CINTA UNTUK DOKTER TAMPAN

CINTA UNTUK DOKTER TAMPAN
Sangat bahagia


__ADS_3

Pagi ini Syarif tidak membolehkan istrinya untuk bekerja,kerena dia harus kerumah sakit membawa istrinya itu untuk priksa apa yang tebaknya itu benar apa tidak.


Syarif sangat berharap itu benar-benar ada kerena dia sudah menunggu beberapa bulan ini.


Syarif melihat istrinya saat ini sudah siap untuk ikut denganya kerumah sakit pagi ini, sebelum dia masuk jam operasinya hari ini, Syarif lebih dahulu ingin memastikan Nana benar-benar tengah hamil.


" Mas aku sudah siap, ayok kita berangkat. " kata Nana mengajak suaminya pergi.


"Ayok" Kata Syarif tidak menunggu lama dia langsung berangkat dengan istrinya itu kerumah sakit, kerena pagi ini dia sudah berjanji pada dokter kandungan.


Tidak butuh lama mereka sampai dirumah sakit itu,Setelah sampai Syarif mengajak istrinya itu keruangannya terlebih dahulu, sebelum ketempat praktek dokter kandungan itu yang sudah dijanjikan oleh syarif semalam.Syarif Menghubungi seorang untuk kerngannya.


"Kamu kerungan aku dulu sebetar, tidak pakai lama." kata Syarif santai.


Tidak lama orang yang baru dimintak datang kerungannya itu masuk kedalam rungan itu, Nana hanya duduk santai saja melihat dokter yang pernah merawatnya dirumah sakit itu, saat dia jatuh dari motornya.


"Masuk, dan duduklah, aku ingin kamu mencari tahu tentang poto ini dokter Ridwan." kata Syarif pada Asistennya itu.


"Apa ini ?" kata Dokter Ridwan melihat poto yang diberikan Syarif padanya.


"Aku ingin tahu poto ini dimana dibuat, dan aku juga ingin kamu mencari secepatnya, aku tidak ingin wanita ini menganggu ketenangan rumah tanggaku." kata Syarif pada Dokter tampan itu.


"Baiklah, secepatnya aku akan mencari tahunya Dok, jika begitu aku keluar dulu, aku ada pasien yang harus aku tangani." kata Ridwan sebelum pergi dari ruangan Atasannya itu.


Syarif kembali melirik pada istri yang membaca buku di meja yang tidak jauh dari tempat duduknya saat ini.


"Samyang Ayok ikut aku, dokter kira sudah menunggu kita di ruang prakteknya." kata Syarif mengajak istri nya itu.


"Untuk apa kita kesana mas, siapa yang sakit, aku sudah baik-baik saja." kata Nana masih saja bingung dengan ajakkan suaminya itu.


"Tidak usah banyak protes, kamu ikuti apa kataku saja sayang." kata Syarif menarik tangan istrinya itu dengan lembut berjalan keluar menunju dimana tempat dokter kandungan itu.

__ADS_1


Nama hanya mengikuti suaminya santai berjalan disamping Syarif saat ini, banyak para perwat yang memperhatikan atasan mereka berjalan dengan seorang wanita cantik dengan mengadengnya, di hadapan


mereka pagi ini, kerena selama ini dokter tampan itu tidak pernah bersama dengan wanita, tapi saat ini mereka dilihatkan pandangan yang tidak pernah mereka lihat selama ini.


Karyawan rumah sakit itu saling berbisik satu sama lain kerena orang yang sangat pengaruh dirumah sakit itu membawah seorang gadis cantik bersamanya dengan mengadengnya mesrah dihapan mereka.


"Hai siapa wanita yang bersama dokter Syarif ya, selama ini aku tidak pernah dengar dia punya pacar, apakah mungkin itu pacar didokter tampan itu?" kata salah satu suster yang bicara pada teman serekanya.


"Aku pernah dengan beberapa bulan lalu ada gadis yang dirawat oleh dokter itu disini, dan dokter Syarif sampai menunggunya dikamar rawat gadis itu, tapi gadis itu aku juga gak tahu siapa." kata Salah satu suster itu.


Kasak kusuk yang tedegar dari beberapa karyawan di rumah sakit saat ini membicarakan dokter yang tampan itu, dan banyak dikejar oleh parah gadis dirumah sakit itu, siapa yang yang tidak mengiginkan Syarif yang tampan sebagai pacar mereka.


Syarif hanya terseyum saja melihat tingkah karyawan yang lagi membicarakan dia saat ini.


Setelah sampai diruang praktek dokter kira, Syarif sudah ditunggu oleh salah satu suster yang di suruh dokter kira untuk menunggu orang yang sangat terpengaruh dirumah sakit itu.


