CINTA UNTUK DOKTER TAMPAN

CINTA UNTUK DOKTER TAMPAN
Perbincangan sebelum tidur


__ADS_3

Syarif membantu Istrinya itu membawa belanjakan masuk kedalam Apertemen mereka saat ini, setelah sampai di ruang masak Syarif masih membantu istrinya itu menyusun semua kebutuhan yang baru mereka beli kedalam lemari Peyimpan, dan Nana juga memasukan ikan dan sayuran kedalam kulkas.


"Apa kamu sudah siap dek, jika sudah pergilah bersihkan tubuh kamu, karena kita baru saja dari luar, dan ingat setelah itu istirahatlah, kerena kamu juga bekerja besok." ucapan Syarif.


"Apa Mas tidak akan istirahat juga, kita sama-sama lelah Mas." sahut Nana pada suaminya itu.


"Aku bentar lagi masuk, masuklah terlebih dahulu ada yang ingin aku kerjakan sebentar."' kata Syarif lembut.


"Baiklah Mas, aku masuk dulu ya." kata Nana meningalkan Syarif dapurnya itu.


Syarif keluar menuju ruang tv,disana sudah ada leptop yang masih meyalah,kerena saat dia ingin ke supermarket tadi dia sedang melihat data pasien yang akan dioperasi nya hari esok.


Syarif melakukan kembali mengerjakan tugasnya itu, dan melihat Juga data keuangan ruamah sakit milik sahabatnya itu,kerena Syarif yang megelolah rumah sakit itu saat ini.


Cukup lama Syarif berada diluar Nana sampai saat ini belum juga bisa tidur, mungkin kerena bertama baginya berada malam ini ditempat yang asing baginya.


Syarif baru saja masuk kedalam kamarnya itu, melihat istrinya belum tidur.


"Kamu belum tidur Dek? ini sudah malam. " kata Syarif santai masuk kedalam ruang ganti.


"Aku tidak bisa tidur Mas, mungkin tempat ini baru bagiku." kata Nana menjawab


"Kamu harus biasakan diri kamu disini, karena kamu istri ku, jadi tidak mungkin kamu akan selalu bersama orang tua kamu."kata Syarif santai dan keluar dari kamar itu sudah memakai pakaian tidurnya.


Syarif masuk lagi kedalam kamar mandi untuk membersikan wajahnya, setelah itu Syarif naik keatas tempat Tidur itu dengan santai dan membaringkan tubuhnya disamping istrinya saat ini.


"Tidurlah ini sudah malam, besok kamu akan bekerja, aku juga harus pagi berangkat kerumah sakit." kata Syarif mengajak istrinya itu untuk tidur.


Nana tidak menjawab kata Suaminya itu dia hanya mengikuti kata Syarif dan ikut berbaring disamping suaminya itu.


"Kamu engan dan risih tidur bersamaku Na?" tanya Syarif pada istrinya itu.


"Kamu jangan tanya soal itu Mas, siapa saja diposisi kita saat ini pasti akan merasakan hal yang sama,kerean kita mendadak semua, tampa kita sadari kita tiba-tiba menjadi pasangan sah, aku sungguh kaget saat Mas bilang kebapak kamu kekasihku." jelas Nana pada Syarif yang tersenyum padanya.


"Tapi sudah kenyataan saat ini kamu sudah menjadi kekasih halalku." singkat Syarif menjawab kata istrinya itu.


"Tapi sungguh membuat ku tidak siap Mas, semua sunguh mendesak." kata Nana lagi.


"Jangan pikirkan lagi semua sudah jalan allah dek, kita mungkin jodoh." balas Syarif.


"Jodoh yang dipaksakan Mas."sungut Nana pada Syarif.

__ADS_1


"Kamu tidak bisa menerima pernikahan ini Na?" kata Syarif lagi.


"Emang aku bilang gitu Mas, engakkan."kata Nana santai memiringkan tubuhnya menghadap pada Syarif saat ini.


"Aku sudah menerima pernikahan ini Mas,walau tidak kita saling cinta dan suka,aku sudah berkomitmen jika menikah sekali seumur hidupku, jika ini sudah digariskan untuk ku, aku kan menjalankan pernikahan ini dengan baik, dan mencoba menjadi istri yang baik untuk Mas." kata Nana menatap suaminya itu yang tersenyum padanya.


Syarif yang mendegar kata istrinya itu sangat legah, dirinya berpikiran sama saat ini dengan istrinya itu, menikah untuk sekali seumur hidup.


Syarif melihat ada kejujuran dimata istrinya saat ini, tidak ada pandangan lain dimata tedu istrinya itu.


"Terimakasih kamu sudah berpikir seperti itu Na, mari kita mulai ini dari awal,kita bisa menjalankan ini semua seperti pasangan lain, membangun rumah tangga dengan bahagia bersama keluarga kita." kata Syarif pada istrinya itu.


Nana hanya tersenyum pada Syarif, dia menjawab dengan angukan saja saat ini, tidak bayak bicara lagi.


