CINTA UNTUK DOKTER TAMPAN

CINTA UNTUK DOKTER TAMPAN
Jalan Malam sambil cari angin segar didesa


__ADS_3

Setelah Acara selai sore ini mereka semua berkumpul dengan keluarga yang yang dekat saja, Saat ini waktu magrid masuk, Syarif ingin sholat dirumah saja, kerena malas kemesjid hari ini kerena lelah.


"Na,siapkan dulu sejadah untuk sholat ku dikamar saja,aku lagi malas kemesjid." ucap Syarif pada istrinya itu.


"Baiklah mas, aku kekamar dulu." kata Nana bangkit dari duduknya.


Nana masuk kekamar Syarif untuk menyiapkan alat sholat untuk suaminya, kerena dia saat ini lagi sedang tidak sholat.


Tidak lama Syarif masuk kedalam melihat istrinya kebingungan arah Kiblatnya kearah mana, akhirnya Nana menaruh sejadah ditangannya itu diatas tempat tidur.


"Kenapa Na?" ucap Syarif mendekat pada istrinya itu.


"Aku gak tahu arah kiblatnya kemana, kamu saja yang bentang ya mas." kata Nana lembut pada suaminya itu.


"Ya sudah, kamu bisa tunggu aku disofa saja." kata Syarif masuk kedalam kamar mandi untuk mengambil huduk terlebih dahulu.


Nana menunggu suaminya itu sampai siap dengan sholatnya, setelah Syarif siap sholat dia kembali megemas sejadah yang ada di lantai.


"Kamu lelah Na?" tanya Syarif pada istrinya itu.


"Tidak Mas, emang kenapa? " kata Nana kembali.


"Jika kamu tidak lelah kita pergi keluar jalan sebentar kayak mana didesa ini." kata Syarif ingin mengajak istrinya itu melihat Kampungnya.


"Tidak masalah, aku ikut kata kamu saja Mas." balas Nana santai.


"Ok, baiklah, kamu bisa ganti pakaiannya dulu, tidak mungkin kamu pakai kebaya kayak gini kita keluar." kata Syarif lembut pada istrinya itu.


"Hmmm,kamu bisa tunggu aku dulu mas." kata Nana.


"Baiklah ,,sana ganti ..!! " kata Syarif menyuruh istrinya itu untuk menanti pakaian yang itu.


"Tapi bantu aku bukak,resteting kebayaku dulu mas, sebelum keluar." kata Nana pada Syarif bedak meninglkannya.


"Baiklah, sini aku bantu. " kata Syarif berjalan lagi pada istrinya itu.


Syarif membantu istrinya itu, jemarinya yang lembut menyentuh punggung istrinya membuat Nana sedikit salah tingkah, jantungnya saat ini tidak bisa dikatakan tenang.


Nana yang hanya diam saja merasakan tangan Syarif meyetuh punggung nya yang mulus itu.


"Setelah kita kembali kejakarta kita akan berangkat ke Inggris untuk bulan madu, kerena Gio sudah memberi kita tiket bulan madu." bisik Syarif ditelinga istrinya itu.


Nana yang mendegar kata suaminya itu hanya tersenyum saja.


"Kenapa diam saja, kamu takut akan memberikan itu untukku?? " kata Syarif masih berbisik pada Nana.


"Mas, jangan bicarakan itu lagi, saat ini aku masih belum memikirkan itu." kata Nana sedikit merinding mendegar kata Suaminya itu.


"Mulai sekarang kamu harus memikirkannya Sayang." kata Syarif tersemyum pada Istrinya itu.


"Sudah siap, sana Kamu keluar dulu, aku mau ganti pakaian dulu." ucap Nana mendorong suaminya itu untuk keluar dari kamarnya.

__ADS_1


Syarif hanya tersenyum saja oleh tingkah istrinya itu, saat ini tampak lucu Nana yang salah tingkah kayak barusan.


"Aku suka cara kamu Na, aku mencintaimu, jadi saat bulan madu nantik aku pasti akan memintak hakku pada kamu." kata hati Syarif saat ini sudah tidak bisa menahan lebih lama lagi kerena istrinya itu terlihat mengoda imanya selamanya mereka menikah.


Tidak terlalu lama Syarif menunggu istrinya itu Nana keluar dari kamarnya itu, dengan pakaian biasa saja dengan kaos oblong dengan celana jin panjang.


Tapi tidak membuat Nana tampak jelek, apapun yang dipakai Nana akan tetap terlihat cantik.


"Sudah siap? " kata Syarif melihat istrinya itu sudah bersda di dekatnya saat ini.


"Sudah, ayok..!! " ajak Nana.


'Ayok..!! kita pergi." kata Syarif dengan mengemgam tangan istrinya itu.


Saat di depan ruang tamu Mama dan Papanya masih berbicang dengan keluarga, melihat putra dan menantunya ingin pergi.


"Kalian berdua mau kemana ? "sapa dan tanya Mama Mur pada kedua orang itu.


"Kita keluar bentar ma." jawab Syarif santai pada Mamanya itu.


"Jangan terlalu malam kamu bawak istrinya kamu keluar Syah." kata Papanya lagi.


"Kita hanya keliling bentar saja Pa, aku juga ingin cari angin malam didesa kita ini." kata Syarif santai.


"Pergilah, jaga Menantuku dengan baik." kata Mama Mur tersenyum melihat putranya itu.


Setelah itu Syarif Langsung menuju tempat garasi dimana tempat mobil dan motornya disimpan disana..


