CINTA UNTUK DOKTER TAMPAN

CINTA UNTUK DOKTER TAMPAN
Bingung dengan tingkah suaminya


__ADS_3

Pagi ini Nana dan Syarif langsung pulang keapertemen mereka berdua, Nana dan Lira hari ini berpamitan kerena akan berpisah dengan sahabatnya itu berangkat ke Inggris ikut suaminya.


Nana merasa sedih kerena delama ini Lira dan Hanna yang selalu dekat dengan dia selama mereka kenal dan bekerja ditempat yang sama.


"Lo jangan sampai lupakan kita ya Ra, gue pasti sangat merindukan lo nantik."Kata Nana sedih.


"Tenang saja Na, nantik gue akan sering koling lo dehh." kata Lira menghibur sahabatnya itu.


"Benaran ya." katanya lagi.


"Lo juga jangan Lama-lama biarkan dokter tampan itu puasa, entar dia lari kelain hati, dijaga tu suami." sedikit Lira bercanda pada Nana.


"Apa sih lo,jangan ngomongin itu lagi, gue pamitan ta, soal nya Mas Syarif akan berangkat kerja." kata Nana pada Lira juga mau berangkat.


"Ya sudah, aku juga mau berangkat juga, sampai jumpa lagi nantik ya Na." kata Lira memeluk sahabatnya itu.


"Semoga saja lo pulang gue sudah punya Keponakan." kata Nana santai.


"Aku juga berharap lo juga Na, jangan sampai lo belum ya." canda mereka berdua dengan senyuman saat ini.


Akhirnya Shidan dan Lira juga berangkat dan diikuti oleh Syarif di belakang setelah mobil Shidan berangkat.


Syarif hanya diam saja beberapa saat, setelah itu baru dia bicara pada istrinya itu.


Nana juga tidak memperhatikan Syarif saat ini yang menatapnya sedikit sambil mengemudikan mobilnya, kerena istrinya itu hanya diam saja setelah Lira pergi.


"Kamu sedih Dek, kerena Lira meningalkan kita semua? " kata Syarif pada Istrinya itu.


"Pasti sedih Mas, aku biasanya lebih dekat dengan Lira selama ini, dia teman yang mengerti walau tingkahnya gila sedikit aku nyaman berteman dengan dia." kata Nana menjawab Kata Syarif.


Syarif hanya tersenyum saja pada Istrinya itu, dia mengerti perasaan istrinya saat ini berpisah dengan sahabatnya.


"Kamu apa kamu akan bekerja hari ini ?" kata Syarif lagi.


"Iya Mas, aku kerja hari ini tapi sepulang dari kerja aku ketempat Ibuk ya !! apa aku boleh mas?" kata Nana memintak izin pada suaminya itu.


"Sebaiknya kamu pakai taksi aja pergi nantik kerja ya, aku hari ini gak bisa ngatar, pulangnya kita sama-sama kerumah ibuk." kata Syarif pada istrinya itu dengan lembut.


"Mmmm baiklah" kata Nana tidak membanta kata Suaminya itu.

__ADS_1


Syarif sangat beruntung mendapatkan istrinya yang mau mengikuti katanya, dia tidak banyak bicara, selalu menurut apa katanya.


"Nanti kamu tunggu aku datang pulang dari kerja ya, jangan kemana-mana, ingat itu." kata Syarif sedikit tegas.


Nana hanya tersenyum saja bahwa dia setuju apa kata suaminya itu, dengan senang kerena Syarif mau ikut kerumah orang tuanya, dia sangat menghargai kedua orang tuanya, walau pernikahan mereka mendadak tapi Syarif telihatkan sopan pada kedua orang tuanya.


Tidak lama Mereka sampai diapertemen Syarif, Nana turun dari dalam mobil itu tapi Syarif menahan tangan istrinya itu sebelum. keluar dari mobilnya.


"Tunggu dulu Dek,aku akan langsung berangkat kerumah sakit,kamu gak apa kedalam sendiri saja ?" Syarif lagi.


"Gak apa kok, jika mas sudah merasa terlambat berangkat saja, aku sendiri saja kedalam." senyuman istrinya itu." kata Nana melihat suaminya itu.


"Ya sudah aku berangkat!! Kata Syarif mengulurkan tanganya pada istrinya itu.


Nana juga menyambut tangan Syarif dengan santai meyalaminya.


"Muahh!!" ciuman di kening Istrinya itu.


"Kamu Hati-hati berangkat Mas, aku naik dulu ya." kata Nana sedikit malu pada Syarif kerena belum terbiasa.