"Mmmm Na!! " pangil Syarif lagi. "apa aku boleh bertanya sesuatu pada kamu?" kata Syarif melirik lagi pada Istrinya itu.


"Apa Mas.!!" kata Nana bingung pada suaminya itu.


"Apa kamu sudah memiliki kekasih sebelumnya?" kata Syarif sedikit segan pada istrinya itu.


"Kenapa kamu bertanya begitu Mas, apa kamu juga sudah memiliki kekasih saat ini? apa Mas takut saat ini karena pernikahan ini.?" kata Nana jauh dari apa yang Syarif pikir.


"Ohhh tidak, bukan itu maksud aku Na, kerena aku ingin tahu saja." kata Syarif .


"Yang benar saja,gadis secantik kamu tidak mungkin tidak memiliki kekasih." kata Syarif tidak percaya.


"Jika Mas tidak percaya ya sudah, aku jelaskan juga kamu tidak akan percaya." kata Nana sedikit merungut dan membalikan badanya membelakangi Suaminya itu saat ini.


Syarif melihat tingkah aneh dan lucu istrinya itu hanya bisa tersenyum saja.


"Jangan marah, itu dosa dek jika membelakangi suami tidur." kata Syarif bercanda.


"Biarin saja, emang aku pikirin. "kata Nana masih tetap sama membelakangi Syarif.


"Jangan begitu,tidak sopan dek sama suami kayak gitu, masa suami bicara dibelakangi." kata Syarif lagi.


Nana yang bosan mendegar kata suaminya itu kembali menghadap pada Syarif saat itu juga.


"Apa sih maunya Mas.?"


"Sudah tidur, terimakasih kamu sudah jujur dengan hati kamu.

__ADS_1


'Apa sihh !!! " kata Nana sedikit malu pada Syarif.


Mereka tidak bicara lagi, Nana sudah tertidur saat ini masih posisi menghadap pada Syarif, saat ini Syarif juga belum bisa memejamkan matanya,Syarif menatap wajah cantik istrinya itu, dan berlahan jemari Syarif menyentuh wajah mulus istrinya itu dengan lembut.


Syarif berkata lembut sambil tersenyum melihat Istrinya tidur dangan Damai.


"Kamu cantik,dari pertama kita bertemu saat pernikahan sepupuku, kamu sudah menyentuh hatiku,tetap lah selalu menjadi istrinya aku, disamping aku selamanya!! " ungkap Syarif pada istrinya yang lagi tidur nyenyak itu.


Akhirnya Syarif juga tertidur disamping istrinya itu dengan memeluk Nana sampai mereka tidak sadar lagi sudah sama dialam mimpi masing-masing.


Keesokan paginya Nana terbangun lebih dahulu mendegar Azan shibuh,Nana sedikit membukakan matanya, dan melihat tubuhnya sangat dekat dengan Suami saat ini,dan tangan Syarif berada dipingangnya saat ini.


"Kenapa dia bisa memeluk ku? tanya hati Nana dan bingung.


Nana tidak memperdulikan itu lagi dia memindahkan tangan Syarif yang berada diatas pinggang itu dengan berlahan agar suaminya itu tidak terganggu tidurnya.


"Setelah itu Nama duduk dari tidurnya itu, sebelum dia beranjak dari tempat tidur itu tidak lupa dia membangunkan Syarif untuk sholat shubuh.


"Mas bangun!! " kata Nana sedikit mengoyangkan tubuh Suaminya itu.


"Mmmm, kenapa Na kamu pagi- pagi sudah membangunkan aku?" tanya Syarif sedikit kurang sadar kerena masih ngantuk.


"Mas bangun, ini sudah shubuh, apa kamu gak sholat?" kata Nana pada suaminya itu lagi.


"Iya, kamu pergi dulu ambil sana air huduknya,bentar lagi aku menyusul." kata Syarir baru saja membuka matanya saat ini.


Nana turun dari tempat tidur dan berjalan kekamar mandi untuk membarsikan tibuhnya dan mengambil Air huduk.


Nana keluar dengan tubuh yang segar kerena dudah mandi, Syarif masih menatap istrinya itu yang baru keluar dari kamar mandi itu.


"Cepatan mas Mandi sana, nantik waktu subuh keruburuh habis." kata Nana santai.


Nana mengambil perlengkapan sholat di lemari dan dia sudah menyiapkan itu semua sambil menunggu suaminya keluar dari kamar mandi,setelah itu Syarif keluar dangan memakai handuk saja.


"Mas kenapa kamu keluar pakai handuk saja." kata Nana sedikit kaget.


"Emang kenapa?kata Syarif santai.


"Sana pakai pakaian kamu!! " kata Nana sedikit malu.


Syarif dengan santai saja memakai baju koko dan sarung dia hadapan Nana saat ini ,Nana tidak mau lagi melihat suaminya itu.

__ADS_1


Mereka berdua sholat shubuh berjamaah untuk pertama kali Syarif menjadi iman untuk istri pagi ini,Syarif senang hari ini dia sudah ditemani oleh Istri yang seleha seperti Nana.


****************


__ADS_2