CINTA UNTUK DOKTER TAMPAN

CINTA UNTUK DOKTER TAMPAN
Usil Syarif pada istrinya


__ADS_3

Nana tidak banyak bicara lagi, dia hanya mengikuti kata suaminya itu sambil masuk kedalam ruang ganti lagi,Syarif juga menyusul istri itu untuk mengambil pakaian gantinya.


" Mas kenapa mengikutiku?"' kata Nana bingung melihat Syarif hanya menatap saja.


"Diamlah, jangan banyak bicara lagi Na, hari ini kamu sungguh menguras emosi dan Imanku." kata Syarif santai mendekatkan tubuhnya itu pada Istrinya itu.


Nana yang melihat itu semua juga merasa tidak nyaman,dan sedikit takut kerena Syarif masih saja berjalan kearahnya dengan pelan.


"Berenti Mas, apa yang mau kamu lakukan?" kata Nana yang sudah merepet ke lemari.


Dyarif dengan acuhnya membukakan lemari yang ada disamping Nana.


"Kamu sudah aku peringati disuruh diam, masih saja bergerak." kata Syarif mengambil pakaiannya dan juga di hadapan istrinya,Syarif juga melepaskan pakaiannya yang sudah dipakai tadi seharian, dan memberikan pada istrinya itu,setelah itu Syarif masuk kedalam kamar mandi untuk mandi.


"Ahhhh dasar suami gak jelas bikin aku jantungan saja kamu Mas." kata Nana Baru saja lepas dari Singa kelaparan itu.


Nana menaruh Pakaian kotor Suamianya itu,dan setelah dia mamakai pakaian yang yang Sopan hendak kerumah Shidan sepupu suami sore ini.


Setelah Syarif siap mereka lansung pergi kerumah Shidan karena malam ini mereka semua akan berkumpul di rumah Zhidan.


Syarif dengan Biasa saja melajukan mobilnya saat ini, tapi tidak dengan Nana dia mati kutu saat berada didalam mobil, Nana masih malu teringat Kejadian yang barusan,telanjang di hadapan suaminya itu sangat membuat Nana merasa tidak ada mungka lagi saat ini.


Syarif tahu istrinya saat ini hanya dia saja kerena masih malu dengan apa yang terjadi tadi, Syarif dedikit tersenyum melihat tingkah mengemaskan istri kecilnya itu.


Tidak lama mobil yang dibawah Syarif akhirnya samapai juga dirumah Sepupunya itu, tampa ada satu kata berbicaraan kedua manusia itu.


"Ayok turun Dek, kita sudah sampai." ajak Syarif membawa turun istrinya itu.


"Iya Mas!! " kata Nana sedikit melirik pada Syarif yang masih memperhatikan istrinya itu.


"Kamu kenapa ?Lupakan kejadian tadi,biar kamu bisa rilex ." senyuman Syarif hangat pada Istrinya itu.


"Mmmm!! " anggukan Nana saja dan sedikit senyuman dibibir gadis itu.


"Sudah, kita turun. "kata Syarif membuka pintu mobilnya itu bersamaan dengan istrinya itu.


Syarif Menarik tangan Istrinya itu untuk masuk kedalam rumah itu,Syarif masuk tidak lupa mengucapkan salam terlebih dahulu, karena dia yang pertama kali datang yang paling cepa lt pada yang lain.


"Asalamualaikum...!! " kata Syarif santai masuk kedalam rumah besar itu.


"Waalaikumsalam !!" sahut dari dalam rumah itu.


"Sudah datang lo Sya?" santai Zhidan menyapa sepupunya itu.

__ADS_1


"Hai Pegantin baru!! " sapa Lira baru saja dari dapur membawa sepiring cemilan dan minum.


"Hai Ra, apa kabar lo. " sapa Nana pada sahabatnya itu.


"Ya kayak gini yang lo lihat seperti sekarang." kata Lira suka asal jika bicara pada Nana sahabatnya itu.


"Tahu saja kamu Dek, aku baru datang sampai disini sudah disuguhkan dengan Minuman." kata Syarif megambil kopi yang dibuat Lira barusan.


"Enak saja ni anak main minum saja lo ini kopi gue, lo sudah punya istri suruh tu istri lo bikin sana kedapur."kata Zhidan megambil gelas di tangan sepupunya itu.


"Msa lo gitu Si Idan, kita tamu masa disuruh bikin minum sendiri, tega lo ya." kata Syarif kesal pada Sepupunya itu.


Nana hanya tersenyum daja melihat tingkah kedua orang didepan ya itu.


"Sana kamu kedapur bikin Mas kopi." kata Syarif pada istrinya itu.


"Ayok Na gue antar lo kedapur jika suami yang mintak jangan nolak, dosa tau." sindir Lira santai paa Sahabatnya itu.