"Ini motor milik Mas??"


"Hmmmm, aku tidak mau menjual motor ini, kerena ini bayak kenangan bersama teman-teman waktu kuliah." kata Syarif sedikit senyum itu.


"Motornya masih terjaga gini Mas." kata Nana memperhatikan motor itu masih sangat bagus dan terjaga dengan baik.


"Iya, aku selalu rawat barang aku dengan baik, dirumah ini juga tidak ada yang memakainya, Palingan papa hanya panasin mesin yang saja." kata Syarif santai.


"Ohhhh.


"Ayok naik kita jalan sekarang." ajak sarif pada Istrinya itu agar naik keatas motornya itu.


Nana Naik ke atas motor Besar itu, dengan memegang pinggang Syarif dengan sedikit takut dan rasa segan kerena belum biasa sama laki-laki bergocengan.


"Pegang yang kuat Sayang, entar kamu jatuh." kata Syarif megabil kedua tangan Nana dan menaruh di perutnya agar Nana bisa memeluknya diatas motor itu.


"Mas..!! kata Nana ingin melepaskan tantang itu.


"Jangan dilepas..!! " larang Syarif," kamu istriku jadi bisakah kanu lebih sering seprti ini dengan ku, agar kamu tidak selalu kaku dan salah tingkah lagi." ucap Syarif cepat.


Nana juga tidak bayak bicara dia hanya mengikuti kata suaminya itu saat ini.


Dalam perjalanan mereka tidak diam saja saat ini Syarif hanya pelan saja menjalankan motor miliknya itu menikmati again desa pada malam hari kerena udara sangat beda dengan udara kota.

__ADS_1


"Apa kamu kedinginan Na?"


"Tidak Mas, aku tidak kedinginan kerena kamu hanya pelan bawak motor, aku suka hal seprti ini, udara didesa sangat jauh beda dengan kota mas." kata Nana lembut masih memeluk suaminya itu dan wajahnya berada di bahu Syarif.


"Aku ada yang ingin bicarakan dengan kamu hari ini kita mampir diwarung soto buk ti, yang enak didekat desa sini." kata Syarif saat ini mengarahkan motornya kewarung yang baru disebutkan itu.


Mereka berdua masuk kedalam warung itu dan Syarif juga sudah kenal dengan


pemiliknya.


"Malam Buk ti. " kata Syarif menyapa wanita berumur itu.


"Ehhhh Nak dokter, sudah lama kita tidak bertemu, dan kamu juga sudah jarang makan soto disni... !! " kata Buk Ti dengan rama menyapa Syarif.


"Iya buk, aku pindah tugas kerumah sakit dijakarta buk, jadi baru pulang hati ini." kata Syarif pada Buk Ti.


"Itu siapa gadis cantik disebelah kamu Nak?" tanya Buk Ti pada Syarif melihat Nana yang juga terseyum kearah buk Ti.


"Ohhh ya buk, ini Nana dia adalah istriku Buk." kata Syarif mengenalkan Nana pada Pemilik. warung itu.


"Salam kenal buk, aku Nana." kata Nana ramah dan lembut menyapa Buk Ti.


"Istri kamu cantik Nak Dokter, kamu beruntung mendapatkan istri secantik dia. " goda Buk ti.


"Ahhh ibu bisa saja, jika begitu aku ingin dua porsi soto ya buk. " kata Syarif mencari tempat duduk yang nyaman bisa bicara pada istrinya itu.


Syarif membawa duduk Nana agak kepojok warung itu ada meja yang terletak di pojok .


"Kita duduk disana saja kayaknya sejuk disana dari pada disini." kata Syarif menarik tangan istrinya itu.


"Duduklah Na, aku ingin mengambil merupuk itu, sudah lama tidak merasakan kerupuk bikinan buk ti ini." kata Syarif berjalan kerah kerupuk ada dalam toplenya itu, dan membawa pada istrinya itu.


"Kamu coba kerupuk Nasi ini rasanya beda bangat sama bikinan yang lain." kata Syarif megabil kerupuk dalam toples itu dan megasih pada istrinya itu.


Nana mengambil kerupuk itu de mecoba memakan kerupuk yang dikasih oleh suaminya itu,membuat Nana tidak berenti makan, sehinga satu toples tidak terasa habis.


"Ini enak Mas, tidak banyak mecin dan penyedap, hanya rasa gurih saja dan bumbu khas lain dalam kerupuk ini, aku suka." kata Nana masih menguyah kerupuk dalam mulutnya itu.


"Habiskan dulu makanan dalam mulut itu, baru bicara sayang." ingat Syarif sambil gambil tidan melap mulut istrinya itu yang belepotan kerena kerupuk yang dimakannya itu.


"Makasih Mas, kamu sunggu suami perhatian." kata Nana sedikit bercanda.


"Kamu jangan mulai lagi Na memancing ku." kata Syarif tersenyum melihat tingkah istrinya itu.


"Aku mau lagi Mas." mintak Nana ketagihan makan kerupuk itu.


"Nantik Sa ja, pas soto nya sudah datang, nantik kamu malah kenyang makan kerupuk." singkat Syarif biacara pada istrinya itu.


"Baiklah dokter tapampaku." kata Nana lagi membuat Syarif tambah tersenyum padanya.


"Apa yang ingin kamu bicarakan Mas pada ku..? " Tanya Nana saat ini baru ingat kata suaminya itu.

__ADS_1


**********


__ADS_2