CINTA UNTUK DOKTER TAMPAN

CINTA UNTUK DOKTER TAMPAN
Nana merasa senang sudah melihat hasilnya


__ADS_3

Syarif melihat istrinya itu langi diruangan tv,Syarif baru saja siap dengan mandinya baru saja turun dari lantai dua, Syarif berjalan kearah istrinya itu dan duduk disamping Nana.


"Kamu sudah siap mas?" senyuman Nana pada suaminya itu.


Syarif merentangkan tanganya di sandaran sofa itu dimana istrinya duduk, Nana langsung mendekat pada ketek suaminya itu.


"Kamu ini aneh saja Sayang, Masak kamu lebih senang menciun ketekku dari kamu menciumku." Canda Syarif pada istrinya.


"Tapi ini yang membuat aku lebih enak Mas, aku nyaman mencium ini dari mencium bibir kamu,entah kenapa aku lebih senang dengan ketek kamu." kata Nana masih masih saja masih menyadarkan kepalanya di dada suaminya itu.


"Aku sudah bilang sama Reza kamu mulai besok tidak lagi bekerja dia , kerena aku tidak mau kamu lelehan bekerja." kata Syarif sehinga Nana melihatnya dengan tidak percaya, suaminya itu terlalu posesif.


"Kamu mana bisa begitu mas, aku berenti begitu saja." kata Nana menjawab kata suaminya itu.


"Besok kamu boleh mengatarkan surat penguduran diri kamu,kerena aku tidak mau terjadi apa-apa dengan kamu dan anakku." kata Syarif dengan bicara penuh tenuh tekanan.


"Tapi kamu yang antar aku ya." pintak Nana dengan manja.


"Baiklah nyoya Syarif." kata Syarif tidak bisa menolak kata istrinya, saat ini Syarif ingin menjaga Nana dengan baik dan lebih perhatian lagi padanya.


"Mas jika aku berenti pasti sahabatku sangat mersa kesepian saat aku tidak bekerja lagi disana nantik." kata Nana ingat pada Hanna sahabatnya.


Syarif menatap istrinya itu dengan super sabar saat ini,dia tahu Nana sangat dekat dengan kekasih Reza itu, selama ini mereka selalu bersama.


"Sayang jangan pikirkan itu lagi, saat kamu gak ada, aku yakin Hanna bisa bekerja tampa kamu sayang." Ucap Syarif pada istrinya itu dengan lembut.


Nana juga memikirkan sahabatnya itu selalu bercerita banyak tentang dirinya dan juga tempat dia berkeluh kesah jika dia saat sedih pasti dengan Hanna tempat dia bercerita selama berteman dengan Hanna.


Tidak terasa malam semakin malam Syarif dan Nana memutuskan untuk tidur saja kerena hari ini membuatnya lelah seharian beraktivitas sebagai dokter.


Saat ini mereka berdua sudah naik keatas tempat tidur,Syarif baru saja ingat satu hal tentang istrinya saat ini,kerena Nana belum meminum susu hamil.

__ADS_1


"Sayang besok kita belanja deh, kamu harus minum susu hamil, biar bayi kita kuat tumbuh disini." kata Syarif mengusap dan sedikit mengelus perut istrinya itu dengan lembaut.


"Aku terserah kamu mas,aku juga ingin membeli itu tadi tapi udah keburuh lupa. " kata Nana santai.


"Jika sudah lupa jangan dibilang lagi Sayang, itu sama saja gak ingat." kata Syarif menarik hidung istrinya itu.


"Aku mau tidur mas, aku sudah sangat mengantuk."Kata Nana dengan memeluk suaminya itu dan kembali mendekat pada ketek Syarif.


Syarif hanya tersenyum manais saja kerena tingakah istrinya tampak senang dengan ketek nya itu.


"Apa enaknya sihh Na kamu cium ketekku,seperti aku mulai mengalah untuk anakku." kata Syarif bicara pada istrinya itu yang sudah mulai tertidur itu.


"Siapa yang mengiginkannya, ya kamu harus bersabar Mas, kerena maunya aku begitu dan anakmu juga." kata Nana dengan suara serakbya kerena sudah mulai tidak sadar diri kerena kantuknya.


Syarif menghebuskan nafas panjang melihat istrinya yang sudah tertidur itu, dan dia mulai mencium kening istrinya itu.


"Tidaurlah kamu pasti merasa capek dan lelah kerena muntah, maafkan aku membuat kamu seperti ini, kerena aku juga mengiginya dia hadir ditengah keluarga kita." kata Syarif mengelus perut istrinya itu.


"Kamu harus sehat disana ya nak, jangan menyusahkan Mama kamu,papa akan selalu menjaga kalian berdua."ucap Syarif kembali.


Keesokkan paginya Nana sudah muntah dikamar mandi, Syarif yang masih tidur mendengar itu dia terbangun juga, Syarif berlari kekamar mandi untuk melihat keadaan istrinya itu.