Nana tidak banyak bicara saat ini, jika bicara sekarang bisa mati kutu lagi dia oleh sahabatnya itu.


Sampai dapir keduanya berbincang seadanya, namun Lira tidak bisa diam mulutnya itu, saat Nana masak air, Lira langsung mengitrogasi sahabatnya itu.


"Na apa lo masih bersegel?" kata Lira tutup poin Saja pada Nana.


Nana juga terlalu polos jadi gadis, sehinga dia tidak mengerti apa yang dimaksudkan oleh Lies.


"Ala masa lo gak tahu apa masud gue. " Kesal Lira lagi pada Nana.


"Ya apa ?gue betul gak gerti apa yang lo maksud Ra." jawab Nana lagi dengan polosnya.


"Makanya jadi orang Jagan terlalu polos kali Lo, masa kata Gitu aja lo gak gerti." lemas Lira pada Sahabatnya itu.


Nana tidak terlalu meyikapi kata Lira dia masih santai saja, sehinga Lira benar-benar Kesal sendiri padanya.


"Na,apa lo masih perawan,lo sudah lakukan itu sama Kak Syarif belum sih, gue lihat jalan lo biasa saja." kata Lira kerena tidak sabar lagi dengan sahabatatnya itu.


"Emangnya gue elo Ra,bisa lakukan itu kerena lo cinta mati sama Om tampan lo itu, kalau gue gak bisa lo sma gue sama lo Ra,, Gue dan Mas Syarif menikah kerena tidak terduga saja, tidak mungkin secepat itu gue nyerakan aset paling berharga gue, kerena kami tidak saling mencintai, gue akan kasih sama Suami gue jika kami sudah saling mencintai." jawab Nana santai dan tenang saja.


"Gila lo ya, kasihan Mas Syarif nahan diri lama-lama nungguin lo cinta dulu sama Dia, dosa lo sama Suami." kata Lira asal bicara.


"jangan banya bicara lagi lo, ayok kita keluar." Ajak Nana pada Sahabatnya itu, ketawa cicikikan sambil membawa Kopi untuk Syarif diruangan santai Ruamah Zhidan.


Kedua pria tampan itu melihat para istrinya mereka saat ini keluar dengan ketawa begitu membuat mereka berdua jadi Haran.

__ADS_1


Zhidan juga memperhatikan istrinya itu sangat senang hari ini, bersama Nana.


" Apa yang membuat kalian berdua ketawa kayak gitu?"Tanya Zhidan penasaran pada Istrinya itu.


"Ahhhh kamu Kak ingin tahu aja urusan perempuan." jawab istrinya itu.


"Kenapa Dek, apa ada yang lucu?" sambung Syarif pada Istrinya itu.


Kedua wanita yang saat ini masih berdiri itu hanya tersenyum saja melihat suaminya masing-masing, kerena mereka berdua juga sama kayak mereka ingin tahu apa yang mereka saat ini baru bicarakan.


"No.. gak bisa Kak Syarif, itu urusan wanita para laki-laki gak boleh tahu." canda Lira.


"Ahhh gak seru kamu dek." kata Syarif pada Istri sepupunya itu.


"Sudah ahh gak usah bahas itu, ini kopi kamu Mas, diminum." kata Nana menaruh kopi itu didepan Suamianya itu.


"Terimakasih Sayang. " kata Syarif dengan santai.


"Punk!! " pukul Nana legan Syarif.


"Aduhh kenapa di pukul sih Na." kata Syarif mengusap lengannya itu.


"Mulut itu bisa dijaga Mas, biasa gak pakai sayang napa sih, bikin malu saja." bisik Nana pada Syarif yang duduk disampingnya itu.


Syarif mendengar kata istrinya itu hanya tersenyum saja, dan Syarif mulai lagi dengan tingkah Konyolnya itu,dia mulai menjahili istrinya itu.


"Jika aku Gitu gak salah,kita juga sudah menikah." kata Syarif kembali berbisik pada istrinya itu dan tangan Syarif sedikit merangkul istrinya itu.


"Kamu ini Mas, lepas tanganya kenapa sihh,aku gak nyaman, malu dilihat Kak Zhidan dan Lira itu." kata Nana menetatkan giginya.


Zhidan tahu saat ini Sepupunya itu lagi sengaja menjahili istrinya itu.


"Mmmmm, ada kita disini oii. " kata Lira dengan santainya.


" Jika mau bermesraan dikamar Nooohh!!!"kata Zhidan.


"Ahhh lo tahu saja apa yang kita mau." canda Syarif.


"Maaas!! " kata Nana dengan wajah sudah memerah kerena menahan Malu ulah suaminya itu.


Zhidan dan Lira hanya ketawa saja melihat tingkah sepasang suami-istri baru itu, mereka berdua tidak sangka Syarif menikah secepat ini, kerena mungkin sudah jodoh mereka berdua.


*************

__ADS_1


__ADS_2