CINTA UNTUK DOKTER TAMPAN

CINTA UNTUK DOKTER TAMPAN
ingin Makan soto


__ADS_3

Sudah tidak terasa waktu berlalu dengan cepat saat ini kandungan Nana masuk 7 bulan,saat ini Nana berada di rumah mertuanya, kerena Mama Mur memintak Syarif akan mengadakan acara tujuh bulan Untuk kandungan Nana didesa saja.


Nana dan Kedua orang tuanya juga ikut kekampung halaman Syarif dan pas acara nantik para sahabat akan datang untuk acara tujuh bulan itu, saat ini saudara sepupunya Syarif Zhidan dan Lira juga kembali dari Inggris kerena Istrinya akan lahiran,juga Mentari akan kembali juga dengan keluarga kecil mereka pas dihari 7 bulan Nana.


Gio dan Ajeng juga akan ikut saat ini Anak mereka sudah berumur dua bulan sudah bisa untuk dibawak, kerena Gio sahabat dan bos besar Syarif juga .jadi tidak bisa Gio untuk tidak Hadar di hari 7 bulan itu.


Nana Yang sudah berada di dirumah mertuanya mereka baru saja sampai dirumah meetuanya itu tadi pagi bersama Kedua orang tuanya Nana, kerena besok acara itu akan diadakan.


Nana baru saja masuk kedalam kamar Syarif yang kerena merasa lelah, Syarif juga saat ini masih membereskan barang bawaan mereka untuk beberapa hari di rumahnya, Syarif lagi menyusun Pakaian kedalam lemari agar tidak kusut lama-lama di dalam kopernya.


"Mas, apa Hanna dan Kak Reza juga datang besok pas acara 7 bulan kandungan aku gak??? " Nana baru saja ingat dengan pasangan kekasih itu, kerena dia terlalu sibuk belakangan ini jadi tidak ingat bilang sama sahabatnya itu.


"Kemaren Mas sudah datang ke toko mereka, Reza katanya datang, kerena Zaki juga akan disini juga, hari ini Mentari dan Paman juga berangkat dengan dua mobil Zhidan Juga sama Lira akan berangkat hari ini." kata Syarif dengan senang.


"Semoga besok mereka pada datang ya mas, aku ingin lihat sahabat aku ngumpul dan orang-orang terdekat sama kita semuanya akan berkumpul disini." kata Nana dengan senyumannya.


"Aku rasa mereka semua tidak akan melewatkan ini Na,semenjak kita pada nikah jarang kami ngumpul apa lagi Zhidan yang jauh di Inggris, membuat kita gak bisa seperti dulu lagi." kata Syarif.


Semoga saja para sahabat kamu datang semua ya Mas." kata Nana santai.


"Istirahatlah kamu pasti capek." kata Syarif masih melanjutkan kerjaannya.


Nana hanya membaringkan tubuhnya saja dengan perut yang membuat itu di atas Tempat tidur, membuat Syarif menjadi ingin memeluk istrinya itu setiap saat, kerena istrinya tampak seksi saja dengan hamil yang sudah membesar.


Syarif memperhatikan istrinya itu dengan sedikit senyuma saja, sambil berbicara dalam hati saja.


"Sudah tidak terasa kita menikah sudah hampir satu tahun saja Na, kamu sebentar lagi juga akan menjadi seorang ibu dan aku juga akan menjadi ayah, sunggu aku tidak menduga akan menikahi kamu dan mencintai kamu secepat ini, aku bersyukur kamu yang menjadi istri aku Na, kamu wanita baik yang aku miliki." ucap Syarif sambil menatap istrinya itu dengan menyuman.


Nana juga sedang bingung melihat suaminya itu yang lagi tersenyum sendiri padanya, nana juga tidak habis pikir dengan suaminya itu, suka kali seprti itu saat bersamanya.

__ADS_1


"Mas kenapa lagi, ada yang aneh padaku, kamu Teterus menatap aku seperti itu, ada apa?"Tanya Nana dengan Menjetikan jemarinya dihadapan suaminya itu.


"Haaaa, gak ada Sayang, aku hanya memikirkan kamu yang sexsi saja saat hamil seperi ini, dengan perut membucit seperti ini." ucap Syarif sambil berdiri dan membawa duduk istrinya itu dan merangkul tubuh istrinya itu duduk di atas pankuanya.