"Selamat pagi dok. " Sapa sukter itu dengan ramah pada Syarif dan istrinya.


"Sudah Dokter,anda sudah ditunggu oleh dokter Kira saat ini, sialakan masuk dok!! " kata suster yang bertugas pagi ini di ruang paratek praktek kandungan itu.


Nana juga heran saat dirinya memasuki ruangan tempat orang periksa kehamilan, lama nana berdiri dan merasakan dirinya sedikit heran pada suaminya saat ini.


"Mas, kamu mau ngapain kesini sihh, siapa yang hamil ? " Tanya Nana dengn bingung pada suaminya.


"Gak usah banyak tanya sayang, kamu masuk ikut dengan ku kedalam, nantik kamu pasti tahu jawabanya." jelas Syarif pada istrinya itu sambil masuk kedalam rungan dimana dokter kandungan itu berada.


"Selamat pagi fokter Syarif, apa kabar ?sudah satu minggu ini anda tidak datang!?? " kata dokter Kira dengan ramah. " Silakan duduk dok. " Kata dokter sudah berumur 40 tahun itu.


"Ohhh ya terimakasih banyak dokter, anda sangat ramah ya, tidak seperti aku duga." canda Syarif pada dokter itu..


"Ahhh bisa saja kamu dokter. " Balas wanita itu dengan ramahnya. "semalam anda bikin janji padaku agar memeriksa seseorang, apa gadis cantik itu adalah istri anda dok??" tanya dokter Kira.

__ADS_1


"Benar sekali tebakan anda dokter, ini Nana istriku, saat ini aku ingin memastikan saja dugaanku, bahwa dia lagi hamil." kata Syarif tersenyum dan mengengam tangan istrinya itu.


"Apa kamu bilang mas, masak aku hamil..!! " kata Nana tidak percaya atas ucapan suaminya saat ini.


"Makanya kamu aku ajak kesini biar kita tahu apa dugaan aku tidak salah." kata Syarif lembut.


"Jika begitu mari kita lihat dimenitor untuk anda berdua bisa yakin saat ini istrinya dokter lagi hamil, biar tidak ada tanda tanya lagi." kata dokter Kira pada mereka berdua.


"Silakan dokter lakukan aku sudah tidak sabar ingin mendegar dan melihat hasil USG nya langsung." ucap Syarif juga tidak sabar lagi ingin melihat hasilnya.


"Baiklah jika begitu, mari nona Nana kita keruang sebelah,kita bisa lihat hasilnya." Kata dokter itu berjalan keruangan sebelah untuk melihat dan memeriksa Nana saat ini.


Nana berbaring di tempat tidur yang ada diruangan itu yang dibantu oleh suster yang bertugas membantu dokter Kira, dengan lembut dokter itu menarik Alat yang biasa untuk melihat bayi yang ada didalam rahim, dokter Kira memutar alat itu di sekitar perutnya Nana, saat ini Syarif berdiri di samping istrinya melihat kearah layar yang ada dihadapanya saat ini.


"Apa anda bisa lihat berbetuk biji kacanga itu dokter ? itu dia cabang bayi anda dan istri,calon bayi anda saat ini sehat, tidak ada yang perlu dikhawatirkan semuanya baik-baik saja saat ini." Jelas dokter Kira pada Syarif yang tampak bahagia saat ini, apa yang diduga nya selamam itu memang ada.


Rasa senang dan bahagia tampak dirawut wajahnya saat ini, dia tersenyum senang pada Nana.


"Akhirnya dia hadir juga Sayang, selama ini kita tunggu." kata Syarif sangat senang saat ini memeluk istrinya itu di hadapan dokter Kira.


Nana juga tidak bisa mengukapkan rasa bahagianya saat ini, dia hanya menagis bahagia di pelukan suaminya, dokter Kira juga ikut senang melihat kebahagian mereka berdua saat ini.


Selamat ya dokter istrinya anda tengah hamil 4 minggu." kata dokter Kira saat ini tentu ikut senang di rasakan, kerena selama ini dia juga tidak pernah tahu Dokter Syarif sudah menikah,dokter yang sangat berpengaruh di rumah sakit itu.


"Terimakasih dok." Balas Syarif tersenyum. senang.


Syarif kembali keluar dari rungan dokter Kira setelah siap dengan memeriksa istrinya itu, dan dokter Syarif juga akan menebus obat untuk mengurangi mual buat istrinya itu diapotik yang ada diruamh sakit.


Setelah itu mereka masuk keruangan Syarif sebentar sebelum Syarif kembali pulang untuk mengantarkan istrinya.


**********

__ADS_1


__ADS_2