
Seharian dirumah membuat Nana mersa bosan, hari ini dia tidur ditempat tidur sudah hampir jam makan siang, Nana sudah merasa bosan akhirnya dia bangkit dari tempat tidurnya dan berjalan turun lantai bawah, dia mencari bik Num didapur rumahnya itu.
Bik Num yang melihat Nana duduk di meja makan yang tidak jauh dari bik Num bekerja.
"Bik masak apa hari ini ? aku ingin makan dadar telor bik, aku ingin bibik bikin pakai daun bawang ya bik." kata Nana ingin sekali makan dengan dadar telur dengan masih panas.
"Apa itu yang Non inginkan saat ini??bibik sudah siap dengan menuh yang lain Non. " kata bik Num bertanya pada Istrinya dokter tidak lain adalah majikanya itu.
"Iya bik, aku ingin makan pakek itu saja,entah mengapa pengen kali." sambung Nana pada pembantunya itu.
"Ya sudah Non biar bibik masak dulu nantik bisa ngeces anaknya, jika bibik gak bikin." canda bik Num.
"Iya,terimakasih ya bik." kata Nana tersenyum.
Lain saat ini dengan Syarif baru saja siap dengan miting dia keluar dari rumah sakit itu untuk makan siang diluar dengan Ridwan , asistennya itu,mereka mencari tempat makan siang yang enak kesalah satu restoran yang sering didatangi Syarif.
"Bos sepertinya gadis itu sangat terobsesi pada Anda, aku lihat gadis itu masih berusaha untuk mendekati anda dok." kata Ridwan membuka perbicaraan mereka saat makan siang di salah satu restoran.
"Biarkan saja dia seperti itu,jangan sampai saja dia melakukan sesuatu yang bisa melukai istriku dan kandungannya." kata Syarif pada Ridwan yang bigung melihat tingkah atasanya.
"Itu pasti dok, aku akan memintak orang kepercayaan kita untuk menjaga Nona Nana, dan megawasih terus gadis itu." kata Ridwan tidak banyak bicara lagi.
"Bagus jika begitu dokter Ridwan, kerjakan pekerjaan kamu dengan baik jika tidak gaji kamu akan aku potong bulan ini."Ancam Syarif pada dokter Ridwan dang gaya santainya.
"Jangan gitu dok, aku juga mengasih makan orang tiaku dan adikku masih perlu biaya untuk sekolah mereka." kata Dokter Ridwan dengan candanya.
"Ahhh kau terlalu banyak bicara dok, aku tidak percaya apa kata kamu itu, bukankah kedua adikmu sudah bekerja saat ini, terus adik yang mana lagi yang kamu maksud." kata Syarif santai memakan makan siangnya itu.
Syarif melanjutkan makan siang dengan diam dan tidak bicara sampai mereka berdua siap dengan makan siangnya.
Setelah diap dengan makan siang mereka kembali kerumah sakit lagi namun saat Syarif baru keluar dari restoran itu, dia melihat Sari lagi berjalan kearahnya.
Syarif menatap Sari dengan tidak suka mengingat apa yang sudah dilakukan pada istrinya kemarin itu.
__ADS_1
"Hai Syah apa kabarmu, kita bertemu lagi. " kata Sari tidak tahu malu.
"Apa yang kamu inginkan dariku Sari, sehinga kamu memberikan poto yang tidak ada apa-apanya bagi istriku."kata Syarif tidak sukanya pada Sari.
"Kamu tanya apa mauku Syah, aku mengiginkan kamu." kata Sari langsung didepan Syarif dan Ridwan.
Ridwan yang mendegar itu, dia berpikir sendiri saat ini wanita seperti apa yang ada didepannya ini, tidak tahu malu, bisa-bisanya dia Langsung berkata begitu pada Syarif.
"Hai,,kamu wanita seperti apa sebenarnya, kamu bertingkah tudak punya malu, deperti tidak ada harga dirimu." kata Ridwan dengan heran pada gadis didepannya itu.
"Siapa dirimu bisa bicara seperti itu, kamu tidak punya hak berkata begitu." kata Sari sangat marah pada Ridwan.
"Seharusnya kamu punya malu sebagai gadis yang punya harga diri, bukan seperti ini, kami menyukai pria yang sudah beristri, apa itu dibilang pantas kamu mengiginkan pria yang punya istri, seharus kamu mengubur perasaan kamu itu jauh-jauh." ucap Ridwan panjang lebar, membuat Sari merasa terhina oleh ucapa Dokter Ridwan padanya.
"Jaga ucapan kamu itu, kamu tidak bisa bicara lancang seperti itu padaku, kerena aku sangat mencintai Syarif dari dulu." kata Sari agak keras.