Syarif dengan Mengusap perut Nana dengan lembut saat itu juga Syarif merasakan gerakan bayi didalam rahim istrinya itu.


"Auwww mas, dia nedang lagi, lihat itu dia mengajak kamu main lagi." kata Nana senang.


"Dia pasti tampan seperti aku nantik syang, aku sudah tidak sabar ingin melihatnya, dia sangat aktif sekali didalam sini."Ucap Syarif dengan lembut menyentuh perut buncit Istrinya itu.


Nana juga senang mendegar kata suaminya itu yang selalu membuat Nana hari-harinya bahagia, Syarif yang penuh perhatian pada apa lagi selama hamil ini, sedikit saja Nana tidak bisa untuk bekerja apapun.


"Mas, apa soto yang kita pernah makan pas kita baru nikah dan baru pertama kali aku datang kesini sudah bukak jam segini?? aku pengen makan itu lagi." regek istrinya itu.


"Jam segini belum sayang, nantik sore saja kita kesana ya, kamu bisa makan dengan puas, nantik kita ajak Zhidan dan mentari juga, kita akan sama-sama kesana sambil ngupul sore nanti pasti enak." kata Syarif memberikan penjelasan agar istrinya itu tidak membuatnya repot hari ini, kerena biasanya permintaan Nana kadang aneh-anae saja semenjak hamil.


"Mungkin sekarang sudah sampai, tadi mereka juga tidak berapa beda berangkat dari kita kok. " kata Syarif


"Aku sangat merindukan Lira.


"Nantik juga kamu bisa ketemu dia, sekarang tidurlah, istirahatlah lebih dahulu nantik kita sore pergi cari sotonya." kata Syarif kembali dengan megacak-acak rambut istrinya.


Nana juga selalu senang kadang suaminya itu, pada akhirnya mereka berdua saling membalas apa yang sudah lakukan suaminya itu padanya.


Sorenya Syarif sudah menghubungi Zhidan ingin mengajak sepupunya itu makan diluar ditempat Syarif dan Zhidan sering mangkal diwarung soto itu,hari ini mereka akan bertemu disana mentari dan Zaki juga.


Nana dan Syarif juga mau berangkat kewarung soto, kerena Nana sangat menginginkan itu.


Syarif tidak lupa membawa satu kantong jeruk untuk mereka makan disana mungkin saja Mentari dan Lira juga ingin jeruk baru dipetik oleh Papa Syarif dari kebun siang tadi.

__ADS_1


Mereka berdua baru saja sampai diwarung soto itu saat ini Syarif dan Nana yang pertama kali sampai, yang lain pada belum datang, Nana dan Syarif menunggu para sepupunya itu terlebih dahulu baru mereka memesan.


"Apa kamu masih ingin kerupok itu lagi sayang?dari pada kamu binggung kelamaan menunggu mereka datang.


"Ngak Mas, aku ingin makan jeruk ini saja, aku tidak menginginkan kerupuk itu, pada hal pertama aku datang kesini sangat doyan makan kerupuk ini." kata Nana tidak mau menyentuh makanan garing itu.


"Kenapa? bingung Syarif.


"Aku gak suka saja sekarang mas, mungkin bawaan hamil mas, banyak yang gak aku suka, biasanya orang hamil itu suka rujak aku mala tidak, aneh bukan selerah aku ini mas."kata Nana bicara santai pada suaminya itu.


"Tidak apa, yang penting bayi kita sehat, kamu makan apa yang suka saja, asal kamu makan." kata Syarif mengerti keinginan istrinya itu.


Syarif tidak ingin terlalu memaksa dan melarang apa yang tidak boleh dimakan istrinya itu, Syarif lebih suka istrinya itu makan apa yang dia bisa makan dan dia senang, walau dia dokter tapi tidak pernah membatasi istrinya dengan makanan yang sehat saja.


***********


Para bunda yang baca cerita ini mohon sekiranya jika gak suka jangan beri ⭐ satu dong, bikin saya gak semagat, kecewa bangat lho,lebih baik gak usah baca.


🙏🙏🙏🙏🙏🙏


wala



walau kecewa dengan ceritanya gak usah lanjut baca saja.


hari ini betul-betul bikin aku kecewa, 😌😌😭😭😭😭😭😭


Sedih bangat.

__ADS_1


__ADS_2