"Asalamualaikum..!! " kata Syarif melanjukan perjalanan kerumah sakit setelah mengantar istrinya itu keapertemen nya saat ini.


Nana masuk kedalam apartemen milik suaminya itu, dan menganti pakaian kerja dan setelah itu dia langsung berangkat lagi kerja pagi ini dengan ojek online saja apa yang dikatakan suaminya itu.


Sampai di toko milik Reza itu Nana sudah melihat sahabatnya suka menganggu Bos tampannya itu.


"Akhirnya lo sampai juga Na,gue sampai gak semagat lo gak bakal masuk hari ini." kata Hanna melihat Sahabatnya itu baru datang.


"Masuklah Han, gak mungkin gue bolos kerja, bisa gaji gue dipotong sama Calon suami lo yang super dingin itu." kata Nana dantai.


"Ahhh lo gak tahu saja sama Bos tampan gue itu kayak sifat dia." jawab Hanna.


Nana hanya tersenyum masuk kedalam toko dan meyimpan barang diruang loker mereka yang sudah disiapkan oleh Reza untuk semua kariawanya.


Setelah siap Nana Masuk ke gudang Kerena giliran dia yang beberes digudang hari ini, jadi dia mulai mengerjakan tungasnya itu pagi ini.


Hanna datang kedalam gudang itu,dan melihat Nana lagi merapikan barang-barang yang agak berantakan saat ini.


"Ngapain lo ngikuti gue Han?" entar Bos datang baru rasa lo." kata Nana pada Sahabatnya itu.

__ADS_1


"Dia gak bakal datang hari ini, semalam dia bilang akan berangkat keluar negeri sama Kak Zaki." kata Hanna santai.


"Ahhh dasar lo Han, Boss kita itu tidak ada yang absen kesini walau dia sibuk akan tetap datang,lo gak tahu aja." kata Nana pada Hanya kerena pasti datang Bosnya itu sebelum berangkat ke bandara,biasa Reza seperti itu selama mereka bekerja selama ini di toko milik Reza.


Apa yang dibilang Nana memang terbukti adanya, tidak lama mereka membicarakan Bos tampan itu, dia langsung nongol dihadapan mereka berdua saat ini.


"Han,,jika aku akan berangkat, jangan sampai kamu santai sayang,hilang satu masih saja ada gantinya." repet Reza pada kekasihnya itu.


"Jangan Marah dong Bos tampan, nantik hilang Tampangnya." rayu Hanna pada Reza.


"Aku mintak kalian berdua yang bertanggung jawab, selama aku gak ada beberapa hari ini." kata Reza Pada mereka berdua.


" Ok Boss,, gak usah cemas kami akan bekerja dengan baik selama bos gak ada." kata Nana menjawab.


"Tu ingat Han, jangan bayak ngerumpi saja kerjanya, kamu juga harus disiapkan laporan, juga periksa laporan dari toko cabang dari luar kota juga!!" kata Reza pada Hanna.


"Masak banya itu di suruh aku Sayang, pasti capek." kata Hanna manja pada Reza yang sudah menatapnya saat ini.


"Gak usah bertingkah seprti itu, ada Nana disini." kata Reza agak segan pada Nana.


Akhirnya Hanna juga mengikuti Reza keluar dari gudang itu, Nana yang melihat tingkah sahabatnya itu sangat manja setelah mereka sudah jadian sebagai pasangan kekasih.


Nana melanjutkan kembali kerjaannya dengan santai sehinga waktu berlalu tidak terasa saja, sorenya Nana sudah akan bersiap untuk pulang kerja.


Melihat Hanna masih pokus dilayar laptop diruangan Reza, Nana langsung masuk kedalam rungan itu.


"Lo belum pulang Han?


"Ehhh lo Na, lo akan pulang? tanya kembali.


"Iya, sore ini gue akan keruamah ibu sama mas Syarif.


"Ya sudah lo duluan saja, gue mungkin lembur malam ini, masih banyak kerjaan gue Na, entar gue kenak hukum lagi sama Bos tampan. " kata Hanna masih pokus kearah layar pipinya itu.


"Ya dudah gue duluan ya,lo hati-hati pulangnya nantik, lo priksa lagi toko dengan baik Han." ingat Nana pada Temannya itu sebelum dia keluar dari ruangan Reza itu.


"Ok,nyonya Syarif." canda Hanna santai.


Nana meningalkan toko tempat dia bekerja itu dan menunggu Syarif datang diluar saja, Nana berjalan dengan sedikit letih kerena hari ini pengujung sangat rame belanja, jadi dirinya saat ini sedikit lelah.

__ADS_1


*************


__ADS_2