Mendengar ucapan Sari yang tedegar kuat itu, orang yang berada di sekeliling tempat berdiri melihat mereka dengan tidak bisa dikatakan.
"Jaga ucapannya kamu itu Sari, selama ini aku sudah bilang pada kamu, aku tidak pernah menyukai kamu, apa lagi untuk mencintai kamu, itu hal yang tidak mungkin kamu dapatkan dariku, aku sangat mencintai istriku, jadi buang jauh-jauh keinginan kamu itu." kata Syarif bicara dan tidak suka pada Sari.
"Apa kamu sudah dengar kata dokter Syarif, jadi mulai saat ini kamu jangan mengejarnya lagi,masih banyak lelaki yang kamu bisa jadikan suami bukan orang yang sudah punya istri." kata dokter Ridwan satai meninggalkan Sari.
Saat ini mereka berdua sudah berada didalam mobil Syarif,Ridwan hanya tersenyum saja melihat Atasanya itu dengan tanda tanya dihatnya.
"Dok, kenapa anda sampai tidak tertarik pada gadis itu ?? aku lihat gadis itu sangat cantik."Tanya Ridwan pada Syarif.
"Aku tidak semudah itu menyukai seorang gadis, walau gadis itu cantik tapi sifatnya tidak cocok dengan apa yang aku inginkan, sampai kapanpun aku tidak akan tertarik padanya." sahutnya singkat.
"Begitu ya, berakti Nona Nana adalah gadis yang masuk dalam selera dokter?" kata Ridwan ingin tahu.
"Jika tidak seperti itu, tidak mungkin aku jadikan dia istriku dokter Ridwan." kata Syarif santai.
"Ohhhhhh" kata dokter Ridwan tidak banyak bicara lagi saat ini, dia hanya diam saja setelah tahun jawaban dari atasanya itu.
__ADS_1
Akhirnya mereka sampai dirumah sakit dan mereka kembali melanjutkan pekerjaanya sampai waktu sore datang, Syarif akhirnya selesai juga dengan kegiatan rutin nya itu,dia keluar dari ruang operasi dan kembali keruangannya.
Hari ini Syarif akan langsung ke toko tempat istrinya bekerja untuk menemukan Reza saat ini berada ditoko miliknya itu, Syarif ingin mengatar surat pengunduran diri istrinya.
Setelah tiba ditoko Reza, Syarif langsung masuk ke toko itu, saat ini Reza sudah menunggunya.
Syarif melihat Reza lagi berdiri dikasir bersama Beberapa kariawanya yang sip siang,Reza melihat Syarif dia mengajak Syarif kerunganya.
"Hai Dokter tampan." sapa Reza saat ini pada Syarif.
"Lo jangan bercanda Za, gue kesini mau memberikan ini pada lo." kata Syarif memberikan satu amlot coklat pada Reza.
"Apa ini ?Tanya Reza bingung. "Mari kita keruanganku, kita bicara didalam saja." kata Reza mengambil amlot yang diberikan oleh Syarif dan dirinya berjalan naik ke lantai dua dimana Ruangannya berasa.
Setelah sampai mereka duduk disofa tamu yang ada di ringan Reza, saat ini pass Hanna sudah pulang, hanya Reza saja yang ada tokonya itu kerena dia juga baru kemabali dari perusahaan Zaki.
"Mana Hanna Kok aku gak lihat?" tanya Syarif.
"Dia sudah pulang, sore ini dia ada acara keluaga." kata Reza Santai.
"Lo kampan nikah za, umur lo sudah kepala tiga, sampai kapan lo akan melajang terus, lihat gue sekarang sudah akan memiliki anak." ucap Syarif merasa bangga.
Reza diam saja mendengar kata temannya itu dan dia hanya terseyum saja melihat kearah Syarif.
"Selamat Syah lo sebentar lagi akan memiliki anak." kata Reza santai.
"Aku ingin istrinya gue istirahat di rumah selama masa hamilnya Za, jadi aku meyuruh dia untuk berenti kerja." kata Syarif pada Reza.
"Tidak Apa Syah, aku sangat berterima kasih pada lo terutama pada Nana yang sudah membantu gue ditoko selama beberapa tahun bekerja disini, aku mengerti saat ini mungkin dia lagi sulit dengan kondisi dia hamil." kata Reza mengerti keinginan dari Temanya itu.
Syarif hanya sebentar saja setelah itu dia tidak lupa dengan belanjaan untuk membeli susu hamil dan cemilan lain untuk istrinya itu,setelah mendapatkan semua itu Syarif langsung pulang, kerena sudah sangat sore.
**************
__ADS_1