"Sayang kamu gak apa-apa?" kata Syarif mencemaskan Istrinya.


"Ahhh muntah membuatku merasah lemas Mas." kata Nana mendekat pada suaminya saat ini ada dibelakangnya.


"Mari aku bantu kamu untuk ke tempat tidur." kata Syarif sangat kasihan pada istrinya.


Nana hanya mengikut Saja apa kata Syarif, kerena dirinya betul-betul lemas jika abis muntah kayak gini.


"Mas apa semua wanita hamil akan merasa hal sama seperti aku saat ini?" kata Nana bertanya tentang itu semua pada suaminya yang banyak tahu tentang dunia kesehatan itu

__ADS_1


"Tergantung pada bawaan ibu hamilnya sayang, tapi memang rata-rata yang kamu alami ini pada Wanita hamil, ada yang merasa tidak apapun sama sekali tapi suaminya yang merasakan itu semua." Jelas Syarif pada istrinya saat ini masih berbaring lemas.


"Sungguh melelahkan Mas, jika seprti ini setiap hari,sungguh sangat besar pengorbanan seorang ibu untuk anaknya, tapi ada juga suami yang tidak mengerti istrinya sedikitpun, tampa perhatian dari mereka untuk sang istrinya yang mengandung anaknya." kata Nana berkata banyak pada suaminya itu.


"Tapi tidak dengan aku sayang, kamu akan aku jaga dengan baik bersama anakku." Kata Syarif mengusap kepala istrinya itu kerena Syarif tidak bisa lagi mencium istrinya itu.


Setelah Syarif bicara pada istrinya dia langsung mandi dan bersiap untuk berangkat kerja, pagi ini dia juga akan disibukan dengan pekerjaan sebagai dokter, namun bukan untuk jadwal operasi melainkan ada miting dengan dokter yang ada di rumah sakit milik sahabatnya itu,karena ada para dokter terbaik akan dipinda kerjakan kedaerah dimana rumah sakit yang akan dibuka baru.


"Apa kamu sudah ingin pergi mas?" kata Nana melihat suaminya sudah rapi dangan kemeja warna nafi yang terpakai ditubuhnya sehingga dia tampak gagah dilihat.


"Belum,sebentar lagi sayang ,apa ada yang kamu inginkan?" Tanya Syarif kembali.


"Tidak, tapi aku ingin itu. " manjanya pada suaminya dengan menunjuk ketek Syarif.


"Ahhh kamu ini tidak ada yang lain yang kamu inginkan darimu sayang kenapa harus ketekku. " kata Syarif tersenyum pada istrinya itu dan mendekat pada Nana dengan membawa sesuatu di tanganya.


Nana langsung memeluk Syarif saat sudah didekatnya dan memenamkan wajahnya sebentar di arah yang tidak disukai siapapun itu, namun tidak dengan Nana dia tampak nyaman dan lebih baik dirinya saat ini, dia tidak merasakan mual lagi.


"Lihat ini kemarin kamu ingin ini bukan?" kata Syarif memberi beberapa poto yang sudah dapat aslinya tentang poto palsu yang diberikan Sari beberapa hari lalu pada istrinya .


Nana mengambil poto itu dan melihat lembar demi lembar, " Ahhh dasar perempuan palkor, ingin merebut kamu dariku, untung saja aku tidak mudah mempercayakan itu semua, jika tidak aku akan selalu menagis mas, lihat kamu mesrah seprti ini bersama dia." kata Nana Kesal.


"Tapi buka aku sayang, sudah aku bilang jangan mudah percaya dengan sesuatu hal, apa yang terjadi kamu harus cepat memberi tahu aku, mengerti!! " kata Syarif penuh kecaman pada istrinya.


"Baiklah, aku akan selalu percaya sama kamu Mas." kata Nana lembut.


"Yah sudah aku akan berangkat, kerena pagi ini ada miting jadi tidak bisa aku tingalkan, ini mengenai dokter yang akan pinda tingas kedaerah rumah sakit baru yang ada di luar kota." kata Syarif bicara pada istrinya itu dengan lembut.


"Baiklah, kamu perginya Hati-hati ya Mas, sampai jumpa nantik." kata Nana dengan mencium tangan suaminya itu.


"Muahhh, aku tingal ya, nantik kamu gak usah kemana-mana aku yang akan mengantar surat pengunduran diri kamu dan juga aku akan belanja sendiri saja, kerena kamu sedang tidak baik." kata Syarif meningalkan kamarnya itu untuk berangkat kerumah sakit.

__ADS_1


Nana hanya Menganggukan kepalanya saja melihat kepergian suaminya, Nana sangat bersyukur mendapat Syarif sebagai suaminya, Syarif yang penuh keromantisan dan perhatian padanya membuat Hari-hari mereka selalu bahagia.


***********


__ADS_2