ini disini." kata Syarif senang." oh ya Ini istri saya perkenalkan Nana." kata Syarif pada Sari .
"Hai, senang bertemu dengan kamu Na, semoga kalian bahagia ya." kata Sari sakit saat ini yang dirasanya melihat mereka berdua.
"Terimakasih Kak." sopan Nana dengan lembut menyapa Sari.
Saat ini Sari betul-betul merasa sakit hati dan cemburu mekihat mereka berdua tampak bahagia, namun tidak dengan hati Sari bagaikan hancur lebur kerena rasa suka selama ini dipendam pada Syarif bertahun-tahun lamanya.
Setelah Mereka keluar dari lingkungan rumah Syarif Sari Merasa tidak mau kehilangan Pria yang dia cinta dan disukai nya selama ini.
************
__ADS_1